Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 141. Tak Ada Pilihan


__ADS_3

Memandang Ling Tian yang seolah-olah sedang memikirkan sesuatu, Kera Salju tersenyum lalu bertanya santai, "Hmmm... Apakah kamu sudah menyerah? Mungkinkah kamu telah bosan bermain denganku?"


"Tak ada cara lain lagi! Aku hanya harus terus menyerangnya dengan segenap kemampuanku! Mungkin dengan begini, energi Qi dari Kera Salju itu bisa sedikit terkuras," batin Ling Tian tenang mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Kemudian ia pun menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat untuk menyerang kembali titik-titik berbahaya pada tubuh Kera Salju. Pedang Pelangi di tangannya juga terus menari dengan gerakan menebas serta menusuk ke arah Kera Salju tersebut.


Namun, Kera Salju masih tetap terlihat santai menerima serangan ganas yang dilancarkan oleh Ling Tian. Bunyi desiran angin di sekitar tubuhnya terus terdengar akibat tebasan dari Pedang Pelangi yang hanya mengenai udara.


"Hahaha... Bocah kecil! Aku sangat menyukai semangatmu yang pantang menyerah meskipun dirimu tahu bahwa apa yang kamu lakukan ini hanya sia-sia saja." Kera Salju tertawa keras sambil menghindari setiap serangan yang datang padanya.


Niat pedang yang sangat kuat terpancar dari tubuh Ling Tian. Tubuhnya juga tampak terlihat seperti sebuah pedang akibat aura yang dikeluarkannya. Itu adalah Teknik Pedang Satu, salah satu teknik pedang yang sudah digabungkannya dengan beberapa teknik pedang lainnya hingga menjadi Teknik Pedang Tanpa Nama. Teknik Pedang Satu ini jugalah yang diajarkan oleh Ling Tian kepada kakaknya, Ling Han.


Saat ini Ling Tian hanya menggunakan Teknik Pedang Satu untuk menyerang tubuh Kera Salju. Sebab, ia juga sadar bahwa setiap serangan terkuatnya tak memiliki efek sama sekali terhadap Kera Salju tersebut. Dengan demikian, ia berpikir untuk mengikuti kemauan sang Kera Salju yang ingin bermain dengannya sambil mencoba mencari celah kelemahannya.


"Hmmm... Serangan dari teknik pedangmu ini hampir mirip dengan yang kamu gunakan sebelumnya. Namun, kekuatan serangannya sedikit menurun!" ujar Kera Salju memberikan penilaiannya pada Teknik Pedang Satu.


"Tapi, itu terserah kamu. Jika yang kamu lakukan ini dapat menyenangkanku, mungkin aku akan memberikan sedikit kesempatan yang lebih lama sebelum aku bertindak untuk mengalahkanmu," lanjut Kera Salju lagi.


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh sang Kera Salju, Ling Tian merasa agak lega. Ia berpikir untuk menunda sedikit lebih lama lagi pergerakannya sebelum Kera Salju melakukan serangan balasan terhadap dirinya.


"Hahaha... Bagus! Bagus! Ini sangat menyenangkan. Ayo, teruslah bermain denganku!" Suara tawa gembira dari Kera Salju menggema di sekitar area hutan yang sangat luas itu.


Ling Tian terus menerjang dengan sengit tanpa sedikitpun mengendurkan serangannya karena takut sang Kera Salju kurang puas dengan apa yang telah dilakukannya.

__ADS_1


"Huuhh... Jika saja tingkat kultivasiku berada pada tahap ketiga Bintang Bumi, mungkin aku juga bisa bermain sepuasnya bersamamu," keluh Ling Tian di dalam hatinya.


Tanpa terasa sudah seharian penuh Ling Tian dan Kera Salju bertarung. Tetapi, bagi Kera Salju itu bukanlah sebuah pertarungan melainkan sebuah permainan untuk membuat dirinya senang.


Setelah bermain begitu lama bersama Ling Tian, wajah Kera Salju tiba-tiba berubah masam karena dirinya mulai merasa bosan menghadapi pola serangan yang itu-itu saja dari Ling Tian.


Melihat hal tersebut Ling Tian segera melesat mundur sedikit menjauh dari Kera Salju. Lalu dengan gerakan yang sangat cepat ia mengeluarkan sebuah Pil Restorasi dari Cincin Ruangnya. Energi Qi-nya yang sebelumnya telah berkurang langsung kembali penuh ke puncaknya.


Lalu sekali lagi dia menghilang dari tempatnya dan menyerang dengan kekuatan penuhnya ke arah Kera Salju. Kali ini gerakan Ling Tian terlihat seperti sedang melakukan tarian pedang yang sangat indah.


"Hahaha... Lanjutkan! Lanjutkan! Aku sangat menikmatinya. Meskipun gerakanmu terlihat seperti seorang gadis, tetapi kekuatan serangannya setara dengan yang baru saja kamu tampilkan tadi. Aku juga melihat teknik pedang ini hampir mirip dengan teknik pedang yang kamu gunakan pada saat pertama kali kamu menyerangku."


"Ini disebut Teknik Menari Bersama Pedang. Kekuatannya memang seimbang dengan Teknik Pedang Satu yang baru saja aku gunakan sebelumnya," jawab Ling Tian sambil terus menyerang Kera Salju.


"Hahaha... Aku suka pada nama teknik pedangmu ini. Kalau begitu, mari kita menari bersama! Hahaha...." Kera Salju pun berkelit lincah menghindari setiap serangan yang tertuju padanya seolah-olah sedang melakukan tariannya juga.


Gerakan Ling Tian seperti seorang gadis yang sedang menari, sementara gerakan yang dilakukan oleh Kera Salju tersebut adalah dengan cara melompat ke sana kemari sambil merentangkan kedua tangannya untuk meniru beberapa gerakan tarian yang diketahuinya.


"Hahaha... Sudah lama aku tak merasa gembira seperti ini. Ayo, lanjutkan!"


"Hahaha... Ayo, teruskan!"


"Hahaha... Yaa, seperti itu!"

__ADS_1


Suara tawa gembira dari Kera Salju terus terdengar menggema di area sekitarnya. Dia seakan sangat menikmati setiap serangan yang lancarkan oleh Ling Tian.


Waktu terus berjalan dengan cepat. Tanpa terasa 2 hari lagi berlalu dan pertarungan tersebut masih berlangsung. Raut wajah Kera Salju berubah masam lagi yang menandakan bahwa ia mulai merasa bosan bermain bersama Ling Tian.


Di sela-sela melancarkan serangannya, Ling Tian sekali lagi menelan Pil Restorasi untuk mengembalikan energi Qi-nya yang sudah banyak terbuang. Lalu ia pun mengganti pola serangan pedangnya menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya.


Walaupun energi Qi dari Kera Salju telah berkurang sedikit, namun itu tak terlalu berpengaruh pada kecepatan gerakan mengelak yang terus diperagakannya. Dia masih berkelit mulus untuk menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Ling Tian.


Tanpa menunggu Kera Salju memberikan penilaian terhadap teknik pedang yang digunakannya, Ling Tian sudah terlebih dahulu berkata, "Ini disebut sebagai Teknik Pedang Kesepian. Teknik ini mengutamakan pada kecepatan dan ketepatan dalam pola serangannya."


Ling Tian memberi tahu nama teknik pedang yang saat ini digunakannya dan berharap bahwa sang Kera Salju akan tertarik dengan teknik pedang tersebut. Namun di luar dugaannya, raut wajah Kera Salju semakin masam dan tampak sedih setelah mendengar apa yang diucapkan olehnya.


"Celaka! Apakah dia sudah bosan dan ingin segera melancarkan serangan balasan terhadapku? Jika itu terjadi, maka aku akan berada dalam keadaan yang sangat berbahaya," batin Ling Tian dengan nada sangat terkejut saat melihat ekspresi dari wajah Kera Salju.


Dengan gerakan yang sangat cepat ia pun langsung melesat mundur menjauh dari Kera Salju. "Satu-satunya cara yang bisa aku gunakan untuk melawannya adalah menelan Pil Hitam Terlarang yang aku temukan di dalam Cincin Ruang Ma Hong. Tapi serangan balik dari efek pil tersebut sangat berbahaya dan akan menurunkan tingkat kultivasiku ke tahap pertama Bintang Bumi."


"Haruskah aku melakukannya? Huuhh... Jika aku tahu akan terjadi hal seperti ini, mungkin aku akan membuat pil yang lebih baik dari Pil Hitam Terlarang dan juga akan memiliki efek serangan balik yang lebih sedikit tanpa harus menurunkan tingkat kultivasiku," lanjut Ling Tian di dalam hatinya dengan nada menggerutu.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2