
Lelang terus berlanjut. Beberapa senjata Pusaka Tingkat Berlian seperti pedang, tombak, kapak, perisai dan armor juga di tampilkan dalam pelelangan tersebut.
Ling Tian membeli sebuah pedang berwarna putih untuk Su Mei karena pedangnya hanya senjata Pusaka Tingkat Perak. Sedangkan untuk Lin Yue, dia telah mempunyai pedang Pusaka Tingkat Berlian hasil dari kemenangannya di Turnamen bela diri.
Ling Tian berencana akan menempa pedang mereka menjadi senjata Pusaka Tingkat Langit dengan menambahkan sedikit Wurtzite Pelangi ke pedang mereka.
"Selanjutnya adalah Gingseng Darah berumur 2000 tahun. Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 500 ribu koin emas. Setiap tawaran akan memiliki kelipatan 5000 koin emas."
"505.000"
"510.000"
"520.000"
Hanya dalam beberapa menit saja, harga telah mencapai 700 ribu koin emas dan orang-orang yang meneriakkan tawaran mereka juga sudah semakin sedikit.
"710.000" Suara dari ruangan nomor 1 terdengar lagi.
"720.000" Suara dari ruangan nomor 4 juga tak mau kalah.
Ling Tian belum melakukan penawarannya, dia hanya memperhatikan kedua orang itu saling bersaing. Setelah harga telah mencapai 850 ribu koin emas, suara dari ruangan nomor 1 tidak terdengar lagi.
"Hahaha.. Ayo cepat selesaikan." Suara dari ruangan nomor 4 itu terdengar senang dan menyuruh gadis juru lelang untuk segera menyelesaikan lelang Gingseng Darah tersebut.
"850 ribu pertama.. 850 ribu kedua.." Gadis itu melihat ke para tamu lainnya.
"850 ribu keti.."
"1 juta.."
Sebelum gadis itu akan mengatakan KETIGA, terdengar suara dari ruangan nomor 7 menyebutkan tawarannya. Itu adalah suara Ling Tian.
Suara tawa dari ruangan nomor 4 segera berhenti mendengar tawaran dari Ling Tian. Dia tidak berani lagi menaikkan tawarannya karena dia akan menyimpan uangnya untuk bersaing di puncak acara lelang.
Semua orang juga sangat terkejut karena Ling Tian langsung menaikkan tawaran ke harga 1 juta koin emas.
Gadis juru lelang langsung tersenyum gembira mendengar tawaran Ling Tian, dia kemudian menunggu beberapa detik tetapi tidak ada lagi yang menawar.
"1 juta ketiga. Ginseng Darah ini terjual kepada tamu di ruangan nomor 7." Kata gadis juru lelang tersebut.
"Selanjutnya adalah Rumput Naga Merah berumur 2000 tahun. Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 500 ribu koin emas. Setiap tawaran akan memiliki kelipatan 5000 koin emas."
"1 juta.." Ling Tian langsung menyebutkan tawaran lagi tanpa memberi kesempatan pada tamu lain untuk meneriakkan tawarannya.
Para tamu segera memandang ke arah ruangan Ling Tian untuk memeriksanya dengan indera spiritual mereka. Tapi mereka tidak dapat merasakannya karena Ling Tian telah memasang Formasi Penyegelan pada ruangan itu.
"Apakah ada lagi yang akan menaikkan tawarannya..?" Gadis juru lelang bertanya kepada para tamu sambil tersenyum senang.
"Karena tidak ada lagi yang menaikkan tawarannya, Rumput Naga Merah ini terjual kepada tamu di ruangan nomor 7." Lanjut gadis itu.
"Selanjutnya adalah Jamur Bulan berumur 2000 tahun. Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 500 ribu koin emas. Setiap tawaran akan.."
"1 juta.." Ling Tian kembali menyebutkan tawarannya sebelum gadis juru lelang menyelesaikan kalimatnya.
Semua tamu menggeretakkan giginya karena melihat Ling Tian seakan tidak memberikan wajah pada mereka untuk menyebutkan tawaran mereka juga.
__ADS_1
"Aahh.. Siapa orang yang berada di ruangan nomor 7 itu..? Dia membeli semua Ramuan Roh yang sangat baik untuk membuat Pil Mutiara Darah." Seorang Alkemis berkata pada temannya.
"Aku tidak tahu..! Sepertinya dia juga seorang Alkemis."
"Ruangan itu sepertinya telah terpasang sebuah Formasi yang membuat indera spiritualku tidak bisa merasakannya."
"Sepertinya orang yang berada di dalamnya memiliki latar belakang yang sangat penting. Abaikan saja dia..! Jangan sampai kita menyinggung orang seperti itu."
"Baiklah.. Aku mengerti." Alkemis itu pun segera mengangguk.
"Sekarang kita telah sampai pada puncak acara pelelangan ini..! Ini adalah benda terakhir yang akan di lelang oleh Paviliun Harta." Gadis juru lelang itu mulai berbicara lagi.
Pelayan segera masuk membawa sebuah kotak yang lebih besar dari kotak yang sebelumnya, kemudian membukanya. Di dalamnya ada 2 buah Apel berwarna keperakan.
"Ini adalah buah Apel Petir. Jika seorang kultivator tahap kesembilan Bintang Emas memakannya, maka hanya dalam setahun itu bisa meningkatkan kultivasinya naik ke tahap pertama Bintang Berlian."
"Apaaaaa..!"
Semua orang akhirnya tidak mempedulikan lagi dan melupakan apa yang telah di lakukan oleh Ling Tian. Mereka semua kini berniat untuk mendapatkan Apel Petir tersebut.
Untuk para kultivator Bintang Emas, sangat sulit untuk menerobos ke ranah Bintang Berlian. Biasanya para kultivator jenius akan membutuhkan waktu selama 10 tahun agar bisa naik ke tingkat pertama Bintang Berlian.
Dengan bantuan buah Apel Petir itu, mereka kini memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk menjadi kultivator yang lebih kuat.
"Baiklah semuanya..! Kami akan membuka harga awal pada kedua buah Apel Petir tersebut. Harga awalnya adalah 10 juta koin emas, dan setiap penawaran akan memiliki kelipatan 100 ribu koin emas."
Suara gadis juru lelang membuat semua orang mulai berhati-hati dalam menaikkan tawaran mereka karena harga awal kedua Apel Petir itu sangat mahal.
"10,1 juta.."
"10,3 juta.."
Orang-orang mulai meneriakkan tawaran mereka secara perlahan dan takut untuk langsung menaikkan harga tinggi.
"11,1 juta.."
"11,2 juta.."
"11,3 juta.."
Harga Apel Petir itu kini makin meningkat hingga mencapai 15,7 juta koin emas.
"15,8 juta.."
"15,9 juta.."
"16 juta.."
Sampai di harga 16 juta koin emas, semakin kurang orang-orang yang menyebutkan tawarannya. Kini tinggal orang-orang dari ruangan VIP yang bersaing memperebutkan Apel Petir tersebut.
"Aku akan langsung menaikkan tawaranku 16,5 juta.. itu semua adalah batas kemampuanku." Suara dari ruangan nomor 8 terdengar.
"Hmmm.. Kalau begitu, aku akan menaikkannya menjadi 16,6 juta." Suara dari ruangan nomor 10 juga ikut berbicara.
"Huuuhhh.. Jika hanya begitu, aku akan langsung menaikkannya menjadi 17 juta." Orang dalam ruangan nomor 3 tidak mau kalah, dia akhirnya meneriakkan tawarannya.
__ADS_1
"20 juta.." Ling Tian segera menyebutkan tawarannya juga.
Mendengar itu, semua orang yang berada di ruangan VIP mulai kembali menatap ke arah ruangan Ling Tian.
"Aarrgghh.."
Kemarahan terdengar dari teriakan mereka.
"20,1 juta.."
"20,5 juta.."
"21 juta.."
Suara orang-orang itu kini telah menggunakan energi Qi mereka dengan nada geram.
"30 juta.." Suara Ling Tian yang sangat tenang kini membuat semua orang tidak bisa lagi menahan amarahnya.
"Siapa kamu sebenarnya..? Dan apa tujuanmu langsung menaikkan harga seperti itu..?"
"Kamu sepertinya orang baru yang berada di kota Bulan Biru ini, sehingga kamu tidak mengerti cara menghargai kami dan itu berarti kamu tidak memberikan wajah pada kami semua."
"Aku hanya tahu 1 hal dalam pelelangan, yaitu siapa yang memberikan tawaran tertinggi, maka barang itu akan menjadi miliknya." Ling Tian berkata santai.
"Jika kalian tidak dapat menaikkan tawaran lagi, kedua Apel Petir itu akan menjadi milikku." Lanjut Ling Tian.
"Baik.. Baik.. Baik..! Aku akan mengingat ini." Suara geram terdengar menyebutkan kata BAIK sebanyak 3 kali karena kesabarannya telah mencapai batasnya.
"Hahaha.. Aku sungguh berterima kasih sekali jika kamu akan mengingatku karena kejadian ini." Ling Tian hanya tertawa mendengar perkataan orang tersebut.
Banyak orang yang akan segera menyerang Ling Tian, tetapi mereka tidak bisa melakukannya saat masih berada di dalam area Paviliun Harta karena peraturan di sini melarang para tamu untuk melakukan tindak kekerasan.
Jika mereka berani melakukannya, Tetua penjaga Paviliun Harta yang memiliki kultivasi di tingkat kedua Bintang Berlian akan langsung membunuh mereka.
"Hahaha.. Jika kalian tidak mampu lagi untuk menaikkan tawaran, jangan bersaing denganku." Ling Tian terus tertawa.
"Huuuhhh.. Jika kamu berani, segera katakan namamu..! Aku Bai Luo akan menunggumu di luar Paviliun ini."
"Hmmm.. Aku juga akan menunggumu."
"Aku juga.."
Beberapa orang mulai berteriak ke arah ruangan Ling Tian.
"Ooo.. Baguslah kalau begitu. Ingat baik-baik, Namaku Ling Tian. Aku akan menyambut kalian semua yang telah menungguku."
Seketika semua orang yang berada di situ terdiam setelah mendengar Ling Tian menyebutkan namanya. Suasana di area pelelangan langsung berubah hening.
Tak ada lagi yang berani membuka mulutnya untuk berbicara. Hanya suara ludah yang di telan secara paksa terdengar jelas di dalam area pelelangan tersebut.
***
Untuk para Reader, Author minta maaf jika lambat mengupdate Novel ini karena Author juga masih sementara menulis kelanjutan dari tiap chapter di Novel ini. Biasanya Author telah mengupload chapter selanjutnya tetapi tertahan lama sebab masih di review sama pihak mangatoon.
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1