Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 196. Situasi Yang Tiba-tiba Berubah


__ADS_3

Ling Tian berdiri cukup jauh di atas udara sambil menyembunyikan auranya ketika menonton pertarungan yang terjadi di pegunungan itu. Ia juga melihat bangkai Piton Lima Garis yang tergeletak tak jauh dari tempat pertarungan kelima kultivator tersebut.


"Hahaha ... Sebaiknya kalian menyerah saja. Tinggalkan tempat ini atau kami akan benar-benar membuat kalian berdua terluka parah. Mungkin juga kami secara tidak sengaja membunuh kalian karena senjata tak memiliki mata." Guang Jiao tertawa terbahak-bahak sambil terus menyerang dengan sangat ganas ke arah titik-titik vital pada tubuh Ning Qian Qian.


Untuk mencegah tidak terkena serangan pedang milik Guang Jiao, Ning Qian Qian selalu berusaha menjaga jarak yang aman bagi dirinya. Pedang di tangan Ning Qian Qian terus menangkis setiap tebasan pedang yang datang ke arahnya.


Tidak jauh dari tempat Guang Jiao dan Ning Qian Qian, pertarungan yang sangat sengit juga terjadi antara Yan Xifeng melawan Hu Jie dan Zhong Liu. Beberapa luka hasil tebasan pedang tampak jelas terlihat dari tubuh Yan Xifeng seiring darah yang mengalir membasahi pakaiannya.


Meskipun Yan Xifeng cukup kuat dibandingkan dengan Ning Qian Qian, tetapi karena dirinya melawan dua orang sekaligus, maka ia pun tak bisa menangkis semua serangan yang tertuju padanya. Jika saja energi Qi-nya tidak terkuras banyak saat bertarung melawan Piton Lima Garis, mungkin Yan Xifeng dapat mengimbangi setiap serangan yang dilepaskan oleh Hu Jie dan Zhong Lie. Bahkan mungkin dia bisa melancarkan serangan balasan yang cukup mematikan terhadap keduanya.


Walau demikian, semua luka yang dialami oleh Yan Xifeng hanyalah luka kecil saja dan tidak cukup untuk membahayakan dirinya. Sebab, tebasan pedang milik Hu Jie serta Zhong Liu hanya mengiris sedikit saja dari kulit dan daging di tubuh Yan Xifeng.


TRANG ... TRANG


Bunyi dentingan besi terus terdengar saat senjata mereka saling bentrok. Udara di sekitarnya juga ikut berfluktuasi ketika energi Qi terpancar keluar dari tubuh mereka masing-masing.


Guang Jiao meningkatkan intensitas seragannya ketika melihat wajah Ning Qian Qian yang tampak semakin kelelahan disebabkan oleh energi Qi-nya yang kian menipis. Saat itu jugalah Ning Qian Qian mulai merasa sangat kewalahan menerima setiap serangan pedang milik Guang Jiao. Hanya sekitar sepuluh gerakan saja, ia akhirnya merasa sangat terdesak dan tak mampu lagi menahan terjangan setiap tebasan dan tusukan pedang yang datang ke arahnya.


SRET


Pakaian di sekitar dada Ning Qian Qian sobek dan terbuka lebar ketika terkena salah satu tebasan pedang yang diayunkan oleh Guang Jiao, sehingga membuat kulit putih mulus di bagian dadanya terlihat cukup jelas. Namun, itu tidak melukai tubuh Ning Qian Qian karena Guang Jiao mengontrol tebasan pedangnya dengan sangat baik. Sebab, Guang Jiao sengaja bertindak seperti itu untuk mempermalukan Ning Qian Qian.


"Aahh!" Ning Qian Qian berseru karena terkejut saat mengetahui tubuh bagian dadanya terekspos. Secara spontan ia menutupi dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih tetap berusaha menangkis setiap tebasan pedang dari Guang Jiao.


"Hahaha ... Bentuk kedua gunung kembarmu itu sangat bagus. Kulit tubuhmu juga terlihat sangat lembut sehingga membuat tanganku ingin menyentuh dan bermain-main dengannya." Guang Jiao berkata kasar sembari tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Mendengar perkataan Guang Jiao yang bermaksud melecehkan dirinya tersebut, wajah Ning Qian Qian berubah sangat merah karena perasaannya yang bercampur aduk antara malu dan marah. Hal ini juga membuat dirinya menjadi sangat kalap, sehingga tidak menghiraukan lagi situasinya yang sedang terdesak.


Pedang di tangan Ning Qian Qian menari liar melancarkan serangan balasan terhadap Guang Jiao. Ia tak memedulikan lagi pertahanannya yang terbuka dan memiliki banyak celah, karena dirinya sudah dikuasai oleh niat membunuh yang sangat besar.


Sementara untuk Yan Xifeng yang juga mendengar ucapan penghinaan dari mulut Guang Jiao itu, tidak bisa berbuat apa-apa meski di dalam hatinya sangat geram. Sebab, situasinya saat ini bahkan lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Ning Qian Qian. Setiap kali Yan Xifeng akan pergi membantu Ning Qian Qian, Hu Jie dan Zhong Liu langsung menghalangi pergerakannya.


Melihat bahwa pertahanan Ning Qian Qian telah terbuka lebar, Guang Jiao tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan gerakan yang sangat cepat, dia menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Ning Qian Qian. Tebasan pedang di tangan Guang Jiao terus menerjang masuk ke setiap celah yang terbuka.


SRET ... SRET


Suara kain yang sobek berulang kali terdengar di sekitar tubuh Ning Qian Qian saat pedang Guang Jiao terus menebas ke arah tubuhnya. Celana Ning Qian Qian terkoyak dan dipenuhi oleh lubang yang cukup besar sehingga membuat paha putihnya tersingkap.


Harga diri Ning Qian Qian seakan terinjak-injak ketika mendapatkan perlakuan yang seperti itu dari Guang Jiao. Tubuhnya yang belum pernah terlihat oleh siapa pun, kini terpampang jelas di depan Guang Jiao dan yang lainnya. Meskipun pada saat ini malam hari dan sangat gelap, namun penglihatan kultivator tingkat tinggi sangat jelas seperti pada siang hari.


Air liur di mulut Guang Jiao seolah-olah akan mengalir keluar ketika melihat pemandangan di depannya. Niat yang sebelumnya hanya akan membuat Ning Qian Qian terluka cukup parah, kini berganti dengan niat yang dipenuhi oleh pikiran kotor dan bejat.


"Aarrgghh!"


Melihat keadaan Ning Qian Qian yang seperti itu, Yan Xifeng berteriak geram seolah-olah dirinya sendiri yang telah dipermalukan oleh Guang Jiao. Ini disebabkan dirinya sudah jatuh hati kepada Ning Qian Qian dan mencintainya dengan diam-diam.


Yan Xifeng tidak pernah mengungkapkan perasaannya karena ia tahu Ning Qian Qian saat ini berfokus penuh dalam meningkatkan kultivasinya dan belum berpikir untuk mencari pasangan hidupnya.


Seolah mendapatkan sebuah kekuatan yang luar biasa, pedang di tangan Yan Xifeng tiba-tiba bergerak sangat cepat menebas ke arah Hu Jie dan Zhong Liu.


Menghadapi serangan ganas seperti itu, Hu Jie dan Zhong Liu dengan cepat bergerak mundur untuk menghindarinya. Melihat sebuah kesempatan yang ada di depan matanya, Yan Xifeng segera melesat terbang dan muncul di samping Ning Qian Qian.

__ADS_1


Serangan dari tebasan pedang milik Guang Jiao langsung ditangkis oleh Yan Xifeng. Namun, karena serangan yang dilancarkan oleh Guang Jiao sangat cepat, Yan Xifeng tidak mampu untuk menangkis semuanya. Sehingga beberapa bagian tubuhnya masih mendapatkan luka akibat terkena tebasan pedang Guang Jiao.


Hu Jie dan Zhong Liu tak tinggal diam. Mereka berdua bergegas mengejar Yan Xifeng dan sekali lagi melancarkan serangan terhadapnya. Yan Xifeng yang lengah, langsung terkena tendangan keras di dadanya yang membuat tubuhnya terpental cukup jauh dan menabrak sebuah pohon besar.


BAM


Seketika pohon tersebut hancur berkeping-keping karena tak sanggup menahan kekuatan tubuh dari seorang kultivator tingkat Bintang Bumi. Sedangkan untuk Yan Xifeng sendiri, tubuhnya terbaring lemah di tanah. Mulutnya segera memuntahkan beberapa suap darah segar. Dia mencoba berusaha untuk berdiri, akan tetapi tubuhnya sangat goyah dan jatuh kembali ke tanah.


"Saudara Xifeng!" teriak Ning Qian Qian dengan nada sedih.


"Hahaha ... Jika sejak awal kalian berdua menyerahkan Piton Lima Garis itu kepada kami, mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi." Guang Jiao terkekeh keras. Kemudian melanjutkan, "Karena sudah seperti ini, maka kalian hanya bisa menyesalinya. Namun, aku masih ingin bermain-main denganmu."


Setelah berkata demikian, Guang Jiao kembali mengayunkan pedangnya ke arah tubuh Ning Qian Qian. Hu Jie dan Zhong Liu yang mengerti dengan maksud Guang Jiao tersebut, hanya diam saja sambil melengkungkan bibir yang menampilkan senyum jahat.


Tatapan mereka berdua tetap berada di tubuh Ning Qian Qian yang pakaiannya semakin tersingkap. Sebab, keduanya tahu bahwa sebentar lagi akan ada tontonan yang sangat menarik di depan mata mereka.


"Huuhh ... Dasar ... manusia rendahan!" gerutu Ling Tian pelan dengan nada mengutuk. "Jika aku membiarkan ini terjadi, tubuh wanita tersebut akan benar-benar telanjang dan menjadi mainan dari ketiga orang yang memiliki pikiran bejat itu."


Ling Tian memandang ke arah Guang Jiao, Hu Jie serta Zhong Liu dengan tatapan jijik. Kemudian berkata acuh tak acuh, "Lanjutkanlah hayalan kotor kalian bertiga di neraka!"


Setelah mengucapkan hal tersebut, Ling Tian melambaikan tangannya dengan santai seolah-olah sedang mengusir lalat. Energi Qi transparan dan sangat kuat langsung menuju ke arah Guang Jiao, Hu Jie dan Zhong Liu.


BOOM ... BOOM ... BOOM


Tiga suara ledakan yang cukup keras terdengar menggema di sekitar tempat itu. Tubuh Guang Jiao, Hu Jie dan Zhong Liu seketika meledak menjadi bubur daging. Kabut darah segera menyebar di udara.

__ADS_1


Pakaian Ning Qian Qian langsung berubah menjadi berwarna merah akibat terkena darah yang menyembur keluar dari tubuh Guang Jiao. Dirinya tidak sempat menghindar karena tak menyangka akan terjadi hal yang sangat mengerikan seperti itu.


__ADS_2