Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 29. Masalah Selalu Datang


__ADS_3

"Ayah.. Ibu.. dan semuanya.! Kami akan berangkat sekarang." Ling Tian dan Ling Han berpamitan kepada mereka semua.


"Paman.. Bibi..! Aku juga akan berangkat." Lin Yue juga berpamitan kepada Ayah dan Ibu Ling Tian.


"Hati-hati.." Kata Ling Sheng dan Ling An bersamaan.


"Kwaaakkk.. Kwaaakkk.."


Xiaohai melebarkan sayapnya lalu memajukan dadanya, seraya memperlihatkan kepada anggota Klan Ling bahwa dia sangat keren. Kemudian dengan menghentakkan kakinya, dia segera melesat ke langit.


Dalam waktu 6 jam, mereka telah memasuki wilayah kota Bulan Biru. Ling Tian akan mengantarkan Lin Yue langsung ke kediaman Klan Lin, tetapi dia menolaknya karena beralasan masih ingin bersama Ling Tian. Tujuan Lin Yue sebenarnya ingin mengetahui apakah Ling Tian akan bertemu dengan Su Mei saat berada di dalam kota.


Xiaohai menurunkan mereka di tempat biasa sekitar 20 km dari pintu gerbang kota, lalu dia terbang kembali ke dalam Hutan Terlarang.


Saat mencapai gerbang kota, mereka bertiga melihat antrian yang sangat panjang. Semuanya adalah para kultivator jenius yang akan mengikuti Turnamen.


"Wouw.. Sangat cantik sekali..! Apakah dia seorang Dewi..?"


Beberapa kultivator itu terkesima melihat kecantikan Lin Yue, tetapi dia tidak mempedulikan mereka. Lin Yue segera merangkulkan tangannya ke lengan Ling Tian, seakan mengatakan kepada mereka bahwa dia adalah milik Ling Tian.


Wajah para kultivator tersebut langsung berubah cemberut melihat itu. Tatapan yang sangat tajam dari mereka semua tertuju pada Ling Tian. Jika tatapan itu bisa membunuh, mungkin Ling Tian telah mati berkali-kali.


Mereka merasa bahwa Ling Tian sangat tidak pantas bersama Lin Yue. Meskipun wajah Ling Tian juga sangat tampan tetapi penampilannya membuatnya tampak seperti orang pedesaan yang tidak memiliki latar belakang yang kuat.


Selain dari kekuatan, latar belakang juga sangat penting bagi seorang kultivator. Jika seorang memiliki latar belakang dari Klan yang kuat atau dari keturunan bangsawan, maka kultivator tersebut juga akan sangat di segani dan di hormati.


Mereka mengibaratkan Ling Tian seperti Katak yang merindukan Angsa, yang berarti dia sangat tidak pantas bersama Lin Yue yang tampak sangat cantik, elegan, mewah dan bermartabat.


Ling Tian hanya tersenyum melihat itu semua, yang membuat para kultivator jenius tersebut seperti merasa terprovokasi dengan senyumanya itu.


Ling Tian bersiap pergi ke antrian paling belakang tempat mereka akan mengantri, tetapi mereka di halangi oleh beberapa jenius yang ingin berkenalan dengan Lin Yue.

__ADS_1


"Nona..! Kamu tinggal di sini saja untuk mengantri bersama kami, sebab tidak lama lagi giliran kami akan tiba." Kata seorang pemuda yang memiliki penampilan sangat mewah.


"Itu benar Nona..! Jika kamu mengantri di tempat paling belakang, mungkin kamu akan sangat bosan menunggu terlalu lama." Kata pemuda lainnya yang juga memiliki penampilan seperti seorang bangsawan.


Lin Yue tidak menjawab mereka, dia hanya terus berjalan mengikuti Ling Tian.


Seorang pemuda dengan sangat cepat bergerak menghalangi mereka lagi, kemudian berkata.. "Ayolah Nona..! Jika kamu mau ikut bersama kami, aku akan mentraktirmu dengan daging Binatang Roh tingkat 3. Sebab aku telah mendengar bahwa salah satu rumah makan di kota ini telah menyediakannya."


Lin Yue yang sudah mulai merasa terganggu segera berkata.. "Maaf..! Aku tidak ingin mengenal kalian apalagi harus mengikuti kalian."


"Aahh.. Nona..! Semakin kamu marah, kamu terlihat semakin cantik. Aku semakin suka padamu." Tangan pemuda itu bergerak akan menyentuh pipi Lin Yue.


"PLAK"


"BOOM"


Sebelum tangan pemuda tersebut menyentuh pipi Lin Yue, terdengar suara tamparan yang sangat keras di ikuti dengan suara ledakan. Posisi pemuda itu telah berada 50 meter dari Ling Tian dan Lin Yue. Dia dalam keadaan pingsan, wajahnya penuh darah, rahangnya patah dan semua giginya rontok.


Lin Yue menggunakan sedikit kekuatannya untuk membuat pemuda tersebut dalam keadaan seperti itu. Ling Tian tidak bergerak karena dia tahu Lin Yue ingin melampiaskan kekesalan hatinya pada pemuda tersebut.


Para pemuda tadi yang menghalangi jalan Lin Yue, segera berlari ke arah teman mereka yang telah pingsan tersebut dan memberikan Pil Penyembuh. Tidak ada lagi yang berani mengganggu Lin Yue setelah melihat kekuatannya.


Mereka mempersilahkan Lin Yue untuk pergi ke barisan paling depan dalam antrian.


"Terima kasih." Ucap Ling Tian kepada mereka semua sambil tertawa.


Setelah masuk ke dalam kota, Ling Tian membawa Ling Han dan Lin Yue ke rumah makan Zhang Xuan. Dia sebenarnya ingin mencari penginapan untuk tempat tinggalnya dan Ling Han, tapi Ling Tian tahu bahwa saat ini semua penginapan akan penuh karena banyaknya para kultivator dari berbagai penjuru datang ke kota Bulan Biru untuk mengikuti Turnamen.


Saat memasuki rumah makan Zhang Xuan, mereka juga melihat bahwa rumah makan itu sangat ramai dengan para kultivator dari luar kota. Ling Tian segera pergi ke ruangan Zhang Xuan untuk bertanya padanya apakah masih ada ruangan untuk tempat tinggal mereka.


Zhang Xuan yang melihat kedatangan Ling Tian segera menyambutnya dengan senyum gembira.

__ADS_1


"Apakah semuanya berjalan dengan baik Paman Zhang..?"


"Sangat baik Tuan Muda Ling, rumah makanku telah menjadi rumah makan Nomor Satu dan paling di cari di kota ini karena daging Binatang Roh tingkat 3." Jawab Zhang Xuan dengan bangga.


"Syukurlah Paman Zhang jika semuanya berjalan dengan baik. Aku baru kembali dari kota Daun Wangi dan ingin mencari tempat untuk tinggal sementara, apakah Paman Zhang masih memiliki sebuah ruangan kosong yang tersisa untukku..?"


"Ruangan Tuan Muda Ling tidak pernah aku sewakan kepada tamu lain, dan selama Tuan Muda Ling tidak berada di kota ini, hanya Nona Su Mei dan Nona Wan Ying yang selalu menggunakan ruangan tersebut."


Saat Zhang Xuan mengatakan nama Su Mei, atmosfer di sekitar mereka segera berubah. Zhang Xuan merasakan sebuah tatapan yang sangat tajam menatap ke arahnya. Dia berbalik ke arah tatapan tajam tersebut dan melihat bahwa Lin Yue sedang mengerutkan kening kepadanya.


Zhang Xuan dengan cepat menyadari bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang salah. Dengan segera dia pun membawa mereka ke ruangan tersebut dan kemudian dengan cepat pula menghilang dari pandang mereka karena Zhang Xuan tidak ingin terlibat dengan masalah pribadi Ling Tian.


"Apakah kamu bertemu dengan Su Mei di sini..?" Tanya Lin Yue dengan nada ketus.


"Aku bertemu Su Mei dan Wan Ying saat mereka kesini. Karena saat itu semua ruangan di sini telah terisi penuh oleh para tamu, aku meminjamkan ruanganku kepada mereka."


"Tapi kenapa mereka selalu memakai ruangan ini saat kamu tidak berada di sini." Nada Lin Yue semakin ketus.


"Mana aku tahu..! Mungkin karena Paman Zhang merasa bahwa mereka berdua adalah temanku, jadi dia membiarkan mereka untuk memakai ruangan ini." Kata Ling Tian sambil mengangkat bahunya.


"Ciiiihhh.." Lin Yue mencibir seakan tidak puas dengan jawaban Ling Tian.


Ling Han sedari tadi hanya diam karena tidak ingin bergabung dengan urusan sepasang kekasih itu.


"BOOM"


Baru beberapa saat mereka berada dalam ruangan tersebut, terdengar ledakkan keras dari luar ruangan itu. Ling Tian merasakan bahwa tubuh yang terpental dan menabrak dinding itu adalah tubuh Zhang Xuan.


Dengan kecepatan penuhnya dia segera keluar dari ruangan tersebut dan telah berada di sisi Zhang Xuan. Ling Tian dengan cepat memberi Pil Penyembuhan kepadanya.


"Mengapa kamu memukulnya..?" Tanya Ling Tian dengan sorot mata seperti ingin membunuh.

__ADS_1


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


__ADS_2