
Ling Tian tampak seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian menoleh ke arah Kera Salju dan berkata pelan, "Hmmm... Baiklah! Jika kamu tak berani mendekati Kolam Darah Iblis itu, biar aku sendiri saja yang pergi memeriksanya secara langsung."
"Aahh! A-apa yang mau dilakukannya? Aku saja yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi darinya sangat takut mendekati Kolam Darah Iblis yang mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat tersebut," batin Kera Salju dengan terbata-bata karena sangat terkejut mendengar perkataan Ling Tian.
"Jangan, Tuan Muda! Itu sangat berbahaya dan nyawamu akan jadi taruhannya. Jika terjadi sesuatu padamu, siapa nanti yang akan menghapus Segel Perbudakan di dalam tubuhku ini?" Kera Salju segera berkata untuk menahan Ling Tian lebih mendekat lagi ke arah Kolam Darah Iblis.
"Tak perlu cemaskan hal itu. Aku tetap akan menghapus Segel Perbudakan yang terdapat pada tubuhmu. Aku hanya pergi untuk melihatnya saja. Jika hal tersebut sangat berbahaya, maka aku akan segera kembali ke sini," ucap Ling Tian yang langsung menghilang dari tempatnya dan melesat ke arah Kolam Darah Iblis.
"Aahh! Tung... Huuhh, bocah kecil ini tak mau mendengarkan laranganku. Jika terjadi sesuatu pada dirinya, maka aku akan tinggal selamanya di hutan ini," gumam Kera Salju dengan nada mengeluh.
Ling Tian yang masih terbang di atas udara merasakan tekanan yang sangat kuat dari aura kematian ketika dirinya semakin mendekati Kolam Darah Iblis. Api Ilahi secara otomatis langsung melindungi seluruh tubuhnya hingga aura kematian tak bisa menyentuhnya.
Aura kematian itu pun segera menjauh dari tubuh Ling Tian saat merasakan bahaya yang berasal dari Api Ilahi. Sehingga, seluruh aura kematian yang terpancar dari Kolam Darah Iblis tak ada yang berani untuk mendekatinya.
"Hehehe... Kamu memang sangat hebat!" puji Ling Tian pada Api Ilahi.
Api Ilahi yang seakan mengerti dengan ucapan Ling Tian terus bergerak-gerak sangat gembira mendengar pujian tersebut. Tubuh Ling Tian pun seketika bersinar terang dengan cahaya dari Api Ilahi yang seolah-olah menunjukkan kekuatannya pada aura kematian di sekitarnya.
Ketika dirinya telah berada di atas Kolam Darah Iblis, Ling Tian dapat melihat dengan jelas air di dalam kolam itu berwarna merah bercampur hitam. Meskipun airnya juga terlihat cukup tenang, tapi Ling Tian bisa merasakan energi yang sangat luar biasa kuat terkandung di dalamnya.
Dengan gerakan hati-hati, Ling Tian meluncur turun dan mendarat tepat di samping Kolam Darah Iblis. Kemudian ia pun sedikit membungkukkan badan untuk menyentuh air di dalam kolam tersebut dengan tangannya.
"Hmmm... Energi ini... Tidak salah lagi. Persis seperti dugaanku!" gumam Ling Tian sambil memandang Kolam Darah Iblis dengan penuh semangat.
Setelah beberapa saat memperhatikan ke sekeliling area kolam itu, Ling Tian pun segera menghilang dan bergegas kembali ke tempat Kera Salju berada.
Merasakan aura Ling Tian yang menuju ke arahnya, Kera Salju akhirnya bisa bernapas lega. Namun, ketika Ling Tian sudah semakin dekat dengannya, Kera Salju tiba-tiba melesat terbang dan menjauh darinya.
"Tu... Tuan Muda! Jangan mendekat!" teriak Kera Salju tergagap dan tampak sangat ketakutan.
__ADS_1
"Hei... Apa yang terjadi denganmu?" tanya Ling Tian kebingungan kemudian langsung berhenti di udara.
"M-mengapa tubuhmu bercahaya? Dan cahaya itu juga terasa sangat panas hingga seolah-olah dapat membakar seluruh tubuhku jika aku berdekatan denganmu!" ujar Kera Salju dengan wajah yang masih menampakkan ketakutan.
"Huuhh... Jika saja aku tahu Kera Salju ini sangat takut terhadap Api Ilahi, mungkin sejak awal aku tak perlu menghabiskan waktuku untuk bertarung dengannya," gerutu Ling Tian di dalam hatinya.
"Ehem... Ini sebenarnya adalah teknik terakhir yang akan aku gunakan untuk menyerangmu saat di pertarungan kita tadi. Tapi karena aku melihat kamu sudah tak berniat untuk bertarung lagi, maka aku akhirnya tak menggunakannya," ucap Ling Tian dengan bangga seakan tak menerima kekalahannya.
"Aaiihh... Beruntung kamu tak menggunakannya, Tuan Muda! Jika tidak, mungkin saat ini aku telah menjadi daging panggang," kata Kera Salju dengan tampilan merinding seraya mengelus bulu-bulu panjang di tubuhnya.
"Tuan Muda, tolong hentikan teknikmu ini terlebih dahulu agar aku bisa membawamu ke makam Tuanku!" lanjut Kera Salju dengan nada memohon.
"Baiklah!" Ling Tian segera menyuruh Api Ilahi untuk tenang hingga akhirnya tubuhnya tampak kembali seperti semula.
Lalu ia pun berpikir sejenak dan kemudian berkata lagi, "Untuk sekarang, kita tunda dulu ke makam Tuanmu. Aku memiliki seorang sahabat dan juga seorang murid yang berada di depan hutan ini. Aku tidak bisa menghubunginya melalui telepati karena terhalang oleh Formasi Penyegelan Jiwa. Jadi, aku meminta tolong kepadamu untuk membawa mereka berdua ke tempat ini."
Setelah mengatakan hal tersebut, Kera Salju langsung menghilang dari tempatnya. Ia melesat terbang dengan menggunakan kecepatan penuhnya ke arah area pintu masuk dari hutan itu.
"Huuhh... Mengapa kamu tak memberitahukan kepadaku bahwa kamu memiliki kemampuan untuk menakut-nakuti Kera Salju tersebut? Jika saja sejak awal kamu keluar, mungkin aku takkan dipermainkan olehnya," rutuk Ling Tian pada Api Ilahi dengan wajah cemberut.
Mendengar omelan dari Ling Tian, Api Ilahi hanya melompat-lompat senang seolah-olah sedang menertawakan kebodohannya karena telah melupakan sesuatu yang sangat penting di dalam dirinya.
"Aaiihh... Sudahlah, ini memang salahku yang terlalu fokus bertarung untuk mencari kelemahan dari Kera Salju itu sehingga aku melupakanmu," lanjut Ling Tian dengan nada meminta maaf atas kecerobohannya.
Beberapa menit kemudian, Kera Salju telah kembali sambil membawa Xiaohai dan Xiao Jun bersamanya.
"Bos!"
"Guru!"
__ADS_1
Keduanya langsung berteriak memanggil Ling Tian secara bersamaan. Xiaohai dan Xiao Jun merasa sangat senang bahwa Ling Tian dalam keadaan baik-baik saja setelah berpisah dengan mereka selama beberapa hari.
"Terima kasih, karena telah membawa mereka ke sini!" ujar Ling Tian pada Kera Salju.
"Hehehe... Tak perlu sungkan, Tuan Muda! Ini hanyalah sesuatu yang sangat mudah bagiku," jawab Kera Salju dengan tertawa kecil.
"Xiaohai, Jun! Mulai sekarang kalian berdua akan berkultivasi di tempat ini. Kalian juga harus menemani Kera Salju jika dia ingin bermain bersama kalian berdua. Aku juga akan mulai berkultivasi di tempat itu!" ucap Ling Tian sambil menunjuk ke arah Kolam Darah Iblis.
"Mungkin aku akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk berkultivasi di sana. Kalian berdua jangan sekali-kali mendekati tempat tersebut. Untuk lebih jelasnya, Kera Salju akan mengatakan semuanya kepada kalian."
Ling Tian kemudian mengeluarkan tubuh Serigala Bayangan Bulan beserta inti rohnya dari Cincin Ruangnya, kemudian segera melemparkannya pada Xiaohai yang dengan cepat menangkapnya sambil mengeluarkan air liur dari mulutnya seakan tak sabar untuk memakan daging dan inti roh dari Serigala Bayangan Bulan itu.
"Jun, kamu juga berlatihlah di tempat ini! Jika setiap kali kamu ingin menguji kekuatanmu, kamu mungkin bisa bermain bersama dengan Kera Salju."
"Baiklah! Aku akan segera memasuki pengasinganku sendiri." Ling Tian kemudian menghilang dari tempatnya dan terbang kembali menuju ke arah Kolam Darah Iblis. Sesampainya di sana, ia langsung membuka seluruh pakaiannya lalu dengan cepat meluncur turun ke dalam Kolam Darah Iblis.
SPLASH
Bunyi percikan air terdengar pelan dari dalam kolam dan hanya dalam beberapa detik saja, suara teriak kesakitan dari Ling Tian ikut menggema di sekitar Kolam Darah Iblis tersebut.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1