Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 186. Kota Luan


__ADS_3

Sesudah merenungkan dengan cermat semua resiko yang harus ia hadapi, Ling Tian pun berkata pelan kepada Wei Ziqing, "Paman Wei! Apakah kamu mempunyai sebuah peta yang menunjukkan arah ke wilayah Sekte Kabut Racun?"


"Aku memilikinya, Tuan Muda!" Wei Ziqing bergegas mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari Cincin Ruangnya lalu segera memberikannya pada Ling Tian.


Ling Tian memperhatikan isi dalam peta dengan cepat, kemudian mengembalikannya lagi ketika ia sudah menghafal semuanya.


"Tuan Muda! Jika anda ingin pergi ke Sekte Kabut Racun, bolehkah aku ikut juga denganmu?" tanya Wei Ziqing dengan nada hati-hati.


"Aku tahu kamu ingin membalaskan dendammu pada Sekte Kabut Racun. Tapi untuk sekarang aku tak bisa membawamu, Paman Wei. Hal ini sangat berbahaya dan bahkan aku sendiri juga tak yakin apakah akan berhasil mendapatkan Rumput Roh Bintang di dalam Sekte itu," tegas Ling Tian.


"Sebaiknya kamu tetap berkultivasi dan berlatih di sini dengan teknik yang sudah aku ajarkan kepadamu. Bila ada yang bertanya, katakan saja pada mereka bahwa aku pergi selama beberapa hari untuk mengasingkan diri," lanjut Ling Tian lagi dan langsung menghilang dari tempatnya. Dia melesat terbang ke langit dan menuju ke arah timur, sesuai yang telah ditunjukkan oleh peta, yaitu ke arah Sekte Kabut Racun.


Jarak antara Kota Primordial dan Sekte Kabut Racun sangat jauh. Dengan tingkat kultivasi Ling Tian saat ini, ia membutuhkan waktu selama sepuluh hari meski telah menggunakan kecepatan penuhnya.


Ketika Ling Tian sudah mendekati wilayah Sekte Kabut Racun, ia melihat sebuah kota yang besarnya sama seperti Kota Primordial. Dengan sangat cepat ia meluncur turun dan berjalan menuju ke arah kota yang ada di depannya itu.


Kota tersebut bernama Kota Luan yang berarti Kota Kekacauan. Kota ini juga adalah tempat asal Wei Ziqing bersama klannya. Sampai sekarang nama klan Wei masih tetap tersimpan di benak semua orang. Sebab, itu akan menjadi peringatan terhadap mereka agar tak pernah berani menyinggung orang-orang dari Sekte Kabut Racun.


Setelah membayar biaya kepada penjaga di pintu gerbang, Ling Tian pun berjalan santai memasuki Kota Luan. Suasana di kota tersebut sangat ramai dan di kota ini juga memperbolehkan Binatang Roh untuk bebas berkeliaran bersama Tuan mereka, sama seperti yang ada di Kota Primordial.


Pertama-tama Ling Tian menuju ke sebuah penginapan yang sangat besar dan juga memiliki restoran di dalamnya. Sebelum bertindak, Ling Tian terlebih dahulu ingin mencari informasi tentang Sekte Kabut Racun.


"Saudara Lu! Bagaimana dengan persiapanmu untuk mengikuti kompetisi yang akan diadakan lima hari lagi?"


"Jangan khawatir! Aku telah mempersiapkan semuanya. Bagaimana denganmu, saudara Chang?"

__ADS_1


"Aku pun sudah siap, saudara Lu! Kompetisi tahun ini sangat ketat dan semakin banyak orang yang ingin mengikutinya. Menjadi bagian dari Sekte Kabut Racun adalah angan-angan semua orang."


"Hmmm ... Meskipun persaingannya sangat sulit, namun aku akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai peringkat sepuluh besar. Sebab, memasuki Sekte Kabut Racun adalah berkah bagi klan kita juga."


"Tahun lalu Sekte Kabut Racun menerima 20 orang untuk menjadi anggota Sektenya. Sekarang mereka mengurangi kuotanya dan hanya akan menerima sepuluh orang saja, yang membuat kompetisi ini semakin sulit untuk bersaing."


"Hahaha ... Kalian jangan terlalu percaya diri! Semakin tinggi angan-angan kalian itu, semakin sakit juga jika kalian terjatuh."


Sebuah suara dengan nada mencibir langsung memotong pembicaraan kedua kultivator yang sedang memperbincangkan tentang kompetisi yang akan diadakan oleh Sekte Kabut Racun dalam merekrut anggota Sektenya.


"Kau!"


"Tenanglah, saudara Lu! Dia adalah Tuan Muda dari klan Shen, yang bernama Shen Tu Jiang. Jangan memprovokasinya!" Kultivator yang dipanggil sebagai saudara Chang tersebut berkata dengan nada setengah berbisik, sembari menahan temannya yang hendak berdiri dari kursinya saat mendengar olok-olokan dari orang-orang yang sedang duduk tak jauh dari mereka berdua.


"Hahaha ... Sebaiknya ketahuilah tempat kalian terlebih dahulu sebelum bermimpi untuk mendapatkan posisi sepuluh besar dari kompetisi yang akan diadakan lima hari lagi."


"Kekeke ... Sebaiknya kalian kembali berlatih lagi! Mungkin tahun depan kalian akan memiliki kesempatan untuk memasuki Sekte Kabut Racun."


Mendengar olok-olokan yang keluar dari mulut pemuda bernama Shen Tu Jiang beserta teman-temannya yang juga ikut duduk bersamanya itu, kedua pemuda yang dipanggil sebagai saudara Lu dan saudara Chang tersebut hanya bisa mengeretakkan gigi serta mengepalkan tangannya dengan erat untuk menahan amarah di dalam hati mereka.


Ling Tian yang berada di dalam restoran terus mendengarkan obrolan orang-orang di sekitarnya sambil menikmati tehnya dengan santai. Dari apa yang sudah didengarnya, dia akhirnya tahu bahwa lima hari lagi Sekte Kabut Racun akan mengadakan kompetisi bagi para jenius muda di Kota Luan untuk memilih sepuluh orang yang akan diambil dan dijadikan sebagai murid di dalam sekte mereka.


Kota Luan semakin hiruk pikuk dengan kedatangan para kultivator dari berbagai daerahnya sendiri yang bertujuan untuk mengikuti kompetisi yang diadakan dalam waktu setahun sekali itu. Mereka semua sangat bersemangat dan penuh antusias untuk ikut ambil bagian dalam acara tersebut.


Itu dikarenakan Sekte Kabut Racun juga adalah sekte terbesar dan nomor satu di wilayah Kota Luan. Sehingga, bagi para kultivator yang berhasil menjadi murid di Sekte Kabut Racun akan mendapatkan sumber daya yang lebih besar dari yang diberikan atau disediakan oleh klan mereka sendiri.

__ADS_1


Meskipun mereka semua tahu bahwa untuk mendapatkan sumber daya tersebut harus melalui persaingan atau mengambil peluang dari sebuah misi yang menghasilkan kontribusi bagi sekte. Namun, tetap saja masih banyak kultivator yang ingin mengikuti kompetisi itu. Sebab, untuk menjadi kultivator yang lebih kuat lagi, mereka semua akan bersaing demi mendapatkan sumber dayanya masing-masing.


Karena mereka pun sangat tahu, bahwa 'Tak ada makan siang gratis' di dunia yang kejam ini. Jika ingin memiliki kekuatan atau tingkat kultivasi yang sangat tinggi, maka mereka harus bekerja dan berusaha lebih keras lagi demi mewujudkan keinginannya itu.


Ling Tian terus saja mengumpulkan informasi yang ingin diketahuinya melalui perbincangan dari orang-orang yang berada di dalam restoran. Setelah merasa cukup, dia pun akhirnya meninggalkan restoran tersebut dan kembali ke dalam kamarnya.


"Hmmm ... Mungkin sebaiknya aku juga mengikuti kompetisi itu. Ini lebih baik daripada harus bertindak gegabah tanpa tahu bahaya apa yang akan menungguku jika masuk secara langsung ke dalam Sekte Kabut Racun," gumam Ling Tian seraya berbaring di tempat tidurnya. "Huuhh ... Kompetisi yah?! Baiklah, demi Rumput Roh Bintang, aku akan ikut bermain dengan para kultivator jenius itu." Senyum tipis tersungging dari bibir Ling Tian. Kemudian ia pun menutup matanya secara perlahan.


Sambil menunggu diadakannya hari kompetisi tersebut, Ling Tian terkadang keluar berjalan-jalan untuk melihat situasi yang ada di dalam Kota Luan. Ia juga membeli benda-benda yang menurutnya unik dan sangat bagus untuk dipakai oleh Lin Yue, Su Mei dan juga Jia Xiulan. Tak lupa pula ia membeli sesuatu yang mungkin akan terlihat sangat cantik jika dikenakan oleh putri kecilnya, Ling Yuemeilan.


"Huufftt!" desahan halus keluar dari mulut Ling Tian ketika mengingat mereka semua, termasuk untuk kedua orang tuanya yang berada di Benua Langit Tingkat Rendah.


Kerinduan yang dalam terpancar jelas dari matanya. Hal ini jugalah yang membuat Ling Tian ingin segera meningkatkan kekuatanya sampai ke tahapan Bintang Langit. Karena hanya dengan mencapai kultivasi pada tingkat Bintang Langit-lah ia baru bisa membuat Formasi Teleportasi untuk dapat kembali ke Benua Langit Tingkat Rendah.


Hampir sekitar dua tahun telah berlalu menghitung waktu sejak ia meninggalkan Kota Seribu Bunga. Jika saja sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kultivasinya sama seperti sumber daya yang diperlukan oleh para kultivator lainnya, mungkin saja kultivasi Ling Tian saat ini sudah berada di tingkat Bintang Langit dengan menggunakan kecepatan penyerapan dari Teknik Dewa Naga Surgawi.


Namun, karena seluruh Teknik Dewa Naga Surgawi mengharuskannya menggunakan sumber daya yang sangat besar dan sangat banyak, maka Ling Tian hanya bisa sedikit demi sedikit meningkatkan kekuatannya. Sebab, sumber daya untuk dirinya sendiri terbilang masih sangat langka di Benua Langit Tingkat Menengah.


Waktu terus berjalan dengan cepat. Tak terasa hari kompetisi dalam memilih para kultivator jenius untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun pun telah tiba.


***


UNGKAPAN “Tak ada makan siang gratis” konon merupakan peribahasa yang berasal dari bangsa Cina. Kalau dimaknai sepintas, menunjukkan betapa kerasnya kehidupan yang mesti dilakoni seseorang. Hubungan antar manusia yang satu dengan yang lain dinilai oleh adanya timbal-balik yang saling menguntungkan.


---------------------

__ADS_1


Author mohon maaf yang sebesar-besarnya buat teman-teman pembaca novel "LSM" ini karena baru bisa update sekarang. Semuanya disebabkan bulan kemarin Author sangat sibuk sehingga waktu untuk menulis juga sangat kurang. Mulai hari ini dan seterusnya novel "LSM" kembali update seperti biasanya lagi.


__ADS_2