
"Mereka sangat meremehkan kita. Jika kita harus berperang, aku setidaknya harus membunuh 100 orang dari kekaisaran Ma sebelum aku terbunuh di medan perang"
"Aku juga akan membunuh 100 orang dari kekaisaran Ma sebelum aku mati."
"Aku juga memilih untuk mati daripada harga diriku di injak-injak oleh mereka."
"Yang Mulia! Kita harus segera menyusun strategi untuk menahan dan membalas serangan dari kekaisaran Ma, jika mereka benar-benar ingin berperang dengan kita."
"Yang Mulia! Kita harus memasang beberapa perangkap di wilayah perbatasan untuk menghalau serangan dari para prajurit kekaisaran Ma."
"Yang Mulia! Sebaiknya kita memanggil Master Formasi untuk memasang Formasi Pertahanan dan Formasi Penyerangan di wilayah perbatasan."
Setelah utusan itu telah pergi, semua orang mulai berpikir keras dan mengeluarkan pendapatnya untuk melawan serangan yang akan di luncurkan oleh kekaisaran Ma.
Kaisar terdiam sejenak, lalu kemudian dia berkata, "Katakan kepada Xiu'er untuk segera membawa Ling Tian kesini!"
Semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut mendengar perkataan Kaisar.
"Apa yang harus di lakukan dengan Ling Tian? Mengapa Kaisar memanggilnya kesini?"
"Mungkinkah Kaisar ingin mendengarkan pendapat Ling Tian tentang masalah ini?"
"Apakah Kaisar akan menyuruh Ling Tian untuk berperang bersama kita..?"
"Baik, Yang Mulia!" Seorang penjaga segera bergegas ke tempat Jia Xiulan.
Berbagai pertanyaan dan spekulasi muncul di benak semua orang.
Ling Tian yang masih terus bersantai di taman istana, tersenyum saat melihat Jia Xiulan berjalan ke arahnya.
"Kalian tetaplah di sini, aku akan pergi ke aula untuk menemui Kaisar." Dengan indera spiritualnya yang sangat tajam, Ling Tian telah mendengar bahwa Kaisar memanggilnya.
"Mmm...." Mereka semua mengangguk saat mendengar apa yang diucapkan oleh Ling Tian.
"Ayo, kita ke aula!" Sebelum Jia Xiulan berbicara, Ling Tian telah berjalan terlebih dahulu menuju ke aula istana.
Jia Xiulan tertegun sejenak, namun dengan cepat mengikuti Ling Tian.
Ling Tian berjalan dengan santai ketika memasuki aula istana dan tidak lupa untuk menyunggingkan senyum khasnya tersebut.
Semua tatapan mata orang-orang di dalam aula itu, kini tertuju kepadanya.
"Salam hormat, Yang Mulia!" Ling Tian menunduk untuk memberi hormat kepada Kaisar.
Tidak ada lagi yang berteriak kepadanya seperti yang terjadi kemarin. Mereka semua hanya terus memandang Ling Tian yang memiliki ekspresi santai di wajahnya.
__ADS_1
Kaisar mengangguk menjawab salam dari Ling Tian, kemudian berkata, "Ling Tian! Aku ingin mendengar pendapatmu tentang bagaimana menghadapi serangan dari para prajurit kekaisaran Ma?"
"Kalau Yang Mulia meminta pendapatku tentang masalah itu, aku hanya punya satu kata untuk menyelesaikan masalah tersebut." Ling Tian berkata sambil terus tersenyum.
Jia Xiulan yang berdiri di belakangnya, segera tersentak karena mengerti apa yang di maksud oleh Ling Tian.
Semua orang mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan Ling Tian yang diucapkannya dengan sangat santai itu.
"Apa maksudmu hanya dengan satu kata saja?" Kaisar berkata dengan nada bingung.
Ling Tian tersenyum tenang, kemudian mengangkat jari telunjuknya untuk menunjukkan bentuk angka 1, lalu berkata, "BUNUH!"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, darah seluruh orang yang berada di dalam aula tersebut segera mendidih. Semangat juang mereka pun seketika bangkit.
Para pejabat dan para Jenderal segera berdiri dengan tegap. Mata mereka semua seakan menyala terang yang menandakan bahwa mereka semua telah siap untuk berperang.
Melihat semua itu, wajah Kaisar langsung menampakkan senyumnya. Dia tidak pernah berpikir bahwa satu kata yang dikatakan dengan santai oleh Ling Tian, itu telah memberi kekuatan kepada semua orang yang mendengarnya.
"Dengarkan perintahku! Segera siapkan semua prajurit untuk bersiaga di wilayah perbatasan antara kekaisaran Jia dan kekaisaran Ma!"
"Hubungi Akademi Naga Azure dan semua Klan serta semua Sekte yang ada di Ibukota kekaisaran untuk segera mempersiapkan diri menyambut peperangan."
"Baik Yang Mulia!" Para pejabat dan para Jenderal segera berteriak serentak dengan penuh semangat.
"Ling Tian! Maukah kamu menjadi pemimpin dalam perang ini?" Kaisar berkata sambil tersenyum.
"Yaah... Baiklah, Yang Mulia!" Ling Tian mengangkat bahunya.
Mendengar jawaban Ling Tian, Kaisar langsung mengeluarkan lencana dan memberikannya kepada Ling Tian.
"Itu adalah lencana Panglima tertinggi dan menjadi simbol dari pemimpin perang." Kaisar berkata dengan nada bersemangat.
Ling Tian mengambil lencana tersebut lalu menggantungnya di sabuk depan pinggangnya.
"Hehehe... Ini terlihat keren." Ling Tian tertawa kecil.
Jia Xiulan yang sedari tadi hanya diam di belakang Ling Tian, segera maju ke depan lalu menunduk memberi hormat kepada Kaisar, kemudian berkata, "Ayah! Aku juga akan segera bersiap untuk mengikuti perang ini."
"Xiu'er... Kamu sebaiknya tinggal saja di dalam istana untuk menjaga Ibumu serta Adikmu. Perang ini akan sangat berbahaya bagimu." Kata Kaisar dengan nada lirih.
"Perang ini terjadi karena diriku! Jika aku hanya diam di sini, aku tidak akan merasa tenang dan akan sangat merasa sangat bersalah dengan kematian para prajurit yang rela mempertaruhkan nyawanya demi aku." Jia Xiulan berkata tegas.
"Aahh!" Kaisar tertegun dan tak tahu harus berkata apa.
"Huuuhhh... Baiklah! Kamu harus terus berada di sampingku saat kita telah berada di medan perang, karena aku juga akan turun langsung untuk membantu dalam perang ini." Kaisar menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Iya, Ayah!" Jia Xiulan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Kaisar.
"Baiklah... Mari kita segera bersiap, besok kita semua akan berangkat ke perbatasan!" Kaisar berdiri dari singgasananya lalu berjalan keluar dari aula di ikuti oleh penasehat, Ling Tian dan Jia Xiulan.
Ling Tian berpisah dengan Kaisar dan Jia Xiulan. Dia menuju ke taman tempat Ling Han dan yang lainnya bersantai.
Sesampainya di tempat itu, Ling Tian segera berkata kepada mereka, "Apakah kalian ingin mengikutiku untuk pergi bersenang-senang?"
"Tentu saja aku akan ikut, Tuan Muda Ling!" Zhang Xuan segera menjawab tanpa bertanya dimana Ling Tian akan pergi.
"Hitung aku juga, Tian'er!" Ling Han mengangkat tangannya dan menunjuk dirinya sendiri.
"Aku juga akan ikut denganmu!" Ucap Lin Yue pelan.
"Mmm..." Su Mei hanya mengangguk.
"Hahaha... Baiklah! Persiapkan diri kalian, karena aku akan pergi memimpin peperangan melawan kekaisaran Ma." Ling Tian terkekeh.
"Apaaaaa!"
Mereka semua berteriak secara bersama setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian.
"Bu... Bukankah Tuan Muda Ling tadi berkata akan pergi bersenang-senang! Mengapa sekarang pergi ke medan perang?" Zhang Xuan berkata tergagap.
"Hmmm... Itu memang tempat untuk bersenang-senang. Tapi jika kalian semua tidak mau ikut, yah tidak apa-apa juga. Biar aku sendiri saja yang pergi." Ling Tian mengangkat bahunya.
"Aku akan tetap mengikutimu!" Lin Yue segera menjawab tegas.
"Tetap hitung aku juga, Tian'er!" Ling Han berkata percaya diri.
"Mmm..." Su Mei hanya mengangguk seperti biasanya.
"Aaiihh... Kalau begitu aku juga terpaksa akan ikut Tuan Muda Ling." Zhang Xuan berkata dengan nada sedikit panik.
"Baiklah! Besok kita semua akan pergi menuju ke perbatasan." Ling Tian menyunggingkan senyum khasnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1