
Kera Salju hanya berdiri diam sambil memandang ke arah langit dengan wajah masam tanpa mempedulikan apa yang akan dilakukan oleh Ling Tian. Meskipun demikian, Ling Tian tak mengambil kesempatan untuk menyerangnya karena ia tahu hal tersebut tetap sia-sia saja jika dirinya belum menelan Pil Hitam Terlarang.
"Huufftt!"
Setelah beberapa saat, suara helaan napas yang berat terdengar keluar dari mulut Kera Salju. Lalu secara perlahan ia berbalik menoleh ke arah Ling Tian dan berkata pelan, "Teknik Pedang Kesepian, yah! Nama teknik itu hampir mirip dengan situasi yang aku alami sekarang."
Ling Tian tertegun mendengarnya dan hanya diam menunggu apa yang selanjutnya akan diucapkan oleh Kera Salju tersebut. Walaupun begitu, ia tetap tak menurunkan sedikitpun tingkat kewaspadaannya.
"Aku tak tahu sudah berapa lama aku berada di tempat ini. Sebab, aku juga sudah bosan menghitungnya. Mungkin sekitar 2000 tahun atau lebih," lanjut Kera Salju sambil berbalik memandang kembali ke arah langit.
"Karena kamu sudah mengingatkanku tentang kesepian yang telah aku jalani di sini, maka kamu juga harus menemani dan mendengarkan seluruh ceritaku."
"Hmmm... Baiklah!" ucap Ling Tian pelan.
"Simpanlah pedangmu terlebih dahulu! Aku tak suka bercerita jika kamu masih mengacungkan senjatamu itu kepadaku. Jika aku benar-benar berniat ingin membunuhmu, sudah aku lakukan sejak pertama kamu sampai di tempat ini."
Ling Tian segera memasukkan Pedang Pelangi ke dalam Cincin Ruangnya tanpa menyanggah perkataan dari Kera Salju. Sebab, apa yang dikatakannya adalah kenyataan. Bila sejak awal sang Kera Salju telah melancarkan serangan balasan terhadap dirinya, mungkin saat ini ia sudah terluka parah atau bahkan telah mati.
Meskipun ia juga berniat menelan Pil Hitam Terlarang, belum dapat dipastikan apakah dia bisa mengalahkan Kera Salju. Karena efek dari Pil Hitam Terlarang hanya meningkatkan kultivasi secara paksa dan bukan kekuatan yang sesungguhnya.
Setelah itu, Ling Tian berdiri tenang di udara sambil menunggu Kera Salju melanjutkan kembali ceritanya. Untuk sekarang, hanya inilah yang dapat dilakukan oleh Ling Tian agar Kera Salju tersebut tak marah dan menyerangnya.
"Ehem... Dahulu kala ada seekor Kera Salju kecil yang hidup sebatang kara... Lalu... Huuhh, aku seperti sedang mendongengkan sebuah kisah pada seorang bocah," gerutu Kera Salju mengomentari cara berceritanya.
Ling Tian ingin tertawa tetapi segera menahannya karena takut menyinggung perasaan sang Kera Salju.
__ADS_1
"Aku akan langsung saja ke bagian-bagian yang penting pada ceritaku ini." Kera Salju berkata dengan nada tegas sambil menoleh ke arah Ling Tian.
"Tuanku adalah seorang kultivator iblis. Ia menjadi seperti itu karena ingin membalas kematian seluruh keluarganya yang telah dibantai oleh para penjahat. Setelah balas dendamnya tercapai, ia akhirnya membawaku ke sini dan menghabiskan seluruh hidupnya di tempat ini."
"Di sini jugalah kami menemukan serigala tak berguna yang telah kau kalahkan itu. Lalu Tuanku menjadikannya sebagai penjaga hutan ini."
"Tunggu sebentar! Bolehkah aku bertanya, mengapa setelah Tuanmu mati, kamu dan Serigala Bayangan Bulan masih bisa hidup sampai sekarang? Bukankah kalian berdua telah melakukan Kontrak Jiwa dengan Tuanmu tersebut?" tanya Ling Tian memotong pembicaraan Kera Salju.
"Tuanku tak melakukan Kontrak Jiwa dengan kami berdua, melainkan ia menggunakan Segel Perbudakan. Maka dari itulah aku dan serigala tak berguna tersebut masih hidup sampai sekarang tetapi tak bisa meninggalkan hutan ini."
"Jika kami memaksa keluar dari Formasi Penyegelan Jiwa yang dibuat oleh Tuanku, maka Segel Perbudakan akan aktif secara otomatis dan langsung meledakan tubuh kami sendiri."
"Sebenarnya, sebelum akhir hidupnya, Tuanku ingin melepaskan Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuh kami. Namun ia tak sempat melakukannya karena roh iblis di dalam tubuhnya telah menyerap habis aura kehidupannya."
Ling Tian dapat merasakan ada kesedihan yang tersembunyi dari nada bicara Kera Salju tersebut. Ia pun berpikir sejenak lalu berkata pelan, "Hmmm... Aku akhirnya mengerti apa yang kamu alami. Aku juga bisa menghapus Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuhmu, tetapi kekuatanku saat ini belum mampu untuk menghilangkannya. Jika saja aku bisa meningkatkan kultivasiku di tempat ini, maka mungkin...."
Sebelum Ling Tian menyelesaikan kalimatnya, Kera Salju tiba-tiba telah muncul di depannya dan bertanya dengan nada berharap, "Benarkah apa yang baru saja kamu katakan? Apakah kamu juga seorang Master Formasi seperti Tuanku?"
Ling Tian tersenyum kecil, kemudian segera melambaikan tangannya ke arah Kera Salju. Formasi Penyegelan yang dibuatnya seketika langsung membungkus tubuh sang Kera Salju tersebut.
Melihat hal itu, Kera Salju tertegun sejenak lalu kemudian tertawa gembira di dalam Formasi Penyegelan. Dia segera mengayunkan tinjunya dengan santai yang membuat Formasi Penyegelan tersebut hancur berkeping-keping.
"Hahaha... Tuan, aku akhirnya akan segera meninggalkan tempat ini!" Suara tawa yang keras dari Kera Salju sekali lagi terdengar menggema di area sekitarnya.
"Fiiuuhh... Akhirnya masalah ini bisa terselesaikan juga." Ling Tian membatin sambil menghela napas lega.
__ADS_1
"Bocah kecil! Eeh... Maksudku Tuan Muda, cepat katakan apa yang kamu butuhkan untuk segera meningkatkan kultivasimu! Jika hal tersebut berada padaku, aku akan segera memberikannya," ucap Kera Salju dengan nada canggung.
"Hmmm... Jika kamu mengizinkan aku melihat Kolam Darah Iblis atau pun makam Tuanmu, mungkin aku akan menemukan apa yang aku cari untuk meningkatkan kultivasiku," jawab Ling Tian dengan nada berpura-pura sedih.
"Aaiihh... Tak perlu sungkan lagi, boc... Tuan Muda! Aku akan langsung membawamu ke sana untuk melihatnya." Kera Salju segera menarik Ling Tian dan melesat terbang dengan kecepatan penuhnya.
"Sangat cepat! Aku akan memiliki kecepatan seperti ini juga ketika kultivasiku telah meningkat," batin Ling Tian yang sedikit terkejut.
Hanya dalam hitungan detik saja mereka berdua akhirnya sampai di area Kolam Darah Iblis. Energi kematian yang sangat pekat dan kuat dapat dirasakan terpancar dari dalam kolam tersebut, meskipun Ling Tian dan Kera Salju masih berada jauh darinya.
"Tuan Muda! Kita berdua hanya bisa melihatnya dari sini. Aku tak sanggup untuk lebih mendekat lagi ke Kolam Darah Iblis tersebut. Sebab, aura kematian yang di keluarkannya sangat kuat dan itu akan sangat berbahaya jika kita terkontaminasi dengannya," kata Kera Salju dengan nada sedikit ketakutan.
Ling Tian tak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Kera Salju. Karena sedari tadi Api Ilahi di dalam tubuhnya terus bergerak liar seolah-olah hendak keluar. Api Ilahi juga seakan sudah tak sabar dan menyuruh Ling Tian untuk segera mendekat ke Kolam Darah Iblis.
"Aaiihh... Bersabarlah sedikit! Aku tahu kamu ingin segera bermain dan menunjukan kekuatanmu pada aura kematian itu," ucap Ling Tian di dalam hatinya untuk menenangkan Api Ilahi yang terus gelisah.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1