Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 64. Pertarungan Sesungguhnya


__ADS_3

"Hmmm.. Itu tidak perlu, cukup aku saja yang akan melawanmu..!" Salah seorang dari 3 Tetua berjalan maju ke depan dan berkata kepada Ling Tian.


"Hehehe.. Apakah kamu yakin..?" Ling Tian tertawa lirih.


"Jika kamu tidak percaya, majulah kesini untuk membuktikannya." Tetua itu menyuruh Ling Tian untuk menyerangnya.


"Baiklah, seperti yang kamu inginkan..!" Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri, lalu segera melayangkan pukulannya kepada Tetua tersebut.


Tetua itupun juga segera mengangkat tangannya untuk menyambut pukulan Ling Tian.


Suara yang cukup keras terdengar saat tinju mereka saling bertemu. Ling Tian kini berdiri di tempat Tetua itu berdiri sebelumnya dengan wajah semringah, sedangkan untuk Tetua tersebut telah terhempas sejauh 30 meter.


Kaisar Ma dan kedua Tetua lainnya saling pandang setelah melihat hal tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa Ling Tian akan memiliki kemampuan yang sangat kuat hingga dapat membuat salah satu dari 3 orang terkuat di kekaisaran Ma terlempar sejauh itu.


"Aku akan memberikan 2 kata untukmu.. SANGAT LEMAH." Ling Tian mengangkat kedua jarinya ke arah Tetua yang telah beradu pukulan dengannya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aahh.. Kamu menyerangku saat aku belum terlalu siap, sekarang giliranku yang akan menyerangmu..!" Tetua itu segera melesat ke arah Ling Tian dan melayangkan pukulan ke arahnya.


Ling Tian dengan santai mengangkat tangannya untuk menahan pukulan dari Tetua tersebut.


Sekali lagi terdengar suara yang cukup keras saat tinju keduanya bertemu. Ling Tian masih tetap berdiri dengan tenang di tempatnya, sedangkan untuk Tetua itu kini hanya terhempas mundur sejauh 20 meter.


"Aku hanya menggunakan 70% saja dari kekuatanku. Jika kalian bertiga menyerang aku secara bersamaan, mungkin aku bisa mengeluarkan seluruh kekuatanku yang sebenarnya." Ucap Ling Tian dengan santai sambil mengangkat bahunya.


Semua orang yang mendengar apa yang telah diucapkan oleh Ling Tian sangat tercengang. Terutama orang-orang dari kekaisaran Ma.


"Apakah pemuda ini berkultivasi dengan mengolah Teknik Kekuatan Tubuh sehingga kekuatannya menjadi berlipat ganda seperti ini..?" Salah satu Tetua yang berada di samping Kaisar Ma bergumam pelan.


"Jika memang seperti itu, kita bertiga harus bekerja sama untuk menaklukkannya dan segera membunuhnya, agar tidak membuat masalah yang lebih besar saat kita menghadapi semua pasukan dari kekaisaran Jia."


"Tapi jika Zhaoyang Hong ikut mengganggu pertarungan kita, itu akan menjadi sangat merepotkan untuk bisa membunuh mereka."

__ADS_1


Mendengar percakapan dari kedua Tetua yang berada di samping Kaisar Ma, Ling Tian hanya tersenyum lalu segera berbalik melihat ke arah Zhaoyang Hong dan kemudian berkata.. "Gurunya Tuan Putri..! Eeh salah, maksudku Kakek Hong. Tidak perlu turun tangan untuk mengganggu perturangan kami. Biarkan aku yang menyelesaikan semua ini."


Zhaoyang Hong tertegun sejenak mendengar perkataan Ling Tian yang memiliki nada percaya diri sangat tinggi tersebut. Dia kemudian melihat ke arah Ling Tian lalu mengangguk pelan.


"Apakah kalian melihat itu..? Gurunya Tuan Putri tidak akan ikut campur dalam pertarungan kita. Jadi, kalian bertiga dapat berkonsentrasi penuh untuk bertarung denganku menggunakan seluruh kekuatan kalian." Ling Tian berkata sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Kedua Tetua itu langsung menatap Zhaoyang Hong yang hanya diam saja, kemudian mereka segera melompat dan berdiri di dekat Tetua yang telah terhempas saat beradu pukulan dengan Ling Tian tadi.


"Baiklah.. Mari kita menyerangnya bersama. Pemuda ini sangat meremehkan kekuatan kita bertiga. Setelah membunuhnya, kita harus segera menyerang Zhaoyang Hong dan seluruh pasukan kekaisaran Jia."


"Mmm.." Kedua Tetua lainnya hanya mengangguk, lalu mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


"Aahh.. Karena kalian bertiga telah berkumpul, biarkan aku yang menyerang kalian terlebih dahulu."


"Whooossshhh"


Setelah mengatakan itu, Ling Tian langsung melesat dengan kecepatan penuhnya menuju ke arah 3 Tetua tersebut.


"TRANG"


"TRANG"


Suara yang keras terdengar saat senjata Pusaka bertemu dengan daging dari tubuh Ling Tian. Dia menghindar dan menangkis sebagian serangan dari senjata ketiga Tetua itu dengan tangannya.


Dengan kekuatan dari Tulang Naga Berlian, tubuhnya menjadi sangat keras dan sangat kuat sehingga mampu bersaing dengan senjata Pusaka Tingkat Berlian milik ketiga Tetua tersebut.


Tapi meskipun begitu, Ling Tian tetap mendapatkan luka sayatan ringan dari senjata mereka. Namun, Api Ilahi dengan sangat cepat pula meregenerasi setiap daging yang tersayat oleh senjata itu.


"TRANG"


"TRANG"

__ADS_1


Kecepatan dari pergerakan mereka berempat tidak dapat lagi dilihat oleh mata semua orang yang memiliki kultivasi lebih rendah dari mereka. Hanya Zhaoyang Hong sendiri yang bisa mengikuti jalannya pertarungan tersebut.


Para kultivator tahap keempat Bintang Berlian hanya dapat menangkap bayangan dari gerakan Ling Tian dan ketiga Tetua itu. Tetapi bagi kultivator yang kultivasinya lebih rendah lagi, mereka hanya bisa mendengarkan suara yang berasal dari pertarungan tersebut.


Pertarungan mereka sangat sengit, membuat Zhaoyang Hong sendiri merasakan kengerian di dalam hatinya. Jika dia yang bertarung melawan ketiga Tetua itu secara bersamaan, sudah dapat dipastikan dia akan kalah telak dan mungkin terbunuh hanya dalam beberapa menit saja.


"Inikah kekuatan yang sebenarnya dari pemuda yang dijuluki Monster tersebut..?" Zhaoyang Hong membatin.


Karena tidak bisa melihat pertarungan itu, Ling Han, Lin Yue dan Su Mei hanya bisa menunggu dengan kekhawatiran yang tampak jelas dari wajah mereka. Sedangkan untuk Kaisar Jia dan yang lainnya, tubuh mereka seakan mengeras karena menantikan hasil dari pertarungan itu.


"BOOM"


Suara ledakan tersebut mengagetkan semua orang. Salah seorang dari ketiga Tetua itu terkena pukulan dari Ling Tian dan jatuh menabrak tanah, tetapi dia segera bangkit lalu kembali bergabung untuk menyerang Ling Tian.


Tanah di wilayah medan peperangan itu kini telah retak dan memiliki lubang yang besar. Seluruh pohon yang berdiri kokoh di sekitar tempat itu seperti tidak pernah ada, sebab semuanya telah berubah rata dengan tanah.


Pasukan kekaisaran Jia dan kekaisaran Ma segera mundur menjauh sekitar 10 km dari area pertarungan tersebut. Mereka semua tidak mampu lagi membendung energi yang terpancar dari pertempuran keempatnya.


Hanya Zhaoyang Hong yang masih tetap berdiri di tempatnya sambil terus mengikuti dengan saksama jalannya pertarungan itu. Dia harus selalu bersiap untuk membantu Ling Tian jika hal-hal yang tidak di inginkan terjadi kepadanya.


Pertarungan tersebut semakin sengit dan telah berjalan selama 1 jam. Tetapi belum ada dari mereka yang terlihat menunjukkan tanda-tanda kekalahan.


"BOOM"


Kini giliran Ling Tian yang jatuh terhempas menabrak tanah hingga membuat lubang yang besar dan cukup dalam.


Semua orang masih sempat melihat senyumnya yang seakan-akan sangat menikmati pertarungan tersebut, sebelum dia akhirnya bergerak dengan sangat cepat untuk kembali bertarung lagi dengan ketiga Tetua itu.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2