Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 87. Mengambil Murid


__ADS_3

Semua orang yang berada di tempat tersebut semakin takjub dengan Ling Tian, dan pendirian mereka juga semakin teguh untuk terus mengikutinya.


Selain menjadi Alkemis dan Master Formasi, kini mereka telah tahu bahwa Ling Tian juga adalah seorang Master Penempa yang tergolong masih langka di Benua Langit tingkat menengah itu.


Mengetahui bahwa pedang yang telah di tempa oleh Ling Tian tersebut adalah milik Xiao Jun, kerumunan kultivator yang belum memiliki senjata Pusaka Tingkat Langit merasakan sedikit iri di hati mereka.


"Hmmm... Seperti yang aku katakan sebelumnya, siapa yang tetap setia dan juga memiliki kontribusi kepada Sekte ini, aku akan memberikan senjata Pusaka Tingkat Bumi dan Tingkat Langit kepadanya sesuai tingkat kultivasinya." Ucap Ling Tian yang seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran semua anggota Sektenya.


"Jun, perhatikan setiap gerakan yang aku peragakan. Gunakanlah seluruh kemampuanmu untuk dapat menangkap sedikit saja tentang pola serangan dan pertahanan dalam teknik pedang ini. Itu akan membuatmu lebih memahami lagi saat kamu membaca teknik yang aku tuliskan nanti."


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera melesat ke udara sekitar 100 meter dari atas kepala para kultivator yang berada di halaman itu.


Kemudian dia pun mulai memperagakan teknik pedang yang diciptakan oleh salah seorang Dewa yang selalu membawa kedua pedang kembar di atas punggungnya, tanpa pernah memasukkan pedang tersebut ke dalam dirinya. Karena seorang Dewa tidak lagi memerlukan Cincin Ruang, sebab dia bisa membuat ruangan yang sangat luas di dalam tubuhnya.


Karena melihat kesetiaan dan juga merasakan ketulusan dari Xiao Jun yang selama ini selalu berada di sisinya dan melayaninya dengan sepenuh hati, Ling Tian langsung memberikannya teknik beladiri tingkat Dewa.


Ling Tian memperagakannya dengan cukup pelan agar Xiao Jun bisa melihat semua gerakannya. Pola serangan dan pertahanan dari teknik pedang itu terlihat sangat selaras.


Jika salah satu pedang melakukan serangan, maka pedang yang lainnya akan membentuk pertahanan yang sangat kuat dan sulit untuk di tembus.


Kedua pedang di tangan Ling Tian sering berganti-ganti dalam menyerang dan bertahan, dan itu akan membingungkan lawan karena pola serangannya selalu datang secara tiba-tiba dan tak terduga.


Semua orang yang melihat pergerakan Ling Tian tersebut sangat terkagum-kagum, tetapi mereka tidak akan bisa mempraktekkannya karena mereka juga telah mendapatkan teknik yang cocok untuk diri mereka sendiri.


Xiao Jun tidak pernah melepaskan tatapannya dari setiap gerakan yang di tunjukkan oleh Ling Tian. Tangannya kadang bergerak dengan sendirinya seolah-olah sedang meniru apa yang Ling Tian lakukan.


Karena tidak mau lagi merusak gedung-gedung di sekitarnya, Ling Tian mengontrol kekuatannya sehingga hanya sedikit berpengaruh kepada orang-orang yang berada di bawahnya.


Setelah beberapa saat kemudian, Ling Tian telah menyelesaikan semua gerakan dari teknik pedang tersebut. Dia pun segera meluncur turun dan langsung muncul di depan Xiao Jun.


"Jun, ambilah pedang ini!" Ucap Ling Tian sambil memberikan kedua pedang itu pada Xiao Jun.


Kemudian Ling Tian mengeluarkan kertas dan kuas, lalu menuliskan teknik pedang yang telah di peragakannya tadi dan memberikannya juga kepada Xiao Jun.

__ADS_1


BRUK


Setelah menerima semuanya, Xiao Jun langsung berlutut di hadapan Ling Tian kemudian bersujud kepadanya. Ling Tian ingin menahannya dengan energi Qi-nya, namun dia mengurungkan niatnya karena Xiao Jun telah berbicara terlebih dahulu.


"Tuan! Mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai Guruku. Aku mohon jangan menolakku." Xiao Jun terus bersujud sambil menangis di hadapan Ling Tian.


"Aahh... Terserah kamulah Jun! Namun jika kamu ingin menjadi muridku, mungkin tingkat pelatihanmu akan sepuluh kali lipat lebih berat dari pada yang lainnya."


"Dan juga, aku tidak akan segan-segan untuk memberikan penyiksaan kepadamu agar kamu menjadi lebih kuat lagi dari yang sekarang ini."


"Aku tidak akan pernah sedikitpun mengeluh tentang semua hal itu Guru!" Xiao Jun berkata dengan nada tegasnya sambil terus bersujud.


"Yaah... Kalau begitu, bangkitlah! Mulai saat ini kamu telah menjadi muridku, dan mulai besok aku akan memulai penyiksaan kepadamu sehingga kamu mungkin akan menyesal menjadi murid dari Pria Tertampan Di Benua Langit ini."


"Terima kasih Guru!" Xiao Jun bangkit secara perlahan sambil menghapus air matanya itu dengan lengan bajunya.


"Dan untuk semuanya, kalian mungkin selalu bertanya-tanya mengapa aku dengan usia yang hanya 17 tahun saja telah memiliki kekuatan seperti ini?" Ling Tian berbalik kemudian memandang semua anggota Sektenya yang telah berkumpul di halaman tersebut.


"Ada seorang remaja berusia 15 tahun yang selalu menjadi beban buat Klannya, karena tidak dapat berkultivasi sehingga dia dijuluki sebagai SAMPAH."


"Setiap harinya, dia hidup penuh dengan cacian dan makian tanpa seorangpun yang mempedulikannya, kecuali kedua orang tuanya dan kakaknya sendiri."


"Mungkin Dewa mengasihani remaja tersebut dan membuatnya bisa berkultivasi kembali. Tapi remaja itu harus melalui penyiksaan yang sangat dahsyat, seolah-olah dia sedang menggadaikan nyawanya dalam setiap pelatihannya tersebut, yang membuat Dewa Kematian juga selalu berada di sisinya untuk bersiap mencabut nyawanya."


"Namun dengan tekad yang sangat teguh demi menjadikan dirinya sangat kuat, remaja itu tidak mempedulikan semua siksaan yang dialaminya."


"Dan hanya dalam waktu 2 tahun saja... Remaja yang dulunya sering disebut sebagai sampah oleh semua orang, kini telah menjadi Pria Tertampan Di Benua Langit."


"Seorang sampah saja bisa menjadi sekuat itu, mengapa kalian yang normal bahkan seorang jenius tidak bisa melakukannya?" Ling Tian berkata dengan nada santai sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, akhirnya semua orang telah mengerti bahwa kisah yang diceritakan oleh Ling Tian tersebut adalah kisah tentang dirinya sendiri.


Dan semuanya pun akhirnya tahu, bahwa pemimpin Sekte yang sangat mereka kagumi ini dulunya hanyalah seorang sampah.

__ADS_1


Energi Qi setiap orang yang berada di tempat itu, seketika langsung terpancar keluar dari tubuhnya masing-masing tanpa mereka sadari.


Itu semua terjadi karena dorongan semangat yang telah diberikan Ling Tian kepada mereka semua. Hanya mendengar kata-katanya saja, semua orang ingin menjadi lebih kuat lagi dari Ling Tian.


Pemimpin Sekte mereka yang dulunya hanya sampah bisa menjadi sekuat ini, mengapa mereka yang normal tidak bisa mencapainya?


Mereka harus berusaha lebih keras lagi dari yang sebelumnya agar bisa melampaui kekuatan pemimpin Sekte mereka itu.


Ling Tian tersenyum gembira melihat hal yang terjadi di depannya. Dia pun kemudian berkata, "Segeralah kembali berlatih! Semakin kuat kalian semua, Sekte kita ini juga akan menjadi semakin kuat."


"Baik pemimpin!"


Teriakan serempak dan penuh semangat dari para kultivator itu menggema dengan keras di sekitar wilayah Sektenya tersebut. Kemudian mereka segera kembali ke tempatnya masing-masing.


Sedangkan untuk para kultivator yang baru saja bergabung dengan Sekte Ling Tian, semuanya mengikuti Huang Fu yang akan menunjukkan tempat tinggal baru bagi mereka.


"Baiklah Jun, aku telah menceritakan kisahku kepada mereka dan juga termasuk dirimu. Jadi persiapkanlah dirimu untuk mendapatkan siksaan langsung dariku."


"Meskipun itu tidak seberapa dengan siksaan yang telah aku alami, tapi hal tersebut akan membuatmu lebih memilih mati daripada tersiksa seperti itu."


Melihat Ling Tian yang akan segera pergi setelah mengatakan semuanya, Xiao Jun dengan cepat berkata, "Gu-guru! Ngomong-ngomong, apa nama teknik pedang ini?"


"Aahh.. Aku hampir lupa, mungkin kita sebut saja sebagai Teknik Pedang Kembar, atau Teknik Pedang Ganda, atau Teknik Dua Pedang, atau... Aahh, sudahlah. Terserah kamu saja mau menamakan apapun pada teknik pedang ini."


"Huuuhhh... Jika aku yang memberi nama pada teknik pedang tersebut, mungkin Paman Huang akan memprotesnya lagi." Ling Tian berkata dengan nada mengeluh.


Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian segera menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung melesat ke arah ruangan pribadinya dengan meninggalkan Xiao Jun yang masih terbengong-bengong setelah mendengar jawaban darinya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2