
"Paman..! Jika boleh, aku ingin melihat sambil memeriksa penyakit istri Paman itu. Mungkin aku bisa mengobatinya." Ling Tian berkata dengan tenang kepada Lu Jie.
Mendengar perkataan Ling Tian, semua orang yang berada di situ sangat terkejut. Mereka tahu bahwa penyakit istri Lu Jie sangat parah dan sampai sekarang belum ada Tabib ataupun pil yang dapat menyembuhkannya.
Lu Jie sudah menemui semua Tabib di kota Seribu Bunga, namun hasilnya tetap sama saja. Itu karena istri Lu Jie terkena racun yang sangat mematikan dari Kobra Api. Para Tabib hanya mampu untuk menahan racun tersebut agar tidak cepat menyebar ke jantung istri Lu Jie.
"Aahh.. Apakah Tuan juga seorang Tabib..?" Lu Jie bertanya dengan penuh semangat karena merasa memiliki sedikit harapan untuk menyembuhkan penyakit istrinya.
"Aku bukan seorang Tabib, tapi mungkin aku bisa mencoba untuk menyembuhkan penyakit dari istri Paman." Ucap Ling Tian pelan.
"Baiklah Tuan, ayo kita masuk..! Istriku berada di dalam kamar." Lu Jie dengan cepat bergegas mengajak Ling Tian masuk ke dalam ruangannya yang berada di dalam toko tersebut.
Ling Tian pun mengikuti Lu Jie yang membawanya masuk ke dalam ruangan pribadinya. Tuan Huang juga tidak mau ketinggalan.
Dia ingin melihat apakah Ling Tian dapat menyembuhkan penyakit istri Lu Jie, atau sama saja seperti para Tabib lainnya yang menyerah setelah memeriksa kondisi dari tubuh istri Lu Jie tersebut.
"Mengapa kamu ikut juga..?" Ling Tian bertanya heran melihat Tuan Huang berjalan di belakangnya.
"Aku hanya ingin melihat-lihat saja Tuan..!" Jawab Tuan Huang dengan nada canggung.
"Aahh.. Terserahlah..!" Ling Tian terus berjalan dan tidak menghiraukan Tuang Huang lagi.
Setelah mereka sampai di dalam kamar Lu Jie, Ling Tian melihat seorang wanita paruh baya terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya.
"Silahkan Tuan..! Ini istriku yang sedang sakit itu." Lu Jie segera menghampiri wanita yang sedang berbaring di atas tempat tidur tersebut.
Ling Tian berjalan mendekat ke arah istri Lu Jie kemudian duduk di sampingnya. Setelah itu, dia mengulurkan tangannya dan memeriksa nadi pada tangan istri Lu Jie.
Ling Tian menutup matanya dan mulai mengedarkan kekuatan spiritualnya untuk memeriksa penyakit yang di derita oleh istri Lu Jie tersebut.
"Mmm.. Ini adalah racun dari Kobra Api yang sangat berbahaya. Untungnya tubuh wanita ini kuat, dan juga pil yang telah di telannya sedikit menghambat perkembangan dari racun ini." Ling Tian membatin sambil menganggukkan kepalanya.
Melihat tingkah Ling Tian itu, Lu Jie yang berada di dekatnya dengan cemas menunggu hasil dari pemeriksaan Ling Tian tersebut.
Tanpa berkata apapun, Ling Tian langsung mengangkat tubuh bagian atas dari istri Lu Jie hingga sampai pada posisi duduknya. Dia kemudian segera duduk juga di belakang istri Lu Jie tersebut lalu mengulurkan tangannya ke bahunya.
Dengan menggunakan kekuatan spiritualnya, Ling Tian mulai mengedarkan Api Ilahi untuk masuk ke dalam tubuh istri Lu Jie.
__ADS_1
Api Ilahi bergerak dengan sangat cepat dan sedikit demi sedikit mulai menghilangkan racun dari Kobra Api itu.
Racun dari Kobra Api tersebut ingin melawan kekuatan Api Ilahi, tetapi semua usahanya itu sia-sia belaka. Api Ilahi seakan tidak mempedulikan perjuangan dari racun tersebut.
Api Ilahi terus menerus melahap racun dari Kobra Api hingga membuat inti dari racun itu mulai bergerak panik di dalam tubuh istri Lu Jie.
"Hmmm.. Kamu mau lari kemana..?" Ling Tian membatin sambil mengedarkan Api Ilahi untuk mengejar inti racun dari Kobra Api tersebut.
Saat inti racun itu ingin memaksa masuk ke dalam jantung istri Lu Jie, dia seakan tertahan oleh efek pil yang telah di minum oleh istri Lu Jie sebelumnya.
"Hehehe.. Kamu tidak bisa berlari lagi." Ling Tian tertawa lirih di dalam hatinya.
Api Ilahi segera bergerak ke arah inti racun dari Kobra Api dan mulai melahapnya hingga tak bersisa seakan-akan itu adalah camilan baginya.
Wajah istri Lu Jie yang sebelumnya terlihat sangat pucat, kini mulai perlahan-lahan kembali ke warnanya yang semula.
Lu Jie yang melihat perubahan dari wajah istrinya itu segera merasa sangat gembira. Dia tahu bahwa istrinya kini telah terselamatkan dari racun yang sangat mematikan tersebut. Tanpa dia sadari, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya.
Sedangkan untuk Tuan Huang sendiri, dia langsung takjub ketika melihat hal itu. Matanya terus menatap ke arah Ling Tian dan istri Lu Jie karena tidak ingin melewatkan sedikitpun proses dari pengobatan yang dilakukan oleh Ling Tian.
Beberapa saat kemudian, Ling Tian membuka matanya dan melepaskan tangannya yang berada pada bahu istri Lu Jie. Setelah itu, dia segera turun dari tempat tidur tersebut lalu membaringkan kembali tubuh istri Lu Jie secara perlahan.
"BRUK"
Lu Jie seketika langsung berlutut lalu membungkuk kepada Ling Tian dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajahnya.
"Terima kasih Tuan..! Aku tidak tahu harus membayar dengan apa lagi kepadamu, karena kamu telah menyelamatkan istriku."
"Jika suatu saat kamu membutuhkan bantuanku, aku tidak akan pernah mengucapkan kata TIDAK meskipun kamu menyuruhku untuk berjalan melalui api neraka." Lu Jie kemudian bergerak akan bersujud kepada Ling Tian.
Sebelum itu terjadi, Ling Tian telah melambaikan tangannya untuk membuat Lu Jie berdiri dengan kekuatan dari energi Qi nya.
"Aahh.. Jangan seperti itu Paman..! Aku tidak pantas untuk mendapatkan sujudmu itu. Dan aku juga mungkin akan segera membutuhkan bantuan Paman agar dapat menolongku." Ling Tian tersenyum hangat melihat ketulusan dari Lu Jie.
"Katakan saja Tuan..! Aku akan segera melaksanakannya apapun yang Tuan inginkan." Lu Jie berkata dengan nada sangat tegas.
"Aahh.. Itu tidak seperti apa yang Paman pikirkan. Aku hanya ingin bertanya apakah Paman mempunyai sebuah Peta yang lengkap dari Benua Langit tingkat menengah ini." Ucap Ling Tian dengan santai.
__ADS_1
"Hmmm.. Kalau hanya itu yang Tuan inginkan, aku mempunyai salinan dari Peta tersebut. Dan aku yakin Lu Jie pasti tidak memilikinya, karena salinan dari Peta yang ada padaku ini aku beli di sebuah pelelangan." Sebelum Lu Jie menjawab pertanyaan Ling Tian, Tuan Huang segera berkata terlebih dahulu.
"Itu benar Tuan..! Seperti apa yang telah dikatakan oleh Tuan Huang, aku memang tidak memiliki Peta tersebut. Sebab Peta Benua Langit tingkat menengah ini sangat langka dan sulit untuk di temukan." Lu Jie berkata dengan nada canggung karena dirinya tidak bisa membantu Ling Tian.
"Ooo.. Apakah Tuan kepala b4bi akan menjual salinan Peta itu kepadaku..? Katakan saja harganya, aku akan membelinya." Ling Tian tersenyum tenang karena salah satu barang yang dicarinya ternyata berada pada Tuan Huang.
"Aahh.. Tuan..! Bisakah kamu tidak memanggilku sebagai Tuan kepala b4bi lagi..? Namaku adalah Huang Fu, dan orang-orang memanggilku sebagai Tuan Huang." Tuan Huang berkata dengan nada mengeluh.
"Baiklah..! Jika kamu tidak ingin aku memanggilmu seperti itu, kamu harus menjual Peta tersebut kepadaku." Ucap Ling Tian sambil mengangkat bahunya.
"Itu tidak perlu Tuan..! Aku akan memberikannya secara gratis. Aku hanya memiliki satu permintaan saja kepadamu, dan aku mohon kamu harus mengabulkannya."
"Hmmm.. Katakanlah apa permintaanmu itu. Jika aku bisa melakukannya, aku akan mengabulkannya." Ling Tian berkata pelan.
"Permintaanku sangat sederhana Tuan..! Izinkan aku mengikutimu mulai saat ini."
"BRUK"
Setelah mengatakan hal itu, Tuan Huang segera berlutut dan membungkuk kepada Ling Tian.
"Aahh.. Aku kira permintaanmu akan menjadi sebuah hal yang sangat sulit bagiku. Ternyata hanya hal sekecil itu saja. Jika hanya itu yang kamu inginkan, maka aku akan segera mengabulkannya. Tapi selama kamu mengikutiku, kamu harus menuruti semua apa yang aku katakan."
Ling Tian juga merasa bahwa dia membutuhkan seorang bawahan yang bisa membantunya untuk melakukan hal-hal kecil seperti mencari berita keberadaan dari Ling Han dan yang lainnya.
"Terima kasih Tuan..! Aku akan menuruti semua keinginanmu, dan aku juga akan menjadi bawahanmu yang paling terpercaya." Tuan Huang tersenyum gembira, kemudian membungkuk memberi hormat kepada Ling Tian.
"Kalau begitu, segera berikan aku Peta tersebut." Ling Tian mengangkat tangannya untuk meminta Peta kepada Tuan Huang.
"Baik Tuan..!" Tuan Huang segera mengeluarkan Peta itu dari Cincin Ruangnya dan memberikannya kepada Ling Tian.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
Karena ini masih dalam suasana Lebaran, Author juga ingin mengucapkan :
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.