Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 50. Jia Xiulan


__ADS_3


"Teknik pedang kalian sudah mengalami kemajuan yang sangat cepat selama beberapa bulan ini, saatnya meningkatkan kultivasi kalian lagi. Ambillah pil ini..! Itu akan cukup untuk persediaan dalam meningkatkan kultivasi kalian sampai ke tingkat Bintang Berlian."


Ling Tian menyerahkan Pil Susu Merah kepada mereka bertiga, masing-masing 20 butir. Perbedaan dalam menghabiskan sumber daya antara Ling Tian dan mereka bertiga sangat jauh.


Jika itu untuk Ling Tian, dia harus menghabiskan ratusan butir Pil Susu Merah hanya untuk bisa mencapai tahap kesembilan Bintang Emas saja.


"Baiklah.. Mari kita masuk ke dalam..! Aku akan membantu untuk meningkatkan kultivasi kalian bertiga." Kata Ling Tian lagi, lalu berjalan memasuki gua.


Setelah sampai, Ling Tian pertama-tama meningkatkan kultivasi Ling Han dan Su Mei, sebab kultivasi mereka berdua sama-sama berada pada tahap pertama Bintang Emas.


Selanjutnya, Ling Tian kemudian meningkatkan kultivasi Lin Yue, setelah dia selesai meningkatkan kultivasi Ling Han dan Su Mei. Hanya dalam beberapa menit, Ling Tian telah menyelesaikan semuanya.


"Kini saatnya untuk kembali, kita sudah cukup lama berada di tempat ini." Ucap Ling Tian lalu berjalan keluar dari dalam gua.


Mereka bertiga hanya mengangguk, kemudian mengikuti Ling Tian. Xiaohai telah bersiap juga setelah Ling Tian memberitahunya bahwa mereka akan kembali hari ini ke kota Bulan Biru.


"Kwaaakkk"


Xiaohai segera melesat terbang dengan sangat cepat ke langit saat Ling Tian dan yang lainnya telah berada di atas punggungnya. Kecepatannya kini bertambah lebih cepat lagi setelah kultivasinya telah berada di tahap Bintang Berlian.


Xiaohai menggunakan kecepatan penuhnya untuk memamerkannya kepada mereka, sehingga hanya dalam 5 menit saja, mereka telah tiba di kediaman Klan Lin.


"Kwaaakkk"


Dia memekik sekali lagi lalu membusungkan dadanya dengan bangga saat mendarat di halaman Klan Lin, seakan memberitahu kepada orang-orang di dalam Klan bahwa Xiaohai yang gagah perkasa telah tiba.


Ling Tian yang melihat tingkah Xiaohai tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya. Saat mereka telah turun dari punggung Xiaohai, Ling Tian melihat Lin Qiangda segera bergegas ke arahnya bersama Lin San, Lin Hua, dan 2 orang lagi yang tidak di kenalnya.


Salah seorang di antaranya adalah pria paruh baya yang terlihat berusia sekitar 50 tahun, dan yang satunya lagi adalah seorang gadis yang menutupi wajahnya dengan memakai cadar.


"Aahh.. Tian'er, akhirnya kamu kembali." Lin Qiangda segera berkata saat dia telah tiba di depan Ling Tian.


"Hehe.. Maaf Kakek..! Aku keasyikan berjalan-jalan dengan mereka, sehingga baru kembali sekarang." Ling Tian berkata sambil tertawa kecil lalu menunjuk ke arah Lin Yue dan yang lainnya.


"Ada apa Kakek..? Kamu terlihat seperti sedang terburu-buru. Apakah Kakek akan melakukan sesuatu yang penting..?" Kata Ling Tian dengan nada heran.


"Aku terburu-buru karena berlari kesini setelah mengetahui kedatangan kalian. Seorang tamu yang sangat penting ingin bertemu denganmu." Lin Qiangda berkata dengan nada sedikit panik.

__ADS_1


Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Lin Qiangda, kedua orang yang berada di sampingnya itu segera memandang Ling Tian dari atas ke bawah.


Awalnya kedua orang itu tidak mengenali Ling Tian, karena melihat bahwa ada 2 pemuda dan 2 gadis yang baru saja tiba. Jadi, mereka tidak bisa menebak yang mana Ling Tian di antara kedua pemuda yang ada di depan mereka sekarang ini.


Setelah Lin Qiangda berbicara, akhirnya mereka mengetahui bahwa Ling Tian adalah pria termuda dan sangat tampan yang kini sedang berbicara dengan Lin Qiangda.


Merasakan tatapan kedua orang tersebut yang sedang memeriksanya, Ling Tian hanya tersenyum kepada mereka. Dia juga akhirnya tahu bahwa yang di maksud oleh Lin Qiangda sebagai tamu penting adalah kedua orang ini.


"Ooo.. Siapakah tamu yang sangat penting itu Kakek..?" Ling Tian berpura-pura tidak mengetahui siapa yang di maksud oleh Lin Qiangda.


"Ini adalah tamu penting yang ingin bertemu denganmu, dia adalah Putri Kaisar..!" Lin Qiangda berbicara dengan sangat hati-hati.


"Aahh.. Salam hormat Tuan Putri..!" Ling Tian memberi hormat kepada gadis yang memakai cadar tersebut.


"Salam hormat Tuan Putri..!"


Ling Han dan yang lainnya juga segera memberi hormat ke arah gadis bercadar itu.


"Hmmm.. Mari kita berbicara di dalam aula kecil kami Tuan Putri..!" Lin Qiangda berbicara dengan nada merendah dan mengajak mereka untuk ke aula Klan Lin.


"Baiklah..!" Suara yang sangat lembut terdengar dari balik cadar gadis tersebut.


Lin Qiangda pun tidak berani untuk duduk di kursinya, dia hanya ikut duduk di samping Lin Yue.


Suasana sedikit agak canggung saat gadis bercadar itu terus melihat dan memeriksa Ling Tian. Sejak awal, dia tidak bisa melihat sesuatu yang istimewa dari Ling Tian.


"Apakah Tuan Putri memiliki sesuatu yang sangat penting untuk di bicarakan, sehingga ingin bertemu denganku..?" Kata Ling Tian sambil tersenyum, mencoba mencairkan suasana canggung tersebut.


"Apakah kamu adalah orang yang di juluki Ling Tian sang Monster, seperti apa yang di katakan oleh rumor yang telah beredar di masyarakat..?" Suara yang sangat lembut itu terdengar lagi.


"Aahh.. Mungkinkah Tuan Putri melihat bahwa wajahku yang sangat tampan ini terlihat seperti wajah seorang Monster..?" Ling Tian berbicara dengan nada sedih.


"Lancang..!" Pria paruh baya yang berada di samping gadis itu segera berteriak ke arah Ling Tian.


"Tenanglah Paman..!" Gadis itu segera mengangkat tangannya untuk mencegah pria paruh baya itu bergerak ke arah Ling Tian.


"Hmmm.. Aku minta maaf bila kata-kataku tadi telah menyinggung perasaan Tuan Putri, tapi aku memang berkata jujur bahwa aku sangat tampan. Apakah ada Monster yang memiliki wajah setampan aku ini..?" Nada Ling Tian semakin terdengar sedih.


"Namaku adalah Jia Xiulan..! Aku telah berada di kota Bulan Biru ini selama hampir 3 bulan untuk mencari tahu apakah rumor yang beredar tentang Ling Tian sang Monster itu benar atau tidak."

__ADS_1


"Aku hanya penasaran karena rumor tentang Ling Tian sang Monster telah sampai ke Ibukota kekaisaran, sehingga aku kesini untuk bertemu denganmu langsung karena kamu adalah satu-satunya orang yang bermarga Ling di kota ini."


"Dan akhirnya aku mengetahui dari Patriark Klan Lin bahwa kamu adalah Ling Tian sang Monster yang di rumorkan tersebut." Suara gadis itu masih terdengar sangat lembut meskipun telah berbicara banyak.


"Aahh.. Aku minta maaf karena telah merepotkan Tuan Putri untuk datang ke kota ini demi bertemu denganku. Tapi seperti yang Tuan Putri lihat sendiri, aku hanyalah manusia biasa dan bukan seorang Monster seperti yang rumor katakan." Ling Tian kini berbicara sambil tersenyum.


"Hmmm.. Aku masih tetap penasaran dengan rumor yang telah beredar itu. Bisakah kamu bertarung denganku hingga rasa penasaranku ini terobati..!"


"Aahh.. Sekali lagi aku minta maaf Tuan Putri, untuk saat ini aku tidak bisa bertarung denganmu karena Tabib melarangku. Sebab setiap aku bertarung, penyakit wasirku akan kambuh." Ucap Ling Tian sambil memegang bokongnya.


"Bagaimana jika Tuan Putri bertarung saja dengan salah seorang di antara mereka bertiga ini." Lanjut Ling Tian lagi sambil menunjuk ke arah Ling Han, Lin Yue, dan Su Mei.


"Hmmm.. Sepertinya kamu meremehkan aku. Baiklah, jika aku mengalahkan salah satu dari mereka bertiga, kamu harus mau bertarung denganku."


Suara Jia Xiulan tetap terdengar sangat lembut walaupun nada bicaranya sedikit kesal karena merasa Ling Tian telah meremehkannya.


Sebelum Jia Xiulan memilih salah satu di antara mereka bertiga, Su Mei telah maju terlebih dahulu dan menatap Jia Xiulan dengan wajah dinginnya.


"Hmmn.. Bagaimana kalau kita bertarung di tempat yang agak luas..? Sebab jika kita bertarung di sini mungkin kita akan membuat aula ini menjadi rusak." Ucap Jia Xiulan kepada Su Mei.


"Tidak perlu..! Ini hanya akan berakhir dalam sekejap saja." Kata Su Mei dengan nada dinginnya.


Mendengar apa yang telah di katakan oleh Su Mei, Jia Xiulan semakin merasa di remehkan, baik itu dari Ling Tian maupun dari teman-temannya. Dengan sangat cepat dia mengeluarkan pedangnya dan langsung menyerang ke arah Su Mei.


Su Mei pun segera mengeluarkan pedangnya. Kemudian dia hanya sekali saja mengayunkan pedang itu ke depan lalu menyimpannya kembali ke Cincin Ruangnya.


"Aaahhh.."


Jia Xiulan berseru kaget setelah melihat bahwa cadarnya telah terlepas dari wajahnya.


"Bagaimana bisa..?" Pikir Jia Xiulan yang terdiam sambil memegang wajahnya yang tidak terluka sedikitpun.


Jenius Nomor Satu dari Akademi Naga Azure dan merupakan kecantikan tertinggi di Ibukota kekaisaran, telah di kalahkan oleh seorang gadis dari sebuah kota kecil hanya dengan satu ayunan pedang saja.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2