Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 234. Jurang Keputusasaan


__ADS_3

Dalam perjalanannya, Ling Tian sudah beberapa kali bertemu dengan Binatang Roh tingkat enam di pegunungan, hutan serta lembah yang dilaluinya. Semuanya itu adalah Binatang Roh yang tingkat kultivasinya setara dengan kultivator tahap pertama Bintang Langit. Ling Tian membunuh mereka semua dan memasukkannya ke dalam Cincin Ruang.


Setelah sebulan, akhirnya Ling Tian sampai di wilayah bagian utara Benua Persimpangan Langit. Di sana, dia tak merasakan sedikit pun jejak dari untaian energi yang dikeluarkan oleh Terowongan Spasial.


Ling Tian berkeliling selama beberapa saat untuk lebih memastikan lagi bahwa Terowongan Spasial tidak muncul di tempat itu. Setelah merasa yakin, ia hanya bisa menghela napas panjang untuk mengusir keluhan yang ada di dalam hatinya.


Ling Tian yang tak ingin menyia-nyiakan waktunya sedikit pun, langsung terbang melesat ke arah bagian barat Benua Persimpangan Langit.


Di sepanjang perjalanannya, Ling Tian kerap kali melihat beberapa kultivator yang juga terbang di udara. Namun, dia tak menghiraukan mereka semua dan terus melaju ke arah tujuannya.


Para kultivator itu pun tak bisa mendekteksi keberadaan Ling Tian meski mereka terbang tidak terlalu jauh darinya. Sebab, tingkat kultivasi mereka masih berada jauh di bawah Ling Tian.


Beberapa hari kemudian, ketika Ling Tian melewati sebuah lembah, secara tiba-tiba dia menghentikan penerbangannya. Ling Tian melihat sebuah jurang yang gelap dan sangat dalam tepat berada di bawahnya.


Jika itu hanyalah sebuah jurang yang biasa saja, mungkin Ling Tian takkan pernah memedulikannya. Akan tetapi, yang membuatnya heran adalah bahwa indra spiritualnya tak dapat mendeteksi apa pun yang ada di dalam jurang tersebut. Seolah-olah indra spiritual Ling Tian terhalang oleh sebuah energi yang tak kasat mata.


Menurut peta keseluruhan dari wilayah Benua Persimpangan Langit, Ling Tian tahu bahwa jurang ini disebut juga dengan Jurang Keputusasaan. Sejak pertama, Ling Tian tidak terlalu memperhatikan tentang hal itu. Dia berpikir bahwa orang-orang hanya memberikan nama secara acak pada jurang tersebut.


Namun, ketika ia melihatnya secara langsung pada jurang yang berada di bawahnya saat ini, Ling Tian akhirnya tahu bahwa jurang itu tidak sesederhana seperti apa yang ada dipikirannya.

__ADS_1


Sembari mengerutkan alisnya, Ling Tian berpikir sejenak. Rasa penasaran di hatinya seakan mendorongnya untuk turun memeriksa keadaan jurang tersebut.


"Hmmm ... Mari kita lihat apa yang ada di sana!" batin Ling Tian pelan sambil meluncur turun dari udara dengan hati-hati.


Sebelum masuk ke dalam jurang, Ling Tian sekali lagi memeriksa keadaan di sekitarnya. Tapi ia tak menemukan adanya sebuah formasi yang menghalangi indra spiritualnya. Hal tersebut membuat Ling Tian semakin penasaran untuk mengetahui apa sebenarnya yang ada di dalam Jurang Keputusasaan itu.


Setelah mengonfirmasi dengan jelas, Ling Tian akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam jurang. Namun, ketika dirinya baru saja melewati mulut jurang tersebut, Ling Tian merasakan adanya kekuatan gravitasi yang cukup memberikan tekanan pada tubuhnya.


Dia mencoba untuk naik kembali dan keluar dari jurang. Akan tetapi, seolah-olah ada sebuah dinding penghalang yang tak kasat mata dan sangat kuat menghalangi jalan keluarnya.


Ling Tian melepaskan pukulan santai ke arah dinding penghalang tersebut untuk melihat apa reaksi yang akan terjadi selanjutnya. Ketika energi Qi yang berasal dari pukulannya menyentuh dinding penghalang, sebuah riak energi langsung muncul di depan Ling Tian dan menyedot habis energi Qi dari serangan pukulannya itu.


BAM


Tapi yang terjadi masih sama seperti tadi. Energi Qi dari pukulan Ling Tian seketika menghilang ditelan oleh dinding penghalang itu. Tanpa berpikir panjang, Ling Tian langsung menggunakan seluruh kekuatannya pada Teknik Pukulan Dewa Naga miliknya untuk menyerang dinding penghalang yang ada di depannya tersebut.


BAM


Sekali lagi terdengar suara ledakan ketika energi Qi Ling Tian bersentuhan dengan dinding penghalang. Riak energi yang lebih besar dari sebelumnya segera muncul di hadapan Ling Tian. Namun, hal ini tak membuat dinding penghalang hancur. Sebab, semua energi Qi yang berasal dari pukulannya terserap habis oleh dinding penghalang tersebut.

__ADS_1


"Huuhh ... Sepertinya aku akan terjebak di dalam jurang ini jika dinding penghalang itu tak bisa aku hancurkan." Ling Tian membatin dengan nada mengeluh sembari mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa situasi di dalam jurang, kemudian melanjutkan, "Hmmm ... Tempat yang sungguh aneh. Tak ada satu pun benda atau bentuk kehidupan yang bisa aku rasakan di sini. Mungkinkah kedalaman jurang ini telah melebihi jangkauan indra spiritualku?"


Ling Tian termenung selama beberapa saat, mencoba untuk menganalisa apa yang baru saja dialaminya. Setelah satu jam lamanya, ia belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tersebut. Sehingga, ia pun memutuskan untuk mencari tahu secara langsung apa yang ada di dalam jurang itu.


Ling Tian segera meluncur turun ke bagian terdalam jurang yang sangat gelap tersebut. Dengan bantuan tekanan gravitasi yang seolah-olah menarik tubuhnya ke bawah, kecepatan Ling Tian menjadi dua kali lipat daripada kecepatannya yang sebelumnya.


Waktu terus berputar dengan cepat. Tanpa terasa sudah enam bulan lamanya Ling Tian berada di dalam Jurang Keputusasaan. Wajahnya kini tampak sangat suram. Entah sudah berapa banyak Pil Restorasi yang ditelannya untuk memulihkan energi Qi-nya yang telah habis, saat ia melakukan perjalanan ke bawah Jurang Keputusasaan.


Kepercayaan dirinya benar-benar telah runtuh ketika menghadapi situasinya saat ini. Meskipun ia sudah menggunakan kecepatan penuhnya dan juga dengan bantuan tekanan gravitasi yang berasal dari dalam jurang, namun Ling Tian belum juga sampai di dasar jurang tersebut walau telah menghabiskan waktu selama enam bulan lamanya.


Bahkan indra spiritualnya belum merasakan adanya tanda-tanda bahwa ia akan mencapai dasar dari Jurang Keputusasaan. Semuanya masih tetap sama saja seperti sebelumnya.


"Huufftt ... Mungkin inilah yang dimaksud oleh orang-orang di Benua Persimpangan Langit, hingga mereka menamakan jurang ini dengan sebutan Jurang Keputusasaan. Aku benar-benar merasa putus asa sekarang," keluh Ling Tian seraya menghela napas berat.


Ini seperti jalan buntu baginya dan ia tidak mempunyai pilihan lain lagi selain terus masuk ke dalam Jurang Keputusasaan. Untuk sampai pada posisinya saat ini dia telah menggunakan waktu selama enam bulan.


Jika Ling Tian berniat untuk kembali ke mulut jurang, mungkin dia akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan juga akan sampai di sana dalam hitungan tahun. Sebab, kecepatannya akan menjadi lebih lambat dari yang sekarang karena tekanan gravitasi yang terus-menerus menekan tubuhnya.


"Ciihh ... Apa pun yang terjadi, aku tak boleh mati di tempat ini! Mereka semua masih menungguku untuk kembali ke rumah," ujar Ling Tian tegas untuk menguatkan tekadnya. Kemudian dengan cepat ia segera mengeluarkan Pil Restorasi untuk memulihkan kembali energi Qi-nya yang hampir habis.

__ADS_1


__ADS_2