Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 243. Pertarungan Ayah Dan Anak


__ADS_3

Merasakan tatapan semua orang tertuju padanya, Ling Tian segera menjawab pertanyaan Ling Yuemeilan dengan berpura-pura menunjukkan wajah kebingungan, "Sepertinya kita baru pertama kali bertemu, gadis kecil! Mungkin karena aku cukup kuat, sehingga kamu merasakan perasaan yang aneh tentang diriku. Kalau boleh aku tahu, siapa namamu, gadis kecil?


Mendengar perkataan Ling Tian, semua orang semakin memandang ke arahnya dengan penuh keheranan. Sebab, semua anggota Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit pasti akan tahu siapa gadis kecil itu.


"Apakah Kakak sungguh tidak tahu siapa aku?" tanya Ling Yuemeilan dengan menampilkan wajah polosnya, seraya terus mengulum permen lolipop yang ada di dalam mulutnya.


"Yah ... Aku benar-benar tidak tahu, karena aku baru saja bergabung dengan sekte ini. Saat aku melihat banyak orang berkumpul di sini, aku pun langsung ikut juga bersama mereka," jawab Ling Tian dengan nada serius.


Satu per satu anggota sekte Ling Tian menganggukkan kepala mereka setelah mendengar penjelasannya. Akhirnya mereka mengerti mengapa pemuda yang ada di atas arena itu tidak mengenal Ling Yuemeilan.


"Ooh ... Begitu yah!? Pantas saja Kakak tidak tahu siapa aku. Namaku, Ling Yuemeilan. Kalau Kakak namanya siapa?" tanya Ling Yuemeilan lagi.


"Namaku, Ying Jun!" balas Ling Tian singkat. Nama tersebut langsung terpikirkan olehnya karena Ying Jun memiliki arti 'Tampan'.


Ling Yuemeilan menatap wajah Ling Tian lekat-lekat, lalu berkata, "Namamu tidak sesuai dengan wajahmu, Kakak! Sebaiknya kamu menggantinya. Aku takut kamu nantinya akan seperti Paman Xiaohai yang selalu menganggap dirinya sangat tampan. Padahal, wajahnya sangat jelek. Kalau kamu tidak percaya, coba lihatlah di sana, Kakak! Anj1ng hitam itu bernama Paman Xiaohai. Bagaimana menurutmu? Apakah dia sangat tampan atau sangat jelek?"


Ling Yuemeilan mengulurkan tangan kecilnya dan menunjuk ke arah Xiaohai yang sedang memanggul Kera Salju di atas punggungnya. Ling Tian pun segera mengikuti arah yang ditunjuk oleh putrinya tersebut lalu berpura-pura menunjukkan wajah yang sangat ketakutan ketika ia melihat Xiaohai.


"Aahh ... I-itu ... Kamu memang benar gadis kecil! Wajah anj1ng tersebut sungguh sangat jelek. Aku yakin dia adalah binatang paling jelek di dunia ini. Aku bisa-bisa mati ketakutan jika terus-menerus memandang tampang menjijikannya itu," seru Ling Tian kaget, sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.


Mendengar perkataan menghina dari pemuda yang berada di atas arena pertarungan tersebut, Xiaohai seketika berubah marah. Ia langsung berteriak dengan nada geram, "Wajahmu itu yang sangat jelek dan menjijikan, anak muda! Seluruh keluargamu juga menjijikan! Jangan panggil namaku Xiaohai jika aku tidak menghancurkan wajahmu itu menjadi seperti wajah b4bi!


PLETAK

__ADS_1


Xiaohai yang sudah sangat marah dan hendak menerjang ke arah Ling Tian, langsung menghentikan tindakannya saat suara jitakan terdengar dari atas kepalanya.


"Aduh, Kakak Besar! Mengapa kamu memukulku," tanya Xiaohai dengan nada mengeluh.


"Ciihh ... Itu karena apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut memang benar," jawab Kera Salju sembari mencibir pada Xiaohai.


Anggota sekte Ling Tian sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah Xiaohai dan Kera Salju. Namun, tak ada di antara mereka yang berani melakukannya karena takut akan kemarahan Xiaohai. Hanya orang-orang terdekatnya saja yang berani menertawakannya.


"Hehe ... Kamu tidak perlu takut, Kakak! Paman Xiaohou akan selalu mendisiplinkan Paman Xiaohai bila dia berani menggertakmu," ucap Ling Yuemeilan sambil tertawa kecil.


"Ooh ... Ba-baiklah! Aku akan berusaha untuk tidak takut ketika melihat wajahnya yang sangat jelek itu," balas Ling Tian terbata-bata, lalu menurunkan kedua tangan yang menutup matanya.


Xiaohai hanya bisa mendengus kesal saat mendengar Ling Tian sekali lagi menghinanya dengan mengatakan bahwa wajahnya sangat jelek.


Namun, ada satu orang yang memiliki pikiran lain, yaitu Lin Yue. Dia terus memandang pemuda yang berdiri di dalam arena dengan saksama setelah melihatnya bertingkah seperti itu. Sebab menurut Lin Yue, hanya satu orang saja yang berani bertindak demikian terhadap Xiaohai. Ia adalah Tuan dari Xiaohai sendiri, yaitu Ling Tian.


Sebab, walaupun pemuda di atas arena pertarungan tersebut mengatakan bahwa dirinya ketakutan, tapi Lin Yue tahu bahwa ucapan dari pemuda itu memang sengaja mengolok-olok Xiaohai.


"Gadis kecil! Apakah benar bahwa orang yang bisa mengalahkanmu akan mendapatkan pil dengan efektivitas 100 persen?" tanya Ling Tian.


"Ya! Itu benar, Kakak!" jawab Ling Yuemeilan dengan nada sungguh-sungguh.


"Hmm ... Kalau begitu, aku akan mencobanya!" balas Ling Tian cepat dengan wajah bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah, mari kita bertarung, Kakak! Karena aku merasa kamu sangat kuat, aku akan menyerangmu lebih dulu," ujar Ling Yuemeilan yang sudah bersiap-siap menerjang ke arah Ling Tian tanpa mengeluarkan permen lolipop dari mulutnya.


"Yah ... Lakukanlah!" Ling Tian juga segera memasang posisi bertarungnya.


Dengan cepat, Ling Yuemeilan langsung melesat ke arah Ling Tian sambil mengulurkan telapak tangannya. Sebenarnya, Ling Tian sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh putrinya itu. Sebab, teknik yang digunakannya adalah Teknik Langkah Dewa Naga dan Teknik Tapak Dewa Naga miliknya.


Ketika Ling Yuemeilan bertarung dengan lawan yang sebelumnya, Ling Tian melihat dia tidak menggunakan teknik tersebut. Ini menunjukkan bahwa putrinya kini telah serius bertarung dengannya.


Ling Tian bergerak mundur untuk menghindari serangan dari Ling Yuemeilan. Akan tetapi, putrinya itu terus mengejarnya dan menutup jarak antara mereka berdua.


Melihat hal ini, Ling Tian tersenyum senang karena Ling Yuemeilan sudah sangat serius sejak di awal pertarungan. Ini menandakan dia tidak lagi meremehkan lawannya karena mengetahui bahwa lawan yang dihadapinya sekarang sangat kuat.


Pertarungan mereka berjalan cukup sengit. Sesekali Ling Tian akan memberikan serangan balasan untuk menutupi ruang gerak Ling Yuemeilan. Tapi, pergerakan yang ditunjukkan oleh putrinya tersebut sangat lincah dan gesit hingga ia dapat menghindari semua serangan Ling Tian.


BAM ... BAM ... BAM


Pukulan serta tendangan mereka terus saling beradu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras di dalam arena pertarungan. Sudah hampir 30 menit berlalu, namun belum ada di antara mereka yang menunjukkan tanda-tanda akan kalah.


Semua orang yang menyaksikan pertarungan keduanya akhirnya percaya pada apa yang sebelumnya dikatakan oleh Ling Yuemeilan, bahwa meskipun Ling Tian hanya memiliki tingkat kultivasi pada tahap pertama Bintang Emas, tapi kekuatan mereka benar-benar seimbang.


Lin Yue yang sedari tadi memperhatikan Ling Tian dengan saksama, semakin merasa jelas dengan kecurigaan yang ada di hatinya ketika ia melihat Ling Tian terus tersenyum saat bertarung dengan Ling Yuemeilan. Bahkan Ling Tian hanya tampak seperti sedang bermain-main selama pertarungan itu berlangsung.


Meski demikian, Lin Yue tetap tidak bisa merasakan aura Ling Tian dari pemuda yang bertarung di dalam arena tersebut.

__ADS_1


"Apakah ini hanya perasaanku saja karena terlalu merindukannya?" tanya Lin Yue di dalam hatinya dengan nada sedih.


__ADS_2