
Kediaman klan Zhuge.
BRAK
Sebuah meja hancur menjadi serbuk halus akibat terkena pukulan yang mengandung energi Qi sangat kuat.
"Siapa yang telah berani melakukan hal ini pada adikku dan juga pada anggota klan kita lainnya?" teriak seorang pemuda dengan nada geram.
"Tuan Muda pertama! Yang melakukannya adalah seorang pemuda berusia sekitar 18-19 tahun. Tingkat kultivasinya juga berada pada tahap kesembilan Bintang Emas."
"Apaaaa?! Benarkah apa yang kau katakan itu?"
"Itu benar, Tuan Muda pertama!"
Pemuda yang dipanggil sebagai Tuan Muda pertama tersebut adalah kakak Zhuge Liang, yaitu Zhuge Liuyun. Ia langsung tersentak kaget ketika mendengar penjelasan yang diutarakan oleh orang yang bertugas sebagai mata-mata di klannya.
Sebagai seorang jenius sejati di klan Zhuge, adiknya yaitu Zhuge Liang, tak pernah terkalahkan di antara para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya. Tapi saat ini, Zhuge Liang malah dikalahkan oleh seorang kultivator yang tingkat kultivasinya berada di bawahnya.
"Apa latar belakang dari pemuda itu? Mungkinkah ia berasal dari sebuah klan besar atau Sekte yang terkenal?" tanya Zhuge Liuyun pelan mencoba menenangkan keterkejutannya.
"Kalau tentang hal tersebut, aku tak tahu. Tapi aku mendengarnya mengatakan bahwa ia berasal dari Sekte Pria Tertampan di Benua Langit."
"Hmmm... Sekte Pria Tertampan di Benua Langit? Sekte aneh macam apa itu?" tanya Zhuge Liuyun lagi sambil mengerutkan alisnya.
"Aku juga tak pernah mendengarnya, Tuan Muda Pertama! Menurutku, Sekte tersebut bukan berasal dari wilayah Kota Primordial ini."
Zhuge Liuyun tampak berpikir sejenak, kemudian berkata, "Masalah ini sebaiknya kita sampaikan kepada Ayah. Kita tak boleh bertindak gegabah menghadapinya."
"Jika latar belakang dari pemuda itu sungguh luar biasa, maka itu sama saja kita membawa masalah pada klan Zhuge. Pergilah, selidiki lebih lanjut tentang pemuda tersebut!"
"Baik, Tuan Muda pertama!"
***
Ketika pagi telah tiba, Ling Tian duduk santai di taman yang ada di depan kamarnya sambil menyeruput segelas teh ditemani oleh Xiaohai yang hanya berbaring malas di atas tanah tak jauh dari tempatnya.
Xiao Jun yang juga baru saja keluar dari kamarnya segera bergegas menghampiri Ling Tian sambil menunjukkan raut wajah bersalah.
"Jun! Mengapa tampangmu seperti itu? Seharusnya kamu bersemangat saat melihat wajahku yang sangat tampan ini!" ujar Xiaohai saat Xiao Jun melewatinya.
PLETAK
__ADS_1
Kera Salju yang entah dari mana tiba-tiba muncul dan langsung menjitak kepala Xiaohai seraya menunjukkan senyum sinis di wajahnya.
"Aduuhh... Kakak besar! Apa yang kamu lakukan?" gerutu Xiaohai sambil mengusap kepalanya.
"Aaiihh... Maaf! Tanganku kelepasan ketika mendengar seekor anj!ng buruk rupa mengatakan wajahnya sangat tampan."
"Ciihh... Aku tahu kalian semua sangat iri pada wajahku ini, sehingga tak sanggup menerima kenyataannya karena wajah kalian tak mampu bersaing denganku," gumam Xiaohai sangat pelan dengan nada kesal.
"Coba ulangi apa yang baru saja kau katakan!" Kera Salju mengangkat tangannya dan mengancam akan memukul kepala Xiaohai lagi.
"Bos!" teriak Xiaohai menoleh ke arah Ling Tian dengan wajah memelas.
"Huuhh... Kalian berdua, berhentilah!" seru Ling Tian dengan nada mengeluh, lalu melirik ke arah Xiao Jun dan berkata pelan, "Jun, apa yang ingin kau katakan padaku?"
"Aahh! A-anu... Begini, Guru! Semalam aku tak sengaja membuat keributan ketika keluar berjalan-jalan melihat kota ini," jawab Xiao Jun terbata-bata.
"Hmmm... Siapa yang memulainya?"
"Mereka yang memulainya terlebih dahulu, Guru!" jawab Xiao Jun singkat.
"Coba ceritakan padaku apa yang sebenarnya telah kamu lakukan semalam."
"Begini, Guru!" Awalnya...." Xiao Jun pun mulai menceritakan semua yang terjadi secara perlahan pada Ling Tian.
"Masih, Guru!" jawab Xiao Jun tegas.
"Coba katakan!"
"Baik, Guru! Ehem... Jika orang lain ingin menginjakmu, injak juga wajahnya. Jika orang lain ingin memukulmu, pukul juga seluruh tubuhnya. Jika orang lain ingin membunuhmu...."
PLETAK
Sebelum Xiao Jun menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu berdiri dan memukul kepalanya seraya bertanya, "Lantas, mengapa kamu tak membunuh mereka yang berniat ingin membunuhmu?"
"Anu... Itu... Itu karena aku tak ingin membuat masalah kecil ini menjadi lebih besar lagi dan nantinya akan melibatkanmu, Guru!" jawab Xiao Jun canggung sambil menggaruk kepalanya.
"Dunia kita para kultivator adalah dunia yang kejam karena kekuatanlah yang berbicara. Jika saja kemampuanmu lebih rendah dari mereka, mungkin hari ini kamu tak bisa lagi berdiri di depanku karena mereka telah membunuhmu dari semalam."
"Dan pastinya, mereka juga sekarang telah menyebarkan mata-mata untuk menyelidiki tentang kita. Jadi, meskipun kamu tak ingin melibatkan aku, tetap saja aku akan terlibat jika mereka berani menyentuhmu!"
"Huuhh... Manusia memang makhluk yang sangat licik!" celetuk Xiaohai dengan nada kesal.
__ADS_1
PLETAK
"Jaga omonganmu! Tuan Muda juga adalah seorang manusia," ucap Kera Salju yang telah memberikan jitakannya lagi pada kepala Xiaohai.
"Aduuhh... Maaf, kakak besar! Aku lupa!" Xiaohai meringis kesakitan dan sekali lagi mengusap-usap kepalanya sambil mengeluarkan batu cermin dari dalam Cincin Ruang yang dibuatkan khusus untuknya oleh Ling Tian.
Xiaohai pun kemudian berbalik menoleh ke arah Ling Tian dan berkata dengan nada sedih melalui telepati, "Bos! Lihatlah wajahku ini! Sejak kakak besar mengikuti kita, ketampananku berangsur-angsur memudar."
"Apakah kamu juga sudah lupa bahwa aku pun bisa mendengar suara telepatimu yang sedang mengeluh pada Tuan Muda? Karena ketampananmu telah memudar, sebaiknya aku hancurkan sekalian saja wajah jelekmu itu!"
BUK ... BUK
"Aaaahhhh! Ampun, kakak besar!"
***
Dalam aula yang sangat besar di klan Zhuge, banyak petinggi klan yang sudah berkumpul di sana. Seorang pria paruh baya duduk di kursi paling besar yang berada di tengah aula tersebut. Ia adalah patriark klan Zhuge, yaitu Zhuge Changlai.
"Apakah ada informasi lebih lanjut tentang pemuda yang melukai putraku dan juga anggota klan Zhuge lainnya?" Zhuge Changlai bertanya dengan nada yang berat.
"Lapor, patriark! Menurut mata-mata kita, pemuda itu tinggal di sebuah penginapan yang berada dekat dengan pusat perbelanjaan bagian utara. Setelah pemilik penginapan mengetahui bahwa klan Zhuge ingin mencari informasi tentangnya, ia akhirnya mau memberitahukannya."
"Pemuda itu dengan salah seorang temannya membawa dua ekor Binatang Roh bersama mereka dan menyewa empat kamar di dalam penginapan. Dari yang tertulis pada daftar nama para tamu, pemuda tersebut bernama Xiao Jun. Sedangkan untuk temannya itu bernama Ling Tian."
"Hmmm... Apakah benar mereka hanya berempat saja?" tanya Zhuge Changlai sambil mengernyitkan keningnya.
"Sangat benar, patriark! Tetapi ini juga yang membuat kami bingung. Sebab, menurut apa yang di dengar oleh mata-mata kita pada pertarungan semalam, pemuda tersebut selalu mengatakan bahwa ia akan dihukum oleh Gurunya jika pulang terlambat ke penginapan."
"Namun, pemilik penginapan berkata bahwa tak ada seorang pria paruh baya atau seorang pria tua yang bersama dengan pemuda itu. Jadi, siapa yang di maksud sebagai Gurunya tersebut? Inilah yang membuat kami bingung untuk mengambil tindakan, patriark!"
"Jangan terburu-buru! Selidikilah terus setiap pergerakan yang mereka lakukan. Jika tebakanku tak salah, mungkin mereka datang ke kota ini karena ingin mengikuti pelelangan yang akan diadakan 9 hari lagi." Zhuge Changlai berkata tenang.
"Baik, patriark!"
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.