Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 115. Kegembiraan Api Ilahi


__ADS_3

Di dalam ruangan kamar yang cukup luas, Ling Tian melihat seorang gadis remaja yang cantik berusia sekitar 15-16 tahun terbaring di tempat tidur. Matanya tertutup rapat, namun aura kematian yang sangat pekat terpancar keluar dari tubuhnya.


Ling Tian berjalan pelan mendekat ke arah tempat tidur gadis remaja tersebut, dan diam sejenak memperhatikannya sambil mengedarkan indra spiritualnya memeriksa kondisi dari gadis remaja itu.


Api Ilahi di dalam tubuh Ling Tian pun semakin tidak merasa tenang dan terus gelisah seakan hendak keluar.


Merasakan sesuatu yang aneh tepat berada sangat dekat di sisinya, gadis remaja tersebut seketika membuka matanya lebar-lebar lalu segera menoleh ke arah Ling Tian dengan tatapan membunuh.


Seluruh pupil mata dari gadis remaja itu berwarna merah seperti darah. Jika orang lain yang memandangnya, mereka akan sangat ketakutan karena seolah melihat hantu.


Tetapi, tidak dengan Ling Tian. Dia tetap tampak tenang dan santai sambil menyunggingkan senyum khasnya, meskipun mendapatkan tatapan membunuh seperti itu.


"Lihua'er, tenanglah! Ini adalah Tuan Ling! Dia akan mencoba mengobati penyakit yang telah...."


"Siapa kamu sebenarnya?"


Sebelum Wu Dunrui menyelesaikan kalimatnya, gadis remaja yang di panggilnya sebagai Lihua'er tersebut langsung memotong kata-katanya.


Nama sesungguhnya dari gadis remaja itu adalah Wu Lihua, putri dari Wu Dunrui dan Xiu Rong.


"Hehehe... Apakah kamu ingin mengetahui siapa aku? Baiklah! Tapi itu akan terdengar sangat panjang jika aku mengatakannya, dan mungkin juga kamu akan bosan setelah mendengarnya." Ucap Ling Tian sambil tertawa lirih tanpa mempedulikan tatapan membunuh dari Wu Lihua.


"Namaku adalah... Ling Tian! Orang-orang menyebutku, Monster! Mereka juga menjuluki aku sebagai pria tertampan di Benua Langit." Ling Tian berkata dengan menunjukkan jari pada dirinya sendiri.


"Apakah telah cukup perkenalan kita? Bila sudah, aku akan segera bergerak untuk memusnahkanmu!" Lanjut Ling Tian santai, sambil mengangkat bahunya.


"Aahh! Jangan, Tuan Ling! Itu adalah...."


Ling Tian mengangkat tangannya untuk menghentikan kalimat Wu Dunrui yang terkejut setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya.


"Hahaha... Kata-katamu sangat lucu! Apakah kamu sadar dengan ucapanmu itu? Aku yang akan membunuhmu, karena kamu hanyalah semut di mataku." Wu Lihua tertawa terbahak-bahak dengan suara yang terdengar seperti seorang nenek tua.


"Lihua'er!"


Wu Dunrui dan Xiu Rong berseru secara bersamaan ketika mendengar bahwa suara yang keluar dari mulut putri mereka tersebut sangat aneh, sebab itu bukanlah suara Wu Lihua yang sebenarnya.


"Tu... Tuan Ling! Apa yang terjadi dengan Lihua'er? Mengapa suaranya terdengar berbeda dari yang biasanya?" Xiu Rong bertanya dengan nada terbata-terbata.


"Paman, Bibi! Itu bukanlah suara putrimu, melainkan suara dari roh jahat yang tinggal di dalam tubuhnya."

__ADS_1


"Apaaaa!"


Sekali lagi Wu Dunrui dan Xiu Rong berseru secara serempak karena sangat terkejut mendengar apa yang telah diucapkan oleh Ling Tian.


Mereka tidak pernah berpikir bahwa anak mereka akan dirasuki oleh roh jahat. Keduanya juga tidak tahu kapan dan di mana awalnya putri mereka tersebut terkena oleh hal-hal seperti itu.


"Hmmm... Untuk yang terakhir kalinya, aku akan memberimu kesempatan dan mengampunimu bila kamu segera keluar dari tubuh gadis ini!"


"Jika tidak, aku akan benar-benar memusnahkanmu hingga menjadi debu." Ling Tian berkata dengan nada mengancam tetapi dirinya masih terlihat sangat santai.


"Hahaha... Cukup omong kosongmu itu bocah! Lakukanlah jika kamu berani menyentuh tubuh gadis ini, karena aku akan langsung menyerap aura kehidupanmu sampai kering bila kamu menyentuhnya."


"Oohh, benarkah? Baiklah kalau begitu, aku akan mengabulkan keinginanmu!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian kemudian menggerakkan tangannya dengan sangat cepat dan menyentuhkannya ke dahi Wu Lihua.


Api Ilahi yang sedari tadi sudah tidak sabar ingin keluar dari tubuh Ling Tian, segera bergerak masuk ke dalam tubuh Wu Lihua dengan gembira karena keinginannya telah terwujud.


Sedangkan untuk roh jahat itu sendiri, dengan menggunakan aura kematiannya, dia mencoba untuk segera menyerap aura kehidupan dari Ling Tian.


"Aahh! Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak bisa menyerap aura kehidupannya?" Gumam roh jahat itu sambil terus meningkatkan kekuatan aura kematiannya.


"Api Ilahi, bersenang-senanglah!" Ling Tian membatin sambil tersenyum.


Seperti sedang mendapatkan mainan baru, Api Ilahi langsung mengejar roh jahat yang berada di dalam tubuh Wu Lihua.


"Aahh! Apa ini? Ti-tidak! Jangan mendekatiku!" Roh jahat itupun berteriak keras melalui mulut Wu Lihua.


"Jika kamu melakukannya, aku akan segera membunuh gadis ini!" Teriak roh jahat itu sekali lagi.


"Hehehe... Sudah terlambat! Temanku yang sedari tadi sangat gelisah karena ingin memusnahkanmu, telah keluar. Aku akan membiarkannya bermain-main sejenak denganmu."


"Aahh... Tidak! Jangan mendekat! Pergilah menjauh dariku!"


Teriakan roh jahat itu terus terdengar menggema di dalam ruangan yang telah terpasang dengan Formasi Penyegelan tersebut.


Roh jahat itupun mencoba mengendalikan tubuh Wu Lihua untuk membunuh dirinya sendiri, namun Ling Tian telah mengunci setiap pergerakannya dengan energi Qi-nya sehingga sang roh jahat tak dapat berbuat apa-apa.


Akhirnya dia pun hanya bisa terus berlari dari kejaran Api Ilahi melalui pembuluh darah Wu Lihua.

__ADS_1


Ketika roh jahat itu akan segera lolos dan ingin keluar dari tubuh Wu Lihua, Ling Tian segera menutup jalan pelariannya menggunakan energi Qi untuk menyumbat pembuluh darah tersebut.


"Hehehe... Sudah berakhir! Kamu tidak akan bisa meloloskan diri lagi. Api Ilahi, habisi dia hingga menjadi debu!" Ling Tian berkata sambil tertawa lirih di dalam hatinya.


Api Ilahi yang mengerti dengan jalan pikiran Ling Tian, langsung melesat dengan sangat cepat di dalam tubuh Wu Lihua.


"Aaaahhhh! Tidaaakkk!"


Roh jahat itupun berteriak histeris menjerit kesakitan karena tubuhnya sedikit demi sedikit telah di lahap oleh Api Ilahi hingga akhirnya menghilang.


Setelah Api Ilahi masuk kembali ke dalam tubuh Ling Tian, dia pun melompat-lompat dengan sangat gembira seolah-olah kejadian yang baru saja terjadi adalah permainan kejar-kejaran baginya.


Ling Tian pun menarik tangannya dari dahi Wu Lihua, kemudian mengeluarkan Pil Penyembuh dan segera memasukkan ke dalam mulutnya.


"Paman, Bibi! Semuanya kini baik-baik saja. Roh jahat itu telah aku musnahkan, namun jiwa putrimu sedikit terluka. Untuk menyembuhkannya, kita membutuhkan Pil Pemulihan Roh."


"Saat ini, aku tidak memilikinya. Jika Paman dan Bibi punya pil tersebut, segeralah berikan padanya ketika putrimu sudah siuman." Lanjut Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Terima kasih, karena telah mengobati dan menyelamatkan putri kami, Tuan Ling! Aku memiliki Pil Pemulihan Roh itu bersamaku." Wu Dunrui berkata sambil membungkuk dengan tulus berterima kasih kepada Ling Tian. Xiu Rong pun segera mengikutinya melakukan hal yang sama.


🌀🌀🌀


Di sebuah bangunan yang sangat besar dan indah, berjarak cukup jauh dari penginapan milik Wu Dunrui.


Seorang pria paruh baya sedang duduk dengan wajah yang terlihat sangat marah. Matanya seketika langsung berubah jadi berwarna merah seperti darah. Aura kematian yang sangat pekat merembes keluar dari dalam tubuhnya.


"Bedebah! Siapa yang telah berani membunuh salah satu anak buahku?" Pria paruh baya tersebut menghancurkan meja di depannya yang terbuat dari batu hingga menjadi serbuk halus.


"Aku akan segera membunuh orang itu karena telah menggagalkan rencanaku."


"Dan untukmu, Wu Dunrui! Aku juga akan segera memusnahkan seluruh keluargamu. Karena aku tidak bisa menyiksa perasaanmu melalui putrimu, maka aku akan langsung saja membunuh kalian semuanya." Lanjut Pria paruh baya tersebut dengan nada yang sangat geram.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2