
Ling Tian terus saja melihat-lihat ke sekelilingnya. Suasana kota Seribu Bunga sangat ramai dengan para kultivator tingkat tinggi yang berlalu-lalang.
Kultivasi mereka kebanyakan dari tingkat Bintang Emas, dan sebagiannya lagi berada di tingkat Bintang Berlian. Pemandangan seperti ini tidak akan dijumpai di wilayah yang lebih rendah seperti kekaisaran Jia.
Ling Tian melihat rata-rata kultivasi dari para pelayan dan para penjaga toko telah berada di tahap pertama Bintang Emas. Perbedaannya sangat jauh dengan penduduk yang berada di wilayah lebih rendah.
"Hmmm.. Mengapa kamu terus mengikutiku..?" Ling Tian berbalik menoleh ke arah remaja yang berjalan di belakangnya.
"Aahh.. Sebelumnya perkenalkan namaku Xiao Jun, panggil saja aku Jun. Aku mengikutimu karena aku juga tidak tahu harus pergi kemana Tuan. Kota ini sangat asing bagiku." Remaja tersebut berkata pelan.
"Jangan panggil aku Tuan, umur kita tidak jauh berbeda. Panggil saja aku Ling Tian."
"Aku tidak berani Tuan..! Kemampuan anda sangat kuat meskipun anda terlihat masih sangat muda, dan itu mungkin telah setara dengan para kultivator tingkat tinggi yang berada di sini."
"Aahh.. Terserah kamulah. Ngomong-ngomong, apa nama Benua ini..?" Ling Tian bertanya pelan.
Mendengar pertanyaan Ling Tian, Xiao Jun tertegun sejenak. Dia mengira Ling Tian berasal dari tempat ini juga. "Ini adalah Benua Langit tingkat menengah Tuan..!"
"Hmmm.. Begitu yah..! Karena kamu juga tidak tahu mau pergi kemana, mari kita bersama-sama mencari tempat untuk tinggal." Ling Tian kemudian berbalik lalu berjalan kembali sambil terus melihat-lihat situasi di dalam kota Seribu Bunga.
Beberapa saat kemudian, Ling Tian melihat sebuah penginapan yang sangat besar dan mewah. Dia berjalan ke arah penginapan tersebut di ikuti oleh Xiao Jun yang sedari tadi terus berada di belakangnya.
Setelah sampai, Ling Tian segera pergi ke tempat kasir untuk memesan kamar penginapan.
"Apakah masih ada kamar yang kosong untuk kami berdua." Ling Tuan bertanya kepada kasir wanita yang telah memperhatikannya saat dia masuk ke penginapan itu.
"Masih ada Tuan..! Apakah Tuan akan memesan 1 kamar saja..?" Kasir itu berbicara lembut kepada Ling Tian.
"Aku akan memesan 2 kamar untuk kami berdua. Berapa biayanya jika aku mengambil 2 kamar tersebut..?" Ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"Untuk kamar biasa, tarifnya 10 ribu koin emas semalam. Untuk kamar menengah, 30 ribu koin emas semalam. Dan untuk kamar VIP, 50 ribu koin emas semalam. Tuan akan memilih kamar yang mana..? Kami akan segera menyiapkannya." Kasir itu tersenyum juga kepada Ling Tian.
__ADS_1
"Huuuhhh.. Biayanya sangat mahal. Jika keadaannya terus menerus seperti ini, mungkin tidak lama lagi aku akan segera jatuh miskin." Ling Tian mengutuk di dalam hatinya.
"Aahh.. Aku hanya akan memesan 1 kamar biasa saja. Kami berdua sangat miskin saat ini dan tidak akan mampu untuk membayar 2 kamar tersebut jika kami tinggal terlalu lama di sini." Ucap Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Baiklah Tuan..! Kami akan segera menyiapkannya untuk anda." Kata kasir itu lalu memanggil salah seorang pelayan untuk menyiapkan kamar bagi Ling Tian.
Setelah membayar biaya menginap selama 10 malam, Ling Tian dan Xiao Jun berjalan mengikuti pelayan yang akan membawa mereka ke kamar yang telah dipesan oleh Ling Tian.
Sesampainya di kamar itu, Ling Tian segera masuk dan berbaring di tempat tidur. Sudah berhari-hari dia terbang di udara, dan sekarang dia ingin beristirahat sambil menenangkan pikirannya.
Walau dia tidak merasakan lelah sedikitpun, tetapi pikirannya selalu mengkhawatirkan Ling Han dan yang lainnya. Sedangkan untuk Xiao Jun, dia langsung duduk bersila di sudut kamar dan menutup matanya.
Merasakan bahwa Xiao Jun sedang duduk berkultivasi, Ling Tian hanya tersenyum lalu ikut menutup matanya juga untuk melanjutkan menenangkan pikirannya.
Waktu berlalu dengan cepat, tanpa terasa malam telah tiba. Ling Tian segera bangkit dari tempat tidurnya dan melihat bahwa Xiao Jun masih terus berkultivasi.
Ling Tian berjalan keluar dari kamarnya dengan langkah pelan agar tidak mengganggu Xiao Jun. Dia ingin menikmati pemandangan malam di kota Seribu Bunga.
Ling Tian kemudian berjalan dengan santai ke arah keramaian dan ikut menyatu dengan aktivitas orang-orang yang berlalu-lalang. Karena penampilan Ling Tian yang tampak biasa saja, dia tidak menjadi perhatian untuk orang-orang tersebut.
Ling Tian masuk ke beberapa toko yang menjual harta dan senjata Pusaka, untuk melihat-lihat apakah ada sesuatu yang bisa dibelinya. Namun dia belum menemukan apapun yang menarik perhatiannya. Dia ingin mencari bahan yang kualitasnya sangat baik untuk membuat senjata Pusakanya sendiri.
Ling Tian telah memiliki Wurtzite Pelangi padanya. Dia tinggal menambahkan bahan lain yang dapat memuaskan keinginannya, agar bisa membuat senjata Pusaka yang sangat kuat.
Ling Tian terus melanjutkan masuk ke beberapa toko lainnya, tapi hasilnya tetap sama saja. Saat Ling Tian keluar dan akan melanjutkan masuk ke toko lainnya lagi, dia melihat sebuah toko kecil yang tampak biasa saja dan tidak ada seorang pelanggan pun yang berada di toko itu.
Karena merasa penasaran, Ling Tian segera berjalan ke arah toko kecil tersebut. Dia melihat seorang pria paruh baya sedang duduk santai di tempat kasir seperti tak mempedulikan apakah ada pelanggan yang akan masuk ke tokonya atau tidak.
"Permisi Paman..! Aku ingin melihat barang-barang yang ada di sini." Ucap Ling Tian dengan tenang.
"Silahkan saja Tuan..! Tapi barang yang anda cari mungkin tidak ada di sini, karena toko kami hanya menjual benda-benda biasa saja." Pria paruh baya itu tersenyum ramah kepada Ling Tian.
__ADS_1
"Hehehe.. Tidak apa-apa Paman. Jika barang yang aku cari tidak ada di sini, aku akan mencobanya lagi di tempat lain." Ling Tian tertawa lirih dan mulai berjalan melihat benda-benda yang dipajang di toko itu.
Setelah berkeliling selama beberapa menit, Ling Tian telah melihat semua benda-benda yang dipajang di toko itu. Dan seperti yang dikatakan oleh pria paruh baya tersebut, memang tidak ada satupun benda yang dicarinya berada di situ.
"Terima kasih Paman..! Memang seperti apa yang Paman katakan, di sini tidak ada barang yang aku cari. Kalau begitu, aku permisi dulu Paman." Ling Tian berkata sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Iya Tuan..!" Pria paruh baya itu tersenyum juga kepada Ling Tian.
Ketika Ling Tian berjalan dan hendak pergi, dia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Matanya segera menatap sebuah batu sebesar tinjunya yang menjadi penyangga meja di sudut ruangan toko tersebut.
Dengan cepat Ling Tian menghampiri batu itu lalu memeriksanya. Akhirnya dia mengetahui apa sebenarnya batu tersebut.
"Aahh.. Ini adalah Batu Meteor Hitam yang sangat langka dari era para Dewa..!" Ling Tian membatin dengan nada terkejut.
"Paman..! Apakah batu ini dijual..?" Ucap Ling Tian dengan santai agar pria paruh baya itu tidak curiga kepadanya.
"Hahaha.. Itu hanya batu biasa Tuan..! Jika anda menginginkannya, silahkan ambil saja." Meskipun merasa aneh, pria paruh baya itu hanya tertawa mendengar pertanyaan dari Ling Tian.
"Hehehe.. Terima kasih Paman..! Ling Tian tertawa pelan, lalu mengambil batu itu yang akhirnya membuat meja tersebut menjadi goyah karena kehilangan penyangganya.
Pria paruh baya itupun segera menggunakan energi Qi nya untuk menahan meja tersebut agar tidak menjadi miring, lalu berkata kepada Ling Tian.. "Biarkan saja Tuan..! Nanti aku akan menggantinya dengan batu yang lain."
"Baiklah Paman, aku akan pergi dulu ke toko yang lain untuk mencari barang yang aku butuhkan." Ucap Ling Tian dengan nada santainya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
Author juga ingin mengucapkan :
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.