
Zhuge Liang yang melihat semua anggota klannya dalam keadaan seperti itu, seketika merasakan kemarahan yang sangat besar di dalam hatinya. Sorot mata dengan tatapan membunuh langsung ditujukannya pada Xiao jun.
CLANG
Xiao Jun membuang pedang yang ada di tangannya ke tanah lalu berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya, "Maaf! Aku benar-benar harus pulang secepatnya. Aku sudah sangat terlambat sekarang dan aku yakin Guruku juga pasti akan memarahiku karena telah membuat keributan di kota ini."
Setelah mengatakan hal itu, Xiao Jun segera bergegas hendak berlari menuju ke arah penginapan. Namun, tiba-tiba di depannya telah muncul Zhuge Liang yang berdiri menghadang jalannya.
"Hmmm... Akhirnya Tuan Muda kedua dari klan Zhuge mulai bergerak! Meskipun teknik beladiri yang ditampilkan oleh bocah tersebut sangat hebat, tapi karena tingkat kultivasi mereka jauh berbeda, ia tetap tak akan mampu untuk bertahan."
"Aaiihh... Sungguh di sayangkan! Jika saja tingkat kultivasi mereka sama, aku sangat yakin bahwa bocah itu dapat bersaing melawan Tuan Muda Zhuge."
"Pemikiranku juga sama sepertimu. Jika saja orang yang dihadapi oleh bocah tersebut bukan berasal dari klan besar seperti klan Zhuge, mungkin aku akan berani mengambil resiko untuk menyelamatkannya."
Beberapa orang yang berada sedikit jauh dari tempat pertarungan itu sekali lagi berbisi-bisik untuk memberikan komentar mereka terhadap Xiao Jun.
"Apakah kamu bebas untuk pergi setelah melukai para anggota klanku itu? Jangan bermimpi!" geram Zhuge Liang dengan nada sedikit berteriak.
"Huuhh... Sepertinya ini akan menjadi sangat merepotkan! Jika saja aku mengajak Xiao Hai atau kakak besar untuk menemaniku, mungkin aku akan dapat menghindari semua keributan ini." Xiao Jun membatin dengan nada mengeluh.
Melihat Xiao Jun yang tertegun ketika mendengar perkataannya, Zhuge Liang tersenyum sinis dan berkata dengan nada mencibir, "Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah kamu akhirnya menyesal dan akan menyerah kepadaku?"
"Tidak, Tuan muda! Aku sedang memikirkan hukuman apa yang akan diberikan oleh Guruku jika ia mengetahui bahwa aku telah membuat semua keributan ini," jawab Xiao Jun dengan raut wajah sedih.
"Apaaaa?!"
Bukan hanya Zhuge Liang yang terkejut ketika mendengar apa jawaban yang keluar dari mulut Xiao jun. Tetapi, semua orang yang berada di sekitar tempat itu juga merasa bahwa apa yang diucapkannya sungguh tak masuk akal.
Dihadapkan dengan kematian yang sebentar lagi akan terjadi pada dirinya, ia tak merasakan takut sedikitpun melainkan yang dipikirkannya adalah hukuman dari Gurunya.
"Apakah bocah itu sudah gila? Karena tahu dirinya akan mati sehingga ia langsung teringat pada Gurunya."
__ADS_1
"Yah... Aku juga merasa bahwa otak bocah ini telah berpindah ke lututnya."
"Mungkinkah dia menganggap bahwa dapat mengalahkan Tuan Muda kedua dari klan Zhuge yang kultivasinya telah mencapai tahap pertama Bintang Berlian?"
"Tapi aku merasa ada hal yang aneh pada bocah itu. Sejak awal aku tak melihat ada ketakutan yang tampak dari wajahnya ketika berhadapan dengan para anggota klan Zhuge."
"Hmmm... Aku juga sependapat denganmu. Coba kalian perhatikan! Tatapan matanya dari awal masih tetap sama dengan yang sekarang, seolah-olah pertarungan ini hanya menyia-nyiakan waktunya saja."
"Hehehe... Jika memang seperti itu, pasti ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik bagi kita. Aku ingin melihat bagaimana caranya seorang pemuda biasa yang hanya memiliki tingkat kultivasi di tahap kesembilan Bintang Emas, melawan seorang jenius sejati dari klan Zhuge yang kultivasinya telah mencapai tahap pertama Bintang Berlian."
"Aku juga sudah tak sabar menantikan pertarungan ini!"
"Hahaha... Hahaha!" tawa keras Zhuge Liang segera menghentikan obrolan dari orang-orang yang berada di tempat itu.
"Dasar bocah kampung! Kau sungguh tak tahu di mana tempatmu sekarang. Sepertinya kau menganggap ucapanku hanya bualan belaka. Kalau begitu, serahkanlah nyawamu padaku!"
Setelah mengucapkan hal tersebut, Zhuge Liang segera melesat ke arah Xiao Jun dengan kecepatan penuhnya. Selama para anggota klannya menyerang Xiao Jun, ia telah memperhatikan setiap pergerakan yang dilakukan olehnya.
Mendapatkan serangan yang sangat cepat dari Zhuge Liang, Xiao Jun pun langsung menghindar dengan kecepatan penuhnya juga. Ia tahu bahwa sudah saatnya dia bertarung dengan serius melawan Zhuge Liang yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya.
Kecepatan pergerakan yang dilakukan oleh keduanya terlihat seimbang. Meskipun tingkat kultivasi Zhuge Liang telah berada di tahap pertama Bintang Berlian, namun sebagai murid seorang Monster dan juga partner latihan dari Kera Salju yang memiliki kecepatan yang sangat cepat, membuat Xiao Jun sudah terbiasa dengan hal semacam itu.
Sementara untuk semua orang yang sedang menonton pertarungan mereka, sangat terkejut ketika melihat Xiao Jun dapat bersaing melawan Zhuge Liang.
"Pantas saja bocah tersebut masih bisa tetap terlihat tenang setelah mendapatkan ancaman dari Tuan Muda kedua klan Zhuge, ternyata ia memiliki kemampuan yang setara dengannya. Bisa dibilang bocah itu sebagai jenius sejati juga."
"Apa katamu? Jenius sejati? Apakah kamu tak memperhatikan bahwa dengan kultivasi yang hanya pada tahap kesembilan Bintang Emas, ia sudah dapat bersaing melawan jenius sejati dari klan Zhuge yang telah berada di tahap pertama Bintang Berlian. Menurutku itu bukan hanya jenius sejati lagi, tetapi seorang Monster."
"Yah... Itu memang benar. Bocah itu adalah seorang Monster. Mungkinkah ia salah satu murid dari Sekte besar juga?"
"Aku tak tahu dari mana bocah ini berasal. Tetapi melihat dari pakaiannya yang biasa saja dan juga cara berbicaranya, sepertinya ia bukan berasal dari kota ini."
__ADS_1
Berbagai komentar yang menilai tentang pertarungan keduanya pun terdengar lagi. Walaupun orang-orang itu berbicara pelan, namun sebagai seorang kultivator, Xiao Jun dan Zhuge Liang dapat mendengarnya dengar jelas.
"Hehehe... Monster! Untungnya Guru tak berada di sini. Jika Guru mendengarnya, ia mungkin akan memukul kepalaku karena telah mengambil julukannya," batin Xiao Jun yang tertawa lirih sambil terus menghindar dan membalas serangan Zhuge Liang.
Sedangkan untuk Zhuge Liang yang juga mendengar komentar dari orang-orang tersebut, menjadi semakin kalap. Sebab, menurutnya komentar mereka sangat merendahkan dirinya yang sering disebut-sebut sebagai seorang jenius sejati dari klan Zhuge.
"Aarrgghh! Aku harus membunuhnya agar semua orang tahu bahwa aku adalah jenius sejati yang sebenarnya." Zhuge Liang membatin dengan nada geram sambil meningkatkan intensitas serangannya.
Tetapi meski dengan seluruh usahanya yang sangat gigih, Zhuge Liang masih belum bisa melukai Xiao Jun sedikitpun. Semua serangan yang dilancarkannya juga dapat dipatahkan dengan mudah oleh Xiao Jun.
Zhuge Liang yang merasa semua usahanya sia-sia, segera melompat mundur kebelakang. Untuk menutupi rasa malunya karena mendengar komentar yang merendahkan dirinya, ia pun tertawa dengan keras, "Hahaha... Ternyata kamu lumayan juga bisa bersaing denganku menggunakan tangan kosong. Tapi, saat ini aku sudah bosan bermain denganmu. Sekarang, sudah saatnya aku mengambil nyawamu, bocah!
Setelah mengatakan hal itu, Zhuge Liang segera mengeluarkan sebuah tombak berwarna hijau dari Cincin Ruangnya, lalu melanjutkan ucapannya lagi, "Ini adalah salah satu senjata Pusaka klan Zhuge yang terkenal. Aku memberinya nama Tombak Pencabut Nyawa. Kamu seharusnya merasa bangga karena bisa terbunuh oleh senjataku ini."
"Huuhh... Tuan Muda Zhuge ini ingin bersikap keren di mata orang-orang. Jika memang demikian, aku juga akan bersikap lebih keren lagi darinya," keluh Xiao Jun di dalam hatinya.
Kemudian ia juga segera mengeluarkan pedang kembarnya dan berkata, "Ini adalah salah satu senjata Pusaka dari Sekte Pria Tertampan di Benua Langit. Aku memberinya nama... Ehem... Umm... Erm...."
Xiao Jun menghentikan kalimatnya karena tak tahu harus memberi nama apa yang pantas untuk pedang kembar yang ada di tangannya. Karena selama ini, ia tak pernah berpikir untuk memberi nama pada pedang kembarnya tersebut.
Setelah berpikir sejenak, Xiao Jun pun melanjutkan kembali kata-katanya, "Aahh! Jika begitu, mulai sekarang aku akan menyebutnya... Kembar Tak Terkalahkan!"
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1