
"Pemimpin!"
Sorak-sorai semua anggotanya terdengar ke seluruh wilayah Sekte Ling Tian. Para kultivator yang baru saja bergabung dengan Sektenya kini sangat mempercayai bahwa Sekte tersebut pantas untuk disebut yang terbesar di wilayah mereka.
Setelah melihat aksi yang ditampilkan oleh Ling Tian, mereka semua juga kini sangat mengagumi setiap tindakan yang dilakukannya. Itu karena Ling Tian berjuang seorang diri tanpa melibatkan salah seorangpun dari anggota Sektenya.
Sehingga karena hal itu juga Ling Tian tidak sedikitpun mengorbankan anggota Sektenya untuk mati sia-sia di medan pertempuran yang memang bukan bagian dari level mereka.
Jika itu adalah Sekte lain, mungkin sudah banyak para muridnya yang mati karena mereka telah dijadikan sebagai tameng sementara untuk melindungi Sekte.
Dan inti dari semua hal tersebut adalah, karena Ling Tian sangat melindungi seluruh anggota Sektenya hingga dia maju terlebih dahulu untuk menghancurkan musuh yang menyerang demi menyelamatkan mereka semua.
Mendengar semua sorakan yang berasal dari dalam Formasi itu, Ling Tian tersenyum senang lalu menghilang dari tempatnya berdiri di udara dan seketika langsung muncul tepat sekitar 50 meter di atas kepala semua orang.
"Aku harap semuanya terus berlatih lebih giat lagi dari sebelumnya, agar suatu saat nanti kalian bisa membela keluarga kita ini dengan kekuatan kalian sendiri."
"Untuk itu, aku akan memberitahukan pada kalian prinsip penting yang selalu aku junjung tinggi."
"Jika orang lain ingin menginjakmu, injak juga wajahnya. Jika orang lain ingin memukulmu, pukul juga seluruh tubuhnya. Dan jika orang lain akan membunuhmu...." Ling Tian menghentikan sejenak ucapannya sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Satu kata untuk mereka... BUNUH!" Lanjut Ling Tian dengan nada tegas sambil memandang semua orang dengan tatapan tajam dan penuh semangat.
"Siap, pemimpin!"
Teriakan semangat secara bersamaan dari semua anggota Sekte Ling Tian terdengar menggema di sekitar tempat itu.
"Hmmm... Kembalilah lakukan aktivitas latihan kalian!" Ling Tian berkata pelan.
"Baik, pemimpin!"
Setelah mengatakan hal itu, kerumunan tersebut langsung membubarkan diri dan kembali melakukan aktivitas mereka lagi.
__ADS_1
Ling Tian mengeluarkan beberapa senjata dari Cincin Ruang pria tua yang telah dibunuhnya lalu memberikannya kepada Huang Fu untuk dijadikan harta perbendaharaan Sektenya.
Kemudian dia mengajak Ling Han dan yang lainnya kembali ke kediamannya untuk melanjutkan latihan mereka.
Sesampainya di sana, Ling Tian segera memasuki ruang pribadinya lalu mengeluarkan semua Ramuan Roh dari Cincin Ruang sang pria tua.
"Hmmm... Akhirnya aku bisa membuat Pil Awan Bening dari semua bahan-bahan ini." Gumam Ling Tian pelan dengan nada gembira.
Dengan cepat Ling Tian mulai mengontrol Api Ilahi untuk memurnikan semua Ramuan Roh yang didapatkannya. Proses pemurnian itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam, karena semua Ramuan Roh tersebut memiliki kualitas yang sangat tinggi.
Setelah selesai, Ling Tian juga menambahkan Susu Stalaktit ke dalam ramuannya lalu melanjutkannya dengan proses pembentukan pil. Hanya dalam 30 menit, 15 butir pil telah terbentuk dari semua bahan-bahan itu.
"Huuhh... Ini bukan lagi Pil Awan Bening sebab warnanya sudah berubah menjadi warna susu! Mungkin namanya harus diganti menjadi Pil Awan Susu atau Pil Susu Awan." Ling Tian berkata dengan nada mengeluh sambil terus memperhatikan semua pil yang ada di tangannya.
Selanjutnya Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat ke arah Mu Bai.
"Paman Mu, ambilah!" Ujar Ling Tian ketika muncul tepat di depan Mu Bai yang sedang berjalan melihat-lihat aktivitas di dalam Sekte bersama Huang Fu.
"Aahh... Pemimpin! Pil apa ini?" Tanya Mu Bai terkejut melihat kemunculan tiba-tiba Ling Tian yang menyodorkan 3 butir pil kepadanya.
"Apaaaa!"
Mu Bai dan Huang Fu berteriak kaget secara serempak dengan mulut yang terbuka lebar. Untuk di wilayah mereka, belum ada kultivator yang memiliki sebutir Pil Awan Bening di tangannya.
Namun kini tepat di depan mata mereka berdua telah ada 3 butir pil yang bahkan lebih tinggi efektivitasnya di bandingkan Pil Awan Bening.
"Paman Mu, ambilah! Jika tidak, aku akan membuangnya ke tempat sampah." Ucap Ling Tian dengan nada bercanda.
Mu Bai yang mendengar perkataan Ling Tian itu, langsung tersentak kaget. Lalu dia pun segera menggunakan kecepatan penuhnya untuk meraih pil tersebut dari tangan Ling Tian.
Mu Bai bahkan lebih terkejut lagi setelah merasakan energi yang sangat besar berasal dari ketiga butir pil di tangannya itu. Dengan cepat dia mengeluarkan 3 botol pil yang kosong, lalu memasukkan kedalamnya satu per satu.
__ADS_1
"Aahh... Bos! Mengapa kamu tidak menyimpan pil yang sangat berharga itu di dalam botol." Huang Fu bertanya dengan nada heran.
"Semua pil yang aku buat sangat berbeda dengan pil yang ada pada umumnya. Itu karena selain memiliki efektivitas 100%, energi dari pil buatanku tersebut tidak akan menyebar dan menghilang seperti pil yang lainnya."
"Jadi, itu tidak perlu lagi menggunakan botol pil untuk meredam energinya." Ling Tian berkata santai sambil mengangkat bahunya.
"Paman Mu... Mulailah berkultivasi kembali! Karena bila kamu menerobos ke tahap kedua Bintang Bumi, itu akan sangat meningkatkan kekuatan Sekte kita."
"Baik, pemimpin!" Kata Mu Bai sambil membungkuk memberi hormat.
"Paman Huang! Kamu juga harus segera mencari asisten yang bisa membantu mengurus semua masalah Sekte, agar kamu dapat berkultivasi lagi. Tingkat kultivasi Paman Mu akan tertinggal dari anggota Sekte lainnya jika terlalu sibuk dengan urusan Sekte ini."
"Baiklah Bos! Kalau begitu aku akan mencari asisten pribadi yang dapat menggantikanku sementara waktu saat aku mulai berkultivasi."
"Yaah... Harusnya memang seperti itu! Aku akan kembali terlebih dahulu dan mulai meningkatkan kultivasiku dengan Pil Susu Awan tersebut."
Sesudah mengucapkan hal itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan kembali ke kediamannya.
Ketika sampai di tempatnya, Ling Tian mengatakan kepada Ling Han dan yang lainnya bahwa dia akan mulai berkultivasi lagi untuk meningkatkan kekuatannya.
Setelah itu dia pun memasuki ruangan pribadinya, lalu melambaikan tangannya memasang Formasi Penyegelan dan segera duduk untuk berkultivasi. Ling Tian mengeluarkan sebutir Pil Susu Awan kemudian langsung menelannya.
Energi yang sangat besar memasuki tubuhnya dan mulai mengalir ke seluruh Meridiannya. Ling Tian dengan cepat menyerap semua energi tersebut dan mengumpulkannya ke dalam Dantiannya.
Meskipun dia baru saja menerobos ketika melawan pria tua yang telah dibunuhnya itu, kultivasi Ling Tian akan selalu stabil dengan bantuan dari Api Ilahi. Selama ada sumber daya yang tersedia baginya, dia bisa kapan saja untuk dapat menaikkan tingkat kultivasinya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.