
Dua bulan lagi telah berlalu semenjak Ling Tian memerintahkan kepada Li Weiheng untuk mencari informasi tentang keberadaan Ling Han dan yang lainnya.
Dia masih terus menunggu dengan tenang sambil sesekali menemani Huang Fu dan Xiao Jun dalam melakukan perekrutan anggota baru yang akan bergabung dengan mereka.
Kini jumlah anggota Sektenya telah mencapai sekitar 600 ribu orang dan namanya pun mulai menyebar ke segala penjuru wilayah kota Seribu Bunga.
Sudah banyak juga para kultivator wanita yang bergabung dengannya karena terpengaruh oleh nama Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit itu.
Semua Sekte besar lainnya juga mulai merasakan dampak yang di timbulkan oleh ketenaran dari Sekte Ling Tian. Itu karena semua Sekte tersebut tetap mempertahankan aturan mereka yang menganggap para anggotanya sebagai murid Sekte.
Sekte-sekte itu juga membagi para murid-muridnya menjadi 3 kelompok berdasarkan tingkatan mereka. Yaitu Murid Luar, Murid Dalam, dan Murid Inti.
Murid Luar adalah anggota yang baru masuk dan juga kebanyakan dari mereka hanyalah kultivator biasa saja yang memiliki sumber daya sangat kurang.
Murid Dalam berasal dari murid luar yang telah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun untuk mencari sumber daya demi menaikkan tingkat kultivasi mereka hingga bisa diakui oleh Sekte.
Murid Inti adalah kumpulan para kultivator jenius yang berasal dari murid dalam. Kemampuan mereka sangat kuat sehingga Sekte akan secara langsung menghamburkan sumber dayanya untuk membina mereka.
Karena pembagian tingkatan seperti inilah yang membuat para murid Sekte saling bersaing, bahkan saling membunuh untuk mendapatkan sumber dayanya sendiri agar menjadi sangat kuat dan bisa menjadi murid inti dari Sekte tersebut.
Sedangkan untuk Ling Tian sendiri, dia tidak menerapkan sistem dan aturan seperti ini. Dia menganggap semua anggota Sektenya adalah keluarga, tanpa pandang bulu.
Ling Tian juga secara langsung menyediakan sumber daya bagi mereka, hingga membuat para anggotanya menjadi sangat nyaman dalam berkultivasi, dan tidak perlu lagi memikirkan persaingan demi mendapatkan sumber daya mereka sendiri.
Karena aturan yang diterapkan oleh Ling Tian inilah yang membuat Sekte lainnya menjadi sangat khawatir. Sebab, banyak anggota mereka yang berasal dari murid luar dan murid dalam mulai berpikir untuk bergabung dengan Sekte Ling Tian.
Beberapa Sekte Besar di wilayah kota Seribu Bunga telah memutuskan akan pergi ke tempat Ling Tian untuk melarangnya menerapkan sistem dan aturan seperti itu.
Ling Tian yang tidak mengetahui apa yang telah dipikirkan oleh semua Sekte tersebut, masih terus bersantai di dalam kediamannya.
Kadang Ling Tian juga memberikan petunjuk tentang teknik beladiri dan teknik kultivasi kepada para anggota Sektenya. Dia tidak akan pernah pelit memberikan pencerahan kepada mereka semua, sebab itu juga akan membuat Sektenya menjadi semakin kuat.
Sedangkan untuk hal lainnya, Ling Tian membiarkan Huang Fu yang mengurusnya.
Ling Tian juga telah memasang Formasi Pertahanan dan Formasi Penyerangan di seluruh wilayah Sektenya yang akan aktif secara otomatis saat mendapatkan serangan dari musuh.
__ADS_1
Ketika Ling Tian sedang asyik menikmati teh yang disajikan oleh Xiao Jun sambil memperhatikan para anggota Sektenya berlatih, Huang Fu tiba-tiba muncul di depannya sambil membungkuk memberi hormat.
"Bos! Para Tetua serta pemimpin Sekte Teratai Hitam datang berkunjung dan ingin bertemu denganmu." Huang Fu berkata pelan.
"Hmmm... Apakah ada sesuatu yang sangat penting? Jika itu hanya urusan biasa, cukup Paman Huang saja yang berbicara dengan mereka."
"Sepertinya itu adalah hal yang penting Bos! Sebab mereka tidak mau membicarakannya denganku, dan hanya ingin bertemu langsung denganmu."
"Ooh... Baiklah!"
Ling Tian dan Xiao Jun berjalan mengikuti Huang Fu ke aula. Ketika mereka sampai, Ling Tian melihat 4 orang kultivator yang berusia sekitar 60 tahun sedang duduk dengan tenang di aula tersebut.
"Salam untuk semuanya! Aku adalah Ling Tian, pemimpin Sekte ini." Ling Tian menggenggam tinjunya seraya memberi hormat pada keempat kultivator itu.
"Aaahhh!"
Mereka berempat tersentak kaget setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian. Sebelumnya, keempat kultivator tersebut berpikir bahwa pemimpin Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit memiliki usia yang sama dengan mereka.
Namun itu tidak demikian, karena Ling Tian masih sangat muda dan terlihat hanya seperti seorang bocah di mata mereka.
"Hmmm... Namaku adalah Mu Bai, pemimpin Sekte Teratai Hitam. Mereka bertiga adalah Tetua dari Sekteku." salah seorang dari kultivator tersebut mulai berbicara.
"Kami berempat datang kesini karena ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting denganmu." lanjut Mu Bai dengan nada serius.
"Ooh... Silahkan katakan senior Mu Bai!" Ling Tian kemudian pergi untuk duduk di kursinya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan langsung ke intinya saja. Tujuan kami kemari adalah untuk meminta junior Ling Tian agar mengubah sistem dan aturan Sekte ini."
"Aku yakin bahwa semua Sekte yang berada di wilayah kota Seribu Bunga memiliki pemikiran yang sama dengan kami."
"Para murid kami sudah banyak yang berniat akan meninggalkan Sekte. Alasannya adalah karena tidak mau lagi bersaing memperebutkan sumber daya untuk meningkatkan kultivasi mereka."
"Itu semua karena imbalan yang junior Ling Tian telah tawarkan kepada para kultivator yang hendak bergabung dengan Sekte ini."
"Dan dengan aturan yang berlaku di tempat ini, itu membuat para murid kami semakin tertarik untuk ikut bergabung juga." kata Mu Bai yang masih dengan nada seriusnya.
__ADS_1
Mendengar nada bicara Mu Bai yang tidak tulus itu dan seolah-olah sedang mengancamnya, Ling Tian hanya tersenyum tenang.
"Ooh... Jika itu adalah tujuan kalian ke sini, aku minta maaf karena tidak bisa mengabulkan permintaan tersebut."
"Aku membuat sistem dan aturan seperti ini pada Sekteku agar semua anggotanya saling menghormati dan menghargai sesama mereka."
"Sekte kami menganut sistem kekeluargaan, dan karena itulah aku tidak akan mengizinkan mereka saling bertempur atau saling membunuh hanya karena masalah memperebutkan sumber daya."
"Jika kalian khawatir bahwa para murid dari Sekte kalian akan berpaling ke Sekte kami, mengapa kalian tidak gunakan juga sistem dan aturan yang kami terapkan?" lanjut Ling Tian dengan santai sambil mengangkat bahunya.
"Itu tidak mungkin akan kami lakukan, karena sistem dan aturan dari Sekte kami mengajarkan para kultivator agar bisa menjadi lebih kuat lagi untuk menghadapi dunia luar yang sangat kejam."
"Bila kami tidak menerapkan sistem seperti itu, para murid tersebut tidak berani untuk bersaing dengan kultivator lainnya saat mereka pergi bertualang ke dunia luar." nada suara Mu Bai semakin meninggi.
"Yaahh... Karena kalian masih tetap berpegang teguh pada prinsip seperti itu, maka lanjutkanlah. Aku juga tidak bisa memaksa kalian untuk mengikuti aturan seperti yang telah aku terapkan di Sekte ini." Ling Tian masih santai menanggapi Mu Bai yang terlihat mulai marah tersebut.
"Hmmm... Jika junior Ling Tian tidak akan mengubah sistem dan aturan Sekte ini, maka kami dengan sangat terpaksa akan menghancurkannya." salah seorang Tetua di belakang Mu Bai berkata dengan nada geram.
"Hehehe... Aku tidak pernah mengusik Sekte kalian, tetapi kalian sendirilah yang datang mengusik kedamaian Sekteku dengan alasan bahwa Sistem dan aturan Sekte kami telah salah dan harus di ubah." Ling Tian berkata sambil tertawa lirih.
"Karena kalian juga datang untuk menghancurkan Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit ini, maka lakukanlah. Aku juga ingin melihat apakah kalian semua memiliki kemampuan untuk mewujudkannya."
"Tetapi sebaiknya kita melakukannya di luar, karena aku tidak ingin merepotkan Paman Huang lagi untuk membangun kembali gedung-gedung yang berada di tempat ini."
Setelah mengatakan itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempat duduknya.
Melihat kecepatan yang di perlihatkan oleh Ling Tian, Mu Bai dan ketiga Tetua itu tertegun sejenak, lalu kemudian menghilang juga dari tempat duduk mereka untuk mengikuti arah yang dituju Ling Tian.
Ling Tian membawa Mu Bai dan ketiga Tetua tersebut keluar dari wilayah Sektenya, karena tidak ingin gedung-gedung yang telah berdiri kokoh di tempat itu menjadi hancur akibat pertarungan mereka.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1