Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 281. Menginjak Seekor Semut Lagi


__ADS_3

Perkataan Ling Tian yang terdengar menantang dan seolah tak menghargainya sedikit pun, itu membuat Hong Cao Yun menjadi sangat murka. Baru kali ini ada Murid Luar yang berani bersikap angkuh dan menolak perintahnya.


“Kep4rat! Beraninya kamu mempertanyakan kata-kataku? Berlututlah!” seru Hong Cao Yun dengan nada geram, seraya mengedarkan energi Qi untuk menekan tubuh Ling Tian agar jatuh berlutut di depannya.


Seketika itu juga, aura penindasan yang sangat kuat langsung menerpa tubuh Ling Tian. Udara di sekitar tubuhnya pun bergetar, hingga menimbulkan fluktuasi yang hebat.


Seandainya para murid di sekitar arena tersebut yang terkena tekanan dari aura penindasan yang dilepaskan oleh Hong Cao Yun, mungkin secara spontan mereka akan segera jatuh berlutut. Tapi berbeda dengan Ling Tian. Ia masih tetap berdiri tenang dan santai seolah tak terjadi apa-apa.


Wajah Hong Cao Yun tampak cukup terkejut ketika mengetahui bahwa aura penindasan darinya tidak berefek sedikit pun pada tubuh Ling Tian. Namun, ekspresinya segera berubah mencibir. “Ciihh ... Rupanya kamu memiliki sedikit kemampuan karena sanggup menahan tekanan yang baru saja aku berikan! Kalau begitu, mari kita lihat apakah kamu masih bisa menanggungnya bila aku menambahkan daya tekanannya!”


Usai mengucapkan hal tersebut, Hong Cao Yun kembali melepaskan aura penindasannya yang sekali lagi memberikan tekanan pada tubuh Ling Tian. Kali ini, tekanan energi Qi yang dilepaskan oleh Hong Cao Yun lebih besar lagi dari yang sebelumnya.


Seluruh arena pertarungan langsung bergetar keras seperti sedang terjadi gempa. Akan tetapi, itu tidak menjadi hancur. Sebab, aura penindasan milik Hong Cao Yun tersebut hanya dikhususkan untuk Ling Tian saja.


Namun, hal yang sama berlaku kembali. Ling Tian masih tetap tak bergeming seperti semula. Bahkan lantai arena yang menjadi pijakan kakinya tidak mengalami retak sedikit pun, meski sudah mendapatkan tekanan yang dahsyat dari aura penindasan Hong Cao Yun.

__ADS_1


Ling Tian tampak hanya menganjurkan bibir bawahnya ke depan, seolah-olah sedang mengejek tindakan Hong Cao Yun itu. Kemudian ia pun berkata dengan nada yang terdengar meremehkan, “Apakah hanya ini yang bisa kamu lakukan? Jika kamu telah selesai, aku akan segera turun dari arena ini.”


Sontak wajah Hong Cao Yun menjadi merah padam saat mendengar perkataan Ling Tian. Walau di dalam hatinya terkejut karena usahanya kembali gagal untuk membuat Ling Tian jatuh berlutut, tapi ia berusaha menyembunyikan ekspresinya itu di antara raut wajahnya yang tampak terlihat marah.


Baru saja Hong Cao Yun hendak berbicara, Hong Cao Yan sudah terlebih dahulu menyela, “Kakak! Sepertinya dia mempunyai Harta Pusaka aneh yang melindungi tubuhnya. Sebelumnya kami juga telah kalah karena hal tersebut. Untuk mengalahkanku saja itu akan sangat mustahil dengan tingkat kultivasinya saat ini. Namun yang terjadi sungguh di luar dugaan. Ia bahkan mampu untuk mengalahkan kami semua.”


“Mungkin yang kamu katakan itu adalah benar. Jika begitu, maka aku akan menyerangnya secara langsung untuk membuktikannya.” Selesai berkata demikian, Hong Cao Yun pun langsung menghilang dari tempatnya.


Gerakan yang ditampilkan oleh Hong Cao Yun sangat cepat. Sehingga para murid yang berada di sekitar arena tak dapat melihat pergerakannya ketika ia melesat ke arah Ling Tian. Yang tampak di mata para murid tersebut hanyalah jejak fluktuasi udara saja.


Namun, sebelum pukulan itu bisa menyentuh wajah Ling Tian, tangan Ling Tian sudah terlebih dahulu menangkap dan mencengkeram leher Hong Cao Yun.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, wajah Hong Cao Yun menjadi semakin memerah karena malu bercampur marah. Dengan menggunakan segenap kekuatannya, ia berusaha membebaskan diri dari gengaman tangan Ling Tian. Akan tetapi, meski Hong Cao Yun telah berusaha dengan sangat keras, tubuhnya tetap tak bisa bergerak sedikit pun.


“Huuhh ... Sebenarnya aku paling tidak suka bila orang-orang terus mengarahkan tinjunya ke wajahku yang tampan ini. Apalagi jika orang yang hendak memukul wajahku memiliki tampang jelek seperti dirimu,” rutuk Ling Tian dengan nada bersungut-sungut.

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Ling Tian segera mengayunkan tangannya menampar wajah Hong Cao Yun.


PLAK ... PLAK ... PLAK


Suara tamparan keras terdengar menggema di dalam arena pertarungan. Adegan ini hampir sama persis dengan adegan yang sebelumnya, ketika Ling Tian memberikan tamparan ke wajah Hong Cao Yan.


Semua orang yang menyaksikan hal tersebut terperangah dengan mulut yang terbuka lebar. Tak ada seorang pun yang pernah membayangkan akan terjadi seperti itu. Tapi dengan peristiwa ini, akhirnya semua orang bisa tahu bahwa kekuatan Ling Tian lebih tinggi lagi dari kekuatan yang dimiliki oleh Hong Cao Yun.


“Aaiihh ... Lihatlah! Tanganku menjadi bengkak dan sakit karena menampar muka tebalmu ini,” gerutu Ling Tian dengan nada kesal.


Usai berkata demikian, Ling Tian menjatuhkan tubuh Hong Cao Yun ke lantai, lalu menginjak-injak wajahnya dengan cukup keras, hingga membuat lantai arena menjadi hancur dan berlubang.


Tindakan Ling Tian tersebut membuat tubuh para murid bergidik ngeri. Sebab, kekejaman yang ditampilkannya itu terlihat jelas di depan mata semua orang. Tak ada seorang pun di antara mereka yang berani bersuara.


Suasana di sekitar arena juga seketika menjadi hening. Hanya suara hentakan kaki Ling Tian di wajah Hong Cao Yun yang terdengar mengisi keheningan tersebut.

__ADS_1


Masih dengan nada kesal, Ling Tian pun berbicara lagi, “Ciihh ... Beraninya semut sepertimu menyuruhku untuk berlutut? Inilah konsekuensi yang kamu dapatkan bila berani memprovokasiku.”


__ADS_2