
Setelah menyelesaikan semua proses pendaftaran murid baru dan mendapatkan lencana yang merupakan tanda pengenal bagi anggota Sekte Cahaya Matahari, Ling Tian dan Pang Huaxian pun langsung bergegas kembali ke arena pengujian peringkat.
Ketika mereka sampai, pertarungan Niu Lang dan Jing Bao telah berakhir dengan kemenangan yang dimiliki oleh Niu Lang. Dia akhirnya berhasil memasuki peringkat sepuluh besar di bagian Murid Luar Sekte Cahaya Matahari. Sedangkan posisi Jing Bao turun ke peringkat sebelas.
“Woah ... Senior Niu benar-benar kuat!” ujar Ling Tian sembari tersenyum. Lalu bertanya pada Pang Huaxian, “Tapi kenapa Senior Niu belum turun dari atas arena? Bukankah dia telah menang?”
“Itu karena Senior Niu belum mengamankan posisinya sebagai peringkat ke-10. Sesuai peraturan, dia harus bertarung sebanyak dua kali lagi agar posisinya benar-benar aman. Jadi, Senior Niu sekarang sedang menunggu murid-murid lain yang hendak menantangnya. Jika dalam sepuluh menit tak ada yang mengeluarkan tantangan kepadanya, maka peringkat ke-10 otomatis akan menjadi miliknya,” jawab Pang Huaxian.
“Bukankah itu sedikit tidak adil karena Senior Niu sudah menghabiskan banyak energi Qi-nya? Apalagi bila Senior Niu menghadapi lawan selanjutnya yang memiliki kekuatan setara dengannya.”
“Yah, memang demikian! Namun, hal tersebut merupakan ujian bagi seluruh murid di sekte ini. Karena jika kita bertarung di dunia luar, tidak akan ada kata 'Adil' untuk meraih sebuah kemenangan dari musuh-musuh kita,” balas Pang Huaxian dengan nada tenang.
“Hmmm ... Jadi, begitu yah?!” ucap Ling Tian pelan seraya mengangguk-anggukkan kepalanya. Kemudian berkata di dalam hatinya, “Sistem pengujian peringkat ini benar-benar bagus untuk meningkatkan kekuatan para murid dan juga kekuatan sekte. Mungkin nantinya aku juga akan menerapkan sistem seperti ini di sekteku sendiri.”
Sambil menunggu para murid yang akan mengeluarkan tantangan pada Niu Lang, Ling Tian juga memperhatikan sembilan orang yang duduk di atas panggung tak jauh dari arena pertarungan. Kesembilan orang tersebut sengaja membiarkan auranya merembes keluar dari tubuhnya masing-masing, seolah-olah sedang mengintimidasi setiap orang yang hendak menantang mereka.
__ADS_1
“Senior Pang! Jika aku tidak salah, orang-orang yang ada di atas panggung itu adalah para murid dari peringkat sembilan sampai ke peringkat pertama,” kata Ling Tian setengah berbisik.
“Ya, itu benar! Mereka adalah para murid terkuat di wilayah Murid Luar. Bila Senior Niu sungguh berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ke-10, maka ia pun akan masuk ke dalam jajaran murid terkuat ke-10. Posisi sepuluh besar juga dikatakan sebagai murid elit, karena akan mendapatkan sumber daya yang lebih banyak dan memiliki perlakuan khusus dari sekte, agar mereka semua dapat segera masuk ke bagian Murid Dalam,” tutur Pang Huaxian menjelaskan.
“Junior Ling! Coba kamu perhatikan wajah pria yang duduk di urutan pertama itu. Namanya adalah Hong Cao Yan. Penampilannya sangat arogan karena dialah murid yang berada di peringkat pertama dan merupakan murid terkuat di antara seluruh Murid Luar. Meskipun tingkat kultivasinya setara dengan kami yang ada di tahap kesembilan Bintang Bumi, tapi ia bisa bertarung imbang ketika melawan Murid Dalam yang tingkat kultivasinya berada di tahap pertama Bintang Langit. Jangan sekali-kali memprovokasinya, karena itu hanya akan berdampak buruk terhadap diri kita sendiri,” lanjut Pang Huaxian lagi yang berbisik sangat pelan di samping telinga Ling Tian.
“Mmm!” Ling Tian hanya mengangguk sembari menyunggingkan senyum khasnya menanggapi penjelasan Pang Huaxian.
Dari nada bicara Pang Huaxian, Ling Tian tahu bahwa Pang Huaxian sangat tidak menyukai sikap arogan yang ditunjukkan oleh Hong Cao Yan itu. Ling Tian juga mengerti bahwa Pang Huaxian merasa takut untuk menyinggung Hong Cao Yan, karena kemampuan Pang Huaxian tidak sebanding dengan murid yang ada di peringkat pertama tersebut.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara dengan tawa kecil yang mengagetkan Ling Tian dan Pang Huaxian. Itu adalah suara Tang Fei yang baru saja datang bersama Xuan Jirou.
“Apakah Junior Ling ingin ikut juga dalam acara pengujian peringkat ini?” tanya Tang Fei dengan nada santai, seraya meletakkan lengan kanannya di bahu Pang Huaxian.
“Hehehe ... Tidak, Senior Tang! Aku hanya akan menonton saja. Sebab kekuatanku mungkin belum bisa bersaing dengan murid-murid lainnya yang sudah memiliki peringkat,” jawab Ling Tian dengan tawa lirih.
__ADS_1
“Ooh ... Rupanya begitu?! Hal tersebut juga merupakan pilihan yang tepat. Sebelum Junior Ling mengikuti acara pengujian peringkat, sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan kekuatan para murid yang ikut ambil bagian dalam acara ini,” balas Tang Fei.
“Yah ... Itu memang benar! Sebaiknya nanti Junior Ling memperhatikan ketika aku menghajar lawan yang peringkatnya berada di atasku. Kalian semua juga harus berteriak memberikan dukungan terhadapku saat nanti tampil di atas arena,” celetuk Xuan Jirou dengan nada bercanda.
“Hahaha ... Tenanglah, Senior Xuan! Kami semua akan mendukungmu dengan sepenuh hati,” timpal Pang Huaxian sambil tertawa.
Sementara itu di atas arena, Niu Lang masih tetap berdiri menunggu para murid yang akan menantang dirinya. Setelah ia menelan Pil Restorasi, energi Qi-nya yang sudah terkuras banyak di pertarungan sebelumnya mulai terisi kembali meskipun hanya sebagian kecil saja.
Ketika empat menit telah berlalu, seseorang akhirnya melompat naik ke atas arena untuk menantang Niu Lang. Itu adalah seorang pemuda yang postur tubuh kekar dan berotot, mirip seperti tubuh Xuan Jirou.
“Hmmm ... Sepertinya rival dari Senior Niu sudah bergerak,” ujar Pang Huaxian.
“Siapa itu, Senior Pang?” tanya Ling Tian sedikit penasaran.
“Dia adalah Chu Fengzi, murid peringkat ke-12. Pada acara pengujian peringkat sebelumnya, ia bertarung dengan Senior Niu secara seimbang. Aku berpikir mungkin Senior Niu akan cukup kewalahan bertarung dengannya, karena energi Qi milik Senior Niu telah berkurang banyak,” jawab Pang Huaxian agak cemas.
__ADS_1
“Aaiihh ... Tak perlu gelisah seperti itu, Junior Pang! Mari kita saksikan dulu pertarungan mereka. Semoga saja saudara Niu bisa memenangkan pertarungan ini,” tandas Tang Fei dengan nada meyakinkan.