Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 208. Aku Bukanlah Pencuri


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian, tidak ada lagi teriakan yang terdengar dari anggota Sekte Kabut Racun yang berada di kelompok pertama. Suasana berubah menjadi sangat hening. Hanya suara desiran angin yang terdengar di sekitarnya.


"Hehehe ... Lihatlah, kakek tua bangka sialan! Aku telah membayar bunga dari utangku terhadapmu." Ling Tian menoleh ke arah Du Qiang sambil tertawa lirih.


"B4jingan! B4ngsat! Bedebah!" teriak Du Qiang yang melontarkan beberapa makian kasar di dalam hati ketika melihat apa yang terjadi di depannya.


Mata Du Qiang terbuka lebar dan mulutnya tertutup rapat. Dia hanya hanya bisa menyaksikan semuanya tanpa bisa berbuat apa-apa. Sebab, tubuhnya dalam keadaan terkunci oleh energi Qi Ling Tian. Dia sama sekali tak bisa bergerak. Bahkan jika Du Qiang ingin bunuh diri, dia tetap tak sanggup untuk melakukannya.


Apa yang disaksikan Du Qiang di depan matanya, sama seperti apa yang sudah terjadi pada dirinya. Itu karena kultivasi dari semua anggota sektenya yang berada di kelompok pertama tersebut telah dilumpuhkan oleh Ling Tian.


Ling Tian kemudian berbalik kembali ke arah anggota Sekte Kabut Racun yang berada di kelompok pertama dan berkata santai, "Mengingat kalian masih memiliki keluarga yang menunggu di rumah, aku akan mengampuni nyawa kalian. Lagi pula, aku tak memiliki dendam terhadap kalian. Sebenarnya, dalam pembantaian Klan Wei, masih ada seorang anggota klannya yang berhasil meloloskan diri. Dan kini, dia sudah menjadi anggota sekteku. Jadi, aku sedikit membantu untuk membalaskan dendamnya. Sebab, aku menganggap semua anggota sekteku adalah keluargaku sendiri."


Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian, akhirnya semua orang mengerti. Semula, mereka menganggap bahwa Ling Tian memiliki hubungan dengan Klan Wei atau bahkan dia adalah salah satu anggota Klan Wei yang datang menuntut balas, ketika mereka pertama kali mendengar dia bertanya tentang pembantaian terhadap Klan Wei yang terjadi beberapa tahun lalu.


"Jika saja Sekte Kabut Racun tidak pernah melakukan kejahatan seperti itu terhadap anggota sekteku, maka aku juga tidak akan pernah mengusik ketenangan kalian. Aku bahkan tidak akan berpikir untuk mengambil semua Tumbuhan Roh yang ada di dalam Lembah Obat. Sebab, aku memiliki sesuatu yang lebih baik untuk dijadikan sebagai barang pertukaran pada semua jenis Tumbuhan Roh yang ada di sana."


Apa yang dijelaskan oleh Ling Tian memang benar adanya. Jika dia ingin melakukan barter bersama Sekte Kabut Racun, dia bisa saja mengeluarkan beberapa Pil Susu Awan miliknya dan menukarnya dengan Tumbuhan Roh yang ada di dalam Lembah Obat, termasuk Rumput Roh Bintang.


Sekte Kabut Racun pasti sangat mau untuk melakukan pertukaran dengannya, karena mereka juga sangat membutuhkan Pil Susu Awan milik Ling Tian untuk meningkatkan kultivasi mereka dengan cepat.


"Satu hal lagi yang perlu kalian ingat dengan baik di dalam pikiran kalian." Ling Tian menghentikan sejenak perkataannya, kemudian melanjutkan seraya menunjuk pada dirinya sendiri, "Pria tertampan di Benua Langit ini bukanlah seorang pencuri!"


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian tersenyum senang setelah mendengarkan semua penjelasan Ling Tian. Mereka juga tidak merasakan kesedihan dengan kehancuran Sekte Kabut Racun, karena sekte tersebut benar-benar telah melakukan kejahatan besar yang sangat sulit untuk dimaafkan.

__ADS_1


Mereka berdua pun tahu tentang maksud Ling Tian yang mengatakan dia bisa saja melakukan barter dengan Sekte Kabut Racun dan tidak mengambil secara cuma-cuma semua Tumbuhan Roh yang ada di Lembah Obat.


Karena, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian merasakan sendiri keajaiban dari pil yang diberikan oleh Ling Tian kepada mereka berdua. Sehingga, itu akan membuat Sekte Kabut Racun tidak akan pernah menolaknya. Apalagi jika semua orang tahu bahwa Pil Susu Awan milik Ling Tian memiliki efektivitas 100 persen.


"Hmmm ... Baiklah. Karena aku sudah mengatakan semua yang ingin aku ucapkan, maka kalian bisa pergi sekarang!" Ling Tian berkata sembari menunjuk ke arah kedua kelompok yang ada di depannya. Lalu ia berbalik menoleh pada Du Qiang. "Sedangkan untukmu kakek tua bangka sialan, karena kamu sudah berniat untuk membunuhku, maka sudah saatnya juga kamu mati!"


Setelah berkata demikian, Ling Tian segera melambaikan tangannya dengan santai ke arah Du Qiang.


BOOM


Dalam sekejap, tubuh Du Qiang meledak menyisakan kabut darah berwarna hitam yang bertebaran di udara. Tetua Agung yang juga merupakan orang terkuat di dalam Sekte Kabut Racun, mati tanpa mendapatkan pemakaman yang layak.


Ling Tian menggerakkan tangannya kembali untuk mengambil Cincin Ruang milik Du Qiang dan Du Shijie.


Para anggota Sekte Kabut Racun bergidik ngeri melihat hal tersebut. Lalu dengan cepat mereka bergegas meninggalkan tempat itu, tak ingin berlama-lama di dekat Ling Tian.


Selain Ling Tian, masih ada enam orang lagi yang tersisa di tempat tersebut. Yaitu Yan Xifeng, Ning Qian Qian serta keempat Tetua yang memiliki Segel Perbudakan di dalam tubuhnya.


"Hehehe ... Akhirnya kita bertemu lagi saudara Yan Xifeng dan saudari Ning Qian Qian! Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan datang mengunjungi kalian di dalam Sekte Kabut Racun. Aku tidak mengingkari kata-kataku, 'kan?" ucap Ling Tian seraya tertawa kecil.


"Kamu memang benar sauda ... Aahh ... Bukan ... Bukan! Erm ... Maksudku, kamu memang menepati kata-katamu, Tuan Ling Tian!" jawab Yan Xifeng terbata-bata.


Seketika wajah Ling Tian berubah cemberut mendengar perkataan Yan Xifeng itu. Lalu berkata dengan nada menggerutu, "Saudara Yan Xifeng! Jika kamu memanggilku seperti itu lagi, yakinlah bahwa aku akan memukul wajahmu hingga tak ada lagi wanita di dunia ini yang menyukaimu! Bila kamu menganggapku sebagai saudaramu, panggil saja aku seperti sebelumnya."

__ADS_1


"Aahh! Yaah ... Yaah! Baiklah, Tuan ... Eehh ... Erm ... Maksudku, baiklah saudara Ling Tian!" balas Yan Xifeng yang masih dalam keadaan terbata-bata.


Ning Qian Qian tertawa melihat tingkah Yan Xifeng yang seperti itu. Ia juga merasa senang setelah merasakan bahwa sikap Ling Tian tidak berubah dan masih sama seperti sebelumnya, ketika pertama kali mereka bertemu dengannya di pegunungan.


"Mmm ... Bagus ... Bagus! Begitu lebih enak di dengar, saudara Yan Xifeng. Untuk lebih enak di dengar lagi, kalian berdua bisa juga memanggilku sebagai saudara pria tertampan di Benua Langit." tandas Ling Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"?@%;!"


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian memandang Ling Tian dengan tatapan canggung karena tak tahu harus berkata apa-apa lagi untuk menanggapi pernyataannya itu.


"Hmmm ... Sekte Kabut Racun ini telah hancur dan mungkin dalam waktu dekat hanya tinggal namanya saja. Kalau begitu, apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" tanya Ling Tian.


"Aahh! Ini ... Aku juga tidak tahu harus pergi ke mana. Mungkin aku akan kembali ke klan-ku dan berkultivasi di sana." jawab Yan Xifeng dengan wajah masam.


"Bagaimana denganmu, saudari Ning Qian Qian?" tanya Ling Tian lagi sambil menoleh ke arah Ning Qian Qian.


"Yaah ... Mungkin aku juga akan sama seperti yang dilakukan oleh saudara Xifeng, yaitu kembali ke klan-ku sendiri," jawab Ning Qian Qian seraya tersenyum kecut.


"Bagaimana kalau kalian mengikuti saja? Jika kalian bersedia mengikutiku, aku akan memberikan semua sumber daya untuk berkultivasi dan juga memberikan teknik beladiri yang beratus-ratus kali lipat, aahh ... bukan, mungkin beribu-ribu kali lipat lebih baik dari teknik beladiri yang diberikan oleh Sekte Kabut Racun ini."


"Hah!"


Mulut keduanya terbuka lebar seolah-olah rahang mereka akan jatuh ke tanah karena sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Ling Tian.

__ADS_1


"Aaiihh ... Jika berlama-lama dalam keadaan seperti itu, aku takut beberapa ekor lalat akan masuk ke dalam mulut kalian dan bertelur di sana." gerutu Ling Tian menanggapi keterkejutan Yan Xifeng dan Ning Qian Qian. Kemudian melanjutkan, "Dan khusus untukmu, saudara Yan Xifeng! Bila kamu mengikutiku, aku akan memberikan sedikit ketampananku ini kepadamu agar para wanita tergila-gila dan ingin menjadi istrimu."


"?@%;!"


__ADS_2