Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 190. Tim Shen Tu Jiang Akhirnya Bergerak


__ADS_3

Setelah beberapa saat berlalu, seluruh peserta yang tidak memiliki tim telah tersingkir dari kompetisi karena kebrutalan yang ditunjukkan oleh Nalan Peng. Meskipun demikian, sampai saat ini Nalan Peng belum bisa menangkap Ling Tian dan menyingkirkannya dari atas arena kompetisi.


Hal ini juga membuat semua orang menjadi keheranan. Sebab, energi Qi di dalam tubuh Ling Tian belum habis setelah berlari dengan waktu yang cukup lama. Sedangkan untuk Nalan Peng sendiri, energi Qi di dalam tubuhnya sudah berkurang setengahnya.


Nalan Peng segera menghentikan pengejarannya dan kembali ke tempat timnya berada karena ia harus menyimpan energi Qi-nya sendiri untuk pertarungan mereka terhadap tim-tim yang lainnya. Walaupun dirinya tak puas dengan hasil yang seperti itu, namun Nalan Peng tak ingin menghabiskan seluruh energi Qi-nya hanya untuk mengejar Ling Tian.


"Tunggu sampai ini berakhir. Aku akan menghancurkanmu dengan tanganku sendiri," ujar Nalan Peng sembari menunjukkan jarinya pada Ling Tian dengan menampilkan wajah geram. "Jika saja aku tak menghabiskan sebagian energi Qi-ku untuk menghajar semua sampah-sampah itu, mungkin sedari tadi kamu telah kuhancurkan sampai wajahmu tak dikenali oleh orang tuamu sendiri."


Nalan Peng melampiaskan kekesalannya dengan berteriak kasar ke arah Ling Tian. Sementara teman-temannya yang lain segera bergegas untuk menenangkan dirinya.


"Hmmm ... Menarik ... Sungguh sangat menarik. Seperti yang aku katakan sebelumnya, ternyata memang benar sampah itu mempunyai trik di lengan bajunya. Hehehe ... Aku mulai menyukainya. Sepertinya teknik pergerakan yang digunakannya sangat hebat sehingga Nalan Peng tak berhasil menyentuh tubuhnya meskipun telah mengerahkan kecepatan penuhnya." Shen Tu Jiang tersenyum senang, kemudian melanjutkan, "Biarkanlah sampah itu menggantikan Wen Hao untuk mendapatkan posisi sepuluh besar dalam kompetisi ini. Saat nanti kita telah memasuki Sekte Kabut Racun, kita bisa memaksanya untuk menyerahkan teknik pergerakannya tersebut."


"Yaah ... Itu memang benar. Aku juga sangat tertarik dengan teknik pergerakan yang diperlihatkan olehnya. Dengan hanya tingkat kultivasi yang berada pada tahap pertama Bintang Berlian saja, dia sudah mampu menghindari pengejaran dari Nalan Peng." Gadis yang bernama Qingxue itu juga berkata dengan nada dingin sambil memandang ke arah Ling Tian.


"Hahaha ... Aku juga sangat menginginkan teknik pergerakannya. Itu mungkin akan memudahkan kita untuk mengurangi konsumsi energi Qi yang kita keluarkan saat berada di atas udara."


"Aku juga ...."


"Yaah ... Aku pun demikian ...."


"...................."

__ADS_1


"Kekeke ... Baiklah jika itu keinginan kalian semua. Aku akan mengurungkan niatku untuk menghancurkan sampah tersebut demi teknik pergerakan yang digunakannya." Nalan Peng terkekeh, kemudian mengeluarkan sebuah Pil Restorasi dari Cincin Ruangnya, lalu segera menelannya untuk memulihkan kembali energi Qi-nya.


Ling Tian menunjukkan tampilan terengah-engah agar semua orang yang memperhatikannya tidak curiga sedikit pun terhadap dirinya. Ia membasuh keringat yang mengucur dari wajahnya sembari menghembuskan napas dalam-dalam seperti orang yang tampak benar-benar sangat kelelahan.


Sementara itu, pertempuran yang sedang berlangsung di atas arena kompetisi tersebut hampir mencapai klimaksnya. Tim-tim yang berhasil bertahan sejauh ini hanya menyisakan beberapa anggotanya saja. Sebab, sebagian anggota mereka yang lainnya telah dikalahkan dan tereliminasi dari kompetisi.


Kini seluruh peserta yang tersisa sudah berkurang sangat banyak dan hanya tertinggal sekitar dua ratus orang saja termasuk tim Shen Tu Jiang.


"Hahaha ... Sudah saatnya kita bergerak. Ayo semuanya! Mari kita bersihkan para sampah-sampah ini!" Shen Tu Jiang tertawa terbahak-bahak ketika melihat semua peserta sudah sangat kelelahan.


Beberapa di antara para peserta tersebut telah mendapatkan luka yang cukup parah setelah bertarung dalam waktu yang lama dengan para anggota tim lainnya.


"Baiklah, ayo bergerak!" seru Qingxue dengan penuh semangat.


Mereka melakukan hal ini karena menganggap semua anggota tim yang telah terluka nantinya akan sangat mudah dikalahkan. Jadi, Shen Tu Jiang dan teman-temannya terlebih dahulu memilih untuk menyingkirkan semua peserta yang terlihat masih dalam keadaan baik-baik saja.


Masing-masing dari anggota tim Shen Tu Jiang mulai bertarung dengan tiga atau empat orang anggota tim yang lainnya. Meski terlihat kalah jumlah, namun pertarungan itu tetap tampak berat sebelah karena para peserta tersebut telah cukup kelelahan setelah bertempur habis-habisan sejak awal dimulainya kompetisi.


Anggota tim Shen Tu Jiang takkan melepaskan kesempatan emas seperti itu. Dengan menggunakan seluruh kemampuannya, mereka semua dengan cepat menguasai jalannya pertarungan. Hanya dalam beberapa menit saja, sudah banyak dari para peserta tersebut yang berjatuhan dan terlempar keluar dari atas arena.


"Jika terus seperti ini, cepat atau lambat kita semua akan disingkirkan oleh mereka." Salah seorang peserta yang telah terluka berkata dengan wajah masam. Kemudian ia melanjutkan sambil berteriak keras ke arah peserta yang lainnya, "Ayo! Kita serang mereka secara bersamaan. Mari gabungkan kekuatan kita untuk mengalahkan mereka terlebih dahulu!"

__ADS_1


Seluruh anggota tim yang tersisa dan masih saling bertarung, segera berhenti saat mendengarkan teriakannya. Setelah berpikir sejenak, mereka pun langsung melesat ke arah teman-teman Shen Tu Jiang untuk membantu para peserta lainnya yang tampak terdesak menghadapi setiap serangan yang datang.


"Hahaha ... Sudah terlambat untuk menyadarinya." Salah seorang teman Shen Tu Jiang yang bernama Ming Cheng tertawa mencibir. "Bila sejak awal kalian semua bergabung untuk mengalahkan kami, mungkin masih ada sedikit peluang bagi kalian untuk memenangkan kompetisi ini. Tapi sekarang, peluang itu telah habis."


"Jangan dengarkan perkataannya! Ayo serang terus secara bersamaan!" teriak peserta lainnya.


"Hahaha ... Sungguh naif! Bahkan dalam mimpi, kalian semua tetap takkan bisa mengalahkanku." Sekali lagi Ming Cheng tertawa keras seraya melancarkan serangan tombaknya kepada para peserta yang juga melepaskan serangan ke arahnya.


Di sisi lain, Shen Tu Jiang sudah mengalahkan sekitar sepuluh orang dengan sangat mudah. Tak ada seorang pun yang sanggup bertahan dalam waktu lama saat menghadapi setiap serangannya.


Pedang di tangan Shen Tu Jiang terus menari liar menebas lawan-lawannya. Dengan tingkat kultivasi pada tahap kelima Bintang Berlian, Shen Tu Jiang benar-benar tak terkalahkan di antara para peserta yang memiliki tingkat kultivasi hanya pada tahap ketiga dan tahap keempat Bintang Berlian.


Teriakan nyaring seperti suara seekor b4bi yang di sembelih terus terdengar ketika tebasan pedang milik Shen Tu Jiang tepat mengenai sasarannya. Para peserta kompetisi yang mencoba untuk menghalanginya akan dengan cepat pula terkapar tak berdaya di lantai arena.


Semua penonton yang menyaksikan tindakan Shen Tu Jiang tersebut telah dibuat takjub olehnya. Meski mereka tahu bahwa Tuan Muda yang berasal dari klan Shen itu sangat sombong dan angkuh, tetapi mereka juga mengakui bakatnya yang sangat tinggi dan bisa dikatakan sebagai seorang kultivator jenius sejati di Kota Luan.


"Hahaha ... Senior Chun, sepertinya Sekte Kabut Racun kita telah mendapatkan harta yang berharga tahun ini." Salah seorang pria paruh baya yang berada di atas udara tertawa gembira melihat sepak terjang yang ditunjukkan oleh Shen Tu Jiang.


"Yaah ... Benar sekali apa yang kamu katakan itu, junior Shao. Aku juga mendengar orang-orang Kota Luan ini menyebutnya sebagai kultivator jenius sejati," balas pria paruh baya yang dipanggil senior Chun tersebut dengan wajah yang tersenyum senang.


"Hahaha ... Perjalanan kita ke Kota Luan tidak sia-sia tahun ini. Lihatlah! Usianya masih sangat muda, tapi tingkat kultivasinya telah mencapai tahap kelima Bintang Berlian. Waktu aku berusia seperti dirinya, aku hanya berada di tahap ketiga Bintang Berlian," sambung pria paruh baya lainnya seakan tak percaya dengan apa yang disaksikannya.

__ADS_1


Meskipun jauh di atas udara, Shen Tu Jiang masih dapat mendengarkan secara sayup-sayup apa yang dikatakan oleh ketiga pria paruh baya itu. Penilaian dari ketiga pria paruh baya tersebut terhadap dirinya membuat Shen Tu Jiang merasa sangat senang dan bangga.


Sedangkan untuk Ling Tian yang mendengar jelas percakapan ketiga pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya sambil mencibir di dalam hatinya, "Ciihh ... Kultivator jenius sejati yah?! Jika saja Jun telah berusia seperti Shen Tu Jiang yang kalian bangga-banggakan itu, mungkin tingkat kultivasinya akan membuat bola mata kalian semua melompat keluar karena Shen Tu Jiang bahkan hanya pantas untuk membawa sepatu milik Jun saja."


__ADS_2