Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 188. Tim Terkuat


__ADS_3

Pertarungan di atas arena kompetisi terus berlangsung dengan sangat sengit. Beberapa peserta yang berada di timnya masing-masing telah tersingkir karena terlempar keluar dari dalam Formasi Pelindung. Bahkan ada yang sudah terkapar tak sadarkan diri di atas arena karena telah kalah dari lawannya.


Meski demikian, belum ada dari para peserta itu yang terbunuh. Sebab, para peserta yang memenangkan pertarungannya masih merasa sedikit takut untuk melakukan pembunuhan terhadap lawan-lawan mereka. Karena mereka berpikir hal tersebut akan menimbulkan dendam dari keluarga atau klan yang kultivator jeniusnya ikut serta di dalam kompetisi itu.


Sudah banyak tim yang anggotanya telah berkurang secara drastis. Bahkan beberapa tim yang sejak awal berjumlah sepuluh orang, kini hanya menyisakan satu atau dua anggotanya saja. Namun, hal itu takkan berlangsung lebih lama lagi karena tim-tim yang kuat akan segera menjadikan mereka sebagai sasaran empuk.


Tetapi, ada salah satu tim yang masih memiliki anggota yang lengkap. Tim ini juga adalah tim yang terkuat dalam kompetisi tersebut. Para anggotanya memiliki tingkat kultivasi pada tahap keempat Bintang Berlian. Sedangkan untuk pemimpinnya, dia memiliki tingkat kultivasi pada tahap kelima Bintang Berlian.


Itu adalah tim yang dipimpin oleh Shen Tu Jiang, yang dilihat oleh Ling Tian ketika ia berada di restoran. Para anggota tim Shen Tu Jiang adalah teman-temannya sendiri yang berasal dari klan-klan besar di Kota Luan.


Tim Shen Tu Jiang tepat berada di tengah-tengah arena kompetisi. Meskipun begitu, tak ada satu tim lawan yang berani menyerang ke arah mereka. Sehingga, Shen Tu Jiang dan teman-temannya hanya berdiri santai sambil menonton pertempuran yang sedang berlangsung di sekelilingnya.


"Huuhh ... Mengapa tak ada yang menyerang tim itu?" tanya Salah seorang peserta kepada peserta lain yang ada di dekatnya seraya menunjuk ke arah tim Shen Tu Jiang.


"Pasti kamu bukan berasal dari Kota Luan, sehingga kamu tak tahu siapa orang-orang itu. Baiklah, akan kukatakan padamu. Mereka semua adalah kultivator muda dari klan besar dan juga sebagai kultivator jenius paling berbakat di kota ini!" jawab peserta lainnya sambil menatap kesepuluh pemuda yang berdiri di tengah-tengah arena kompetisi. "Terutama pemuda yang berpakaian merah itu. Dia adalah Tuan Muda dari klan Shen yang bernama Shen Tu Jiang. Aku tak bisa melihat tingkat kultivasinya. Tapi menurut rumor yang aku dengar, tingkat kultivasinya saat ini berada pada tahap kelima Bintang Berlian. Di usianya yang ke-25 tahun, dia telah memiliki tingkat kultivasi setinggi itu. Pencapaiannya di masa depan pasti akan lebih besar lagi ketika ia bergabung dengan Sekte Kabut Racun."


"Haahh!"

__ADS_1


Para peserta kompetisi yang berdiri tak jauh dari orang yang berbicara itu, sangat terkejut ketika mendengar perkataannya. Meskipun mereka juga bisa dikatakan sebagai kultivator jenius, namun bakat mereka semua terbilang sangat rendah jika dihadapkan dengan bakat Shen Tu Jiang.


"Aaiihh ... Sepertinya peluang kita sangat tipis untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun. Jika tak ada tim yang berani melangkah maju untuk melawan tim Shen Tu Jiang, maka dapat dipastikan bahwa merekalah yang akan terpilih untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun."


"Aku juga sempat berpikir bahwa kita akan bisa mengambil keuntungan dari pertempuran ini. Tapi ternyata yang terjadi sangat berbeda dari perkiraanku."


"Huuhh ... Seandainya saja sejak awal semua tim bergabung untuk menyerang dan berusaha menyingkirkan tim Shen Tu Jiang terlebih dahulu, mungkin kita dapat memiliki peluang yang lebih besar untuk tetap bertahan di arena ini."


"Haruskah sekarang kita semua bergabung bersama untuk menyerang tim Shen Tu Jiang?"


Para peserta yang tak mempunyai tim karena tingkat kultivasi mereka cukup rendah, mulai mengeluhkan situasi yang akan mereka hadapi selanjutnya. Jika keadaannya terus berlanjut seperti itu, mungkin tak lama lagi mereka semua akan tersingkir juga dari kompetisi tersebut.


"Aahh ... Ini sungguh membosankan! Mungkin lebih baik aku pergi bermain dengan para kecoak-kecoak itu." Salah seorang teman Shen Tu Jiang berkata sambil menatap ke arah para peserta yang tak memiliki tim, yang sejak awal terus berada di tepi arena kompetisi.


"Setelah kamu selesai bermain bersama para sampah itu, cepatlah kembali ke sini, Wen Hao! Lihatlah pertempuran yang terjadi di sekitarmu saat ini. Sebentar lagi kita pun harus membersihkan para sampah-sampah yang lainnya," ujar seorang gadis yang juga berada di dalam tim Shen Tu Jiang.


"Aaiihh ... Qingxue! Biarkanlah Wen Hao bersenang-senang sejenak. Anggap saja itu sebagai pemanasan baginya sebelum kita menyingkirkan semua orang dari atas arena," kata pemuda yang berdiri di sebelah Shen Tu Jiang menyela ucapan gadis tersebut. "Lagi pula hanya beberapa dari kita saja sudah dapat menyingkirkan semua sampah yang ada di sini."

__ADS_1


"Hahaha ... Tenanglah Qingxue! Aku akan segera kembali setelah puas bermain dengan para kecoak itu. Tunggulah sebentar saja! Ini takkan membutuhkan waktu yang lama untuk menginjak mereka semua." Pemuda yang dipanggil Wen Hao tersebut tertawa lepas, lalu berjalan dengan santai ke arah para peserta yang berada di tepi arena, sembari melengkungkan sudut bibirnya yang menunjukkan senyum sinis dan pandangan merendahkan kepada mereka. Ia juga tak memedulikan pertempuran yang sedang berlangsung di sekelilingnya, seakan-akan tak ada yang terjadi di sekitarnya.


"Ap ... Apa yang dilakukannya? Mengapa dia menuju ke arah kita?" Salah seorang peserta tergagap ketika melihat Wen Hao semakin dekat dengan mereka.


"Aahh! Sepertinya dia bertujuan menyingkirkan kita semua dari kompetisi ini," balas peserta lainnya dengan wajah pucat.


"Ayo, segera berpencar dan menjaga jarak darinya!"


Setelah berkata demikian, peserta tersebut langsung berlari dan melesat ke tepi arena yang berlawanan sisi dengan tempatnya semula. Peserta yang lainnya juga segera melompat dan menyebar ke berbagai arah untuk menjauhkan diri mereka masing-masing dari bahaya yang datang dan dibawa oleh Wen Hao.


"Ck ... Ck ... Ck! Para kecoak mulai berlarian karena takut terinjak oleh kakiku." Wen Hao berkata dengan nada mencibir sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian melanjutkan, "Apakah kalian berpikir akan bisa lepas dari cengkeramanku? Jika aku telah menargetkan kalian semua, maka hanya kehancuran yang akan kalian dapatkan."


"Ooh ... Kekeke ... Sungguh menarik. Ternyata masih ada seekor kecoak yang tak melarikan diri!" Wen Hao terkekeh senang ketika melihat salah seorang peserta yang masih berdiri dengan tenang di tempatnya. Lalu ia pun bertanya dengan nada menghina, "Mengapa kamu tak ikut berlari bersama teman-teman kecoak-mu itu? Apakah kamu bodoh atau karena kamu sudah tahu bahwa percuma saja untuk melarikan diri dariku?"


Peserta tersebut hanya diam sambil menyunggingkan senyum kecil dari bibirnya, seolah-olah dia tak mendengarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Wen Hao.


"Hahaha ... Bagus ... Bagus! Baru kali ini aku melihat ada kecoak yang berani bertindak seperti itu terhadapku. Tersenyumlah selagi kamu bisa! Sebab, mungkin kamu takkan bisa tersenyum lagi di saat berikutnya," ujar Wen Hao dan langsung menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2