Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 120. Turnamen Beladiri


__ADS_3

Keesokan harinya saat matahari pagi telah muncul di ufuk timur Kota Lima Warna, Ling Tian sudah berada di luar kamarnya dan sedang menyesap teh sambil memperhatikan Xiao Jun yang sedang berlatih.


Tiba-tiba Wu Dunrui seketika muncul di samping Ling Tian dengan wajah yang terlihat tampak panik.


"Hehehe... Tidak apa-apa, Paman! Biarkan saja Lihua seperti itu, karena hal tersebut tak akan membahayakan dirinya asalkan kalian mengikuti semua petunjukku."


Sebelum Wu Dunrui menyampaikan maksud kedatangannya, Ling Tian sudah berkata terlebih dahulu untuk menenangkannya.


Orang-orang yang berada di dalam penginapan mungkin tak bisa mendengar teriakan menyayat hati dari Wu Lihua. Namun, sebagai Master Formasi tingkat tinggi, Ling Tian dapat mendengar semuanya meskipun Wu Dunrui telah memasang Formasi Penyegelan di sekitar kediamannya.


"Jadi... Apa yang harus aku lakukan, Tuan Muda Ling?" Wu Dunrui bertanya dengan nada sedikit cemas.


"Paman tidak perlu melakukan apa-apa. Biarkan saja semuanya di urus oleh Bibi. Aku juga akan terus memantau keadaan Lihua dari sini. Tenanglah, Paman!" Jawab Ling Tian dengan santai.


"Baiklah! Kalau begitu, aku kembali dulu." Wu Dunrui segera bergegas kembali lagi ke kediamannya.


Waktu pun terus berputar dengan cepat, tak terasa sudah sebulan berlalu. Tubuh Wu Lihua kini telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, dan kultivasinya juga telah naik ke tahap ketiga Bintang Emas.


Ling Tian juga telah menempa senjata Pusaka Tingkat Langit, yaitu berupa sebuah cambuk untuk Wu Lihua. Sebab, muridnya itu sangat menyukai teknik beladiri yang menggunakan cambuk sebagai senjata utamanya.


Di halaman belakang kediaman Wu Dunrui sangat luas dan juga sepi. Ling Tian terlebih dahulu sudah memasang Formasi Penyegelan di tempat tersebut.


"Lihua, perhatikan dengan saksama setiap gerakan dari teknik yang hendak aku peragakan ini!" Ucap Ling Tian sambil menggerak-gerakkan cambuk yang berada di tangannya.


"Baik, Guru!" Jawab Wu Lihua tegas.


Ling Tian segera menunjukkan teknik yang berasal dari salah satu Dewa yang menggunakan cambuk sebagai senjata pamungkasnya. Teknik itu bernama, Teknik Cambuk Penggetar Langit dan Bumi.


Ling Tian memperlambat gerakannya agar Wu Lihua dapat dengan jelas melihatnya. Udara di sekitar Ling Tian pun tampak berfluktuasi dan seolah-olah bergetar saat dia mengayunkan cambuk di tangannya.


Setiap gerakannya juga sangat lentur seperti sedang memainkan tali pita yang panjang. Bunyi menderu dapat terdengar ketika cambuk tersebut seakan melilit udara di sekitar jangkauan serangannya. Cambuk itu terus meliuk-liuk dengan sangat indah namun juga sangat kuat.


Setelah beberapa saat, Ling Tian pun telah selesai memperagakan seluruh teknik cambuk tersebut kepada Wu Lihua.

__ADS_1


"Pahamilah setiap gerakan yang telah aku tunjukkan tadi! Teknik itu juga semuanya telah aku tuliskan di kertas ini. Pelajarilah terlebih dahulu!" Ucap Ling Tian sambil tersenyum hangat.


"Baik, Guru!"


Wu Lihua segera mengambil kertas tersebut, lalu menggabungkan pemahamannya dari setiap gerakan yang telah di tampilkan oleh Ling Tian dengan teknik yang sudah tertulis di kertas itu.


Ling Tian kemudian kembali duduk di kursi yang telah di siapkan khusus untuknya. Sambil bersantai bersama Xiaohai yang sedang berbaring di lantai, dia terus memperhatikan perkembangan dari latihan kedua muridnya tersebut.


Bila ada kesalahan sedikit saja, Ling Tian akan segera memberi petunjuk dan pencerahan kepada mereka. Dengan begitu, Xiao Jun dan Wu Lihua akan langsung memperbaiki setiap kesalahan yang mereka lakukan, hingga teknik mereka berdua pun semakin halus dan tidak terlihat kaku seperti sebelumnya.


Hari-hari terus berganti dengan tenang. Tanpa terasa, hampir sebulan lagi telah berlalu. Tinggal beberapa hari saja waktu turnamen beladiri akan segera tiba.


Sudah banyak para kultivator jenius dari beragam usia yang berkumpul di dalam Kota Lima Warna, bersama dengan para Tetua atau kultivator senior yang membawa mereka untuk mengikuti turnamen tersebut.


Kota Lima Warna menjadi semakin ramai dengan datangnya para kultivator jenius dari berbagai penjuru, yang ingin menguji kekuatan mereka masing-masing. Semua penginapan di kota itu pun menjadi penuh sesak, termasuk penginapan Wu Dunrui.


"Hmmm... Sepertinya, acara turnamen beladiri ini akan sedikit menarik." Gumam Ling Tian pelan ketika merasakan apa yang sedang terjadi di luar Formasi Penyegelan.


Beberapa kultivator jenius juga mulai berlatih di halaman mereka masing-masing. Terkadang, jika mereka berpapasan sebelum melakukan latihannya, mereka terlebih dahulu saling memandang dengan tatapan merendahkan satu sama lainnya.


Jika hal tersebut telah berubah menjadi masalah yang besar, maka para Tetua mereka akan segera turun tangan untuk melerai dan mendamaikannya.


Sebab, salah satu aturan dari turnamen beladiri itu mengatakan, bahwa kultivator yang akan ikut serta dalam acara tersebut di larang bertarung di luar arena kompetisi.


Jika para kultivator itu melanggarnya, maka mereka akan langsung di diskualifikasi dan tidak di izinkan lagi untuk mengikuti turnamen.


Ling Tian tidak menghiraukan masalah yang terjadi dengan para kultivator jenius tersebut. Dia hanya berfokus untuk terus meningkatkan kemampuan Xiao Jun dan Wu Lihua agar menjadi semakin kuat.


Untuk saat ini, tingkat kultivasi Xiao Jun masih tetap berada di tahap kedelapan Bintang Emas, namun kekuatannya telah setara dengan seorang kultivator tingkat sembilan Bintang Emas.


Beberapa hari lagi berlalu, dan akhirnya hari pembukaan turnamen beladiri pun telah tiba. Para kultivator jenius dari berbagai Klan dan Sekte besar terlihat sangat mencolok, karena masing-masing dari mereka saling memamerkan kekuasaan dan latar belakangnya yang kuat.


Jalanan telah di penuhi dengan orang-orang yang ingin pergi ke pusat kota tempat diadakannya acara turnamen beladiri tersebut. Banyak juga dari mereka para kultivator tingkat tinggi yang bergerak melalui udara.

__ADS_1


"Hmmm... Sudah saatnya. Mari kita pergi juga bersama dengan yang lainnya!" Ling Tian berkata sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Baik, Guru!"


Xiao Jun dan Wu Lihua menjawab secara serempak.


Wu Dunrui dan Xiu Rong juga sudah bersiap untuk mengikuti Ling Tian dan yang lainnya ke tempat acara turnamen beladiri di langsungkan. Sedangkan untuk Xiaohai, dia tetap berada di penginapan karena dirinya terlalu malas untuk menghadiri hal-hal seperti itu.


Ling Tian kemudian menggunakan energi Qi-nya untuk membawa Xiao Jun dan Wu Lihua melesat terbang ke langit, lalu di ikuti oleh Wu Dunrui dan Xiu Rong yang berada di belakangnya.


Hanya dalam beberapa detik saja, mereka berlima telah sampai di pusat kota, tepat di depan arena turnamen yang sangat luas.


Mereka pun segera turun dan berbaur dengan para kultivator lainnya yang sedang mengantre masuk ke dalam area tempat berlangsungnya turnamen beladiri itu.


Ling Tian hanya tersenyum santai ketika melihat para kultivator dari Klan kuat dan Sekte besar yang masih berada di udara, seakan-akan dengan sengaja menonjolkan tingkat kekuasaan mereka masing-masing.


"Hehehe... Berbangga dirilah untuk sejenak! Karena sebentar lagi, para kultivator jenius kalian akan di permalukan oleh kedua muridku." Ling Tian berkata sambil tertawa lirih di dalam hatinya.


Setelah itu, Ling Tian pun menoleh ke arah Xiao Jun yang sejak awal tampak gelisah karena terus memandang ke kiri dan ke kanan seolah-olah sedang mencari sesuatu.


"Hmmm... Apa yang kamu cari, Jun? Mungkinkah kamu merasa gugup karena melihat banyak kultivator jenius yang cukup kuat untuk melawanmu di atas arena nanti?" Tanya Ling Tian sangat pelan dengan nada keheranan.


"Tidak apa-apa, Guru! Aku hanya memandangi serta menilai wajah para kultivator pria yang baru saja aku temui. Dan sejauh ini, aku melihat bahwa belum ada di antara mereka semua yang dapat mengalahkan ketampananmu itu."


"Paman Huang telah berpesan padaku, bahwa jika aku menemukan seseorang yang lebih tampan darimu, maka Guru harus segera mengganti nama Sekte kita." Jawab Xiao Jun setengah berbisik.


Semua kultivator yang memiliki indra sangat sensitif, langsung berbalik dan menatap aneh ke arah Ling Tian dan Xiao Jun.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2