
Setelah Ling Tian menemani Putri Qing Ruan selama sebulan, ia akhirnya memutuskan untuk segera meninggalkan Kota Kekaisaran. Selama sebulan itu, Ling Tian juga sudah merendam tubuh Putri Qing Ruan dengan mencampurkan beberapa tetes Susu Stalaktit ke dalam bak mandinya agar tubuhnya menjadi lebih kuat lagi.
Tubuh Putri Qing Ruan yang sejak awal telah lembut dan halus serta warna kulitnya yang seperti giok putih tersebut, kini menjadi terlihat lebih indah lagi.
Wajahnya yang dijuluki sebagai kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan Langit, saat ini telah melebihi kecantikan seorang Dewi saat Susu Stalaktik mencuci bersih seluruh tubuhnya. Bahkan jantung Ling Tian berdebar kencang begitu ia menatapnya.
Ketika Putri Qing Ruan selesai berlatih di halamannya, Ling Tian pun berkata pelan sambil tersenyum hangat, "Ruan'er! Sudah waktunya aku pergi. Hari ini aku akan meninggalkan Kota Kekaisaran."
"Ah!" Putri Qing Ruan tersentak ketika mendengar ucapan Ling Tian. Namun, ia tidak mengatakan apa-apa. Sebab, ia tahu bahwa Ling Tian tak bisa terus-menerus berada di Kota Kekaisaran karena harus pergi mencari tempat Terowongan Spasial untuk kembali ke Benua Langit Tingkat Menengah.
Putri Qing Ruan sangat ingin mengikuti Ling Tian ke mana pun ia pergi. Tetapi Ling Tian tidak mengizinkannya, dikarenakan ia sendiri tidak tahu bahaya apa yang akan ditemuinya nanti saat sedang mencari Terowongan Spasial.
Benua Persimpangan Langit sangatlah luas. Begitu banyak kultivator tingkat tinggi yang berkeliaran di sana. Jika Ling Tian bertemu dengan kultivator tingkat tinggi yang berhati baik, itu tidak akan menjadi masalah dan mungkin ia bisa berteman dengan mereka. Namun, bila yang dijumpainya adalah kultivator tingkat tinggi yang memiliki niat jahat terhadapnya, maka situasinya akan berbahaya. Ling Tian tidak ingin mengambil resiko yang sangat besar itu untuk membawa Putri Qing Ruan bersamanya.
Ling Tian mengeluarkan beberapa pil dari Cincin Ruangnya dan memberikannya pada Putri Qing Ruan. "Ruan'er, ambilah! Ini adalah Pil Penyembuh, Pil Restorasi, Pil Susu Awan dan Pil Susu Sembilan Hati. Aku tak perlu lagi menjelaskannya, karena kamu sudah mengetahui bagaimana efektivitas dari pil buatanku dan juga fungsi dari setiap pil ini."
"Mmm!" Putri Qing Ruan hanya mengangguk pelan, lalu memasukkan semua pil pemberian Ling Tian ke dalam Cincin Ruangnya.
Melihat bahwa wajah Putri Qing Ruan tampak cemberut dan sedih, Ling Tian mengulurkan tangannya dan mengacak-acak rambut Putri Qing Ruan.
"Hmmm ... Tenanglah! Jika aku telah menyelesaikan semuanya, aku pasti akan kembali ke sini dan menikahimu," ucap Ling Tian pelan, sambil membelai lembut wajah Putri Qing Ruan yang merupakan kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan Langit tersebut.
__ADS_1
"Mmm ... Aku akan menunggumu!" kata Putri Qing Ruan tegas seraya menganggukkan kepalanya lagi.
"Baiklah! Aku akan pergi sekarang. Sampaikan salamku pada Yang Mulia Kaisar. Katakan padanya bahwa cepat atau lambat aku akan kembali ke sini dan minum teh lagi bersamanya."
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian menatap lekat-lekat pada wajah Putri Qing Ruan sembari menyunggingkan senyum khasnya. Kemudian, dalam sekejap ia langsung menghilang dari tempatnya.
Hembusan angin menerpa tubuh Putri Qing Ruan saat Ling Tian telah melesat pergi. Air matanya yang telah ia tahan sejak tadi, akhirnya mengalir keluar membasahi pipinya yang sangat lembut dan seputih giok tersebut. Putri Qing Ruan pun tahu, bahwa Ling Tian telah memenangkan hatinya.
"Jika semua orang mengatakan bahwa perasaanku ini disebut sebagai cinta, maka aku benar-benar telah jatuh cinta kepadanya," gumam Putri Qing Ruan sambil terisak.
***
Sudah berhari-hari Ling Tian terbang dan telah melewati beberapa kota. Selama itu pula ia menggunakan indra spiritualnya untuk memeriksa apakah ada keanehan yang terjadi di sekitarnya. Namun, ia belum dapat merasakan adanya jejak dari Terowongan Spasial.
Walau Terowongan Spasial telah tertutup beberapa bulan yang lalu, tapi Ling Tian tahu bahwa pasti masih ada jejak untaian energi yang tertinggal dari Terowongan Spasial itu.
Jangkauan indra spiritual Ling Tian masih tetap sama seperti sebelumnya, yaitu berjarak 200 kilometer. Untuk beberapa alasan, ia belum menempa jiwanya lagi karena ingin menunggu hingga tulang-tulangnya ditempa ke tingkat Tulang Naga Langit.
Saat Ling Tian melewati sebuah pegunungan yang sangat luas, indra spiritualnya merasakan ada seekor Binatang Roh tingkat enam yang berada cukup jauh darinya. Binatang Roh tingkat enam tersebut memiliki tingkat kultivasi pada tahap pertama Bintang Langit.
"Hehehe ... Sepertinya aku harus membawa oleh-oleh buat Xiaohai dan Xiaohou dari Benua Persimpangan Langit ini," gumam Ling Tian sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Daging serta Inti Roh dari Binatang Roh tingkat enam sangat bagus untuk meningkatkan kultivasi para kultivator tahap Bintang Bumi. Terutama untuk Binatang Roh seperti Xiaohai dan Kera Salju.
Jika ada hal bagus seperti itu, Ling Tian takkan pernah melepaskannya. Dengan kecepatan penuhnya, dia segera melesat ke arah Bintang Roh tingkat enam tersebut. Hanya dalam hitungan detik, Ling Tian telah sampai di tempat yang ditujunya. Di depannya berdiri seekor serigala berwarna putih yang cukup besar yang sedang menghangatkan tubuhnya di bawah terik matahari. Panjang tubuhnya sekitar 30 meter. Itu adalah Binatang Roh yang disebut sebagai Serigala Awan Langit.
"Hahaha ... Beberapa saat yang lalu aku berpikir akan mencari kultivator manusia untuk menjadi makan malamku. Tidak pernah aku menyangka ternyata makanan itu datang dengan sendirinya tanpa harus mencari susah payah lagi." Serigala Awan Langit tertawa terbahak-bahak ketika melihat Ling Tian yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Hehehe ... Apakah demikian? Mungkinkah kecerdasanmu semakin menurun setelah berhasil menjadi Binatang Roh tingkat enam?" tanya Ling Tian seraya tertawa lirih, lalu menambahkan, "Hanya seorang manusia bodoh yang berani berdiri di depan seekor Serigala Awan Langit jika ia merasa tak mampu untuk membunuh Serigala Awan Langit itu. Jadi, karena aku sudah berani berdiri di depanmu sekarang, itu artinya di mataku kamu bukan lagi Serigala Awan Langit, melainkan hanya seekor anj1ng liar saja."
"Grrrr ... Dasar manusia sampah! Beraninya kamu menghina penguasa pegunungan ini?! Kalau begitu, aku tidak lagi akan menyimpanmu sebagai makan malamku. Karena aku akan langsung memakanmu sekarang juga," balas Serigala Awan Langit sembari menggeram, kemudian langsung melesat menerkam ke arah Ling Tian.
Akan tetapi, saat cakar tajam milik Serigala Awan Langit hendak menyentuh tubuh Ling Tian, gerakannya seketika langsung berhenti. Tubuh Serigala Awan Langit terdiam membeku seperti patung tanpa bisa bergerak sedikit pun.
Matanya melotot tajam ke arah Ling Tian. Rahangnya terbuka lebar tapi tak bisa mengeluarkan suara sekecil apa pun dari mulutnya. Energi Qi milik Ling Tian telah mengunci setiap pergerakan dari tubuh Serigala Awan Langit tersebut.
Tampang Serigala Awan Langit yang sejak awal sudah sangat menyeramkan itu, segera berubah dengan raut wajah yang ketakutan dan tampak putus asa.
Ling Tian dengan santai mengulurkan jari telunjuknya. Sebuah cahaya berwarna-warni tiba-tiba muncul di jari Ling Tian dan langsung melesat menuju dahi Serigala Awan Langit tersebut.
Dalam sekejap, tubuh Serigala Awan Langit menjadi sebuah jasad yang tidak bernyawa lagi. Ia mati dalam posisi yang masih berdiri membeku di depan Ling Tian.
Ling Tian sejenak menyunggingkan senyum tipis ke arahnya, lalu dengan cepat memasukkannya ke dalam Cincin Ruang. Setelah itu, ia pun segera melesat terbang melanjutkan perjalanannya menuju ke wilayah utara Benua Persimpangan Langit.
__ADS_1