Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 313. Mewujudkan Keinginan Seorang Sahabat


__ADS_3

Raut wajah Pemimpin Chu yang semula tampak gembira, hanya dalam sekejap berganti menjadi merah padam disebabkan perasaannya yang bercampur malu dan marah. Ia tak pernah menyangka bahwa Ling Tian masih baik-baik saja ketika mendapatkan pukulan yang sangat kuat dari He Chang Lang. Bahkan Ling Tian masih terlihat santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.


“Pemimpin Chu! Sepertinya tadi kamu terlalu cepat berterima kasih kepadaku. Mungkin nanti yang sebaliknya akan berterima kasih kepadamu adalah aku.” Yan Qingshan balas mengembalikan sindiran yang sebelumnya diungkapkan oleh Pemimpin Chu terhadap dirinya.


“Ciihh ... Jangan senang dulu, Pemimpin Yan! Mari kita tunggu dan lihat saja siapa yang akan tertawa pada akhirnya. Lagi pula He Chang Lang juga belum mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya saat ini. Kau seharusnya mengerti seperti yang biasa dia lakukan pada setiap pertarungan di tahun-tahun yang lalu. Tadi itu juga hanyalah merupakan sebuah pemanasan saja baginya,” cibir Pemimpin Chu dengan nada yang cukup keras karena tak mau kalah dari Yan Qingshan.


Sedangkan untuk Yan Qingshan sendiri, ia kembali diam karena tak ingin lagi menggubris perkataan dari Pemimpin Chu tersebut. Sebab menurutnya itu hanyalah perdebatan yang sia-sia dan membuang-buang waktu saja. Pandangannya kini kembali tertuju pada Ling Tian yang berada di atas arena pertarungan.


Di lain pihak, He Chang Lang berusaha menyembunyikan keterkejutannya dan dengan paksa menampilkan sikap yang tenang. Sambil memegang tangan di belakang punggungnya, ia pun berkata dengan nada mencibir kepada Ling Tian, “Ternyata kemampuanmu lumayan juga karena bisa bertahan ketika menerima pukulan yang mengandung tiga puluh persen dari kekuatanku. Tapi jangan berbangga diri dulu. Selanjutnya, aku tidak akan segan lagi meski di belakangmu ada Sekte Cahaya Matahari.”


“Ooh, begitukah?! Meski demikian, pukulan milik seorang jenius nomor satu yang mengandung tiga puluh persen dari kekuatannya itu benar-benar hanya terasa seperti sedang menggelitik tubuhku saja. Bahkan gigitan seekor semut kecil lebih sakit dibandingkan dengan pukulan tadi,” ucap Ling Tian yang masih tampak sibuk menepuk-nepuk debu yang melekat di tubuhnya. Tindakannya tersebut seolah-olah menandakan bahwa ia sama sekali tak memandang He Chang Lang yang berdiri cukup jauh darinya.

__ADS_1


“Hehehe ... Kalau begitu, bagaimana jika kau menggunakan seluruh kekuatanmu saat menyerangku. Aku berjanji bahwa ini masih akan sama seperti sebelumnya tanpa menggunakan sedikit pun energi Qi milikku untuk menahan seranganmu dan semata-mata hanya mengandalkan kekuatan tubuhku saja. Kebetulan, aku ingin bermain sedikit lebih lama denganmu,” sambung Ling Tian seraya tertawa kecil.


Kali ini semakin berkurang orang-orang yang mengeluarkan komentar pedasnya terhadap Ling Tian meski ia terus bersikap meremehkan sang jenius nomor satu di Aliansi Delapan Sekte tersebut. Sebab, mereka menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Ling Tian masih dalam keadaan baik-baik saja walau mendapatkan pukulan yang sangat kuat dari He Chang Lang.


Mereka berpikir bahwa hal ini membuktikan Ling Tian cukup pantas bertingkah seperti itu karena mungkin dirinya benar-benar sanggup untuk bersaing melawan He Chang Lang.


“Cuih ... Kamu belum layak untuk membuatku serius menghadapimu,” sergah He Chang Lang sambil meludah ke lantai arena. Ia juga tak mau kalah dan terus menunjukkan dominasinya dihadapan semua orang agar pamornya sebagai jenius nomor satu tidak menghilang.


“Aaiihh, terserah kamulah! Aku sangat malas untuk meladeni orang sepertimu. Hanya julukan kecil sebagai jenius nomor satu di Aliansi Delapan Sekte ini sudah membuat dirimu sangat bangga,” gerutu Ling Tian sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian melanjutkan sambil menunjuk ke dirinya sendiri, “Lihatlah aku! Meski semua orang memberikanku julukan sebagai pria tertampan di Benua Langit, aku masih tetap rendah hati dan rajin menabung dengan cara mengumpulkan harta dari orang-orang seperti dirimu ini.”


“Junior Ling, tolong buat wajah orang itu hingga berbentuk seperti b4bi jelek! Aku benar-benar sudah sangat muak melihat wajah angkuhnya tersebut!” seru Pang Huaxian seraya menunjuk ke arah wajah He Chang Lang.

__ADS_1


“Hehehe ... Apakah kamu mendengarnya? Kawanku meminta tolong padaku agar segera membantunya. Jadi sebagai sahabat, aku akan mewujudkan keinginannya itu.” Setelah berucap demikian, Ling Tian pun berjalan dengan santai ke arah He Chang Lang.


Baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ia berhenti karena terpikirkan sebuah ide. Kemudian dengan sangat cepat ia pun menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di depan He Chang Lang.


“Pukulan Penghancur Wajah Tampan!” Teriak Ling Tian sambil melayangkan tinjunya.


He Chang Lang yang masih terkejut dengan kemunculan Ling Tian di depannya itu secara naluriah mencoba menghidari serangan yang datang ke arahnya. Namun, meski ia sudah berusaha mengelak dengan segenap kekuatannya, tetap saja sebuah pukulan yang sangat cepat mendarat telak di wajahnya. Kemudian disusul dengan pukulan lain yang terus menerpa dan seolah tak ingin berhenti sebelum mengenai seluruh bagian kepalanya.


BUK ... BUK ... BUK


Bunyi gedebuk pun terdengar beriringan dengan jerit kesakitan yang keluar dari mulut He Chang Lang. Akan tetapi, lambat laun jeritannya tersebut perlahan-lahan menghilang karena mulutnya sudah tak sanggup lagi bersuara. Setelah merasa puas dengan apa yang ia lakukan, Ling Tian pun segera menghentikan aksinya.

__ADS_1


“Hehehe ... Jika saja Xiao Jun ada di sini, pasti ia akan berkata bahwa aku meniru gaya bertarungnya yang selalu meneriakkan setiap teknik yang dipakainya ketika ia bertempur,” batin Ling Tian sembari menekuk sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman hangat.


Terlebih lagi, ia juga sangat senang dengan peningkatan kekuatannya. Setelah tulangnya ditempa hingga berada di tahap Tulang Raja Naga, kini Ling Tian sudah mampu bersaing untuk melawan kultivator di tahap kelima Bintang Raja. Kalau dulu, mungkin ia hanya mampu bersaing dengan lawan yang kultivasinya berada tiga tingkat di atasnya, contohnya seperti tingkat kultivasi He Chang Lang saat ini.


__ADS_2