Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 45. Kamu Adalah Milikku


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa telah 10 hari Ling Tian berkultivasi di dalam gua.


"BANG"


Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Ling Tian. Energi Qi yang sangat kuat berputar-putar di sekitar tubuhnya. Dantiannya telah membesar seluas kolam 50 meter.


Dia akhirnya berhasil menerobos ke tahap ke sembilan Bintang Emas dan kekuatannya kini setara dengan kultivator tahap ketiga Bintang Berlian.


Beberapa saat kemudian, energi Qi yang berputar-putar itu masuk kembali ke dalam tubuh Ling Tian. Dia lalu menyudahi kultivasinya dan akan berdiri, tetapi dia baru mengingat bahwa dia memiliki Cincin Ruang He Jing yang telah di dapatkannya.


Ling Tian segera memeriksa Cincin Ruang tersebut dan melihat banyak Ramuan Roh dan juga koin emas yang berada di dalamnya, itu sekitar 70 juta koin emas.


Ramuan Roh tersebut sangat penting untuk Ling Tian karena semua Ramuan Roh itu memiliki kualitas yang sangat baik dan juga berumur di atas 1000 tahun.


Ada juga lemari yang di dalamnya banyak kitab tentang teknik kultivasi, dan masih banyak lagi barang-barang yang sangat tidak berguna bagi Ling Tian


"Hmmm.. Pemimpin sebuah sekte memang kaya." Ling Tian bergumam, kemudian berdiri dan berjalan keluar dari dalam gua.


"TRANG.. TRANG.."


Di luar gua, Lin Yue sedang melatih Su Mei teknik Menari Bersama Pedang. Ling Tian mengamati kedua gadis itu selama beberapa menit, setelah itu dia mengeluarkan kertas, tinta dan kuas dari Cincin Ruang He Jing, kemudian menulis sesuatu.


Setelah selesai, dia kemudian berjalan menghampiri mereka. Melihat kedatangan Ling Tian, Lin Yue dan Su Mei menghentikan latihannya.


"Mei'er.. Melihat caramu bertarung, kamu tidak akan cocok dengan teknik itu. Ini.. ambilah..! Aku telah menuliskan teknik pedang yang sangat cocok untukmu." Ling Tian memberikan kertas itu kepada Su Mei.


"Pinjamkan pedangmu, aku akan menunjukkanmu teknik itu agar kamu bisa lebih cepat memahaminya."


Su Mei segera memberikan pedangnya kepada Ling Tian.


"Perhatikan baik-baik, aku akan memperlambat gerakanku." Ucap Ling Tian kemudian langsung memperagakan teknik pedang yang telah di tulisnya untuk Su Mei.


Meskipun Ling Tian telah memperlambat gerakannya, tapi tetap saja gerakan pedang itu terlihat cepat, karena nama teknik itu adalah Pedang Tanpa Bayangan.


Jika Ling Tian mempercepat gerakannya, mereka yang melihatnya tidak akan tahu kapan Ling Tian mengayunkan pedang itu, sebab teknik ini terfokus pada kecepatan dalam mengayunkan pedang.


"Apakah kamu telah melihatnya..?" Ling Tian bertanya pada Su Mei saat dia selesai memperagakan teknik pedang tersebut.


"Mmm.." Su Mei hanya sedikit mengangguk dan tampilan wajahnya masih tetap dingin.


"Huuuhhh.. Mulai sekarang kamu harus belajar tersenyum seperti Yue'er. Jika kamu terus seperti itu, aku akan menjadi takut kepadamu."


"Mmm.." Su Mei mengangguk lagi dan masih dengan tampilan wajah dinginnya tersebut.


"Aahh.. Sudahlah..! Aku akan menamakan teknik pedang ini sesuai dengan watakmu itu. Namanya adalah Pedang Kesepian." Ling Tian berkata dengan nada menggerutu.


Tiba-tiba Ling Tian seperti mendapatkan ide lagi. Dalam sekejap, dia langsung menghilang dan mulai menggabungkan 3 teknik pedang yaitu Teknik Pedang Kesepian, Teknik Satu Dengan Pedang, dan Teknik Menari Bersama Pedang.

__ADS_1


"BAM"


Ledakan terdengar saat Ling Tian mulai memperagakan teknik itu.


"BAM.. BAM.."


Kecepatan ayunan pedang dari Ling Tian menjadi sangat cepat, tarian pedangnya juga menjadi sangat indah, dan sesekali tubuhnya terlihat seperti sebuah pedang setelah menggabungkan ketiga teknik tersebut.


"BAM.. BAM.. BAM.."


Dalam waktu 1 menit saja, area sekitar 5 km terlihat rata dengan tanah, tidak ada lagi pepohonan yang berdiri di sekitarnya.


"Sangat kuat." Lin Yue dan Su Mei berkata secara bersamaan, lalu mulut mereka terbuka karena terkejut.


Ling Han yang entah muncul dari mana, langsung berada di tempat kedua gadis itu karena ikut terkejut setelah mendengar suara ledakan yang di buat oleh Ling Tian.


Mulutnya juga ikut ternganga setelah melihat pemandangan di depannya. Dia juga sesekali melihat secara sekilas bahwa tubuh Ling Tian berubah seperti sebuah pedang.


Setelah 5 menit, Ling Tian langsung berhenti karena dia segera menyadari bahwa area seluas sekitar 25 km kini menjadi kosong akibat ulahnya.


"Aahh.. Aku terlalu menikmatinya hingga tidak sadar telah menghancurkan tempat ini." Ucap Ling Tian sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Dia kemudian dengan cepat kembali ke tempatnya tadi, dan menemukan ketiganya masih memandangnya dengan mulut ternganga.


"Hati-hati, lalat akan segera masuk ke dalam mulut kalian jika masih terus seperti itu."


"Aahh.. Aku hampir lupa..! Mei'er.. Ada yang harus aku katakan kepadamu. Jika kamu ingin melatih Teknik Pedang Kesepian sampai mencapai tahap kesempurnaan, kamu harus memperkuat tubuhmu."


"Huuuhhh.. Aku tidak tahu harus menjelaskannya. Yue'er.. kamu saja yang memberitahukan kepadanya." Ling Tian sekali lagi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.


Lin Yue sedikit tersentak mendengar apa yang di katakan Ling Tian, lalu dia memanggil Su Mei masuk ke dalam gua.


Beberapa saat kemudian dia telah keluar dari gua dan berkata kepada Ling Tian.. "Dia telah bersedia."


"Hmmm.. Baiklah, aku akan segera masuk ke dalam." Ling Tian kemudian berjalan masuk ke dalam gua.


"Semoga hidungku tidak mimisan lagi." Ling Tian membatin sambil menggelengkan kepalanya.


Saat Ling Tian telah sampai, dia melihat bahwa Su Mei telah berada di dalam bak mandi.


"Apakah kamu telah siap..? Ini akan sangat menyakitkan." Ling Tian segera bertanya kepadanya.


"Mmm.." Su Mei hanya mengangguk lagi.


Ling Tian kemudian menguatkan hatinya untuk mendekati bak mandi tersebut. Tetapi saat dia telah tepat berada di depan Su Mei, darah langsung mengalir keluar dari hidungnya.


"Aahh.. Aku tetap tidak bisa menahannya." Gerutu Ling Tian di dalam hatinya.

__ADS_1


Melihat hal itu, wajah Su Mei tampak semakin dingin menatap kepada Ling Tian.


"Maaf.. Ini reaksi spontan, dan ini juga menunjukkan kepadamu bahwa aku pria normal. Apakah kamu akan menyukaiku jika aku bukan pria normal..?" Ling Tian berkata sambil mengelap hidungnya yang terus berdarah.


Mendengar itu, wajah Su Mei berubah sedikit tenang sebab dia tidak mungkin akan menyukai seorang pria yang tidak normal.


"Baiklah.. Aku akan segera memulainya. Kamu harus bertahan..!" Ling Tian berkata sambil melambaikan tangannya untuk memasang Formasi Penyegelan.


Dan setelah itu, Ling Tian segera mengeluarkan botol pil kecil yang telah di isinya dengan Susu Stalaktit, lalu mulai menuangkannya ke dalam bak mandi Su Mei.


Ling Tian melihat reaksi Su Mei yang masih terlihat dingin itu. Lalu dia menuangkan sebotol lagi Susu Stalaktit tersebut.


Wajah Su Mei sedikit mengernyit tetapi tetap masih terlihat dingin. Ling Tian kemudian menambahkan sebotol lagi Susu Stalaktit itu yang membuat Su Mei akhirnya tidak bisa mempertahankan sikap dinginnya lagi dan langsung berteriak kesakitan.


"Aaaahhh.."


Air matanya mengalir dengan sendirinya, dan tubuhnya bergetar menahan rasa sakit tersebut.


"Mei'er.. Bertahanlah.. Jangan menyerah..!" Ling Tian segera berkata untuk memberikan semangat kepada Su Mei.


"Aaaahhh.."


Teriakan menyayat hati terus terdengar di telinga Ling Tian. Konsentrasi Ling Tian tidak pernah terganggu mendengar teriakan tersebut, karena sekali dia lengah maka nyawa Su Mei akan dalam bahaya.


"Aaaaahhh.."


Waktu pun terus berputar, tak terasa telah 7 hari berlalu. Teriakan Su Mei juga sedikit demi sedikit mulai mereda, dan akhirnya berhenti. Tulang-tulangnya kini menjadi sangat kuat dan kulit tubuhnya juga telah menjadi sangat lembut. Wajahnya menjadi lebih cantik dari sebelumnya hingga membuat Ling Tian terpana sejenak.


"Sangat indah..!" Gumam Ling Tian pelan, lalu dia segera jatuh terduduk karena telah menghabiskan sebagian Qi dan kekuatan spiritualnya.


Su Mei yang melihat itu segera melompat dari bak mandinya dan menghampiri Ling Tian, lalu memapahnya untuk berdiri.


"Apakah kamu tidak malu menghampiri aku dengan keadaanmu yang seperti itu..?" Ucap Ling Tian lemah dengan nafas terengah-engah.


"Aku tahu bahwa sebelumnya kamu juga telah melihat semuanya. Mulai sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan menjadi suamiku." Su Mei berkata dengan nada dinginnya.


"Hmmm.. Aku tahu meskipun kamu tidak mengatakannya. Mulai sekarang kamu adalah milikku." Ling Tian berkata sambil mengeluarkan Pil Restorasi dan menelannya.


Mendengar Ling Tian mengatakan bahwa dia adalah miliknya, Su Mei tanpa sadar tersenyum dan senyumannya itu sempat terlihat oleh Ling Tian.


Ling Tian mengangkat tangannya lalu mengacak-acak rambut Su Mei dan kemudian berkata.. "Jika kamu sering tersenyum, kamu akan terlihat semakin cantik."


Akhirnya wajah Su Mei pun memerah. Dia sangat senang mendengar pujian dari mulut Ling Tian, dan dia bahkan lebih senang lagi saat Ling Tian mengacak-acak rambutnya. Itu menandakan bahwa kedudukannya di hati Ling Tian kini telah setara dengan Lin Yue.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

__ADS_1


__ADS_2