Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 123. Wu Lihua vs Lei Zhan - 01


__ADS_3

Satu per satu pertarungan di setiap arena berlangsung semakin sengit. Sejak taruhan Ling Tian dengan beberapa penonton sebelumnya, kini semua orang mulai ikut-ikutan memasang taruhan pada peserta yang mereka unggulkan.


Ling Tian tetap diam dengan tenang tanpa mempedulikan taruhan para penonton tersebut. Dia hanya duduk santai sambil terus memperhatikan jalannya pertarungan.


Ketegangan juga terjadi di antara beberapa penonton yang peserta unggulannya kalah. Jika saja itu bukanlah tempat area turnamen beladiri dilaksanakan, mungkin mereka juga sudah berkelahi satu sama lainnya.


"Pertandingan selanjutnya... Wu Lihua melawan Lei Zhan!" Seru wasit yang memimpin pertarungan di arena peserta kultivator tahap ketiga Bintang Emas.


"Hmmm... Gadis yang telah memenangkan pertarungan sebelumnya hanya dengan satu pukulan saja, kini telah tampil kembali. Tapi saat ini, yang menjadi lawannya adalah salah satu murid jenius dari Sekte Matahari Merah."


"Aku bingung mau memasang taruhan pada siapa di antara mereka berdua. Sebab, Sekte Matahari Merah adalah salah satu Sekte besar di wilayah utara Kota Lima Warna ini."


"Tapi aku merasa, sepertinya murid jenius dari Sekte Matahari Merah yang akan menguasai pertarungan ini dan juga dapat menjadi pemenang selanjutnya."


"Yaah... Aku pun merasa seperti itu. Karena kemenangan dari gadis tersebut di sebabkan oleh kelalaian dari lawan sebelumnya. Namun sekarang, murid jenius dari Sekte Matahari Merah tidak akan membiarkan kejadian itu terulang kembali."


Para penonton mulai berkomentar mengutarakan penilaian mereka pada pertarungan antara Wu Lihua dan Lei Zhan, yang sebentar lagi akan berlangsung.


Sementara para tamu yang berada di area khusus yang telah disediakan untuk orang-orang dari Klan dan Sekte besar, mereka juga mulai ikut memasang taruhan pada anggota Klan ataupun murid dari Sekte mereka masing-masing.


Sebagai anggota Klan Lei dan juga salah seorang murid dari Sekte Matahari Merah, taruhan untuk Lei Zhan juga menjadi semakin banyak.


"Permisi, aku dari Klan Lei. Aku akan bertaruh di pertarungan itu dan memasang taruhan pada Lei Zhan. Jika ada yang ingin bertaruh denganku, aku akan memasang taruhan sebesar 500 juta koin emas." Seorang pria paruh baya berkata pada para penonton sambil menunjuk ke arah arena pertarungan Wu Lihua dan Lei Zhan.


Di tempat para penonton lainnya, beberapa orang juga berjalan berkeliling sambil mengutarakan maksud mereka yang ingin memasang taruhan pada Lei Zhan.


"Permisi, aku dari Sekte Matahari Merah. Aku ingin bertaruh pada Lei Zhan sebanyak 1 miliar koin emas. Adakah di tempat ini yang ingin bertaruh denganku? Jika tidak ada, aku akan pergi mencarinya di tempat lain. Sebab, sebentar lagi pertarungan akan segera di mulai." Seorang pria paruh baya juga bertanya pada penonton yang berada di sekitarnya.


"Maaf, kami di sini juga sangat mengunggulkan Lei Zhan dan akan memasang taruhan padanya." Jawab salah seorang penonton di tempat tersebut.

__ADS_1


"Hahaha... Terima kasih atas dukungan kalian semua pada murid dari Sekte kami. Kalau begitu, aku akan pergi dulu ke tempat lain untuk mencari orang yang mau bertaruh denganku."


"Aku akan bertaruh denganmu!" Seru Ling Tian yang berada tidak jauh dari tempat pria paruh baya itu.


"Anak muda! Jika kamu benar-benar serius ingin bertaruh denganku, mari kita serahkan uang taruhannya kepada salah satu hakim yang menyelenggarakan turnamen ini, karena sistem pertaruhan telah resmi di buka dan setiap uang taruhan akan di potong pajak sebanyak 1% oleh para hakim tersebut."


"Hmmm... Itu tidak masalah. Bagaimana dengan kalian? Tadi aku sempat mendengar bahwa kalian semua mengunggulkan Lei Zhan juga." Tanya Ling Tian sambil menoleh ke arah para penonton yang sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin bertaruh pada Lei Zhan.


"Bila kamu mampu bertaruh melawan kami semua, aku juga akan ikut serta dalam taruhan tersebut."


"Aku juga akan bertaruh denganmu."


"Aku pun demikian...."


"Hitung denganku juga...."


Banyak orang mulai bicara sambil berdiri dari kursinya. Sedangkan untuk penonton lainnya yang masih ragu untuk memasang taruhannya, mereka hanya diam saja tanpa mengatakan apa-apa.


"Aahh! Kalau begitu, aku akan ikut bertaruh sebanyak 3 miliar koin emas untuk Lihua'er." Ujar Wu Dunrui sambil mengeluarkan sebuah Cincin Ruang dan memberikannya pada Ling Tian.


"Hehehe... Baiklah! Aku akan pergi mengikuti mereka ke tempat hakim yang menjadi saksi dari pertaruhan ini."


Kemudian Ling Tian beserta orang-orang yang akan bertaruh dengannya tersebut, segera pergi ke tempat salah seorang hakim yang menjadi pemegang seluruh uang taruhan itu.


Ling Tian tidak kembali lagi ke tempat duduknya dan hanya berdiri di dekat arena pertarungan antara Wu Lihua dan Lei Zhan, bersama dengan orang-orang yang melakukan taruhan dengannya.


Jumlah seluruh uang taruhan itu 22 miliar. Ling Tian bertaruh sebanyak 8 miliar koin emas di tambah dengan uang taruhan dari Wu Dunrui yang sebanyak 3 miliar koin emas.


Jadi, semua taruhan Ling Tian jika di jumlahkan bersama dengan taruhan Wu Dunrui adalah 11 miliar koin emas.

__ADS_1


"Kalian berdua, bersiaplah dan dengarkan aba-aba dariku!"


Setelah beberapa saat, wasit yang memimpin jalannya pertarungan tersebut telah berbicara.


Wu Lihua dan Lei Zhan mulai memasang posisi bertarung mereka masing-masing, sambil menunggu aba-aba dari sang wasit.


"Mulailah!"


Seruan dari wasit itupun akhirnya keluar. Mendengar hal tersebut, Lei Zhan langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan kecepatan penuhnya menyerang ke arah Wu Lihua. Dia berniat ingin menyelesaikan pertarungan itu secepat mungkin.


Wu Lihua yang mengetahui apa keinginan dari Lei Zhan tersebut, segera menyambut setiap serangan yang akan datang padanya.


BAM


Tinju keduanya pun bertemu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Mereka berdua sama-sama terdorong mundur kebelakang sejauh 10 meter akibat benturan dari energi Qi-nya masing-masing.


"Hmmm... Gadis remaja itu lumayan kuat juga. Dia mampu menahan salah satu pukulan pamungkas dari Lei Zhan. Itu juga adalah salah satu teknik tinju terkuat dari Sekte kami." Ucap pria paruh baya tersebut dengan nada bangga kepada orang-orang di sekitarnya yang ikut bertaruh melawan Ling Tian.


"Kalian tak perlu tegang seperti itu. Pertarungan ini tidak akan berlangsung lama, karena sebentar lagi Lei Zhan pasti akan menunjukkan kekuatan yang sebenarnya." Lanjut pria paruh baya tersebut.


Ling Tian yang mendengar perkataannya itu, hanya tersenyum tenang sambil sedikit menggelengkan kepalanya. Sebagai seorang Guru dari Wu Lihua, dia yang lebih mengetahui sejauh mana tingkat kekuatan muridnya tersebut.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2