
Ling Tian kemudian beranjak menghampiri teman-temannya dan mengatakan bahwa Meng Wanlian akan membawa mereka semua ke wilayah Murid Dalam.
“Junior Ling! Eehh ... Maksudku, Senior Ling! Apakah itu tidak melanggar peraturan sekte? Sebab, tingkat kultivasi kami belum mencapai tahap Bintang Langit,” tanya Niu Lang ragu-ragu.
“Hehehe ... Tak perlu sungkan seperti itu, Senior Niu! Aku tetaplah junior kalian,” jawab Ling Tian sambil tertawa lirih. “Tenanglah! Masalah tingkat kultivasi kalian semua biar aku yang mengurusnya.”
Mendengar penuturan Ling Tian, keempat sahabatnya itu saling berpandangan sejenak. Lalu, mereka pun mengangguk setuju untuk mengikuti Ling Tian dan Meng Wanlian ke wilayah Murid Dalam.
“Guru, kami semua sudah siap!” ujar Ling Tian ketika ia dan teman-temannya telah berada di depan Meng Wanlian.
“Mmm ... Baiklah!” sahut Meng Wanlian seraya mengangguk pelan, kemudian ia berbalik ke arah sang wasit dan berkata, “Bai Cuan, terima kasih telah menghubungiku! Jika bukan karenamu, mungkin aku belum bisa menemukan orang dengan kriteria yang cocok untuk menjadi muridku.”
Setelah berkata demikian, Meng Wanlian mengeluarkan sebotol pil dari Cincin Ruangnya dan memberikannya pada sang wasit yang nama sesungguhnya adalah Bai Cuan atau para Murid Luar sering memanggilnya dengan sebutan Tetua Bai.
Dari sini jugalah Ling Tian akhirnya mengerti bahwa wasit tersebut yang sudah memanggil Meng Wanlian untuk datang ke wilayah Murid Luar.
“Aku juga ingin mengucapkan terima kasih, Tetua! Jika bukan karenamu yang telah memanggil Guru ke tempat ini, mungkin tadi aku benar-benar sudah dipermalukan,” ucap Ling Tian sembari membungkuk memberi hormat. “Bila Anda memiliki waktu senggang, ingatlah untuk datang mencariku. Sehingga, aku juga bisa memberikan hadiah yang mungkin lebih baik dari apa yang baru saja diberikan oleh guruku kepadamu.”
Sebenarnya, Ling Tian tidak ingin bersikap angkuh dengan meremehkan hadiah pemberian dari Meng Wanlian dan menganggap tinggi hadiah yang akan diberikannya pada Bai Cuan. Namun, jika dia tidak bersikap seperti itu, mungkin Bai Cuan hanya akan menganggap kata-katanya sebagai angin lalu dan tidak mengindahkannya.
Sebab, sejak awal Ling Tian sudah memiliki sifat yang tidak suka berutang budi pada orang lain. Jadi, bila orang itu telah berbuat baik kepadanya, ia akan membalasnya berkali-kali lipat. Begitu pula sebaliknya. Jika orang itu telah berbuat jahat kepadanya, maka ia akan membalasnya berkali-kali lipat juga.
Ternyata benar seperti apa yang dipikirkannya. Setelah mendengar perkataan Ling Tian, bukan hanya Bai Cuan dan teman-temannya saja yang terkejut, bahkan Meng Wanlian sendiri menjadi sangat penasaran dengan maksud ucapan muridnya itu.
__ADS_1
“Aaiihh ... Kalian tak perlu memandangku dengan tatapan aneh seperti itu,” keluh Ling Tian dengan nada menggerutu.
Meng Wanlian yang semakin penasaran segera menghampiri Ling Tian. Kemudian ia pun dengan cepat mengulurkan tangannya dan menarik daun telinga milik muridnya tersebut.
“Hei, anak nakal! Beraninya kamu merendahkan hadiah pemberian dari gurumu ini. Apakah kamu tahu hadiah apa yang tadi sudah aku berikan pada Bai Cuan? Apakah kamu yakin dapat mengalahkan nilai dari hadiahku itu?” tanya Meng Wanlian dengan nada kesal.
“Aooww ... Aduuhh ... Ampun, Guru! Dari aromanya yang bocor, tentu saja aku tahu bahwa itu adalah Pil Lotus Giok Bulan,” jawab Ling Tian sambil meringis.
“Hmph ... Karena kamu sudah tahu itu adalah Pil Lotus Giok Bulan, kamu tentu tahu juga nilai dari pil itu bagi kultivator tahap Bintang Langit. Jadi, hadiah apa yang lebih tinggi nilainya dari pil tersebut? Sebab, yang paling dibutuhkan oleh Bai Cuan saat ini untuk meningkatkan kultivasinya adalah Pil Lotus Giok Bulan.” Meng Wanlian berkata seraya mendengus. “Mungkinkah kamu memiliki Buah Roh yang fungsinya dapat meningkatkan kultivasi para kultivator tahap Bintang Langit?”
“Aduuhh ... Guru! Jangan gunakan energi Qi-mu pada telingaku! Itu bisa-bisa putus jika kamu terus melakukannya,” ringis Ling Tian kesakitan. “Baiklah ... baiklah! Aku akan mengatakannya. Tapi sebelumnya, aku ingin bertanya, Guru!”
“Apa itu?” sahut Meng Wanlian singkat.
“Ya, itu memang benar! Pil Lotus Giok Bulan yang aku berikan pada Bai Cuan merupakan salah satu pil terbaik di Benua Langit Tingkat Atas ini. Lalu, apa maksud dari pertanyaanmu itu?”
“Ehem ... Begini, Guru! Sebenarnya, aku bisa membuat efektivitas Pil Lotus Giok Bulan tersebut bertambah menjadi 96 persen.” Ling Tian berbisik sangat pelan agar suaranya hanya bisa di dengar oleh mereka saja yang saat ini masih berada di atas arena.
“Hah?!”
Mulut Meng Wanlian, Bai Cuan dan keempat sahabat Ling Tian itu langsung ternganga lebar secara bersamaan karena sangat terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian.
“Junior Ling! Apakah Pil Penyembuh dan Pil Restorasi yang sebelumnya kamu berikan kepadaku memiliki efektivitas 96 persen? Sebab, aku merasakan efeknya berbeda dan itu jauh lebih baik dari pil yang biasa aku gunakan,” tanya Niu Lang dengan nada berbisik juga.
__ADS_1
Sebelum Ling Tian menjawab, Meng Wanlian sudah terlebih dahulu menyela, “Apakah yang dikatakan oleh temanmu ini benar adanya?”
“Ya! Aku hanya sedikit memperbaikinya agar efektivitasnya bisa mencapai 96 persen.”
“Hah?!”
Sekali lagi mulut mereka dibuat terbuka lebar oleh jawaban santai dari Ling Tian. Jika para Alkemis yang telah meramu pil tersebut ikut mendengar perkataan Ling Tian ini, mungkin mereka akan muntah darah karena merasa sangat malu bahwa pil buatan mereka telah diperbaiki kembali oleh seorang pemuda yang usianya masih 27-28 tahun.
“Muridku! Apakah kamu juga seorang Alkemis?” tanya Meng Wanlian melalui telepatinya dengan nada bersemangat.
“Mmm!” Ling Tian hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Meng Wanlian.
“Hahaha ... Ternyata aku telah mendapatkan seorang murid yang sangat jenius. Ini benar-benar sudah melebihi harapanku!” Meng Wanlian tertawa terbahak-bahak hingga membuat dadanya yang besar tampak bergetar. Bahkan tanpa sadar jepitan jarinya pada telinga Ling Tian mengencang.
Para murid yang berada di sekitar arena langsung tersentak kaget mendengar tawa keras yang dikeluarkan oleh Meng Wanlian. Sontak semua orang segera memandang ke arahnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Aooww ... Aduuhh ... Guru, telingaku! Telingaku!” rintih Ling Tian kesakitan.
“Hehehe ... Maaf ... Maaf! Gurumu ini terlalu bersemangat.” Meng Wanlian tertawa kecil sembari melepaskan tangannya dari telinga Ling Tian. Kemudian melanjutkan, “Baiklah! Kalau begitu, mari kita segera berangkat ke wilayah Murid Dalam. Dan untukmu, Bai Cuan!Setelah acara pengujian peringkat ini berakhir, sebaiknya kamu datang ke tempatku untuk menerima hadiah dari muridku ini.”
“Baik, Tetua Meng!” jawab Bai Cuan dengan nada tegas dan tampak sangat bersemangat juga.
Tanpa menunda lebih lama lagi, Meng Wanlian pun segera membawa Ling Tian dan yang lainnya ke wilayah Murid Dalam.
__ADS_1