
Untuk menyambut kedatangan Ling Tian dan yang lainnya, Klan Ling membuat sebuah perjamuan untuk mereka.
Ling Tian sebenarnya ingin menolak acara tersebut, tetapi karena kedatangan Putri Jia Xiulan ke Klannya, dia akhirnya mengizinkan perjamuan itu di adakan.
Sebelum acara perjamuan, Ling Tian mengajak Patriark Klan Ling ke ruangan yang cukup luas. Kemudian dia memberikan pil, uang senilai 50 juta koin emas, dan beberapa Binatang Roh tingkat 3 dan tingkat 4 kepadanya untuk di simpan sebagai harta perbendaharaan Klan demi meningkatkan kultivasi semua anggota Klannya
"Aaahhh.. Tian'er..! Kamu telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kekuatan Klan. Kini Klan ini terus-terusan bergantung kepadamu. Sebagai Patriark, aku merasa sangat malu di hadapan semuanya, terutama di hadapanmu." Ling Changyi sangat terkejut dengan apa yang telah di berikan oleh Ling Tian kepadanya.
"Itu tidak seberapa, Patriark..! Jika aku memiliki kemampuan, aku akan menjadikan Klan Ling menjadi Klan terbesar di Benua Langit hingga tidak ada lagi yang berani untuk mengusik dan menginjak-injak Klan ini." Ling Tian berkata sambil tersenyum.
"Aku juga akan meningkatkan kekuatan Formasi dalam Klan. Hanya Patriark dan beberapa anggota Klan terpercaya yang bisa mengaktifkannya jika ada sesuatu hal yang akan mengancam keamanan Klan." Lanjut Ling Tian lagi.
"Terima kasih Tian'er..! Dulu kami adalah orang-orang yang mengucilkanmu dan menyebutmu sebagai sampah, tetapi sekarang kamulah yang telah menjadi tulang punggung dari Klan Ling ini." Ling Changyi tertunduk malu.
"Itu semua telah berlalu, Patriark..! Aku juga adalah bagian dari Klan Ling, dan aku tidak mungkin akan membiarkan Klan ini jatuh hingga tertinggal jauh dari Klan lainnya. Jika itu sampai terjadi, aku akan merasa menjadi orang yang paling tidak berguna." Ling Tian berkata santai.
Setelah semuanya selesai, Ling Tian dan yang lainnya segera di bawa oleh Ling Changyi ke halaman yang sangat luas tempat di adakannya acara perjamuan.
Acara perjamuan pun di mulai dengan sangat meriah karena semua anggota Klan Ling meninggalkan semua aktivitas mereka demi mengikuti perjamuan tersebut.
Saat mereka melihat Ling Tian memasuki tempat perjamuan, tampak terlihat dari mata semua orang memiliki pemujaan yang sangat besar terhadapnya.
"Ling Tian Dewa Penolong kami.."
"Ling Tian Dewa Penolong kami.."
"Ling Tian Dewa Penolong kami.."
Entah siapa yang memulainya, kini semua orang telah berteriak memanggil namanya. Jia Xiulan sangat terkejut melihat hal itu, dia tidak menyangka bahwa Ling Tian sangat di puja oleh seluruh anggota Klannya.
"Tian'er..! Melihat sikap antusias mereka semua kepadamu, kamu mungkin harus berbicara beberapa kata kepada mereka." Ucap Ling Changyi bersemangat.
"Aahh.. Baiklah Patriark..! Walaupun aku tidak pernah berbicara di depan umum seperti ini, aku akan mencoba memberikan beberapa nasehat penting kepada semuanya." Ling Tian kemudian berjalan ke depan semua orang lalu menyunggingkan senyum khasnya.
"Ehem.. Halo semuanya..! Apa kabar..?" Ling Tian melambai-lambaikan tangannya kepada kerumunan anggota Klan Ling.
"Kami semua baik..!" Teriakan serempak terdengar bergemuruh di halaman tempat perjamuan tersebut.
"Ehem.. Sebagai orang tertampan di Benua Langit ini, aku akan memberikan sedikit nasehat yang sangat penting dan harus kalian ingat baik-baik..!"
"Uhuk.." Ling Changyi dan beberapa Tetua lainnya segera terbatuk-batuk setelah mendengar apa yang di katakan Ling Tian.
"Dari mana anak nakal ini mendapatkan sifat narsisnya tersebut..?" Ling Sheng dan Ling An hanya menggelengkan kepala mereka.
Lin Yue dan Jia Xiulan menutup mulut mereka karena menahan tawa, sedangkan untuk Su Mei sendiri, dia tetap mempertahankan senyumnya yang tidak lagi natural karena takut jika Ling An akan melihat wajah dinginnya itu.
Tapi kerumunan anggota Klan Ling lainnya tidak mempedulikan itu semua, mereka hanya ingin mendengarkan nasehat apa yang akan di ucapkan oleh Ling Tian.
Ling Tian kemudian menggunakan kekuatan Qi nya saat dia berbicara agar semua orang bisa mendengarnya.
__ADS_1
"Ingat..! Jika orang lain ingin menginjakmu, injak juga wajahnya. Jika orang lain ingin memukulmu, pukul juga seluruh tubuhnya. Dan jika orang lain akan membunuhmu...."
"Bunuh..!"
"Bunuh..!"
"Bunuh..!"
Sebelum Ling Tian menyelesaikan kalimatnya, semua anggota Klan Ling langsung berteriak keras.
"Bagus..!" Ling Tian mengangkat jempolnya ke arah kerumunan tersebut.
Ling Changyi dan para Tetua lainnya tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis mendengar perkataan Ling Tian. "Apakah inilah nasehat penting yang ingin di katakannya tadi..?"
"Aahh.. Anak nakal ini mengajarkan hal buruk kepada yang lainnya." Ling An bergumam pelan.
Jia Xiulan dan pengawalnya tersentak kaget mendengar apa yang di katakan Ling Tian. "Ini bukan lagi perkataan yang wajar dari seorang pemuda berusia 16-17 tahun."
"Kakak Tiantian..! Bolehkah aku melihat kekuatanmu yang sangat hebat itu..?" Seorang gadis kecil berusia 5-6 tahun dengan tatapan memujanya berteriak ke arah Ling Tian.
Ling Tian tertawa mendengar suara dari gadis kecil itu, lalu dia berjalan menghampirinya kemudian berjongkok di depan gadis kecil tersebut.
"Siapa namamu Adik manis..?" Ling Tian tersenyum sambil membelai rambut gadis kecil itu.
"Namaku Yanyan..! Kata Ayah dan Ibu, bahwa teknik pedang yang aku pelajari berasal dari Kakak Tiantian. Aku ingin melihat teknik pedang yang di mainkan langsung oleh Kakak Tiantian." Suara gadis kecil itu terdengar sangat imut saat rambutnya di belai oleh Ling Tian.
"Aahh.. Maaf Tuan Muda..! Yanyan masih kecil dan belum terlalu mengerti dengan apa yang di ucapkannya." Seorang wanita segera berlari dan memegang tangan gadis tersebut dengan gemetar karena takut anaknya itu menyinggung perasaan Ling Tian.
"Hmmm.. Jika Yanyan ingin melihat Kakak Tiantian bermain dengan pedang, Yanyan harus mencium Kakak Tiantian terlebih dahulu." Ucap Ling Tian dengan nada meminta.
"Mmuuaahh.." Gadis kecil itu dengan cepat mencium Ling Tian.
"Hahaha.. Baiklah..! Apakah Yanyan ingin merasakan terbang..?"
"Mau.. Mau.." Yanyan segera melompat-lompat senang karena berpikir bahwa Ling Tian akan membawanya terbang di atas punggung Xiaohai.
"Hmmm.. Yue'er, pinjamkan pedangmu sebentar..!" Ling Tian bebalik ke arah Lin Yue.
Lin Yue segera berjalan menghampirinya lalu memberikan pedangnya kepada Ling Tian.
Ling Tian mengambil pedang tersebut lalu segera menggendong gadis kecil itu di tangan kirinya. "Apakah Yanyan telah siap..?"
"Mmm.." Yanyan pun mengangguk gembira.
"Whooossshhh"
Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan melesat dengan sangat cepat ke langit.
Semua anggota Klan Ling dan juga Jia Xiulan serta pengawalnya terperangah melihat kecepatan Ling Tian tersebut. Semua kepala orang-orang itu kini menghadap ke langit, memandang ke arah Ling Tian yang berdiri tegak di ketinggian 3000 meter di udara sambil menggendong Yanyan.
__ADS_1
"Hahaha.. Apakah Yanyan senang..?" Ling Tian tertawa melihat wajah Yanyan yang tampak bingung menatap ke bawah ke arah kerumunan orang-orang Klan Ling.
"Uwwaaaahhh.. Kakak Tiantian sangat hebat..! Yanyan kira kita akan naik Elang jelek itu, ternyata Kakak Tiantian bisa terbang sendiri." Yanyan bersorak gembira sambil bertepuk tangan.
"Hmmm.. Apakah Yanyan masih mau melihat teknik pedang dari Kakak Tiantian..?"
"Mau.. Mau.." Tanpa di minta Ling Tian, Yanyan langsung mencium pipinya.
"Hahaha.. Baiklah.. Baiklah..!" Ling Tian segera memasang dinding penghalang dengan Qi nya untuk melindungi tubuh Yanyan, lalu bergerak sangat cepat di udara bersamanya.
"Ini namanya Teknik Satu Dengan Pedang yang di mainkan oleh Kakak Ling Han." Ling Tian mulai memperagakan teknik tersebut dengan kecepatan penuhnya.
Semua orang yang berada di bawah tidak bisa lagi melihat gerakan Ling Tian, mereka hanya sesekali dapat melihat bayangannya saja.
Pengawal Jia Xiulan yang memiliki kultivasi tertinggi di antara orang-orang tersebut yaitu tingkat ketiga Bintang Berlian, kini rahangnya terbuka lebar seakan hendak jatuh ke tanah.
Jia Xiulan pun mengikutinya membuka lebar mulutnya, tetapi segera menutupnya kembali. Tatapannya kini seperti penuh bintang-bintang saat mencoba menangkap bayangan dari pergerakan Ling Tian.
Bangunan yang berada di sekitar tempat perjamuan itu mulai retak akibat hembusan angin dari energi Qi yang keluar dari setiap ayunan pedang Ling Tian.
Semua orang mulai memasang dinding penghalang masing-masing agar tidak terhempas oleh hembusan angin tersebut.
"Ini namanya Teknik Menari Bersama Pedang yang di mainkan oleh Kakak Lin Yue." Suara Ling Tian pelan tapi terdengar sangat jelas di telinga semua orang.
"Ini namanya Teknik Pedang Kesepian yang di mainkan oleh Kakak Su Mei." Ling Tian memperagakannya kepada Yanyan yang terus tertawa gembira, meskipun tidak melihat gerakan Ling Tian tapi dia bisa merasakan kekuatan yang sangat kuat terpancar dari tubuh Ling Tian.
"Ini adalah teknik pedang yang Kakak Tiantian ciptakan sendiri, namanya Teknik Pedang Tanpa Nama."
"BOOM"
Saat Ling Tian mulai memperagakan Teknik Pedang Tanpa Nama, satu per satu bangunan mulai runtuh di sekitar tempat perjamuan tersebut.
Untungnya Ling Tian berada sekitar 3000 meter di udara. Jika saja dia berada sekitar 2500 meter, mungkin seluruh bangunan di Klan Ling akan ikut runtuh juga.
"Aaahhh.. Tempat perjamuannya..!" Ling Tian seketika menghentikan pergerakannya dan langsung meluncur turun ke bawah menuju ke arah Lin Yue. Kemudian dia mengembalikan pedang tersebut kepadanya.
"Aduuuhhh..! Aku terlalu bersemangat untuk pamer kepada Yanyan sehingga membuat acara perjamuannya hancur." Ling Tian berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Sekarang Ling Tian hanya melihat 3 orang saja yang mulutnya tidak ternganga, yaitu Ling Han, Lin Yue dan Su Mei.
"Hore.. Kakak Tiantian sangat hebat..! Ketika aku besar nanti, aku ingin jadi orang kuat seperti Kakak Tiantian."
Suara Yanyan segera menyadarkan semua orang dari pikiran mereka yang kacau dan sangat terkejut.
"Uhuk.. Uhuk.." Ling Changyi dan para Tetua terbatuk keras saat melihat tempat acara perjamuan telah hancur porak poranda.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.