Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 306. Kompetisi Aliansi Delapan Sekte Dimulai


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, kapal Yan Qingshan akhirnya tiba di tempat acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Di sana sudah ada juga ketujuh sekte lainnya yang telah hadir mengisi tempat mereka masing-masing.


“Hahaha ... Pemimpin Yan! Baru kali ini aku melihatmu datang terlambat. Tadinya aku mengira bahwa sektemu tidak akan hadir dalam pertemuan tahun ini.” Seorang pria paruh baya terkekeh sambil mengusap-usap janggut panjangnya.


“Hahaha ... Aku juga sempat berpikir demikian, Pemimpin Yan!” sambung pria paruh baya lainnya.


Yan Qingshan tetap bersikap tenang dan memerintahkan seluruh anggota sektenya turun dari kapal, tanpa memedulikan perkataan yang bernada sarkastis dari kedua pria paruh baya tersebut.


“Guru! Mari kita turun juga!” kata Yan Qingshan melalui telepatinya.


“Oke!” jawab Ling Tian singkat.


Yan Qingshan pun membawa Ling Tian turun bersamanya ke tempat yang telah disediakan bagi Sekte Cahaya Matahari, lalu memasukkan kembali kapalnya ke dalam Cincin Ruang.


Melihat bahwa semua sekte dari Aliansi Delapan Sekte telah hadir, Pemimpin Sekte Badai Langit Utara yang merupakan tuan rumah pada acara pertemuan tersebut, bergegas melangkah ke atas panggung dan memberikan kata-kata sambutannya.


Setelah itu, tanpa menunda lebih lama lagi, ia pun segera memerintahkan beberapa tetua sektenya untuk menjadi hakim dan wasit yang akan memimpin acara kompetisi bagi para murid jenius dari kedelapan sekte yang hendak bersaing demi meningkatkan pamor sekte mereka masing-masing.


Begitu semua pengaturan telah ditentukan, sang wasit pun maju ke tengah-tengah arena pertarungan dan mulai berbicara, “Mari kita melakukan pengundian terlebih dahulu dan nomor undiannya masih sama seperti biasanya, yaitu sesuai dengan urutan pada peringkat sekte kita masing-masing.”

__ADS_1


Usai berkata demikian, sang wasit pun memasukkan tangannya pada sebuah kotak yang ada di depannya. Kemudian ia segera mengambil nomor undian yang ditempatkan di sana.


“Nomor empat melawan nomor enam!” seru sang wasit seraya mengeluarkan nomor empat dan enam dari kotak undian. “Selanjutnya nomor dua melawan nomor lima. Nomor satu melawan nomor tujuh. Dan yang terakhir adalah nomor tiga melawan nomor delapan.”


“Hmmm ... Ini terlalu membosankan! Bagaimana kalau aturan kompetisi pada tahun ini kita ubah dengan melaksanakan tantangan secara langsung. Itu akan terlihat lebih menyenangkan. Sekte yang lebih banyak memenangkan pertarungan akan menduduki peringkat pertama.” Seorang pria paruh baya berkata dengan nada arogan.


Seketika suasana di sekitar arena menjadi riuh setelah mendengar perkataan dari pria paruh baya tersebut. Para pemimpin sekte saling berpandangan dari tempatnya masing-masing seolah saling meminta pendapat satu sama lainnya.


“Qingshan! Setujui saja apa yang dikatakannya. Aturan seperti itu lebih mempersingkat waktu daripada harus bertarung menurut nomor undiannya masing-masing. Jadi, kita tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk giliran sekte kita bertarung.” Ling Tian berbicara lewat telepatinya.


Yan Qingshan tampak berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan menanggapi ucapan Ling Tian. Kemudian ia pun berujar, “Sepertinya saran dari Pemimpin Chu sangat bagus. Kami dari Sekte Cahaya Matahari menyetujui aturan yang seperti itu.”


Perkataan Yan Qingshan yang terdengar cukup santai tersebut membuat para pemimpin sekte lainnya tersentak kaget. Seolah-olah mereka merasakan kepercayaan diri Yan Qingshan dalam acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte itu.


“Hmmm ... Kami dari Sekte Tombak Bintang Merah akan menyetujuinya pula.”


“Yah ... Sekte Pagoda Langit juga sependapat.”


“Sekte Seribu Gelombang Pedang juga setuju dengan cara seperti itu.”

__ADS_1


“Jika begitu, Sekte Bulan Terang akan mengikutinya.”


“Karena yang lainnya telah setuju, maka kami Sekte Badai Langit Utara juga akan menyetujui saran dari Pemimpin Chu.”


Pria paruh baya yang dipanggil sebagai Pemimpin Chu tersebut tersenyum gembira mendengar saran darinya disetujui oleh ketujuh sekte lainnya. Sebagai pemimpin Sekte Lautan Mendalam yang merupakan sekte peringkat pertama pada Aliansi Delapan Sekte, ia ingin lebih menunjukkan dominasinya lagi kepada mereka semua.


Dengan melakukan tantangan terbuka seperti itu, ia sangat percaya bahwa para murid dari sektenya sendiri akan berhasil menginjak-injak semua murid jenius dari ketujuh sekte yang lain.


“Kalau begitu, mari kita mulai saja kompetisinya! Dipersilakan bagi para murid yang hendak mengeluarkan tantangan terhadap siapa pun yang ingin dilawannya,” ujar Pemimpin Chu seraya menyeringai.


Sang wasit yang akan memimpin pertarungan segera menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan dari Pemimpin Chu. Kemudian memperhatikan para murid dari setiap sekte, seolah menunggu kedatangan mereka untuk naik ke atas arena.


“Pemimpin! Izinkan aku yang maju terlebih dahulu.” Salah seorang murid dari Sekte Seribu Gelombang Pedang berkata pada pemimpin sektenya.


“Mmm ... Baiklah! Keluarkan seluruh kemampuanmu untuk membuktikan bahwa sekte kita tidaklah lemah.”


“Siap, Pemimpin!” jawab murid tersebut dan langsung melompat ke atas arena pertarungan.


Setelah sampai, ia pun berkata dengan suara keras, “Aku ingin menantang siapa pun yang tingkat kultivasinya berada pada tahap ketujuh Bintang Langit.”

__ADS_1


“Hmph ... Karena itu maumu, maka aku akan meladeninya.” Salah seorang murid dari Sekte Lautan Mendalam segera menjawab.


Sebab, Pemimpin Chu telah memerintahkan pada murid dari sektenya sendiri untuk melawan semua tantangan yang dikeluarkan oleh para murid dari ketujuh sekte lainnya. Dengan demikian, ia benar-benar bisa menunjukkan dominasinya terhadap semua orang yang hadir di acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte.


__ADS_2