Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 192. Murid Pribadi Tetua Guan


__ADS_3

Setelah memasuki Sekte Kabut Racun, Ling Tian dan yang lainnya langsung ditempatkan pada bagian Murid Dalam. Ini dikarenakan tingkat kultivasi mereka semua sudah berada pada tahap Bintang Berlian. Menurut sistem dan aturan yang diterapkan oleh Sekte Kabut Racun, para anggotanya akan dikategorikan menurut tingkat kultivasi mereka masing-masing.


Jika anggota sekte yang tingkat kultivasinya masih berada di tahap Bintang Emas, mereka hanya akan menjadi Murid Luar. Bagi mereka yang tingkat kultivasinya berada pada tahap Bintang Berlian akan menjadi Murid Dalam. Sedangkan untuk anggota sekte yang tingkat kultivasinya telah berada pada tahap Bintang Bumi, mereka akan menjadi Murid Inti dan bahkan bisa diangkat menjadi seorang Tetua.


Wilayah di dalam Sekte Kabut Racun bisa dikatakan sangat luas, itu sekitar 1000 kilometer dan dikelilingi oleh beberapa pegunungan serta lembah. Hal ini jugalah yang menjadi tempat pengujian bagi para muridnya untuk mendapatkan sumber dayanya sendiri dengan cara berburu Binatang Roh.


Bila para murid tersebut ingin mendapatkan sumber daya yang lebih banyak lagi, mereka juga bisa menjalankan sebuah misi yang berada di luar wilayah sekte atau memiliki kontribusi penting terhadap sekte.


"Hahaha ... Selamat datang kembali, Tetua Yi! Apakah mereka semua yang telah berhasil menjadi murid pada kompetisi tahun ini?"


Saat ketiga Tetua membawa Ling Tian beserta yang lainnya masuk ke sebuah bangunan besar, terdengar suara tawa gembira menyambut kedatangan mereka. Itu adalah seorang pria paruh baya berpakaian kuning dengan wajah yang dipenuhi janggut dan cambang tebal sehingga membuat raut mukanya tampak menyeramkan.


"Hehehe ... Salam hormat, Tetua Guan! Itu benar, mereka memang para jenius yang berhasil lolos dalam kompetisi tahun ini," ucap pria paruh baya yang dipanggil sebagai Tetua Yi tersebut sembari membungkuk memberi hormat.


Kedua pria paruh baya yang berdiri di belakang Tetua Yi juga segera membungkuk diikuti oleh Ling Tian serta Shen Tu Jiang dan teman-temannya.


"Ini adalah Tetua Guan. Dia merupakan pemimpin para murid yang berada di tempat ini. Kalian semua harus menuruti semua perintahnya dan jangan pernah membangkang." Tetua Yi memperkenalkan pemimpin dari para Murid Dalam kepada Ling Tian beserta yang lainnya.


"Salam hormat, Tetua Guan!"


Secara serempak Ling Tian dan yang lainnya membungkuk memberi hormat sekali lagi kepada Tetua Guan.


"Menarik ... Sungguh menarik! Sepertinya tahun ini kalian bertiga menemukan para jenius yang telah melebihi standar dari sekte kita," kata Tetua Guan sambil tersenyum senang.


"Seperti yang Anda lihat, Tetua Guan!" balas Tetua Yi dengan penuh semangat. Kemudian melanjutkan, "Terutama pemuda ini. Namanya adalah Shen Tu Jiang dari Klan Shen di Kota Luan. Usianya baru 25 tahun, tapi tingkat kultivasinya telah mencapai tahap kelima Bintang Berlian. Kemampuannya pun sangat luar biasa. Aku menyarankan kepada Anda untuk mengambilnya sebagai murid pribadi sebelum para Tetua yang lain meliriknya."

__ADS_1


Mendengar namanya dibesar-besarkan di depan Tetua Guan, Shen Tu Jiang berpura-pura menampilkan senyum yang sangat canggung untuk menyembunyikan kebanggaan dan sifat angkuhnya.


"Hahaha ... Tak perlu menjelaskannya kepadaku, Tetua Yi! Aku dapat mengetahuinya hanya dalam sekali pandang saja." Tetua Guan tertawa terbahak-bahak, lalu menoleh ke arah Shen Tu Jiang dan bertanya, "Bagaimana menurutmu, anak muda? Apakah kamu mau mengakuiku sebagai Gurumu?"


Teman-teman Shen Tu Jiang tersentak kaget ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Tetua Guan. Di dalam hati mereka sebenarnya ada sedikit perasaan iri terhadap Shen Tu Jiang. Namun, mereka juga merasa senang untuknya. Sebab, jika Shen Tu Jiang menjadi murid pribadi dari Tetua Guan, itu berarti takkan ada dari para murid senior yang berani mengganggu atau mengintimidasi mereka.


Tanpa basa-basi lagi, Shen Tu Jiang langsung berlutut di depan Tetua Guan dan berseru dengan nada tegas, "Murid Shen Tu Jiang memberi hormat kepada Guru!"


"Hahaha ... Bagus, bagus!" Tetua Guan mengangguk puas dengan apa yang dilakukan Shen Tu Jiang. Kemudian ia menoleh ke arah ketiga Tetua di depannya, "Kalian bertiga bawalah mereka ke tempat tinggalnya masing-masing. Aku dan Shen Tu Jiang akan melakukan upacara penerimaan murid di ruanganku."


"Hehehe ... Baiklah, Tetua Guan! Kalau begitu, kami pamit undur diri dulu," ujar Tetua Yi seraya tertawa kecil, lalu membawa Ling Tian dan yang lainnya ke tempat tinggal mereka masing-masing.


Dalam perjalanan mereka, Ling Tian melihat beberapa murid yang menatap ke arahnya seolah-olah dia adalah mangsa empuk yang siap untuk diterkam. Itu karena tingkat kultivasinya yang hanya berada pada tahap pertama Bintang Berlian.


"Huuhh ... Sepertinya hari-hariku di tempat ini takkan memiliki ketenangan dan kedamaian. Semoga saja aku cepat mendapatkan Rumput Roh Bintang agar semuanya berjalan sesuai keinginanku," gerutu Ling Tian di dalam hatinya, kemudian melambai-lambaikan tangan ke arah para murid yang memandangnya dengan tatapan jahat tersebut, seakan-akan dia menyapa mereka semua.


"Siapa mereka? Baru pertama kali aku melihat mereka berada di sini," tanya salah seorang murid kepada temannya yang sedang berdiri di sebelahnya.


"Jika aku tidak salah duga, mereka adalah murid yang baru saja diambil oleh sekte dari hasil kompetisi tahun ini," jawab murid lainnya.


"Hmmm ... Bukankah jumlah murid yang akan dipilih pada kompetisi tahun ini berjumlah 10 orang? Mengapa mereka hanya ada 9 orang saja?"


"Aku juga tak tahu tentang hal itu. Mungkin salah satunya memiliki urusan yang sangat mendadak sehingga dia tak sempat hadir untuk saat ini."


"Yaah ... Mungkin saja demikian. Akan tetapi, siapa pemuda itu? Dia sebenarnya terlihat sangat percaya diri, sehingga berani melambaikan tangannya ke arah kita semua."

__ADS_1


"Kita harus menyelidikinya terlebih dahulu. Mungkin dia memiliki dukungan dari seorang Tetua atau mungkin memiliki latar belakang yang sangat kuat."


Ling Tian hanya tersenyum tipis ketika mendengarkan semua obrolan dari para murid tersebut meskipun mereka berada di tempat yang cukup jauh darinya.


"Sepertinya para murid senior itu memiliki sikap bermusuhan terhadap dirimu. Namun, kamu tak perlu khawatir. Sebagai sesama murid baru di Sekte Kabut Racun ini, kami semua akan melindungimu," ucap Qingxue dengan nada setengah berbisik yang berinisiatif untuk memulai percakapan dengan Ling Tian.


"Hmmm ... Apa yang dikatakan oleh Qingxue memang benar. Kami akan membantu jika kamu mendapatkan masalah dengan orang-orang tersebut." Ming Cheng juga ikut membenarkan perkataan Qingxue.


"Aahh! Benarkah demikian? Kalau begitu, aku akan sangat berterima kasih kepada kalian semua." Ling Tian berpura-pura terkejut dan menunjukkan wajah yang sangat gembira saat mendengar ucapan Qingxue dan Ming Cheng.


"Percayalah pada kami!" ujar Ming Cheng dengan cepat, kemudian melanjutkan, "Omong-omong, kami semua belum mengetahui namamu."


"Namaku adalah Ling Tian!" jawab Ling Tian singkat.


"Kekeke ... Baiklah! Mulai saat ini kami akan memanggilmu saudara Ling Tian." Ming Cheng menepuk bahu Ling Tian sambil tertawa gembira.


Tetapi, meskipun Ming Cheng, Qingxue serta yang lainnya bersikap sangat baik di depannya, Ling Tian telah mengetahui bahwa itu hanyalah kedok mereka saja agar bisa mendapatkan teknik pergerakannya. Karakter orang-orang seperti inilah yang paling dibenci oleh Ling Tian.


"Hehehe ... Para semut-semut ini ingin bermain denganku. Mungkin mereka akan terkencing di celana jika mengetahui niatku yang sebenarnya datang ke Sekte Kabut Racun." Ling Tian tertawa lirih di dalam hatinya melihat tingkah dari teman-teman Shen Tu Jiang.


Sementara bagi ketiga Tetua yang mendengarkan percakapan mereka tersebut hanya diam saja. Sebab, mereka bertiga sudah terbiasa dengan situasi seperti itu ketika sedang membawa murid baru ke dalam sekte.


Walaupun mereka tahu bahwa para murid baru akan selalu diintimidasi oleh para murid senior, namun tidak ada dari para Tetua yang akan membantu dengan masalah tersebut.


Kecuali orang yang mendapat masalah adalah murid dari salah satu Tetua atau memiliki latar belakang yang sangat luar biasa. Karena hal ini akan membuat para petinggi sekte secara langsung ikut campur dengan masalah itu.

__ADS_1


"Hmmm ... Kita telah sampai. Inilah tempat tinggal kalian." Tetua Yi berkata sambil menunjuk ke arah beberapa bangunan yang semuanya memiliki ukuran yang sama.


__ADS_2