
Sementara itu, suasana di wilayah Murid Dalam menjadi hiruk pikuk dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh Ling Tian. Para murid bergegas keluar dari tempat tinggalnya masing-masing karena ingin melihat siapa yang telah membuat kegaduhan di wilayah mereka.
Bahkan para tetua yang juga sibuk dengan aktivitasnya sendiri, segera melesat ke tempat Ling Tian berada. Dengan menunjukkan tampang yang kurang senang, mereka hendak menegur dan menghentikan tindakan Ling Tian tersebut.
Namun, sebelum para tetua itu dapat melakukannya, Yan Qingshan sudah terlebih dahulu muncul di tengah-tengah mereka semua.
“Kembalilah! Katakan kepada semua murid untuk melanjutkan kegiatan mereka. Tak usah pedulikan apa yang sedang terjadi di tempat ini,” ujar Yan Qingshan dengan nada memerintah.
Mendengar perkataan tegas dari pemimpin sekte mereka, tak ada seorang pun dari para tetua tersebut yang berani mengeluarkan pendapatnya. Meski mereka semua merasa terganggu dengan keributan yang sedang dibuat oleh Ling Tian, tetapi perintah pemimpin sekte adalah mutlak.
Dengan cepat, para tetua itu pun bergegas pergi dan menyuruh semua murid untuk melanjutkan kembali aktivitasnya masing-masing.
“Siapa pemuda itu? Mengapa pemimpin sekte bertindak secara pribadi dan seolah-olah membiarkannya membuat kegaduhan di wilayah Murid Dalam ini?”
“Aku juga tidak tahu! Baru kali ini pula aku melihat wajah pemuda tersebut. Mungkin dia adalah murid pribadi dari pemimpin sekte.”
“Ya! Aku juga berpikir sama seperti itu.”
“Aaiihh ... Sesuai perintah pemimpin sekte, kita tak usah memedulikannya. Sebaiknya kita kembali menyelesaikan urusan kita masing-masing.”
Beberapa tetua mulai mengeluarkan opininya ketika telah selesai memerintahkan para murid untuk melanjutkan aktivitasnya. Di antara mereka, ada salah satu tetua yang sedari tadi hanya diam saja sambil mengernyitkan alisnya keheranan.
Dia adalah Zi Cheng Feng, yang sebelumnya sudah bertemu dengan Ling Tian, saat murid pribadinya yaitu Hong Cao Yun telah dihajar habis-habisan oleh Ling Tian di atas arena pertarungan di wilayah Murid Luar.
__ADS_1
Sementara itu, Ling Tian terus memperagakan Teknik Dewa Naga Surgawi miliknya tanpa menghiraukan sekitarnya. Sebab, ia tahu bahwa Yan Qingshan akan melindunginya dan takkan membiarkan seorang pun datang untuk mengganggu dirinya yang lagi bersenang-senang.
Setelah puas meluapkan kegembiraannya, Ling Tian akhirnya kembali ke puncak gunung kediaman Meng Wanlian. Hal pertama yang ditanyakan olehnya adalah tentang Teh Peri Es kepada Yan Qingshan.
Yan Qingshan pun menjelaskan bahwa ia tidak lagi memiliki Teh Peri Es, karena yang sebelumnya telah diminum oleh Ling Tian adalah stok terakhirnya.
“Fiiuuhh ... Sangat disayangkan!” ucap Ling Tian seraya menghela napas panjang. “Itu merupakan teh terbaik yang pernah aku minum. Seandainya saja kita memiliki bahan utamanya, aku pasti bisa membuat racikan teh tersebut.”
“Apa?!”
Semua orang yang berada di tempat itu tersentak kaget setelah mendengar pernyataan santai yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian.
“Gu—guru! Apakah benar kamu juga bisa membuat Teh Peri Es,” tanya Yan Qingshan dengan nada terbata.
“Ooh ... Pantas saja hanya Sekte Yin Dingin yang bisa membuat Teh Peri Es! Ternyata mereka menggunakan Inti Es Abadi yang berada di sekte mereka untuk meracik teh itu,” kata Yan Qingshan sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Mari kita tak membahasnya lagi! Sebaiknya aku meramu Pil Lotus Giok Bulan dengan jumlah yang banyak untuk meningkatkan kultivasiku dan juga kultivasi teman-temanku. Saat ini aku membutuhkan bahan-bahannya. Semakin banyak bahannya maka itu semakin baik,” ungkap Ling Tian dengan nada tegas.
Sebab, ia ingin cepat-cepat meningkatkan kultivasinya ke tahap yang lebih tinggi karena merasa keberadaannya di Benua Langit Tingkat Atas masih sangatlah lemah. Itu akan sangat berbahaya bagi dirinya jika keluar bertualang ke tempat-tempat yang tidak diketahuinya.
“Tenang saja, Guru! Aku memiliki semua bahan yang kamu perlukan,” tandas Yan Qingshan. Lalu ia pun segera mengeluarkan banyak Ramuan Roh dari Cincin Ruangnya. “Bagaimana, Guru! Apakah ini masih kurang?”
“Tidak! Ini sudah cukup,” jawab Ling Tian singkat ketika memandang begitu banyak Ramuan Roh melayang di depannya. Kemudian dengan cepat ia mengeluarkan Api Ilahi ke telapak tangannya.
__ADS_1
“Ooh ... Muridku! Apakah kamu telah melupakan satu bahan penting untuk membuat pil-pil tersebut?” Meng Wanlian akhirnya berbicara saat melihat Ling Tian hendak memulai proses pembuatan pilnya.
“Aaiihh ... Tentu saja tidak, Guru! Tapi, Guru tahu sendiri 'kan bahwasanya aku tidak memiliki bahan itu. Bahkan, Guru pun tidak memilikinya juga,” sahut Ling Tian dengan nada sedikit mengeluh.
“Hmph ... Siapa bilang aku tidak memilikinya! Lihatlah, aku memiliki sebotol penuh bersamaku!” Meng Wanlian mendengus pelan seraya mengeluarkan sebotol Susu Stalaktit yang didapatkannya dari Yan Qingshan. “Tadinya aku berniat untuk memberikannya kepadamu. Tapi sekarang, sudah tidak lagi.”
“Huuhh ... Guru! Mengapa kamu begitu perhitungan terhadap muridmu yang sangat tampan ini?” gerutu Ling Tian dengan wajah cemberut.
“Hehehe ... Tahukah kamu di mana aku mendapatkan Susu Stalaktit ini?” tanya Meng Wanlian sambil tertawa kecil. Kemudian melanjutkan, “Aku mendapatkannya dari orang yang baru saja menjadi muridmu itu.”
Mengindahkan celotehan yang keluar dari mulut Meng Wanlian, Ling Tian segera berbalik menatap Yan Qingshan. “Qingshan! Apakah kamu memiliki Susu Stalaktit bersamamu?”
Meng Wanlian dan yang lainnya hampir ambruk ke tanah ketika pertama kali mendengar Ling Tian memanggil pemimpin sekte mereka dengan menyebutkan namanya secara langsung. Meskipun sebelumnya Yan Qingshan telah menyuruh Ling Tian untuk memanggil namanya, namun itu tetap saja terdengar aneh dan janggal di telinga orang-orang yang ada di tempat tersebut.
Tetapi berbeda dengan Yan Qingshan. Ia tampak sangat gembira saat Ling Tian memanggil namanya secara langsung. Dengan wajah bersemangat, ia pun segera menjawab, “Itu benar, Guru! Aku memiliki Susu Stalaktit berusia 20.000 tahun bersamaku.”
“Apa?!” Ling Tian tersentak kaget mendengar penuturan Yan Qingshan.
Menurutnya, Susu Stalaktit berusia 10.000 tahun yang dulu ada bersamanya sudah sangat langka untuk ditemukan. Tapi malah sekarang Susu Stalaktit yang tingkatnya lebih tinggi lagi, yaitu berusia 20.000 tahun ada di tangan Yan Qingshan.
“Ayo, cepat keluarkan! Biarkan aku melihatnya.” Ling Tian berkata tergesa-gesa seolah tak sabar ingin melihat Susu Stalaktit tersebut.
“Baik, Guru!” Tanpa ada penolakan sedikit pun, Yan Qingshan bergegas mengeluarkan sebotol penuh Susu Stalaktit dari Cincin Ruangnya dan langsung memberikannya kepada Ling Tian.
__ADS_1
“Hmmm ... Ini benar-benar Susu Stalaktit yang telah berusia 20.000 tahun,” gumam Ling Tian takjub, ketika merasakan energi yang sangat kuat dan keras berasal dari dalam botol yang ada di tangannya.