
Setelah sampai di kediamannya, Ling Tian kemudian berkata kepada Jia Xiulan dengan nada serius. "Jika kamu benar-benar ingin mengikutiku, aku harus memperkuat tubuhmu dan juga meningkatkan kultivasimu..!"
Jia Xiulan bingung ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian. Melihat itu, Lin Yue segera menjelaskan semuanya kepadanya.
Jia Xiulan terkejut mendengar penjelasan Lin Yue tetapi segera menenangkan hatinya. Sejak dia telah memutuskan untuk ikut bersama Ling Tian, dia tidak akan pernah lagi ragu-ragu untuk melakukan apapun yang di minta oleh Ling Tian kepada dirinya.
Setelah selesai mendengarkan semua penjelasan dari Lin Yue, Jia Xiulan segera berjalan mengikuti Ling Tian ke kamarnya. Tanpa menunggu perintah dari Ling Tian, Jia Xiulan langsung mengeluarkan bak mandinya dari Cincin Ruangnya.
Kemudian dengan secara perlahan dia mulai membuka pakaiannya satu per satu. Ling Tian memaksakan dirinya untuk tetap tenang saat memperhatikan gerakan Jia Xiulan yang sangat lembut itu.
Saat seluruh pakaian Jia Xiulan telah jatuh ke lantai, tubuh indahnya yang sangat halus dan seputih batu giok tanpa sehelai benangpun itu terlihat jelas di depan mata Ling Tian.
Wajah Jia Xiulan sudah sangat memerah karena malu ketika Ling Tian menatap tubuhnya tanpa berkedip dengan hidung yang penuh darah.
"Apakah kamu sudah puas melihatnya..? Jika kamu belum puas, aku akan terus berdiri di sini." Jia Xiulan berkata dengan sangat pelan seperti suara seekor nyamuk yang hampir tak terdengar.
Ling Tian tidak menjawabnya. Dia terus menatap dengan takjub ke arah tubuh Jia Xiulan seakan pupil matanya hendak melompat keluar.
Mereka terus berada dalam keadaan seperti itu selama beberapa menit, sampai akhirnya Ling Tian tersadar ketika bajunya telah basah oleh darah yang terus menetes dari hidungnya.
"Aahh.. Maaf..! Tubuh indahmu itu telah membuatku terpana." Ling Tian berkata dengan menelan ludahnya, sambil mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
"Masuklah ke dalam bak mandi..! Ini akan lebih menyakitkan dari yang lainnya karena kultivasimu telah berada di tingkat Bintang Emas. Aku harus menempa kembali seluruh tulang-tulangmu dari awal lagi." Lanjut Ling Tian dengan nada yang sangat serius.
Semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang, semakin sulit juga untuk menempa tulang-tulangnya. Dan resikonya juga akan lebih besar lagi.
Jia Xiulan mengangguk lembut, kemudian berjalan memasuki bak mandinya, lalu dia pun duduk dengan tenang di dalamnya.
"Apakah kamu menyukaiku..?" Ling Tian bertanya pelan.
"Aku sangat menyukaimu dan ingin hidup bersamamu..!" Ucap Jia Xiulan dengan nada lembutnya.
"Kalau begitu, bertahanlah..!" Setelah selesai mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera melambaikan tangannya untuk memasang Formasi Penyegelan, lalu mulai menuangkan sebotol kecil Susu Stalaktit ke dalam bak mandi Jia Xiulan.
Wajah Jia Xiulan tidak berubah dan masih tetap tersenyum tenang. Ling Tian kemudian menambahkan sebotol lagi Susu Stalaktit ke dalam bak mandi, namun Jia Xiulan masih terlihat tampak seperti biasanya.
Saat botol kelima dituangkan oleh Ling Tian, tubuh Jia Xiulan tersentak kaget merasakan energi yang sangat besar mengalir masuk melalui pori-porinya.
Ling Tian melanjutkan menambahkan botol keenam, yang membuat Jia Xiulan mulai mendesah pelan sambil menggigit bibir mungilnya itu.
Desahan lembut Jia Xiulan hampir saja membuat konsentrasi Ling Tian buyar. Tetapi dengan cepat dia mengembalikan semua pikiran anehnya itu seperti semula, dan kembali fokus memeriksa seluruh tubuh Jia Xiulan.
"Aaaahhhh"
Ketika botol ketujuh telah dituangkan oleh Ling Tian ke dalam bak mandi itu, suara teriakan meratap keras dan menyayat hati terdengar keluar dari mulut Jia Xiulan.
Ling Tian dengan sangat cepat memusatkan seluruh pikiran dan konsentrasinya kepada tubuh Jia Xiulan.
Proses penempaan ini lebih berbahaya dari proses yang telah dilalui oleh Ling Han dan yang lainnya, sebab seluruh tulang-tulang Jia Xiulan sudah terlanjur mengeras saat kultivasinya telah memasuki tingkat Bintang Emas.
"Aaaahhhh"
__ADS_1
Ratapan Jia Xiulan terus terdengar menggema di dalam Formasi Penyegelan. Ling Tian tanpa henti mengedarkan kekuatan spiritualnya dan juga menyalurkan energi Qi nya untuk menjaga tubuh Jia Xiulan agar tetap stabil.
Ling Tian tidak berani lengah sedikitpun, sebab itu akan sangat membahayakan nyawa Jia Xiulan.
Tubuh Jia Xiulan bergetar keras seperti orang yang sedang menggigil kedinginan. Teriakan kesakitannya semakin kuat, dan air matanya pun terus mengalir bercampur dengan Susu Stalaktit yang ada di dalam bak mandinya.
"Bertahanlah..!" Ling Tian membantu Jia Xiulan agar tetap tersadar dan tidak pingsan.
"Aaaahhhh"
Tanpa di sadari Ling Tian, air matanya pun ikut keluar saat mendengar jeritan yang menyayat hati tersebut. Tangannya terkepal erat seakan-akan dia yang merasakan penderitaan yang dialami oleh Jia Xiulan.
"Teruslah bertahan..! Jangan takut, aku selalu ada di sini bersamamu." Ling Tian terus memberikan kata-kata penyemangat bagi Jia Xiulan.
"Aaaahhhh"
Mulut Jia Xiulan mulai mengeluarkan darah seiring dengan jeritannya itu. Tubuhnya bergetar lebih kencang, menandakan bahwa dia tidak akan mampu lagi untuk bertahan dengan proses penempaan tulang tersebut.
"Tenanglah.. Teruslah bertahan..!" Ling Tian berteriak keras dan tampak panik saat melihat darah terus keluar semakin banyak dari mulut Jia Xiulan.
Tapi konsentrasinya tidak pernah lepas dari seluruh bagian tubuh Jia Xiualan. Dia mencoba mengalirkan lebih banyak lagi energi Qi nya agar Jia Xiulan dapat bertahan melalui proses penempaan itu.
"Aaaahhhh"
Jia Xiulan memuntahkan darah yang sangat banyak hingga membuat air di dalam bak mandinya menjadi merah. Hal yang paling ditakutkan oleh Ling Tian akhirnya terjadi juga.
"Tidaaaak..! Jangan seperti itu..!" Ling Tian yang merasakan bahwa Jia Xiulan tidak akan mampu lagi menahan penderitaan yang dialaminya, segera bergegas mengeluarkan tubuhnya dari bak mandi tersebut.
Kemudian Ling Tian memukul pelan beberapa titik penting dalam tubuh Jia Xiulan agar aliran darahnya mengalir dengan normal kembali.
"Sial..! Kekuatan spiritualku akan segera habis." Ling Tian mengutuk dalam hatinya.
Wajah Ling Tian terlihat semakin panik karena kekuatan spiritualnya akan segera habis sebelum membentuk kembali seluruh tulang-tulang Jia Xiulan yang telah mencair.
"Api Ilahi, keluarlah..!" Ling Tian berteriak keras sambil menggunakan kekuatan spiritual terakhirnya untuk mengendalikan Api Ilahi memasuki tubuh Jia Xiulan.
"Aku percayakan dia, kepadamu..!" Ling Tian berkata dengan sangat lemah kepada Api Ilahi, kemudian kesadarannya menghilang.
"BRUK"
Tubuh Ling Tian jatuh dengan keras membentur lantai kamarnya.
Api Ilahi yang mengerti dengan maksud Ling Tian, segera memasuki tubuh Jia Xiulan untuk meregenerasi semua pembuluh darahnya yang telah pecah.
Aliran energi Qi yang berkecamuk dalam tubuh Jia Xiulan segera tenang setelah Api Ilahi meregenerasi seluruh pembuluh darahnya dan perlahan-lahan membentuk tulangnya kembali.
Energi yang sangat besar dari Susu Stalaktit juga mulai mencuci sum-sum di dalam tulang Jia Xiulan.
"Aaaahhhh"
Jeritan Jia Xiulan mulai terdengar kembali menggema di dalam Formasi Penyegelan. Tetapi itu tidak lagi membahayakan dirinya, karena Api Ilahi terus membantu meregenerasi tubuhnya setiap kali dia terluka parah akibat proses penempaan tulangnya itu.
__ADS_1
Tanpa bantuan Ling Tian, proses penempaan itu menjadi sangat lama, karena sebagian dari kekuatan Api Ilahi telah menyatu ke dalam tubuhnya, sehingga sisa kekuatan Api Ilahi hanya bisa meregenerasi tubuh Jia Xiulan secara perlahan-lahan.
Begitupun dengan Ling Tian, dia juga sangat tergantung dengan kekuatan Api Ilahi yang selalu membantunya setiap dia mengalami luka parah ketika dia melakukan pertarungan antara hidup dan mati dengan lawan-lawannya.
Waktu terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah sebulan Ling Tian dan Jia Xiulan berada dalam Formasi Penyegelan.
"Whooossshhh"
Api Ilahi melesat keluar dengan sangat cepat dari dalam tubuh Jia Xiulan dan masuk kembali ke tubuh Ling Tian yang masih terbaring tak sadarkan diri di lantai kamarnya.
Jia Xiulan akhirnya telah menyelesaikan semua proses penempaan pada tulang-tulangnya. Kini tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Api Ilahi juga menaikkan tingkat kultivasinya ke tahap kedua Bintang Emas.
Ketika Jia Xiulan membuka matanya, dia melihat Ling Tian terbaring lemah dan tak sadarkan diri di lantai kamarnya.
Jia Xiulan langsung memeluk tubuh Ling Tian tanpa mempedulikan tubuhnya sendiri yang masih telanjang. Lalu dengan cepat dia memeriksa denyut nadi Ling Tian yang berdenyut sangat pelan dan juga merasakan tubuhnya sangat dingin.
Wajahnya seketika berubah panik. Dia langsung mengeluarkan beberapa Pil Penyembuh, lalu memasukkannya ke dalam mulut Ling Tian.
Kemudian setelah itu, dia segera bergegas mengangkat tubuh Ling Tian dan membaringkannya dengan secara perlahan di atas tempat tidurnya.
Jia Xiulan memakai pakaiannya kembali lalu naik ke tempat tidur dan ikut berbaring di samping Ling Tian. Karena merasakan tubuhnya yang masih terasa sangat dingin itu, Jia Xiulan mengulurkan tangannya dan memeluk tubuh Ling Tian dengan sangat erat untuk mencoba menghangatkannya.
Dia juga tidak mengetahui mengapa tiba-tiba perasaannya menjadi sangat nyaman saat melakukan hal tersebut. Dan tanpa disadarinya, dia tertidur nyenyak sambil masih terus memeluk tubuh Ling Tian.
Setelah sehari lagi berlalu, kekuatan tubuh Ling Tian kini telah kembali ke puncaknya dengan bantuan dari Api Ilahi. Matanya terbuka secara perlahan, lalu dia tersenyum senang karena merasakan Jia Xiulan memeluknya sangat erat.
Ling Tian kemudian mengulurkan tangannya untuk membalas pelukan dari Jia Xiulan tersebut, lalu secara perlahan dia menggerakkan kepalanya untuk mendekat ke wajah Jia Xiulan.
"Cup.." Ling Tian mengecup lembut bibir Jia Xiulan.
Tubuh Jia Xiulan langsung tersentak dan dengan seketika membuka matanya merasakan bibir Ling Tian masih menempel di bibirnya.
Jia Xiulan ingin memundurkan kepalanya, tetapi hatinya berkata masih ingin merasakan kecupan lembut dari bibir Ling Tian tersebut.
Akhirnya tanpa sadar dia mulai membalas ciuman dari Ling Tian dengan sangat lembut juga. Setelah beberapa menit melakukan hal itu, nafas keduanya berubah menjadi tidak beraturan lagi.
Jantung Ling Tian dan Jia Xiulan berdetak sangat kencang. Tanpa mereka sadari, kini di tubuh mereka berdua tidak lagi memiliki sehelai benangpun yang menutupinya.
Ling Tian dan Jia Xiulan kini telah terbang ke alam surgawi yang paling indah. Nafas mereka saling beradu dan berpacu mengarungi kenikmatan yang tiada taranya.
Tubuh keduanya di penuhi oleh keringat yang mengeluarkan aroma wangi. Jia Xiulan menggigit bibir mungilnya sambil terus mendesah secara perlahan.
Tempat tidur merekapun berderit seiring irama gerakan yang di lakukan oleh keduanya. Mereka melakukan hal tersebut selama berjam-jam sampai akhirnya Ling Tian dan Jia Xiulan merasakan kelelahan.
Ling Tian memeluk erat tubuh Jia Xiulan yang telah tertidur lemas akibat pertarungan mereka berdua tersebut. Meskipun Jia Xiulan sangat lelah, tetapi senyum kepuasan tampak terlihat jelas di wajahnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1
Author juga ingin mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.