Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 38. Terbangun


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang cukup luas, di wilayah barat Kota Bulan Biru, kediaman Klan Lin..


Ling Tian masih terbaring tak sadarkan diri, tetapi jiwanya secara perlahan sudah mulai membaik. Matanya belum bisa terbuka tapi telinganya bisa mendengar setiap apa yang di katakan orang-orang yang datang menjenguknya atau orang-orang yang sedang menjaganya.


"Lin Yue..! Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Setiap aku melihatmu bersama dengan Ling Tian, hatiku terasa sakit. Dan saat aku melihat keadaannya seperti ini, hatiku lebih sakit lagi. Aku minta maaf karena telah mengatakan ini padamu, sebab aku tidak tahu harus menceritakannya pada siapa." Su Mei berbicara kepada Lin Yue sambil menundukkan kepalanya.


Di ruangan itu hanya mereka bertiga dengan Ling Tian. Lin Yue dan Su Mei selalu berada di sisi Ling Tian sejak awal dia tidak sadarkan diri. Sedangkan Wan Ying yang selalu bersama Su Mei, telah kembali ke Sekte mereka. Yang mengganti pakaian Ling Tian pun adalah mereka berdua.


Sebenarnya Lin Yue ingin melarangnya, tapi setelah melihat ketulusan dari Su Mei dan tidak memiliki maksud apapun terhadap Ling Tian, dia pun akhirnya mengizinkannya.


Naluri wanita memang sangat peka terhadap hal-hal yang berkenaan dengan masalah perasaan, sehingga Lin Yue bisa tahu kalau Su Mei juga menyukai Ling Tian.


Awalnya Lin Yue tidak ingin menerimanya, tetapi dia tahu bahwa seorang kultivator yang sangat kuat seperti Ling Tian suatu saat akan berdiri di atas benua langit seperti seorang Kaisar Tertinggi.


Dan itu sangat wajar bagi Ling Tian untuk memiliki beberapa istri. Meskipun Ling Tian masih sangat muda, tapi kekuatannya telah melebihi kekuatan dari beberapa kultivator tingkat tinggi seperti Kakek Lin Yue.


Lin Yue yang mendengar perkataan jujur dari Su Mei, segera berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri Su Mei dan memegang tangannya.


"Karena melihat dari ketulusan hatimu, aku akan mengijinkanmu bersama Ling Tian juga, tapi itu semua tetap tergantung dari Ling Tian sendiri." Ucap Lin Yue sambil tersenyum.


Sedangkan untuk Ling Tian yang bisa mendengar semua itu, segera berteriak keras di dalam hatinya.. "Yue'er.. Aku mau..! Siapa yang tidak mau dengan keindahan seperti kalian berdua."


Waktu terus berlalu, tak terasa telah sebulan Ling Tian tak sadarkan diri. Luka-luka yang terdapat pada seluruh tubuhnya telah beregenerasi kembali dengan bantuan Api Ilahi.


Selama sebulan ini, Lin Yue dan Su Mei terus merawat Ling Tian tanpa mengeluh sedikitpun. Mereka meminumkan beberapa Ramuan Obat yang telah di berikan oleh Klan Lin kepadanya untuk membantu penyembuhan Ling Tian.


Xiaohai pun tidak pernah meninggalkan Klan Lin, dia juga terus berjaga di depan halaman ruangan Ling Tian.


Mata Ling Tian perlahan terbuka, jari tangannya mulai bisa bergerak sedikit demi sedikit. Tubuhnya terasa sangat kaku karena tidak pernah bergerak selama sebulan.


"Dia telah terbangun..!" Su Mei yang pertama kali melihat Ling Tian telah sadar, segera berteriak kepada Lin Yue karena kegembiraannya.


Dia melupakan sikap dinginnya sesaat. Tetapi hanya dalam beberapa detik saja, dia telah kembali lagi ke sikap dinginnya tersebut.


Lin Yue segera menghampiri Ling Tian dan memegang tangannya. Air matanya segera jatuh membasahi tangan Ling Tian. Dia langsung melepaskan semua perasaan khawatir yang selama ini terpendam di hatinya.


Sementara Su Mei sendiri hanya duduk diam di samping Ling Tian. Dia sebenarnya ingin sekali melakukan seperti apa yang telah di perbuat oleh Lin Yue, tapi dia tidak pandai mengekspresikan perasaannya itu.

__ADS_1


Ling Tian mengangkat tangannya dengan gerakan yang masih sangat kaku, kemudian menaruhnya di atas kepala Lin Yue. Lalu dia pun menggerakkan jarinya membelai rambut Lin Yue dan berkata.. "Maaf..! Karena telah membuatmu khawatir lagi."


Su Mei yang melihat itu merasa iri pada Lin Yue tetapi dia tetap diam saja. Dia tahu bahwa Ling Tian sangat menyayangi Lin Yue.


"Bantu aku untuk duduk." Ling Tian berkata pelan.


Su Mei segera bergerak membantu Ling Tian untuk duduk, tapi gerakannya sangat kasar yang membuat Ling Tian meringis kesakitan.


"Aduuuhhh..! Kalau kamu melakukannya seperti itu, tulang-tulangku bisa patah kembali."


Su Mei langsung melepaskan kembali tubuh Ling Tian setelah mendengarnya meringis kesakitan.


"Aduuuhhh..!" Ling Tian berteriak lagi saat Su Mei melepaskannya.


Lin Yue terkikik melihat keadaan canggung mereka berdua. Dia kemudian membantu Ling Tian duduk secara perlahan-lahan.


"Nah.. Seperti itu lah caranya..! Kamu harus belajar dari Yue'er untuk bersikap lembut." Kata Ling Tian kepada Su Mei setelah dia duduk bersandar di sisi tempat tidur.


Meskipun wajah Su Mei selalu tampak dingin, tapi dia tetap menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Ling Tian.


"Itu.. Itu aku dan Su Mei yang menggantinya. Itu juga adalah pakaian Kakakmu. Kami ingin mencari pakaian di dalam Cincin Ruangmu, tetapi ada Formasi Penyegelan di dalamnya sehingga kami tidak bisa membukanya." Lin Yue berbicara terbata-bata dengan wajah yang kini memerah.


Ling Tian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis mendengar apa yang di katakan oleh Lin Yue.


"Ja.. jadi kalian telah melihat semuanya." Giliran Ling Tian yang berbicara terbata-bata.


"Ciiihhh.. Apakah kamu mau jika para pelayan yang melihat tubuhmu itu..?" Lin Yue mencibir kepada Ling Tian.


"Tidak.. Tidak..! Lebih baik jika hanya kalian berdua yang melihatnya, aku akan lebih tenang. Tapi mengapa bukan Kakakku yang mengganti pakaianku..?"


"Aku juga telah memintanya untuk mengganti pakaianmu, tapi dia tidak tahan melihat semua luka-luka yang ada di tubuhmu."


"Baiklah.. karena kalian berdua telah melihat semuanya, sekarang berikan aku pelukan..!" Ling Tian mengangkat kedua tangannya seraya ingin meminta mereka berdua memeluknya.


Tanpa berpikir panjang, Su Mei dengan cepat masuk ke dalam pelukan Ling Tian. Setelah melihat Lin Yue di arena pertarungan sangat patuh terhadap Ling Tian, dia juga ingin mengikutinya.


Tubuh Su Mei sedikit bergetar karena ini adalah pertama kalinya dia di peluk oleh seorang pria. Walaupun wajahnya masih tampak dingin, tetapi di dalam hatinya dia merasakan perasaan yang sangat nyaman.

__ADS_1


Namun Lin Yue tidak beranjak dari tempat duduknya. Dia hanya menggelengkan kepalanya lalu berkata.. "Meimei.. Kamu telah di bodohi olehnya, coba lihat wajah mesumnya itu."


"Aahh..!"


Su Mei seketika langsung melompat keluar dari pelukan Ling Tian saat mendengar perkataan Lin Yue tersebut.


Wajah Ling Tian berubah cemberut ketika melihat tidak ada lagi dari mereka yang mau memeluknya.


"Karena kalian berdua tidak mau, aku akan pergi mencari gadis lain yang mau memelukku." Gumam Ling Tian sangat pelan hingga hampir tak terdengar oleh mereka.


"Apa katamu..? Coba ulangi sekali lagi..!" Lin Yue segera berdiri dari tempat duduknya lalu mengangkat tinjunya untuk mengancam Ling Tian.


"A.. a.. Aku berkata bahwa tubuhku masih sakit, aku ingin berbaring lagi." Ling Tian berkata dengan nada sedih.


Lin Yue segera membantu Ling Tian bergerak secara perlahan-lahan untuk mencari posisi yang tepat sebelum membaringkannya.


Saat posisi tubuh Ling Tian sudah siap di baringkan, Lin Yue tidak membaringkannya tetapi langsung memeluk tubuh Ling Tian.


Setelah itu dia mencium pipi Ling Tian dan berbisik di telinganya.. "Terima kasih karena kamu telah kembali, aku sangat takut jika harus kehilanganmu."


Wajah Ling Tian yang tampak bersedih segera berubah ceria dan sangat gembira mendapatkan pelukan dan ciuman dari Lin Yue.


"Bukannya tadi dia mengatakan bahwa Ling Tian telah membodohi aku, tetapi kenapa malah dia ikut memeluknya juga, dan bahkan menciumnya." Su Mei merasa bingung melihat itu, dan bertanya di dalam hatinya.


"Tian'er..! Apakah kamu sudah sadar..? Aku tadi sepertinya mendengar suaramu." Ling Han berkata dari luar kamar karena dia enggan segera masuk, sebab ada 2 gadis di dalam kamar tersebut. Menurutnya itu tidak akan sopan jika dia langsung masuk tanpa memberitahu mereka.


Lin Yue yang mendengar suara Ling Han, langsung panik dan dengan cepat mendorong Ling Tian untuk melepaskan pelukannya.


"BUK"


"Aaaaahhh.." Teriakan kesakitan Ling Tian terdengar sampai keluar kamar, hingga mengagetkan beberapa orang yang berada di sekitar situ.


***


Untuk para Reader, Author minta maaf jika lambat mengupdate Novel ini karena Author juga masih sementara menulis kelanjutan dari tiap chapter di Novel ini. Biasanya Author telah mengupload chapter selanjutnya tetapi tertahan lama sebab masih di review sama pihak mangatoon.


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima dan juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

__ADS_1


__ADS_2