
"Hmmm ... Tinggal 15 napas lagi dan itu makin berkurang," ucap Putri Qing Ruan di dalam hatinya sambil menarik tatapannya dari wajah Ling Tian dan langsung menoleh kembali ke arah Pangeran Yuan Congming. Kemudian melanjutkan, "Baiklah! Aku akan mencoba mempercai perkataan pemuda itu. Jika dia menipuku, aku akan memberikan hukuman yang sangat berat padanya."
Setelah mengucapkan hal tersebut, Putri Qing Ruan segera menghilangkan keraguan di hatinya dan langsung menyerang dengan kekuatan penuh ke arah Pangeran Yuan Congming.
Melihat bahwa Putri Qing Ruan sudah menyerangnya lagi, Pangeran Yuan Congming dengan cepat mundur, berusaha lebih membuka jarak antara dirinya dan Putri Qing Ruan untuk menunggu hingga kultivasinya menjadi stabil.
Tindakan dari Pangeran Yuan Congming inilah yang membuat Putri Qing Ruan semakin percaya dengan apa yang tadi dikatakan oleh Ling Tian. Ia terus melesat dengan sangat cepat mengejar Pangeran Yuan Congming, tak ingin memberikan kesempatan padanya untuk bisa mengulur waktu.
Putri Qing Ruan menebaskan pedangnya dengan cepat dan keras hingga membuat pangeran Yuan Congming kewalahan untuk menangkisnya karena kultivasinya saat ini belum stabil.
Ketika waktu tinggal tiga napas lagi, Putri Qing Ruan berhasil menebas lengan Pangeran Yuan Congming hingga membuat pedang di tangannya terlepas. Lalu, Putri Qing Ruan meluncurkan pukulan yang sangat keras ke arah dada Pangeran Yuan Congming yang sedang meringis kesakitan karena lengannya terluka.
BAM
Tubuh Pangeran Yuan Congming terpental cukup jauh. Ia segera memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Namun, Putri Qing Ruan tidak berhenti sampai di situ saja meski telah melihat Pangeran Yuan Congming sudah terluka parah. Dengan cepat, Putri Qing Ruan menyusul Pangeran Yuan Congming dan langsung melayangkan tendangan ke arah perutnya.
BAM
Terdengar bunyi yang cukup nyaring ketika tubuh Pangeran Yuan Congming menabrak dinding pembatas pada Formasi Pelindung. Setelah itu, tubuhnya meluncur turun dan dengan keras menghantam lantai arena.
"Aaaaa ... Aaaaa!"
Jerit menyayat hati dari mulut Pangeran Yuan Congming menggema di dalam arena pertarungan. Itu bukan karena luka yang diberikan oleh Putri Qing Ruan kepadanya, tetapi itu adalah efek serangan balik dari Pil Esensial Qi.
Tubuh Pangeran Yuan Congming menggelapar sambil terus berteriak kesakitan. Orang-orang dari Kekaisaran Yuan yang datang bersamanya segera masuk ke dalam arena pertarungan.
Sejenak, mereka memeriksa tubuh Pangeran Yuan Congming. Setelah itu, mereka segera membawanya keluar dari arena pertarungan dan melesat meninggalkan tempat acara kompetisi tersebut.
Seketika, area kompetisi menjadi riuh membicarakan tentang keadaan Pangeran Yuan Congming. Bahkan Kaisar Qing sedikit mengernyitkan alisnya dengan apa yang dialami oleh Pangeran Yuan Congming.
__ADS_1
Putri Qing Ruan segera berbalik dan menoleh ke arah para peserta kompetisi. Selama beberapa saat, pandangannya menatap lekat-lekat ke arah Ling Tian yang saat ini menutup mata seolah-olah sedang tidur.
Jika saja bukan karena Ling Tian, mungkin yang kalah dalam pertarung tadi adalah dirinya.
Kemudian, Putri Qing Ruan menoleh ke arah para peserta lainnya dan berkata, "Siapa lagi selanjutnya?"
Ling Tian membuka matanya perlahan setelah mendengar pertanyaan dari Putri Qing Ruan. Kemudian ia berdiri dari tempat duduknya.
Semua orang yang melihat Ling Tian berdiri, segera mengacuhkannya. Mereka berpikir bahwa dia berdiri karena merasa lelah duduk terlalu lama, sama seperti ketika dia berdiri sebelumnya dan mengatakan; bahwa tubuhnya terasa pegal karena terlalu lama duduk.
Namun, apa yang dipikirkan oleh orang-orang itu telah salah. Sebab, pada saat ini Ling Tian sudah berjalan ke depan menuju ke arena pertarungan.
Putri Qing Ruan pun menoleh kembali ke arah Ling Tian yang berjalan naik melalui tangga arena dengan santai. Lalu ia bertanya, "Apakah kali ini kamu yang akan melawanku?"
Ling Tian hanya menjawabnya dengan tersenyum kecil. Setelah berada di atas arena pertarungan, dia pun berkata, "Aku, Ling Tian! Pria tertampan di Benua Langit!"
"............."
Mulut penonton serta para peserta kompetisi berkedut saat mendengar Ling Tian memperkenalkan dirinya. Bahkan, Putri Qing Ruan sejenak terdiam karena tak tahu harus menanggapinya.
"Apakah Tuan Putri tidak merasa lelah setelah bertarung terlalu lama dengan banyak orang?" tanya Ling Tian pelan.
"Tidak! Meskipun energi Qi-ku sedikit berkurang, namun ini cukup untuk mengalahkanmu," jawab Putri Qing Ruan santai.
Walau ia tak dapat melihat tingkat kultivasi Ling Tian, tapi ia tidak khawatir karena berpikir bahwa Ling Tian menggunakan sebuah Teknik Rahasia untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya.
Sebab, sebagai jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit, Putri Qing Ruan percaya bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat mengalahkannya di bawah usia 30 tahun. Apalagi, Putri Qing Ruan melihat bahwa Ling Tian hanya berusia sekitar 22-23 tahun. Jadi, itu sangat mustahil bagi Ling Tian untuk bisa mengalahkannya.
"Hehehe ... Baiklah! Kalau begitu, majulah Tuan Putri! Gunakan seluruh kemampuan terkuatmu untuk menyerangku," ucap Ling Tian seraya tertawa kecil.
__ADS_1
Sebenarnya, jika Ling Tian mau, hanya dengan menggunakan sedikit energi Qi-nya saja sudah dapat mengunci pergerakan Putri Qing Ruan. Bahkan dia dapat membunuh Putri Qing Ruan tanpa menjentikkan jarinya.
Tetapi, Ling Tian tidak melakukannya karena itu bisa membuat Putri Qing Ruan menjadi sangat malu jika terkunci oleh energi Qi Ling Tian dan langsung kalah tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. Terlebih lagi, dia telah dijuluki sebagai jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit. Harga dirinya akan terinjak-injak bila ia kalah sebelum melakukan apa-apa.
Seperti sebelumnya, Putri Qing Ruan telah menyindir Ling Tian sebagai pengecut karena telah menyerah sebelum bertarung. Bila pertarungan itu bukan di tempat yang terlihat oleh banyak orang, mungkin Ling Tian akan melakukan hal tersebut.
Dan yang paling penting, Ling Tian tidak ingin terlihat mencolok dengan menunjukkan terlalu banyak kekuatannya.
"Ciihh ... Sombong! Sepertinya pemuda ini belum pernah melihat tingginya gunung."
"Semoga saja Tuan Putri memberikan pelajaran yang sangat berat untuknya."
"Huuhh ... Aku ingin Tuan Putri menghajar wajah pemuda itu sampai babak belur hingga orang tuanya sendiri tak mengenalinya."
"Pria tertampan di Benua Langit?! Puiihh! Aku ingin melihat apakah dia masih berani berkata begitu jika Tuan Putri membuat wajah pemuda ini seperti wajah seekor b4bi."
Berbagai macam keluhan serta kutukan dilontarkan terhadap Ling Tian ketika semua orang mendengar perkataannya yang menyuruh Putri Qing Ruan menyerangnya terlebih dahulu yang mengartikan seolah-olah Putri Qing Ruan akan kalah jika tidak menggunakan kekuatan penuhnya.
Sementara untuk Putri Qing Ruan sendiri, ia sedikit terkejut mendengar perkataan Ling Tian. Sambil mengernyitkan alisnya, Putri Qing Ruan menatap lekat-lekat pada Ling Tian, kemudia berkata, "Hmmm ... Baiklah! Seperti yang kamu inginkan."
Setelah mengatakan hal tersebut, Putri Qing Ruan yang masih memegang pedangnya sesudah bertarung dengan Pangeran Yuan Congming tadi, segera melesat dengan sangat cepat sambil menebaskan pedangnya ke arah bahu Ling Tian.
Dengan sedikit memiringkan tubuhnya, Ling Tian mengelak tebasan pedang milik Putri Qing Ruan. Sehingga, tebasan pedang itu hanya mengenai udara saja yang membuat angin berdesir kuat di sekitarnya.
Putri Qing Ruan dengan cepat meneruskan tebasan pedangnya ke arah pinggang Ling Tian sambil menyalurkan energi Qi-nya ke bilah pedang tersebut. Ling Tian segera bergerak mundur sedikit menjauh, hingga membuat tebasan pedang Putri Qing Ruan sekali lagi hanya memotong angin dan menjadikan udara berfluktuasi.
Putri Qing Ruan bergerak maju mengejar Ling Tian dan kembali menyerang dengan tusukan pedang yang sangat cepat. Ling Tian dengan sangat mudah menghindari semua serangan yang datang ke arahnya tanpa terlihat kewalahan sedikit pun.
Hal ini membuat Putri Qing Ruan menjadi kesal hingga menggunakan seluruh energi Qi-nya untuk berfokus melancarkan serangan kepada Ling Tian. Awalnya ia ingin menyimpan sebagian energi Qi-nya untuk pertarungan selanjutnya dengan para peserta kompetisi yang lain.
__ADS_1
Namun, melihat bahwa serangannya bahkan tidak bisa untuk menyentuh pakaian Ling Tian, akhirnya Putri Qing Ruan memutuskan untuk menggunakan seluruh energi Qi-nya tanpa menyimpannya sedikit pun.
Serangan yang diluncurkan oleh Putri Qing Ruan semakin ganas dan kuat. Energi Qi di tubuhnya melonjak yang menyatakan bahwa kali ini dia benar-benar sangat serius menghadapi Ling Tian.