Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 127. Satu vs Sembilan - 01


__ADS_3

Ling Tian berjalan kembali ke tempat duduknya dengan tersenyum gembira ketika telah mengambil semua uang hasil kemenangan dari taruhannya dan menyerahkan sebagian kepada Wu Dunrui.


Pertarungan terus berlangsung hingga sore, kemudian akan dilanjutkan lagi keesokan harinya. Xiao Jun dan Wu Lihua sama-sama masuk ke dalam peringkat 50 besar, karena mereka telah memenangkan dua pertarungannya sekaligus.


Acara turnamen beladiri tersebut dilaksanakan selama 3 hari. Jika besok keduanya berhasil memenangkan pertarungannya lagi, maka mereka juga telah berhasil untuk memasuki peringkat 10 besar.


Ling Tian pun kembali ke penginapan bersama Wu Dunrui dan yang lainnya. Setelah sampai, Xiao Jun dan Wu Lihua mulai bertanya bagaimana pendapat Ling Tian tentang pertarungan mereka masing-masing.


Dengan tenang dan santai, Ling Tian pun menjelaskan kepada kedua muridnya itu serta memberikan pemahamannya agar mereka berdua tercerahkan.


Waktu berputar sangat cepat dan pagi pun telah tiba. Xiao Jun dan Wu Lihua terlihat sangat bersemangat serta penuh dengan vitalitas.


Hari kedua turnamen beladiri akan dimulai kembali. Ling Tian dan yang lainnya juga segera bergegas ke tempat berlangsungnya acara tersebut. Sebab, mereka tidak ingin lagi berdesak-desakan seperti kemarin bersama dengan para penonton yang sedang antre memasuki area turnamen.


Sesampainya di sana, Xiao Jun dan Wu Lihua berpisah dengan Ling Tian. Mereka berdua pun pergi ke tempatnya masing-masing bersama dengan para peserta lainnya.


Para penonton juga mulai datang satu per satu memenuhi area turnamen. Selang beberapa saat, pria tua bernama Luo Shi yang sebelumnya telah membuka acara turnamen beladiri tersebut, berjalan ke tengah arena dan mulai berbicara.


"Ini adalah hari kedua turnamen beladiri dilaksanakan. Seperti kemarin, taruhan untuk para petarung juga telah resmi dibuka."


"Kami mengharapkan para penonton bisa tertib dan mengikuti semua aturan yang telah kami tetapkan, agar tidak mengganggu jalannya pertarungan."


"Dan untuk para peserta, bersiaplah!"


Setelah mengatakan itu, Luo Shi berjalan kembali ke tempatnya. Para penonton juga duduk dengan tenang sambil menunggu pertarungan dimulai.


Di area peserta, Xiao Jun sebenarnya sudah merasakan sepasang mata yang sedari tadi terus menatapnya. Namun, dia tetap bersikap santai seakan tak mempedulikan hal tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, acara turnamen beladiri itu pun dimulai. Di dalam arena, para peserta terus menampilkan kemampuan maksimalnya demi memenangkan pertarungan mereka masing-masing.


Xiao Jun serta Wu Lihua juga telah naik bertarung dan mengalahkan lawan mereka dengan mudah. Mereka berdua melakukannya dengan cepat sesuai instruksi dari Ling Tian dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada.


Tanpa terasa, sore hari pun tiba. Xiao Jun dan Wu Lihua sudah memenangkan dua pertarungan mereka secara berturut-turut yang membuat Ling Tian juga terus memenangkan taruhannya.


Ling Tian tersenyum gembira ketika melihat kedua muridnya tersebut dapat mengerti semua penjelasan yang dikatakannya saat ia memberikan pemahaman tentang setiap kekurangan mereka dalam menghadapi pertarungan yang sesungguhnya.


Mereka semua pun akhirnya kembali ke penginapan dengan penuh semangat. Wu Dunrui seakan tak pernah berhenti tersenyum karena dirinya juga sudah memenangkan banyak uang dari hasil taruhan yang dilakukannya bersama Ling Tian.


Sambil menunggu babak final sepuluh besar yang akan dilaksanakan esok hari, Ling Tian sekali lagi memberikan pemahaman yang lebih mendalam pada kedua muridnya itu. Dia juga menceritakan tentang cara bertarung Ling Han dan Lin Yue ketika mengikuti acara turnamen beladiri di Benua Langit tingkat rendah.


Setelah mendengarkan penjelasan dan cerita Ling Tian tersebut, Xiao Jun dan Wu Lihua semakin menjadi lebih bersemangat lagi. Keduanya pun kemudian melanjutkan berkultivasi, sambil terus meningkatkan pemahamannya terhadap kekurangan dari setiap gerakan yang mereka lakukan di dalam arena pertarungan.

__ADS_1


Ketika matahari pagi telah muncul, Xiao Jun dan Wu Lihua segera menghentikan aktivitas meditasi mereka. Keduanya pun bergegas ke arah Ling Tian, Wu Dunrui dan Xiu Rong yang sedari tadi sudah bersiap untuk pergi ke tempat acara turnamen beladiri.


Hanya dalam beberapa menit, mereka semua sudah sampai di area turnamen tersebut dan langsung menuju ke tempatnya masing-masing.


Seperti sebelumnya, Luo Shi membuka acara turnamen beladiri itu dengan berberapa patah kata. Dan setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pertarungan pun dimulai juga.


Peserta yang tersisa kini hanya tinggal 10 orang saja di setiap tempat mereka masing-masing. Sebab, hari ini adalah final dari para peserta yang lolos maju ke babak sepuluh besar untuk memperebutkan peringkat juara.


"Pertarungan pertama, Xiao Jun melawan Long Haocun! Silakan masuk ke dalam arena," ucap wasit yang akan memimpin pertarungan tersebut.


Xiao Jun segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan santai menuju ke arah arena diikuti oleh seorang pemuda berkulit gelap, yaitu Long Haocun.


Setelah masuk ke dalam arena, Xiao Jun berjalan terus menghampiri sang wasit. Sambil tersenyum, dia pun berkata dengan tenang, "Nyonya Guruku pernah mengikuti turnamen beladiri dan melawan semua peserta yang tersisa dalam pertarungannya. Jadi, aku ingin bertanya. Bolehkah jika aku melawan mereka semuanya sekaligus?"


"Aku juga ingin mengikuti jejak Nyonya Guruku untuk menghemat waktu dalam acara turnamen beladiri ini," lanjut Xiao Jun lagi.


"Haahh! Apakah aku tidak salah mendengarnya? Coba ulangi sekali lagi!"


Sang wasit seketika tersentak kaget mendengar apa yang telah diucapkan oleh Xiao Jun. Sedangkan untuk para penonton dan peserta lainnya, mereka semua juga ikut tercengang dengan apa yang dikatakannya itu.


"Apa yang dilakukan pemuda itu? Dia hanya akan membuat dirinya tersingkir dengan cepat dalam babak final ini."


"Hahaha ... Pertarungannya menjadi semakin menarik. Pemuda itu telah menjadi kuda hitam dalam turnamen beladiri tahun ini."


"Huuhh, tapi aku takut untuk memasang taruhan kepadanya bila pertarungan ini disetujui oleh para hakim."


"Mungkin sudah saatnya aku mempertaruhkan seluruh uangku dalam pertarungan ini. Aku akan bertaruh pada sembilan peserta lainnya, karena aku yakin pemuda tersebut akan segera kalah saat menghadapi mereka semua."


Berbagai komentar dari para penonton secara satu per satu mulai terdengar. Wajah Ling Tian langsung bersemangat ketika mendengar semua komentar dari mereka.


"Yaahh, itu memang benar. Dan juga, jika serangan salah seorang di antara mereka semua bisa tepat mengenai tubuhku, aku akan mengakui kekalahanku." Xiao Jun berkata sambil menunjuk para peserta yang masih berada di tempat duduknya masing-masing.


"Wooaahh!"


Seruan terkejut semakin ramai terdengar di sekitar area turnamen beladiri. Bahkan para penonton yang duduk di tempat arena pertarungan lainnya, langsung beralih menatap ke arah arena tempat Xiao Jun akan bertarung.


"Apa yang terjadi? Mengapa pertarungan di arena ini belum dimulai juga?"


"Lihatlah ke arena para kultivator tahap kedelapan Bintang Emas! Pemuda yang berdiri itu, ingin menantang semua peserta ditingkatannya secara bersamaan sekaligus."


"Apaaaa? Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Mungkinkah para hakim akan menyetujui jika pertarungan berlangsung seperti itu?"

__ADS_1


"Semoga saja para hakim dapat mewujudkannya. Ini juga adalah merupakan kesempatan kita untuk bisa memenangkan lebih banyak uang dalam taruhan."


"Ayo, kita segera ke sana!"


Melihat keadaan hiruk pikuk yang telah terjadi di antara para penonton, wasit yang akan memimpin pertarungan Xiao Jun dan Long Haocun, langsung bergegas ke arah para hakim turnamen beladiri tersebut.


Sambil menunggu kesimpulan dari para hakim, Xiao Jun berbalik menoleh ke arah Long Haocun dan berkata sambil tertawa pelan, "Hehehe ... Namamu Long Haocun, yah? Kamu sepertinya sangat ingin bertarung denganku, sehingga sejak awal kamu selalu memperhatikan aku."


"Jika hakim menyetujui apa yang kamu inginkan itu, maka aku akan sangat menyesal karena tak bisa menghajarmu dengan menggunakan kekuatanku sendiri," kata Long Haocun dengan nada suara yang berat.


"Bila para hakim tersebut tidak menyetujuinya, maka sebaliknya aku yang akan sangat menyesal karena tak bisa mengeluarkan seluruh kemampuanku ketika hanya bertarung melawan dirimu." Xiao Jun berkata santai sambil mengangkat bahunya, mengikuti sikap tenang yang biasa ditampilkan oleh Ling Tian.


Di tempat para peserta kultivator tahap ketiga Bintang Emas, Wu Lihua tersenyum tipis sambil bergumam pelan, "Sepertinya kakak seperguruan sudah akan menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya. Aku juga sangat penasaran sampai sejauh mana tingkat kesempurnaan teknik beladirinya itu."


Sementara untuk para gadis lainnya yang melihat tingkah Xiao Jun itu, langsung merasa takjub dan kagum kepadanya.


"Nama pemuda tampan yang berdiri di dalam arena itu adalah Xiao Jun. Sejak awal aku sangat suka melihatnya ketika bertarung."


"Jika saja dia dapat mengalahkan semua lawannya, aku sangat ingin menjadi istrinya."


"Aku yakin dia akan lebih memilihku karena wajahku lebih cantik darimu."


Mendengar apa yang dikatakan oleh para gadis tersebut, Wu Lihua hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa menghiraukan semua ucapan mereka.


Setelah beberapa saat, sang wasit telah berjalan kembali ke dalam arena. Kemudian ia pun memandang ke arah semua penonton dan segera berkata menggunakan energi Qi-nya, "Para hakim telah menyetujui pertarungan antara Xiao Jun melawan sembilan peserta lainnya. Dan pemenangnya juga akan ditentukan oleh mereka."


"Jadi, serangan siapapun yang bisa mengenai tepat pada tubuh Xiao Jun, maka dialah yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan ini. Selanjutnya, pertarungan akan berlangsung secara normal kembali seperti sebelumnya."


"Dan untuk para penonton yang akan memasang taruhannya, kami dari para panitia akan memberikan waktu selama 10 menit kepada kalian semua," lanjut sang wasit lagi dengan nada bersemangat.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


Mohon maaf karena Author lambat mengupdate cerita ini di karenakan beberapa kesibukan di dunia nyata. Mulai hari ini dan seterusnya, novel "LSM" akan update secara normal kembali seperti biasanya 1-2 chapter dalam sehari.

__ADS_1


__ADS_2