
Ling Tian dan Mu Bai mengangkat tangan mereka masing-masing lalu melayangkan pukulan secara bersamaan.
BAM
Ketika tinju mereka bertemu, suara yang keras bergema di sekitar wilayah tempat pertarungan mereka.
Keduanya sama-sama terdorong mundur kebelakang sejauh 20 meter. Namun dengan cepat juga segera melesat kembali untuk saling melepaskan pukulan terkuat mereka.
Gerakan keduanya pun sangat cepat dan tidak akan bisa lagi di ikuti oleh mata dari kultivator tingkat Bintang Berlian.
Meskipun kultivasi Ling Tian hanya pada tahap ketujuh Bintang Berlian, tetapi karena mengolah Teknik Dewa Naga Surgawi, dia mampu bersaing secara seimbang dengan Mu Bai yang kultivasinya telah berada di tahap pertama Bintang Bumi.
BAM
BAM
BAM
Suara pukulan mereka yang saling beradu terus terdengar menggema di atas hutan yang sunyi tempat keduanya bertarung.
Pepohonan yang berada di bawah mereka, satu per satu mulai roboh karena terkena luapan energi Qi yang berasal dari pertarungan tersebut.
Pergerakan Ling Tian dan Mu Bai terus berpindah-pindah tempat sehingga membuat kehancuran pada hutan itu semakin meluas.
Bebatuan ditempat itupun ikut hancur berkeping-keping ketika mereka berdua melewatinya. Pertarungan tersebut juga menjadi semakin sengit dan belum ada tanda-tanda salah satu dari mereka yang terlihat akan kalah.
Setelah melihat kekuatan yang ditampilkan oleh Ling Tian sebelumnya, Mu Bai tidak berani sedikitpun bertindak gegabah saat melawannya.
Ling Tian tersenyum senang sebab dirinya sangat menikmati pertarungan itu. Walaupun Mu Bai tidak memiliki niat membunuh, tetapi setiap serangan yang berasal darinya membuat Ling Tian sedikit kewalahan.
"Hmmm... Inikah kekuatan sebenarnya dari kultivator tahap pertama Bintang Bumi?" Ling Tian membatin sambil terus beradu pukulan dan tendangan dengan Mu Bai.
Merasakan dirinya yang mulai kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan energi Qi-nya, Ling Tian segera mengeluarkan Pil Restorasi kemudian dengan sangat cepat menelannya di sela-sela pertarungan mereka tersebut.
Meskipun kekuatannya setara dengan kultivator tahap pertama Bintang Bumi, namun kultivasinya hanya pada tahap ketujuh Bintang Berlian saja.
Inilah yang membuat Ling Tian sangat cepat kelelahan jika bertarung di atas udara. Sedangkan untuk kultivator pada tingkat Bintang Bumi, mereka tidak terlalu terpengaruh dengan semua itu.
BAM
Ketika telapak tangan Ling Tian yang menggunakan Teknik Tapak Dewa Naga menyambut tinju Mu Bai, suara yang lebih keras dari sebelumnya terdengar seperti sebuah ledakan di tengah hutan.
Mereka berdua sekali lagi terdorong mundur ke belakang secara bersamaan. Namun keduanya tidak langsung menyerang kembali.
Mu Bai menatap tajam ke arah Ling Tian yang wajahnya terlihat gembira seperti sangat menikmati pertarungan mereka tersebut.
"Hmmm... Aku baru menyadarinya, ternyata kultivasimu sebenarnya belum berada pada tingkat Bintang Bumi."
"Aku tidak tahu teknik kultivasi apa yang telah kamu olah sehingga membuat kekuatanmu menjadi setara dengan kultivator tingkat Bintang Bumi. Namun itu belum cukup untuk dapat mengalahkanku."
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan segera menunjukkan padamu teknik terkuatku yang sesungguhnya. Bersiaplah untuk merasakan penyesalan karena tidak mau mengikuti keinginan kami." Lanjut Mu Bai dengan nada mencibir.
"Hehehe... Aku juga ingin melihat sampai dimana batas kekuatan yang membuatmu terlalu percaya diri bisa mengalahkanku." Ling Tian hanya tersenyum menanggapi perkataan Mu Bai.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Mu Bai segera mengeluarkan senjata dari Cincin Ruangnya. Itu adalah sebuah pedang besar berwarna putih yang panjangnya sekitar 3 meter.
Merasakan energi yang sangat kuat berasal dari pedang tersebut, Ling Tian mengetahui bahwa itu adalah senjata Pusaka Tingkat Langit. "Wouw... Senjata yang bagus!"
"Hehehe... Tapi bukan kamu saja yang memiliki senjata kuat seperti itu." Lanjut Ling Tian dengan tawa lirih sambil mengeluarkan pedangnya juga dari Cincin Ruangnya.
"Hmmm... Ayo mulai!" Mu Bai berteriak lalu melesat dengan sangat cepat ke arah Ling Tian.
"Hehehe... Ayo menari!" Ling Tian juga berteriak lalu menghilang dari tempatnya dan melesat ke arah Mu Bai dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga.
TRANG
TRANG
TRANG
Kini suara pedang saling beradu terdengar menggema di hutan yang sepi itu. Kehancuran yang terjadi pada hutan tersebut juga menjadi semakin parah akibat energi yang lebih besar lagi terpancar keluar ketika 2 Pusaka Tingkat Langit bertemu.
Untuk melawan teknik pedang dari Mu Bai, Ling Tian hanya menggunakan Teknik Menari Bersama Pedang karena dia ingin bersenang-senang menikmati pertarungan tersebut.
Mu Bai sangat terkejut melihat gerakan-gerakan indah yang di peragakan oleh Ling Tian yang terlihat seperti sedang menari saat bertarung dengannya.
Meskipun teknik pedang Mu Bai jauh lebih rendah dari teknik pedang Ling Tian, tetapi kekurangannya itu teratasi dengan tingkat kultivasinya yang lebih tinggi dari Ling Tian.
TRANG
TRANG
TRANG
Bunyi pedang beradu terus terdengar seperti alunan suara musik yang mengisi keheningan pada hutan yang semakin hancur tersebut.
Dalam pertarungan itu juga, Ling Tian telah menelan beberapa Pil Restorasi agar dapat terus bersaing dengan Mu Bai yang memiliki energi Qi yang lebih banyak darinya.
Ling Tian tidak menggunakan teknik pedang tertingginya karena dia juga ingin menguji kekuatan dan ketahanan pada Pedang Pelangi yang belum lama ini di tempanya.
Mereka berdua telah bertarung selama 3 jam di udara dan masih terus saling menyerang dengan sengitnya.
TRANG
KRAK
Bunyi pedang yang sedang beradu itu terdengar di ikuti oleh suara retak pada salah satu pedang tersebut.
__ADS_1
"Aahh... Rou'er!" Mu Bai berteriak keras memanggil nama pedangnya ketika merasakan pedangnya itu akan patah.
TRANG
KLANG
Akhirnya pedang Mu Bai patah karena tidak mampu lagi menahan kekuatan dari Pedang Pelangi milik Ling Tian.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Ling Tian membalikkan bilah pedangnya lalu memukulkannya ke arah dada Mu Bai.
BOOM
Tubuh Mu Bai jatuh dengan sangat keras menabrak sebuah batu yang cukup besar, dan membuat batu tersebut hancur berkeping-keping.
"Aahh... Rou'er!" Mu Bai berteriak semakin histeris.
Dia segera bangkit lalu berjalan tertatih-tatih ke arah tempat jatuhnya patahan pedang itu tanpa mempedulikan luka parah yang telah di alaminya akibat dari hasil pukulan pedang Ling Tian.
Jika saja Ling Tian ingin membunuhnya, dia tidak akan repot lagi untuk membalik bilah tajam pada pedangnya tersebut, dan menggantinya pada sisi yang tumpul.
"Hehehe.. Ternyata kamu tidak mengecewakanku." Ling Tian tertawa pelan sambil membelai pedangnya.
Ling Tian kemudian memasukkan kembali Pedang Pelangi ke dalam Cincin Ruangnya, lalu segera meluncur turun ke tanah ke arah Mu Bai.
"Mengapa kamu tidak membunuhku?" Saat melihat Ling Tian telah berdiri di depannya, Mu Bai berkata dengan nada sedih sambil memegang patahan dari pedangnya itu.
"Hmmm.. Itu karena kamu juga tidak memiliki niat untuk membunuhku." Ucap Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, setelah mengalahkan kalian semua, aku akan menjawab pertanyaan tentang sistem dan aturan yang telah aku terapkan pada Sekteku."
"Jawabannya adalah karena aku tidak menyukai aturan yang berlaku di semua Sekte pada umumnya."
"Apa yang kamu pikirkan jika seseorang seperti aku yang masih berumur 17 tahun ikut bergabung menjadi murid di Sekte kalian itu? Posisi murid tingkat apa yang akan kalian berikan kepadaku yang memiliki kekuatan melebihi pemimpin Sekte sepertimu?"
"Hehehe... Tidak mungkin kalian akan menempatkan aku pada posisi murid inti di Sekte kalian, dan tidak mungkin juga kalian akan menempatkan posisiku sebagai pemimpin Sekte."
"Dan hal yang paling penting lagi, aku menganggap seluruh anggota Sekteku seperti keluargaku sendiri. Maka dari itu, aku tidak akan membiarkan mereka saling membunuh hanya demi bersaing untuk mendapatkan sumber daya."
"Camkan baik-baik! Ini juga adalah peringatan pertama dan terakhir untuk kalian semua agar tidak mengusik kedamaian pada Sekteku lagi."
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung melesat dengan kecepatan penuhnya untuk kembali ke Sektenya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
Buat teman-teman yang menyukai cerita pada novelku ini, Author mohon maaf karena belum bisa mengikuti keinginan kalian untuk crazy up, sebab Author masih dalam keadaan kurang sehat.
__ADS_1
Dan Author juga minta Do'anya dari teman-teman agar Author bisa cepat sembuh dan tetap menjadi Pria Tertampan di antara kalian semua. 😝😝😝😝