
"Apakah kalian sudah mendengar berita terbaru?"
"Hmmm ... Berita apa itu?"
"Kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan Langit, yaitu Tuan Putri Qing Ruan telah menolak lamaran Pangeran Yuan Congming yang berasal dari Kekaisaran Yuan."
"Apa?! Bukankah Pangeran Yuan Congming sangat tampan dan juga memiliki tingkat kultivasi yang tinggi?" Mengapa Tuan Putri Qing Ruan menolaknya?"
"Itu karena Pangeran Yuan Congming telah kalah saat berduel dengan Tuan Putri Qing Ruan, sehingga lamarannya ditolak. Tuan Putri Qing Ruan ingin menikahi orang yang lebih kuat darinya. Tetapi, usianya juga tidak boleh di atas 30 tahun."
"Apakah ada kultivator yang berusia di bawah 30 tahun yang bisa mengalahkan jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit kita ini?"
"Setahuku, belum ada! Usia Tuan Putri Qing Ruan baru 25 tahun. Namun, tingkat kultivasinya telah berada di tahap ketiga Bintang Bumi. Dia benar-benar kultivator jenius sejati dan pantas disebut sebagai jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit."
"Karena Kaisar Qing juga ingin mencari menantu yang sangat kuat, maka dia akan mengadakan acara kompetisi dalam waktu lima bulan lagi. Bagi siapa pun yang berusia di bawah 30 tahun dapat mengalahkan Tuan Putri Qing Ruan, maka Kaisar Qing akan menikahkannya juga dengan Putri Qing Ruan. Bahkan Kaisar Qing akan menghadiahkan Buah Roh Langit Ungu kepadanya."
"Hah!"
Di meja yang lain di dalam restoran itu, Ling Tian juga mendengar salah satu informasi yang sangat menarik baginya. Bukan karena informasinya tentang menikahi Tuan Putri Qing Ruan yang membuat Ling Tian tertarik. Tapi hadiahnya tersebut yang menjadikan tubuhnya bergetar. Yaitu, Buah Roh Langit Ungu.
Buah Roh Langit Ungu adalah buah yang bisa membuat seorang kultivator tahap kesembilan Bintang Bumi dapat menerobos ke tahap Bintang Langit. Hal ini jugalah yang sangat dicari oleh Ling Tian untuk menerobos tingkat kultivasinya.
"Hmmm ... Lima bulan lagi yah?! Kalau begitu, aku akan menunggu." Ling Tian membatin dengan nada sangat bersemangat.
Setelah merasakan informasi yang dibutuhkannya sudah cukup, Ling Tian segera meninggalkan restoran tersebut dan mencari sebuah penginapan.
__ADS_1
Selama beberapa hari berada di Kota Kekaisaran, Ling Tian terus mencari informasi tentang wilayah yang ada di Benua Persimpangan Langit. Dia juga telah membeli peta lengkap yang menggambarkan seluruh wilayah Benua Persimpang Langit itu.
Jika Ling Tian merasa jenuh, ia akan pergi melihat-lihat suasana di Kota Kekaisaran. Untuk memudahkannya bertransaksi, Ling Tian pun menukarkan sebagian koin emasnya dengan Batu Roh di bank yang terdapat di kota tersebut.
Ling Tian juga sudah berkeliling ke seluruh toko yang menjual Ramuan Roh untuk mencari Rumput Roh Bintang. Namun, tak ada satu pun dari toko-toko itu yang menjualnya.
Waktu terus berputar dengan cepat. Satu bulan ... Dua bulan ... Tiga bulan ... Empat bulan tanpa terasa telah berlalu. Tinggal sebulan lagi kompetisi akan di adakan di Kota Kekaisaran.
Seluruh kultivator jenius muda yang berusia di bawah 30 tahun dari seluruh wilayah di Benua Persimpangan Langit, berbondong-bondong datang ke Kota Kekaisaran untuk mengikuti kompetisi. Meskipun acara kompetisi tersebut masih sebulan lagi, namun sudah banyak para kultivator yang akan jadi pesertanya datang terlebih dahulu karena takut akan melewatkan acara kompetisi itu.
Ini adalah kompetisi terbesar yang terjadi di Benua Persimpangan Langit. Sebab, baru pertama kalinya para kultivator jenius dari seluruh wilayah berkumpul di Kota Kekaisaran. Penyebabnya adalah putri Kaisar Qing sendiri, yaitu Putri Qing Ruan.
Putri Qing Yuan yang terkenal dengan kecantikannya membuat para kultivator jenius dari seluruh wilayah Benua Persimpangan Langit ingin menjadikannya sebagai istri mereka sendiri.
Bahkan ada beberapa kultivator yang juga telah menikah datang ke Kota Kekaisaran untuk mengikuti acara kompetisi, demi memperebutkan Putri Qing Ruan.
"Apakah ini yang dikatakan sebagai kecantikan dapat meruntuhkan sebuah kota?" gumam Ling Tian di dalam kamarnya saat merasakan penginapan tempatnya tinggal menjadi penuh sesak. Lalu melanjutkan dengan nada mengeluh, "Huuhh ... Benar-benar lelucon!"
Sebulan lagi berlalu dengan cepat. Tanpa terasa, hari yang ditetapkan untuk acara kompetisi telah tiba. Tempat diadakannya acara kompetisi tersebut berada di bagian barat Kota Kekaisaran.
Ribuan kultivator jenius yang berusia di bawah 30 tahun terlihat sangat bersemangat setelah menunggu selama lima bulan untuk acara Kompetisi itu. Hari inilah saatnya mereka memperlihatkan kemampuan mereka semua.
Di dalam penginapan, Ling Tian juga telah bersiap untuk mengikuti acara kompetisi tersebut. Dengan memakai pakaian berwarna biru dan terlihat sederhana, ia berjalan keluar dari kamarnya.
"Hehehe ... Buah Roh Langit Ungu, tunggu aku!" ujar Ling Tian seraya tertawa lirih.
Di area khusus di tempat acara kompetisi berlangsung, terlihat seorang gadis berusia 25-26 tahun dengan pakaian berwarna putih dan wajahnya yang ditutupi oleh cadar, duduk dengan tenang di kursinya. Dia adalah Putri Qing Ruan, kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan Langit.
__ADS_1
Di sebelah kanan Putri Qing Ruan, duduk seorang pria paruh baya dengan mahkota kebesaran yang ada di atas kepalanya. Dia adalah Kaisar Qing. Sementara di sebelah kiri Putri Qing Ruan adalah para Pangeran yang berjumlah enam orang.
Para peserta kompetisi yang berjumlah ribuan orang, duduk di bagian depan di dekat arena pertarungan. Ling Tian juga salah satu di antara mereka semua.
"Hmmm ... Sepertinya selama lima bulan ini sang Tuan Putri telah menerobos tingkat kultivasinya." Ling Tian bergumam di dalam hati ketika ia melihat tingkat kultivasi dari Putri Qing Ruan telah berada di tahap keempat Bintang Bumi. Karena dari informasi yang di dapatnya di restoran lima bulan yang lalu, mereka mengatakan bahwa tingkat kultivasi Putri Qing Ruan berada di tahap ketiga Bintang Bumi.
"Dari ribuan peserta yang datang ke tempat ini, hanya sekitar beberapa orang saja yang sedikit mampu untuk bersaing dengan Tuan Putri tersebut," lanjut Ling Tian lagi ketika melihat para peserta kompetisi yang hampir semua tingkat kultivasi mereka berada jauh di bawah Putri Qing Ruan. Lalu melanjutkan, "Mungkinkah mereka hanya berniat menonton acara kompetisi ini? Hehehe ... Mari kita lihat saja apakah mereka berani melawan Tuan Putri itu ketika mereka mengetahui bahwa tingkat kultivasinya telah berada di tahap keempat Bintang Bumi."
"Hei, coba lihat! Bukankah itu Pangeran Yuan Congming?" Seorang pemuda yang duduk tak jauh dari Ling Tian berseru pelan sambil menunjuk pemuda tampan yang juga duduk di area khusus dan berada sedikit jauh dari Putri Qing Ruan.
"Ya! Itu dia! Sepertinya dia juga akan mengikuti kompetisi ini. Mungkin kultivasinya telah meningkat sehingga dia berani menantang kembali Putri Qing Ruan," jawab pemuda lainnya.
"Hmmm ... Tapi pasti tingkat kultivasi dari Putri Qing Ruan meningkat juga selama lima bulan ini. Jadi, dia tidak mungkin dikalahkan oleh Yuan Chongming."
"Aahh ... Itu Pangeran Hua San dari Kekaisaran Hua!"
"Itu juga Pangeran Duan Diqiu dari Kekaisaran Duan!"
Ling Tian tetap duduk santai mendengarkan percakapan dari para peserta kompetisi tersebut.
Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya berjalan ke tengah-tengah arena pertarungan dan berbicara menggunakan energi Qi-nya, "Selamat datang semuanya! Hari ini acara kompetisi untuk menjadi menantu Yang Mulia Kaisar Qing, akan segera dimulai! Bagi para peserta, bersiaplah!"
"Seperti apa yang telah dikatakan oleh Yang Mulia Kaisar Qing sendiri, bahwa yang dapat mengalahkan Tuan Putri Qing Ruan akan menjadi suaminya dan juga menjadi menantu Yang Mulia Kaisar Qing. Dan Yang Mulia Kaisar Qing juga akan menghadiahkan Buah Roh Langit Ungu bagi pemenang kompetisi," lanjut pria paruh baya itu lagi. Kemudian menoleh ke arah Kaisar Qing.
"Mmm!" Kaisar Qing hanya menanggapinya dengan anggukan.
"Baiklah, mari kita mulai!"
Ketika pria paruh baya itu selesai berbicara, Putri Qing Ruan langsung melesat terbang dan muncul di atas arena. Pandangannya tertuju ke arah para peserta kompetisi dan berkata, "Siapa yang akan melawanku terlebih dahulu?"
__ADS_1