
Akhirnya Ling Tian bersama dengan yang lainnya ikut pergi melihat pembuatan patung Ling Yuemeilan. Sementara itu, para pemahat patung yang diperintahkan oleh Kaisar Jia juga sudah bersiap dengan peralatannya masing-masing, sambil menunggu perintah selanjutnya dari Kaisar Jia.
Begitu semuanya telah siap, Ling Yuemeilan bergegas turun dari gendongan Kaisar Jia dan mulai berpose di dekat patung Ling Tian. Dengan cepat, para pemahat pun mulai bergerak melakukan pekerjaan mereka.
Batu besar yang setinggi patung Ling Tian segera dipahat sesuai pose yang ditunjukkan oleh Ling Yuemeilan. Karena sebagian dari para pemahat tersebut tingkat kultivasinya sudah berada di tahap Bintang Berlian, maka pengerjaan dari patung Ling Yuemeilan terbilang cukup cepat. Itu hanya memakan waktu sekitar lima jam saja.
Namun, ketika patung itu telah selesai dibuat, Ling Yuemeilan tidak puas dengan hasilnya. Sebab, ia lupa memakan permen lolipopnya saat berpose tadi, sehingga patung yang dibuat juga tanpa ada tangkai permen lolipop di mulutnya.
Para pemahat pun dengan cepat menambahkan tangkai permen lolipop di sela-sela bibir patung Ling Yuemeilan. Setelah beberapa saat memperhatikan patungnya sendiri, wajah Ling Yuemeilan menjadi cemberut kembali karena masih merasa tidak puas dengan hasil dari para pemahat tersebut.
Bukan karena patungnya tidak bagus, tapi karena menurut Ling Yuemeilan patung tersebut terlihat aneh. Dengan usianya yang masih lima tahun dan bentuk tubuhnya yang masih kecil, tidak sepantasnya bentuk patungnya terlihat tinggi sejajar dengan patung Ling Tian.
Akan tetapi, kali ini Ling Yuemeilan tidak protes dengan hasil pekerjaan dari para pemahat itu. Sebab, ia tahu bahwa mereka semua sudah bekerja cukup keras untuk membuatkan patung bagi dirinya.
Sebenarnya, bisa saja ukuran patung Ling Yuemeilan dibuat kecil lagi agar terlihat lebih sepadan saat berada di sisi patung Ling Tian. Namun, ia ingin patungnya juga dapat terlihat oleh seluruh penduduk di Ibukota Kekaisaran Jia.
Meski Ling Yuemeilan tidak berkata apa-apa, tapi Ling Tian dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh putrinya tersebut. Dan hal ini pula akan membuat Ling Tian tidak tenang jika Ling Yuemeilan bersedih.
Sambil tertawa kecil, ia pun berkata, "Hehehe ... Sepertinya Tuan Putri masih belum puas dengan patung sendiri. Kalau begitu, biarkan ayahmu ini mencoba membuatkan patung untukmu."
"Benarkah, Ayah? Mungkinkah Ayah juga bisa membuat patung seperti yang dilakukan oleh para kakek-kakek itu?" tanya Ling Yuemeilan dengan nada yang terdengar bersemangat kembali.
__ADS_1
"Huuhh ... Apakah Tuan Putri mulai meragukan kemampuan ayahnya ini?" balas Ling Tian berpura-pura menunjukkan wajah cemberutnya.
"Tidak ... Tidak! Aku selalu percaya Ayah dapat melakukan apa pun," ujar Ling Yuemeilan cepat.
"Nah, itu barulah putriku!" Ling Tian mengacungkan jempolnya sembari tersenyum.
Sesudah berkata demikian, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya. Mula-mula ia meleburkan batu dari patungnya sendiri dan patung Ling Yuemeilan secara bersamaan. Kemudian dengan lambaian tangannya ia membuat sebuah Formasi Penempaan yang lebih besar dari bentuk patung sebelumnya.
Ling Tian juga menambahkan sedikit logam yang merupakan bahan tambahan dalam membuat senjata pusaka, sehingga patung yang akan dibuatnya menjadi sangat kuat dibandingkan patung yang dikerjakan oleh para pemahat.
Dengan menggunakan indra spiritualnya, Ling Tian mengukir semua bahan yang telah bercampur di dalam Formasi Penempaan. Setiap ukirannya tampak lebih detail dan sangat sempurna dari apa yang sudah dibuat para pemahat patung pada umumnya.
Semua orang yang menyaksikan tindakan Ling Tian terperangah dengan apa yang dilakukannya. Sebab, teknik membuat patung yang ditampilkan olehnya sangat berbeda dengan apa yang sering dikerjakan oleh para pemahat patung. Karena teknik yang ditunjukkan Ling Tian sama seperti teknik menempa senjata pusaka.
"Ayah! Aku sangat menyukainya. Aku sungguh sangat menyukainya," seru Ling Yuemeilan seraya melompat-lompat kegirangan.
Ini karena Ling Yuemeilan melihat patung dirinya tersebut sedang duduk di atas pundak patung Ling Tian. Di sela-sela bibirnya juga tampak terlihat tangkai permen lolipop yang mencuat keluar.
Sementara itu, kedua tangan dari patung Ling Tian terangkat ke atas, tampak sedang memegang tangan dari patung milik Ling Yuemeilan. Raut wajah pada patung Ling Tian terlihat sedang tersenyum bahagia.
"Hehehe ... Ini belum selesai, Tuan Putri! Tunggulah sebentar lagi sampai ayahmu ini menyelesaikan semua prosesnya," ucap Ling Tian sembari tertawa kecil. Kemudian tangannya dengan sangat cepat bergerak untuk menempatkan Formasi Roh ke dalam patung tersebut.
__ADS_1
Seketika patung itu pun berubah dan seolah-olah tampak terlihat seperti benar-benar hidup. Bahkan bentuk pakaian pada patung tersebut dipenuhi dengan warna cerah, seperti warna pakaian yang saat ini sedang dikenakan oleh Ling Tian dan Ling Yuemeilan.
Sekali lagi semua orang dibuat takjub oleh pemandangan di depan mereka. Bahkan para penduduk yang berada di dalam Ibukota Kekaisaran Jia, mulai berbondong-bondong datang ke tempat patung itu untuk menyaksikannya lebih dekat lagi.
"Hahaha ... Ayah! Kamu memang yang terbaik. Cepat naikkan aku ke atas pundakmu! Aku ingin terlihat seperti patung kita itu." Ling Yuemeilan tertawa gembira sambil berlari menghampiri Ling Tian dan bergegas naik ke atas pundak ayahnya tersebut. Tak lupa pula ia mengeluarkan permen lolipopnya dan segera memakannya, lalu berpose mengikuti bentuk sikap pada patungnya sendiri.
Melihat tingkah lucu dari Ling Yuemeilan, semua orang pun langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ayah! Kamu lupa menuliskan nama pada patung ini," tunjuk Ling Yuemeilan ke arah pijakan kaki patung mereka.
"Hmmm ... Bagaimana kalau kita beri nama 'Ling Tian Sang Monster Yang Sangat Tampan dan Ling Yuemeilan Sang Monster Yang Sangat Cantik'. Sepertinya nama itu terdengar sangat bagus dan akan membuat orang-orang yang membacanya menjadi ketakutan," jawab Ling Tian sungguh-sungguh.
"Itu terdengar aneh, Ayah! Jika ditambahkan dengan kata tampan dan cantik hanya akan menghilangkan keganasan dari nama Monster itu sendiri," balas Ling Yuemeilan sembari menggembungkan pipinya karena tidak senang dengan nama pemberian Ling Tian.
Huang Fu dan Xiao Jun saling memandang ketika mendengar percakapan antara ayah dan anak itu, kemudian mereka berdua langsung terkikik pelan sambil membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Mereka berpikir bahwa ternyata Ling Yuemeilan masih lebih pintar dari Ling Tian dalam menilai nama yang bagus.
Ling Tian segera memelototi keduanya, karena setiap nama yang diberikan olehnya pasti akan selalu mendapatkan protes keras dari Huang Fu dan Xiao Jun.
"Bos! Bagaimana kalau Anda mengukir baris pertamanya dengan kalimat 'Dua Monster'? Itu bisa juga dikatakan sebagai judul dari patung ini. Kemudian baris kedua adalah nama kalian sendiri," saran Huang Fu seraya tersenyum canggung.
"Yeah ... Aku sangat menyukai nama pemberian dari Kakek Huang. Ayah, cepat! Tuliskanlah seperti apa yang dikatakan Kakek Huang tadi!" seru Ling Yuemeilan bersemangat.
__ADS_1
"Aaiihh ... Baiklah ... Baiklah! Ayah akan segera mengukirnya sesuai keinginanmu," gerutu Ling Tian sambil mendengus kesal ke arah Huang Fu.
Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian juga memasang Formasi Pelindung yang transparan di sekitar patung untuk mencegah seseorang yang berniat merusak patung tersebut. Kemudian mereka pun akhirnya pergi ke istana karena menerima undangan dari Kaisar Jia.