
“Qingshan! Apakah kamu masih memiliki banyak Susu Stalaktit bersamamu?” tanya Ling Tian ketika telah keluar dari dekapan Meng Wanlian.
“Aku masih memiliki tiga kolam Susu Stalaktit bersamaku, Guru!” jawab Yan Qingshan melalui telepati karena takut kedengaran yang lainnya.
“Hehehe ... Bagus! Kalau begitu, berikan dua kolam Susu Stalaktit tersebut kepadaku. Aku sangat membutuhkannya untuk menempa tulang-tulangku,” balas Ling Tian melalui telepatinya juga.
Sebab, ia mengerti dengan maksud Yan Qingshan yang hanya ingin membicarakannya melalui telepati saja. Karena Susu Stalaktit merupakan benda yang sangat langka dan itu tidak bisa diekspos sembarangan. Bila hal ini sampai diketahui oleh sekte tingkat tinggi, mereka pasti akan langsung berusaha untuk memperebutkannya.
“Baik, Guru! Tapi aku tidak membawa kolamnya ke dalam Cincin Ruangku. Susu Stalaktit tersebut berada di dalam gua tempat biasa aku berkultivasi.”
“Hmmm ... Jika begitu, kita akan pergi ke sana!”
Usai berbicara melalui telepati dengan Yan Qingshan, Ling Tian pun segera berbalik ke arah teman-temannya dan berkata seraya menyunggingkan senyum khasnya, “Para senior, aku akan pergi berkultivasi di tempat Qingshan selama beberapa bulan. Kalian tetaplah di sini dan berkultivasi juga. Kita akan bertemu lagi setelah aku selesai.”
“Mmm!” Keempat sahabat Ling Tian tersebut mengangguk serempak. Mereka memang harus berkultivasi kembali untuk terus meningkatkan kekuatannya masing-masing. Sebab, sumber daya mereka kini telah terpenuhi. Sehingga mereka tidak perlu lagi bersusah payah untuk mencarinya.
“Guru! Bagaimana denganmu?” tanya Ling Tian pada Meng Wanlian.
“Aku tetap di sini saja untuk terus berlatih meramu pil. Nanti aku akan sesekali datang ke sana untuk menjengukmu dan juga untuk membandingkan pil hasil buatanku dengan pil hasil buatan guruku itu,” jawab Meng Wanlian cepat.
“Mmm ... Baiklah! Kalau begitu, aku dan Qingshan akan pergi sekarang,” balas Ling Tian sembari mengangguk pelan.
__ADS_1
Selanjutnya, Yan Qingshan pun membawa Ling Tian bersamanya ke gua tempatnya berkultivasi. Walau dia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Ling Tian tentang cara menempa tulang-tulangnya menggunakan Susu Stalaktit sebanyak itu, namun Yan Qingshan tidak berani mempertanyakannya.
Beberapa detik kemudian, mereka berdua pun telah sampai tepat di depan gua tersebut. Yan Qingshan segera mengeluarkan sebuah lencana kecil untuk menonaktifkan Formasi Pelindung yang menyelimuti seluruh gua.
Namun, belum sempat Formasi Pelindung itu menghilang, Ling Tian sudah terlebih dahulu melewatinya dan bergegas masuk ke dalam gua. Melihat hal ini, Yan Qingshan langsung tersentak kaget.
Seraya mengernyitkan alis karena kebingungan, ia pun bergumam, “Bukankah formasi ini sangat kuat dan hanya dapat dihancurkan oleh kultivator tahap kelima Bintang Kaisar? Tapi mengapa Guru begitu mudah melaluinya? Bahkan pintu gua yang juga terlindungi oleh formasi, langsung terbuka seolah tak bisa menghalanginya. Mungkinkah aku telah ditipu oleh Master Formasi yang menjual Formasi Pelindung ini kepadaku?”
“Meskipun kekuatanku belum cukup untuk membuat Formasi Pelindung yang sangat kuat seperti ini, tapi aku masih bisa memasukinya karena itu memiliki banyak kekurangan dan celah di dalam pola formasinya,” ujar Ling Tian menjawab keraguan yang dirasakan oleh Yan Qingshan. Lalu melanjutkan, “Tunggulah aku di luar sambil berlatih meramu pil. Dan juga, abaikan saja apa yang kamu dengar walau itu jerit kesakitan dariku.”
Yan Qingshan yang baru saja hendak masuk ke dalam gua, segera menghentikan langkah kakinya setelah mendengar perkataan Ling Tian. Ia ingin sekali melihat apa yang akan dilakukan oleh gurunya tersebut.
Tetapi bagi Yan Qingshan, perkataan Ling Tian adalah perintah yang mutlak. Sehingga ia tak berani melanggarnya dan hanya bisa menyimpan rasa penasarannya di dalam hatinya sendiri.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ling Tian bergegas memasang Formasi Penyegelan yang sangat kuat pada ketiga kolam itu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika nanti ia telah berhasil menempa seluruh tulang-tulangnya.
Setelah selesai, Ling Tian pun segera melucuti semua pakaiannya dan langsung melompat ke dalam salah satu kolam Susu Stalaktit tersebut.
Seketika itu juga, Ling Tian merasakan sakit yang teramat menyiksa saat cairan Susu Stalaktit mulai masuk dengan cepat melalui lubang pori-porinya. Dengan bantuan Api Ilahi, Ling Tian segera mengedarkan Teknik Dewa Naga Surgawi miliknya untuk menyerap energi yang mengamuk dari Susu Stalaktit.
Ia kemudian mengencangkan rahangnya mencoba membendung setiap rasa sakit yang menderanya. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena Ling Tian benar-benar tak sanggup untuk menahannya.
__ADS_1
“Aaaaaaa!” Jerit kesakitan yang menyayat hati akhirnya keluar dari mulut Ling Tian, hingga membuat Yan Qingshan yang berada di depan gua menjadi terkejut.
Ia ingin bergegas pergi melihat apa yang sedang terjadi pada Ling Tian. Tetapi, Yan Qingshan segera mengurungkan niatnya karena mengingat pesan Ling Tian yang sebelumnya.
***
Hari demi hari kian berganti. Teriakan serta jerit kesakitan dari Ling Tian sudah menjadi hal yang biasa bagi Yan Qingshan. Ia tidak lagi terpengaruh dengan semua itu dan terus fokus berlatih dalam meramu pil yang hendak dibuatnya.
Tanpa terasa sudah tiga bulan berlalu dengan cepat. Energi yang terdapat di dalam Susu Stalaktik hampir habis juga diserap oleh Ling Tian. Cairan di dalam kolam yang semula berwarna putih seperti susu, kini berubah menjadi jernih dan tampak bening, hingga dasar kolam tersebut dapat terlihat dengan jelas.
BOOM
Terdengar bunyi ledakan yang sangat keras dari dalam Formasi Penyegelan milik Ling Tian. Kolam tempatnya berendam langsung hancur hingga membuat cairan yang tersisa dari Susu Stalaktit menyembur ke mana-mana.
Walau Formasi Penyegelan milik Ling Tian tampak bergetar disebabkan oleh energi Qi yang melonjak dari tubuhnya, namun gua tersebut tidak bergeming sedikit pun karena telah diselimuti dengan Formasi Pelindung yang sangat kuat.
ROAR
Auman yang sangat keras dan nyaring menggema dari dalam gua, yang membuat telinga Yan Qingshan terasa agak berdengung sakit dan hampir membuyarkan konsentrasinya dalam meramu pil.
“Hahaha ... Akhirnya aku berhasil!” seru Ling Tian sembari tertawa gembira. “Ternyata beginilah rasanya berada di tahap pertama Bintang Raja. Kekuatan tulangku juga telah meningkat ke level Tulang Raja Naga.”
__ADS_1
“Kalau begitu, mari kita lihat seberapa hebatnya kekuatanku sekarang!?” lanjut Ling Tian lagi, lalu segera menghilang dari tempatnya.