Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 178. Menjadi Topik Hangat


__ADS_3

Sementara itu, di wilayah kediaman klan Zhuge telah terjadi kegemparan. Kristal Kehidupan milik patriark klan Zhuge yaitu Zhuge Changlai, telah hancur. Itu menandakan bahwa pemilik Kristal Kehidupan tersebut sudah mati.


Di dalam aula yang sangat luas, beberapa petinggi klan Zhuge sedang berkumpul. Seorang wanita paruh baya duduk di sebelah kursi terbesar yang berada tepat di tengah-tengah aula.


Itu adalah kursi milik Zhuge Changlai. Dan yang sedang duduk di sebelahnya adalah istrinya, yaitu Niu Yu. Saat ini, mata Niu Yu terlihat merah, seperti seseorang yang baru saja menangis.


"Ibu! Apa yang harus kita lakukan?" tanya Zhuge Liang yang matanya juga tampak memerah.


"Ibu! Kita harus membalaskan kematian Ayah!" seru Zhuge Liuyun dengan nada penuh kemarahan.


"Iya, Nyonya! Apa yang dikatakan oleh Tuan Muda pertama adalah benar. Kita harus membalaskan dendam patriark." Salah satu tetua klan Zhuge berbicara.


Niu Yu mengangkat kepalanya dan memandang ke arah semua orang yang berada di dalam aula. Setelah beberapa saat, ia pun berkata, "Patriark klan Zhuge yang juga adalah Ayah kalian telah bergabung bersama pemimpin Sekte Tulang Abadi serta pemimpin Sekte Tangan Baja untuk bertarung melawan pemuda itu. Tetapi, mereka semua telah terbunuh di tangannya. Menurut kalian, apa yang harus kita lakukan?"


Suasana aula yang semula terdengar sedikit gaduh, tiba-tiba menjadi hening ketika mendengar pertanyaan dari Niu Yu. Mereka semua tampak terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Beberapa saat kemudian, salah seorang tetua berkata pelan, "Jika kita semua ingin membalaskan dendam patriark, kita hanya memiliki satu cara saja untuk mewujudkannya."


"Apa itu?" tanya Niu Yu lagi.


Orang-orang yang berada di dalam aula juga segera menoleh ke arah tetua yang baru saja berbicara. Mereka semua ingin mendengar pendapatnya tentang solusi terbaik untuk membalas kematian Zhuge Changlai.


"Satu-satunya cara kita untuk balas dendam adalah meminta bantuan pada patriark terdahulu." jawab tetua klan Zhuge tersebut.


"Bagaimana menurutmu, adik ipar?" Niu Yu menoleh ke arah seorang pria paruh baya yang memiliki sorot mata tajam dan wajahnya juga sedikit mirip dengan Zhuge Changlai. Ia adalah adik kandung dari Zhuge Changlai yaitu Zhuge Fangzi.


"Hmmm ... Saat ini Ayah sedang mengasingkan diri di dalam gua untuk meningkatkan kultivasinya. Aku takut jika dia mengetahui hal ini, itu akan mengganggu pikirannya hingga membuat kultivasinya terganggu dan mengalami kemacetan." jawab Zhuge Fangzi dengan nada sedikit ragu-ragu.

__ADS_1


"Tapi, Paman! Hanya inilah satu-satunya harapan kita untuk membalaskan kematian Ayah!" Zhuge Liuyun berkata dengan wajah memohon.


Mendengar apa yang diucapkan Zhuge Liuyun, Zhuge Fangzi tampak berpikir sejenak. Kemudian ia pun menghela napas panjang, lalu menjawabnya, "Huufftt ... Baiklah! Aku akan segera pergi menemuinya! Karena gua tempat Ayah tersebut berada sangat jauh dari Kota Primordial, itu akan memakan waktu sekitar lima hari untuk sampai di sana."


"Terima kasih, Paman!"


***


Setelah pertarungannya dengan Zhuge Changlai, Xu Dong dan Zhao Baofeng telah selesai, Ling Tian segera kembali ke Asosiasi Alkemis bersama Xiao Jun serta Wei Ziqing.


"Jun, ambilah!" Ling Tian memberikan Buah Roh Spiritual pada Xiao Jun ketika melihatnya hendak duduk bermeditasi di halaman.


"Baik, Guru!" balas Xiao Jun dengan nada bersemangat.


"Bos! Apakah kamu tak membawakan sesuatu hal yang baik untukku juga?" Xiaohai yang berbaring malas di halaman segera bertanya pada Ling Tian dengan tatapan penuh harap.


"Wooaahh ... Bos! Aku sangat mencintaimu!" ujar Xiaohai yang langsung memasukkan Buah Roh Petir ke dalam mulut. Setelah itu ia pun mulai tertidur.


Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut. Inilah juga salah satu kelebihan Xiaohai, yaitu dapat berkultivasi sambil tertidur pulas. Ling Tian kemudian menggerakkan tangannya dengan sangat cepat sebanyak beberapa kali untuk memasang Formasi Penyegelan terhadap Xiaohai, agar tak ada yang mengganggunya ketika ia sedang berkultivasi.


"Paman Wei! Kamu juga harus segera berkultivasi untuk meningkatkan kekuatanmu. Halaman ini sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat berkultivasi." Ling Tian menoleh ke arah Wei Ziqing yang sedari tadi terus saja berdiri di sisinya.


"Baik, Tuan muda!" Wei Ziqing dengan cepat membungkuk memberi hormat pada Ling Tian, kemudian berjalan ke arah sebuah pohon yang cukup besar dan langsung duduk bersila.


"Aku juga harus segera meningkatkan kekuatanku! Tetapi terlebih dahulu aku akan mengajarkan kepada para kakek tua itu tentang cara mengendalikan api mereka," gumam Ling Tian pelan, lalu berjalan ke arah aula pembuatan pil.


Di tempat tersebut, telah banyak para Alkemis tingkat lima dan tingkat enam yang berkumpul. Mereka semua sudah menelan inti roh dari Bintang Roh berelemen api.

__ADS_1


"Pemimpin!"


Para Alkemis di dalam aula pembuatan pil segera membungkuk hormat menyapa Ling Tian ketika melihat kedatangannya. Wajah mereka semua terlihat sangat bersemangat. Itu karena mereka akhirnya mengetahui bahwa selain seorang Alkemis, Master Formasi dan Master Penempa, Ling Tian juga memiliki kekuatan yang sangat hebat.


"Mmm ...." Ling Tian mengangguk pelan membalas sapaan mereka sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Di dalam aula tersebut, Ling Tian mulai memberikan arahan serta pemahamannya tentang cara mengontrol serta mengendalikan api dengan benar. Para Alkemis itu pun dengan cepat mengerti dan memahami semua penjelasan yang dikatakannya.


Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian pun akhirnya kembali ke kediamannya. Tak lupa pula ia mengatakan kepada Yun Feilong bahwa dirinya akan berkultivasi selama beberapa hari dan tak ada seorangpun yang boleh mengganggunya. Ling Tian juga memerintahkan pada Kera Salju untuk menghalangi semua orang yang hendak memasuki area kediamannya.


Di dalam kamarnya, Ling Tian segera memasang Formasi Penyegelan. Lalu dengan cepat ia mengeluarkan Pil Susu Sembilan Hati dari Cincin Ruangnya dan langsung menelannya. Kemudian ia duduk bersila dan mulai menyerap energi yang terdapat pada pil tersebut.


Situasi di Kota Primordial telah normal kembali. Aktifitas penduduknya juga berjalan seperti biasa. Namun, pertarungan antara Ling Tian, Zhuge Changlai, Xu Dong dan Zhao Baofeng telah menjadi topik hangat di kota itu.


Sebab, pertarungan tersebut telah membuat gempar seisi kota. Hal itu pun sudah menjadi bahan pembicaraan di antara penduduk. Entah siapa yang terlebih dahulu mengetahui identitasnya, kini nama Ling Tian akhirnya mulai tersebar ke seluruh wilayah Kota Primordial.


Bahkan di dalam perbincangan mereka, beberapa orang tak lagi menyebutkan nama Ling Tian, melainkan mereka memanggilnya dengan sebutan Monster.


Banyak orang yang sangat mengaguminya dan ingin menjalin hubungan baik dengannya. Tetapi banyak pula yang sangat membencinya dan menginginkan kematiannya, termasuk orang-orang dari klan Zhuge, Sekte Tulang Abadi dan Sekte Tangan Baja.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2