Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 118. Maaf! Aku Tak Bisa Mewujudkan Keinginanmu


__ADS_3

Dengan menggunakan kecepatan penuh, Ling Tian dan Dong Fang melayangkan pukulan untuk menguji kekuatan mereka masing-masing.


BAM


Saat kedua tinju saling bertemu, udara di sekitarnya seketika langsung berfluktuasi dan menyebabkan bunyi dentuman yang sangat keras, hingga mengagetkan sebagian orang-orang yang berada di wilayah kota tersebut.


Meskipun area di atas penginapan itu masih cukup jauh dari pusat kota, namun untuk para kultivator tingkat tinggi yang memiliki indra spiritual sangat kuat, pasti akan dapat mendengar dan merasakannya dengan sangat jelas apa yang sedang terjadi.


Banyak dari para kultivator yang segera melesat ke arah Ling Tian dan Dong Fang, karena mereka ingin melihat secara langsung pertarungan keduanya.


Walaupun demikian, tidak ada di antara para kultivator itu yang berani terlalu mendekati area pertempuran tersebut. Sebab, mereka juga tidak ingin mencampuri masalah yang terjadi antara Ling Tian dan Dong Fang.


"Siapa pemuda itu? Kekuatannya terlihat seimbang dengan pria paruh baya yang bertarung dengannya."


"Aku juga tidak tahu. Aku pun baru pertama kali ini melihat mereka berdua."


"Aku sangat terkejut ketika merasakan aura yang di keluarkan oleh pemuda itu. Sepertinya, kekuatannya lebih tinggi di bandingkan dengan kekuatanku."


"Hmmm... Aku juga merasakan hal yang sama. Di usianya yang masih sangat muda, kekuatannya telah melampaui sebagian besar kultivator tua seperti kita."


"Lihatlah senyum di wajahnya itu! Dia bahkan terlihat sangat menikmati pertempuran yang sangat berbahaya ini."


"Jika aku yang menghadapi pria berpakaian hitam tersebut, mungkin hanya dengan satu pukulannya saja, itu sudah akan membuatku terluka sangat parah."


Para kultivator yang baru saja tiba di wilayah penginapan Wu Dunrui, mulai berkomentar setelah menganalisis jalannya pertarungan yang sedang berlangsung, antara Ling Tian dan Dong Fang.


BAM ... BAM


Bunyi pukulan dan tendangan yang saling beradu terus terdengar, hingga membuat semakin banyak kultivator yang berkumpul di sekitar area penginapan untuk menyaksikan pertempuran tersebut.


Ling Tian dan Dong Fang mundur secara bersamaan akibat terdorong oleh energi Qi mereka sendiri, yang terus berbenturan dengan sangat keras.


Pertarungan mereka pun menjadi semakin sengit dan telah berpindah ke tempat yang lebih tinggi, sekitar 10 km di atas wilayah penginapan Wu Dunrui.


Meskipun demikian, gelombang energi yang berasal dari pertarungan tersebut masih membuat Formasi Pertahanan kota bergetar.


"Aarrgghh!"


Geraman keras dan penuh kemarahan dari mulut Dong Fang menggema hingga keseluruh wilayah Kota Lima Warna tersebut. Aura kematian yang sangat kuat pun segera terpancar keluar dari dalam tubuhnya.


"Hehehe... Kamu ingin bersaing denganku menggunakan gelombang suara? Aku juga punya yang seperti itu dan bahkan lebih terdengar keren!" Ling Tian tertawa kecil, kemudian langsung membuka mulutnya sedikit agak lebar.


ROAR


Auman Naga yang berasal dari Teknik Dewa Naga Surgawi milik Ling Tian, seakan tak mau kalah dengan geraman yang di keluarkan oleh Dong Fang.


Para kultivator yang berada tidak terlalu jauh dari area pertarungan itu, langsung merasakan sakit yang sangat menyiksa pada gendang telinga mereka. Dengan cepat, mereka segera menutupi indra pendengarannya dengan energi Qi-nya masing-masing.


Dong Fang pun melakukan hal yang sama. Jika dia lengah sedikit saja, mungkin gendang telinganya telah pecah. Sebab, Teknik Auman Naga tersebut memang ditujukan khusus untuk dirinya.


Ling Tian segera mengambil kesempatan itu dan langsung menyerang Dong Fang dengan Teknik Tinju Dewa Naga.


Melihat Ling Tian telah bergerak lagi, Dong Fang pun berkelit menghindar menggunakan kecepatan penuhnya, lalu membalas serangan tersebut dengan tendangannya.


BAM ... BAM


Keduanya pun mulai bertarung lagi dengan sangat sengit. Gerakan mereka semakin cepat, hingga membuat kultivator tingkat tinggi yang berada di sekitar tempat itu hanya bisa melihat bayangannya saja.


"Aahh! Kenapa aku merasakan kekuatan dari energi Qi-ku secara perlahan mulai menipis?"

__ADS_1


"Aku juga merasakan hal sama. Seperti ada sesuatu yang sedang menyerapnya."


"Hmmm... Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkinkah ada seseorang yang menggunakan teknik iblisnya untuk menyerap kekuatan kita?"


Para kultivator yang berada tidak terlalu jauh dari area pertarungan Ling Tian dan Dong Fang, mulai merasakan sedikit demi sedikit energi Qi mereka terkuras secara perlahan.


Seiring dengan hal tersebut, tingkat kekuatan Dong Fang juga menjadi semakin bertambah kuat lagi. Ling Tian pun mulai merasa sedikit kewalahan dalam menghadapi setiap serangan yang di lancarkan oleh Dong Fang.


BAM


Saat kedua tinju bertemu untuk yang kesekian kalinya, Ling Tian terdorong cukup jauh akibat energi Qi dari Dong Fang yang terus meningkat.


"Untuk semuanya, dengarlah! Cepat menjauh dari tempat ini! Dia akan terus menyerap seluruh aura kehidupan kalian dan menjadikannya sebagai kekuatannya sendiri."


Teriakan Ling Tian menggema dengan sangat keras hingga membuat semua orang yang berada di dekat area pertarungan itu tersentak kaget.


"Aahh! Ternyata, pria berbaju hitam itulah yang sedari tadi menyerap energi kekuatanku!"


"Hmmm... Rupanya, dialah yang menggunakan teknik iblisnya untuk mengisap aura kehidupan kita!"


"Ayo! Mari kita segera menjauh dari tempat ini sebelum energi kita terkuras habis olehnya!"


"Mungkin sebaiknya kita turun ke bawah saja, dan tetap berada dalam Formasi Pertahanan kota."


"Hmmm... Baiklah!"


Hanya dalam beberapa detik saja, semua orang yang menonton pertarungan Ling Tian dan Dong Fang dari atas udara, telah turun ke bawah dan berlindung dalam Formasi Pertahanan.


"Hahaha... Kamu sedikit terlambat! Meskipun semuanya telah pergi, aku sudah menyerap sebagian aura kehidupan mereka yang membuatku sekarang jadi lebih kuat darimu." Dong Fang tertawa terbahak-bahak.


"Sekarang, saatnya untuk mengakhiri pertarungan kita!" Lanjut Dong Fang lagi sambil mengeluarkan pedangnya dari Cincin Ruangnya.


"Ciiihhh... Baiklah! Seperti yang kamu inginkan."


Setelah mengatakan hal tersebut, Dong Fang langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat menyerang ke arah Ling Tian.


Dengan gerakan yang sangat indah, Ling Tian menangkis semua serangan yang datang menerjang ke arah tubuhnya.


TRANG ... TRANG


Bunyi kedua pedang yang saling beradu kini mulai terdengar di telinga semua orang yang sedang menyaksikan pertarungan itu.


Hanya dalam beberapa menit saja, kini giliran Dong Fang yang mulai tampak terdesak dalam menghadapi setiap serangan balasan dari teknik pedang yang di tampilkan oleh Ling Tian.


Ling Tian saat ini hanya menggunakan gabungan dari Teknik Pedang Kelembutan dan Teknik Menari Bersama Pedang untuk bertahan dan menyerang Dong Fang.


Ling Tian belum menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama, karena dia tahu bahwa Dong Fang masih menyembunyikan kekuatan yang sesungguhnya.


Karena semakin lama Dong Fang merasa semakin kewalahan menerima setiap serangan yang ditujukan padanya, dia pun akhirnya tidak tahan lagi.


Di sela-sela pertarungan mereka itu, Dong Fang segera mengeluarkan sebuah pil berwarna hitam dan langsung menelannya.


Aura kematian yang sangat kuat seketika langsung terpancar keluar dari tubuhnya. Kultivasi Dong Fang yang semula berada pada tahap kelima Bintang Bumi, kini akhirnya menerobos satu tingkatan menjadi tahap keenam Bintang Bumi.


Ling Tian yang merasakan keanehan tersebut, bergegas mundur dan menghentikan serangannya.


"Hmmm... Pil Hitam Terlarang!" Gumam Ling Tian pelan.


"Hahaha... Aku tidak menyesal untuk menggunakannya demi menghabisimu, meskipun nanti aku akan merasakan efek samping yang sangat menyakitkan dari pil itu." Kata Dong Fang sambil terkekeh.

__ADS_1


Pil Hitam Terlarang adalah pil yang langsung dapat meningkatkan kultivasi orang yang memakannya. Namun, konsekuensinya berbahaya dan itu akan sangat menyakitkan ketika efek sampingnya mulai bereaksi.


Itu juga akan menurunkan satu tingkat kultivasi dari para kultivator yang memakannya setelah efek sampingnya telah menghilang. Efek peningkatan kultivasi yang berasal dari pil tersebut hanya dapat bertahan selama 2 jam saja.


Yang artinya, kekuatan Dong Fang kini bukanlah kekuatannya yang sebenarnya, melainkan itu adalah kekuatan pinjaman dari Pil Hitam Terlarang.


"Hehehe... Jadi, inilah kartu AS yang kamu sembunyikan di lengan bajumu? Jika seperti itu, aku juga akan menunjukkan kekuatanku yang sesungguhnya padamu!" Ling Tian tertawa lirih sambil mulai mengurangi cengkraman tangannya pada gagang Pedang Pelangi.


Dia akan segera menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama, yang gerakannya sangat bebas dan tak beraturan, seolah melakukan permainan pedang tanpa harus bergantung pada satu teknik pedang saja.


"Mari kita akhiri dengan cepat pertarungan ini!"


Setelah mengatakan hal itu, tanpa basa basi lagi Ling Tian langsung melesat menerjang dengan sangat ganas ke arah Dong Fang.


Seakan tak mau kalah, Dong Fang pun menyambut setiap serangan yang datang padanya dengan menggunakan kecepatannya yang juga telah meningkat.


TRANG ... TRANG


Suara pedang yang saling beradu mulai terdengar kembali. Pergerakan keduanya pun telah menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya.


Meskipun kekuatan dan kecepatan Dong Fang telah meningkat tajam, namun karena itu bukan kultivasinya yang sesungguhnya, dia tetap saja tidak bisa beradaptasi dengan semua hal tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, tubuh Dong Fang telah di penuhi oleh bekas sayatan dan tebasan pedang milik Ling Tian.


"Aarrgghh"


Raungan marah yang berasal dari mulut Dong Fang terdengar lagi. Aura kematian dari dalam tubuhnya juga segera keluar dan ikut menyerang Ling Tian.


"Hehehe... Aku telah menunggumu sedari tadi. Akhirnya, kamu keluar juga!"


Dengan cepat, Ling Tian segera mengedarkan Api Ilahi di dalam tubuhnya untuk melahap aura kematian yang berusaha menyerap seluruh kekuatannya.


"Aaaahhhh! Apa ini?"


Aura kematian tersebut menjerit kesakitan karena merasakan panas dari Api Ilahi yang secara perlahan melahapnya. Hanya dalam hitungan detik saja, aura kematian itupun langsung menghilang menjadi debu.


Tanpa menunggu efek samping dari Pil Hitam Terlarang, kekuatan Dong Fang langsung menurun dengan sangat cepat.


Ling Tian yang merasakan hal itu, segera bergerak dengan kecepatan penuhnya menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga dan langsung menusukkan Pedang Pelangi ke dalam jantung Dong Fang.


"Aaaahhhh!"


Suara jerit kesakitan yang menyayat hati terdengar di sekitar area pertarungan tersebut. Namun dalam sekejap, suasana di tempat itupun kembali hening seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.


Ling Tian kemudian mencabut pedangnya dari tubuh Dong Fang yang sudah tak bernyawa itu, lalu segera mengambil Cincin Ruangnya.


Setelah itu, dia pun melambaikan tangannya untuk membakar tubuh Dong Fang dengan Api Ilahi hingga menjadi debu.


"Maaf! Karena aku tidak bisa mewujudkan keinginanmu untuk membunuhku." Ucap Ling Tian pelan sambil mengangkat bahunya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2