
Ketika Ling Tian dan yang lainnya telah sampai di depan pintu gerbang Kota Primordial, banyak orang yang memperhatikan kedatangan mereka. Sebab, menurut pandangan orang-orang tersebut, Ling Tian dan Xiao Jun tampak aneh berjalan bersama seekor monyet yang menunggangi seekor anj!ng.
Banyak juga dari mereka yang menertawakannya karena merasa lucu. Mereka menganggap Ling Tian serta yang lainnya seperti sebuah kelompok pemain sirkus. Tetapi, itu berbeda lagi dengan tatapan para gadis saat melihat wajah Ling Tian yang sangat tampan. Mata mereka terlihat seperti dipenuhi oleh bintang-bintang dengan pandangan memuja terhadapnya.
"Apakah kalian tak pernah melihat binatang tertampan di benua langit ini?" celetuk Xiaohai sambil membusungkan dadanya tinggi-tinggi.
"Aahh! Ternyata dia adalah seekor Binatang Roh yang sudah pandai berbicara."
"Yah, aku juga sempat tertipu dengan penampilannya yang terlihat seperti anj!ng biasa saja."
"Tapi, ada apa dengan sikap narsismenya itu? Apakah ia tak pernah berkaca bahwa tampangnya tersebut sangat jelek dan terlihat kumal?
"Sssttt... Hati-hati dengan omonganmu! Binatang Roh yang sudah pandai berbicara telah memiliki kultivasi pada Tingkat Bintang Bumi. Mungkin saja bentuk dari wujud aslinya tidak seperti ini."
Ling Tian dan Xiao Jun terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan aneh dan komentar dari orang-orang yang berada di tempat itu. Mereka dengan cepat berbaur mengikuti sebagian orang yang berjalan masuk ke dalam Kota Primordial.
Para penjaga pintu gerbang terus bergantian meminta biaya kepada setiap orang yang ingin memasuki kota. Saat giliran Ling Tian dan yang lainnya tiba, salah seorang penjaga langsung menghampiri mereka dan berkata sambil menoleh ke arah Xiaohai dan Xiaohou, "Biaya masuk untuk kalian berempat adalah sekitar 70.000 koin emas. Untuk kalian berdua masing-masing 25.000 koin emas. Sedangkan untuk kedua Binatang Roh ini masing-masing 10.000 koin emas.
"Aahh! Biaya masuk di kota ini ternyata sangat mahal. Pasti biaya penginapan di sini juga akan lebih mahal lagi," keluh Ling Tian di dalam hatinya sambil mengeluarkan uang sebanyak yang diminta oleh sang penjaga.
"Oke! Silakan, Tuan!" kata sang penjaga setelah selesai memeriksa jumlah uang yang diberikan oleh Ling Tian. Lalu kemudian ia berseru kembali kepada orang-orang yang berada di belakang Ling Tian, "Selanjutnya!"
Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian dan yang lainnya segera memasuki Kota Primordial. Xiaohou tampak terbengong-bengong melihat banyak bangunan yang sangat besar dan mewah berjejer di sepanjang jalan. Itu karena ia sudah sangat lama tinggal di dalam hutan sehingga membuatnya sangat terkejut ketika melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Karena ini masih siang, mari kita berkeliling sebentar untuk melihat-lihat apa yang ada di dalam kota ini!" ucap Ling Tian pelan.
Mereka pun segera berjalan memasuki sebuah toko besar yang menjual berbagai kebutuhan untuk para kultivator. Di sana mereka melihat ada berbagai jenis Ramuan Roh, pil, senjata Pusaka dan lain-lain.
Untuk Ling Tian, ia sama sekali tak tertarik dengan semua barang-barang yang berada di situ kecuali Ramuan Roh. Ia pun berjalan ke arah tempat penjualan Ramuan Roh sambil melihat-lihat apakah ada sesuatu yang dibutuhkannya.
"Ramuan Roh di toko ini kualitasnya sangat bagus. Namun semuanya telah ada padaku juga," batin Ling Tian sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
Setelah beberapa saat melihat-lihat semua Ramuan Roh yang berada di tempat itu, Ling Tian tetap tak menemukan apa yang dicarinya. Ia pun segera menuju ke tempat kasir dan bertanya kepadanya, "Halo, Pak! Apakah di sini menjual Rumput Roh Bintang?"
"Aahh! Mohon maaf, Tuan! Rumput Roh Bintang sangat langka dan sulit untuk ditemukan. Toko kami telah lama berdiri di kota ini, tapi tak pernah sekalipun menjual Ramuan Roh seperti Rumput Roh Bintang."
"Setahu aku, di kota ini juga Rumput Roh Bintang hanya pernah sekali saja muncul ketika acara pelelangan yang diadakan oleh Asosiasi Harta Kuno sekitar 5 tahun yang lalu."
"Huuhh... Jika apa yang dikatakan oleh kasir ini benar, maka itu berarti aku tak dapat menemukan Rumput Roh Bintang di kota ini," keluh Ling Tian di dalam hatinya dengan nada kecewa.
Melihat wajah Ling Tian yang tampak tak bersemangat, kasir tersebut segera melanjutkan perkataannya lagi, "Jika Tuan masih tetap ingin mencari Rumput Roh Bintang, mungkin saja Ramuan Roh tersebut akan muncul di acara pelelangan pada tahun ini. Namun, kemungkinannya itu akan sangat kecil."
"Kapan acara pelelangan tersebut akan diadakan?" tanya Ling Tian cepat.
"Acara pelelangan pada tahun ini akan diadakan sekitar 10 hari lagi, Tuan!" jawab sang kasir.
"Ooh... Terima kasih atas informasinya, Pak! Kalau begitu, aku akan pergi terlebih dahulu," ucap Ling Tian sambil memegang tangannya untuk memberi hormat pada sang kasir.
Mereka berempat pun segera keluar dari toko tersebut kemudian terus melanjutkan berkeliling untuk melihat ke toko-toko yang lainnya. Tetapi persis seperti apa yang dikatakan oleh sang kasir bahwa memang tak ada yang menjual Rumput Roh Bintang di sekitar tempat itu.
Beberapa saat kemudian, Ling Tian dan yang lainnya telah sampai di sebuah penginapan yang cukup besar. Setelah menyelesaikan semua biaya penginapan yang lumayan mahal, mereka berempat pun langsung menuju ke ruangannya masing-masing.
Ketika malam tiba, Xiao Jun keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah pintu kamar Ling Tian, lalu mengetuknya pelan, "Guru! Aku ingin pergi sebentar untuk melihat pemandangan kota ini di malam hari!"
"Sekalian saja kau ajak Xiaohai dan Xiaohou untuk menemanimu," jawab Ling Tian dari dalam kamarnya.
"Itu tak perlu, Guru! Mungkin jika aku bersama mereka, nantinya kejadian di pintu gerbang tadi akan terulang kembali. Aku tak tahan menerima tatapan aneh dari orang-orang yang berada di sekitarku."
"Hmmm... Baiklah! Tetaplah waspada dan berhati-hati saat kau berada di luar."
"Baik, Guru!"
Setelah selesai berpamitan pada Ling Tian, Xiao Jun pun keluar dari penginapan dan berjalan dengan santai ke arah tempat keramaian. Meskipun di malam hari, aktivitas Kota Primordial tetap berjalan seperti biasanya dan bahkan lebih ramai daripada saat siang hari.
__ADS_1
Lampu-lampu yang berasal dari bola kristal energi tampak bersinar terang sehingga membuat pemandangan di kota tersebut terlihat semakin indah. Xiao Jun terus berjalan sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan tatapan takjub melihat keindahan yang ada di sekitarnya.
"Waah... Gelang giok biru itu sangat cantik. Jika adik seperguruan melihatnya, pasti dia akan langsung membelinya," gumam Xiao Jun sambil menghentikan langkahnya di sebuah stan yang berada di pinggir jalan.
"Hehehe... Mungkin aku saja yang membelikannya sebagai oleh-oleh jika nanti kami telah kembali dan singgah di Kota Lima Warna lagi."
Xiao Jun segera menghampiri stan itu lalu mengambil dan memeriksa gelang giok biru tersebut. Setelah mengamatinya selama beberapa saat, ia pun bertanya pada sang pemilik stan, "Paman! Berapa harga gelang ini?"
"Hehehe... Ternyata penglihatanmu cukup jeli juga, Tuan! Itu adalah gelang yang terbuat dari batu Giok Langit Biru dan juga berfungsi sebagai penenang jiwa bagi yang memakainya. Harganya cuma 100.000 koin emas saja," jawab pemilik stan sambil tertawa kecil.
"Aahh! Ternyata harganya sangat mahal. Aku mengira bahwa harga gelang ini hanya sekitar 20.000 koin emas," batin Xiao Jun dengan nada terkejut.
Melihat Xiao Jun tertegun setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya, sang pemilik stan segera berkata, "Bagaimana, Tuan? Apakah kamu jadi untuk membelinya?"
"Ehem... Paman! Apakah harganya tak bisa berkurang lagi?" tanya Xiao Jun yang mencoba menawar.
"Maaf, Tuan! Harga tersebut sudah termasuk sangat murah. Sebab, batu Giok Langit Biru termasuk benda yang cukup langka di kota ini. Proses pembuatan gelangnya juga terbilang cukup sulit."
Setelah berpikir sejenak, Xiao Jun pun akhirnya berkata, "Baiklah, Paman! Aku akan membelinya!"
"Pak Tua! Jika kamu menjualnya kepadaku, aku akan membayarnya sebanyak dua kali lipat dari harga aslinya!"
Sebelum Xiao Jun mengeluarkan uang dari Cincin Ruangnya, tiba-tiba terdengar sebuah suara dengan nada angkuh yang berasal dari belakangnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.