Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 198. Keberadaan Rumput Roh Bintang


__ADS_3

Melihat sikap Ling Tian serta perkenalannya yang terdengar narsisme seperti itu, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian menjadi semakin canggung terhadapnya.


"Se ... Ah ... Bukan ... Bukan! Mungkin lebih baik jika kami memanggilmu sebagai saudara Ling Tian," ucap Yan Xifeng yang masih dalam keadaan canggung. Kemudian ia buru-buru melanjutkan, "Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, saudara Ling Tian karena telah menyelamatkan hidup kami dan juga telah menyembuhkan semua luka-luka yang terdapat di tubuhku."


"Yaah ... Terima kasih yang sebesar-besarnya, saudara Ling Tian. Rahmat yang kamu berikan kepada kami berdua sangat banyak. Mungkin di sepanjang kehidupan ini, kami takkan pernah bisa untuk membalasnya." Ning Qian Qian berkata seraya membungkuk memberi hormat.


"Aaiihh ... Tak perlu berkata seperti itu. Karena aku yakin kalian berdua akan segera bisa membalasnya," balas Ling Tian cepat.


Mendengar perkataan Ling Tian tersebut, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian benar-benar kebingungan. Mereka berdua tidak mengerti apa maksud yang terkandung di dalam ucapan Ling Tian yang barusan itu.


"Hehehe ... Aku hanya akan memberikan sebuah pertanyaan kepada kalian berdua. Jika kalian menjawabnya dengan sangat jujur, maka aku akan menganggap bahwa kalian telah membalas budi kepadaku," lanjut Ling Tian lagi sambil tertawa kecil.


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian menjadi lebih bingung lagi. Apakah hanya dengan menjawab sebuah pertanyaan saja sudah dapat membalas kebaikan yang diberikan oleh Ling Tian kepada mereka berdua? Menurut mereka, hal ini sungguh mustahil.


"Erm ... Kalau begitu ... silakan katakan, saudara Ling Tian! Kami akan menjawab semua pertanyaan yang kamu berikan dengan sejujur-jujurnya. Meski menurut kami hal tersebut belum bisa membalas kebaikanmu, tetapi selama itu bisa membantumu, kami akan selalu siap untuk melakukannya sesuai dengan apa yang kamu inginkan." Yan Xifeng berkata tegas dengan nada yang sangat tulus.


Sejenak, Ling Tian memperhatikan keduanya dengan saksama. Dia pun dapat menilai bahwa Yan Xifeng dan Ning Qian Qian memang memiliki karakter yang jujur.


"Hmmm ... Baiklah. Aku hanya ingin bertanya kepada kalian. Di mana aku bisa menemukan Rumput Roh Bintang di dalam Sekte Kabut Racun ini?" tanya Ling Tian santai, namun wajahnya tampak serius.


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian tersentak kaget ketika mendengar pertanyaan dari Ling Tian. Mereka tidak menyangka bahwa Ling Tian hanya akan melontarkan pertanyaan yang sangat mudah seperti itu.


"Apakah saudara Ling Tian benar-benar tidak mengetahuinya? Mungkinkah dia bukan salah satu Murid Inti di Sekte Kabut Racun? Apakah benar dengan hanya menjawab pertanyaan tersebut telah dapat membalas budi baiknya yang sudah menyelamatkan nyawa mereka?"

__ADS_1


Beberapa pertanyaan inilah yang terdapat di dalam benak Yan Xifeng dan Ning Qian Qian. Sebab, meskipun mereka berdua termasuk Murid Inti di Sekte Kabut Racun, akan tetapi keduanya tidak mengenal semua Murid Inti yang ada di dalamnya. Ini dikarenakan ada beberapa Murid Inti yang bertindak secara pribadi untuk mendapatkan sumber dayanya sendiri dan tidak pernah bergaul atau berteman dengan para Murid Inti lainnya.


Ling Tian memandang Yan Xifeng dan Ning Qian Qian dengan penuh keheranan, karena keduanya terlihat tampak sangat terkejut saat mendengar pertanyaan darinya.


"Mungkinkah pertanyaanku sangat sulit? Ataukah semua hal tentang Rumput Roh Bintang adalah sesuatu yang sangat tabu di Sekte Kabut Racun ini?" Ling Tian membatin sembari mengerutkan alisnya.


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian saling memandang satu sama lain dengan tatapan yang cukup rumit untuk dijelaskan. Kemudian berbalik kembali melihat ke arah Ling Tian.


"Saudara Ling Tian! Erm ... Apakah hanya itu saja pertanyaan yang kamu berikan kepada kami? Apakah tidak ada pertanyaan yang lainnya?" tanya Yan Xifeng sunguh-sungguh seraya menatap lekat-lekat pada wajah Ling Tian.


"Ya! Hanya itu saja," jawab Ling Tian tegas, kemudian menambahkan, "Apakah pertanyaanku tadi sangat sulit untuk dijawab oleh kalian berdua?"


"Aahh ... Tidak ... Tidak! Justru sebaliknya, saudara Ling Tian. Pertanyaanmu itu adalah pertanyaan yang sangat mudah karena semua Murid Inti di sekte ini pasti mengetahuinya," balas Yan Xifeng dengan nada canggung sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Ling Tian.


Yan Xifeng tidak berani bertanya apakah Ling Tian bukan salah satu Murid Inti dari Sekte Kabut Racun. Dia takut bahwa jika bertanya demikian nantinya hanya akan menyinggung perasaan Ling Tian.


"Rumput Roh Bintang adalah Tumbuhan Roh yang sangat langka di Benua Langit Tingkat Menengah ini. Semua orang tahu akan hal itu. Jadi, sesuatu yang sangat langka tersebut pasti akan sangat sulit juga untuk di dapatkan. Tetapi, dulunya Sekte Kabut Racun ini memiliki cukup banyak Rumput Roh Bintang yang terdapat di dalam beberapa lembahnya."


Yan Xifeng berhenti sejenak untuk membasahi kerongkongannya dengan air liurnya. Kemudian melanjutkan, "Namun, itu sudah tidak ada lagi, karena para Tetua sekte mengambil dan memindahkan semua Rumput Roh Bintang tersebut ke Lembah Obat yang terdapat di wilayah pusat di Sekte Kabut Racun ini. Sebab, beberapa tahun yang lalu, ada seorang kultivator dari Klan Wei yang berhasil masuk ke dalam sekte dan mengambil Rumput Roh Bintang di salah satu lembah yang ada di sini. Hal ini membuat pemimpin sekte dan para Tetua menjadi marah besar. Sehingga mereka semua membawa para murid untuk memusnahkan Klan Wei yang ada di Kota Luan."


Sekali lagi Yan Xifeng berhenti untuk menelan air liurnya, lalu kembali melanjutkan perkataannya, "Kami berdua mengetahui hal itu saat pertama kali memasuki Sekte Kabut Racun, karena kami bergabung ke dalam sekte ketika sekte ini telah selesai membantai semua orang di dalam Klan Wei. Apakah saudara Ling Tian mengetahui ke mana arah menuju Lembah Obat tersebut?"


"Tidak!" jawab Ling Tian singkat.

__ADS_1


"Jika begitu, aku akan memberitahumu. Lembah Obat berada di wilayah pusat. Jaraknya sekitar 400 kilometer dari tempat ini." Yan Xifeng dengan cepat mengeluarkan sebuah gulungan kertas tebal dari Cincin Ruangnya, lalu menyerahkannya kepada Ling Tian. "Ini adalah peta keseluruhan wilayah Sekte Kabut Racun."


Ling Tian segera mengambil gulungan peta yang ada di tangan Yan Xifeng. Setelah selesai melihatnya, ia kemudian menyerahkannya kembali.


"Aahh ... Bawalah peta ini, saudara Ling Tian. Mungkin itu akan berguna saat kamu kehilangan arah ketika sedang berjalan-jalan di dalam sekte," ujar Yan Xifeng pelan, menolak peta tersebut dikembalikan padanya.


"Hehehe ... Itu tidak perlu! Aku telah menghapal semuanya."


"Hmmm ... Baiklah! Kalau begitu, aku akan mengambilnya kembali." Yan Xifeng memasukkan lagi gulungan peta ke dalam Cincin Ruangnya, kemudian bertanya, "Apakah saudara Ling Tian benar-benar akan pergi ke Lembah Obat untuk mendapatkan Rumput Roh Bintang itu?"


"Ya! Aku akan pergi ke sana karena aku sangat membutuhkan Rumput Roh Bintang untuk meramu sebuah pil."


Mendengar jawabannya, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian akhirnya mengingat kembali ucapan Ling Tian. Sebelumnya, dia telah mengatakan bahwa Pil Penyembuh yang diberikannya kepada Yan Xifeng adalah pil buatannya sendiri.


"Ah! Apakah saudara Ling Tian juga seorang Alkemis?" tanya Ning Qian Qian dengan nada terkejut.


"Yaah ... Begitulah!" Ling Tian tersenyum tipis seraya mengangkat kedua bahunya.


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian langsung menatap lekat-lekat dari kaki hingga ke kepala Ling Tian untuk memastikan bahwa dia benar-benar seorang manusia.


"Monster!" Tanpa sadar, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian bergumam secara bersamaan.


"Yaah ... Itu sangat benar. Selain menjulukiku sebagai pria tertampan di Benua Langit, orang-orang juga menjulukiku sebagai Monster. Hmmm ... Mungkin sebaiknya julukanku tersebut digabung saja menjadi Monster tertampan di Benua Langit," ucap Ling Tian dengan nada serius, sembari memegang dagunya dan terlihat tampak sedang berpikir keras untuk menemukan julukan yang pantas bagi dirinya sendiri.

__ADS_1


"?@%.,!"


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian tidak tahu bagaimana harus menanggapi perkataan Ling Tian tersebut. Mereka hanya bisa diam dengan tampilan wajah canggung.


__ADS_2