Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 312. Kegembiraan Sesaat


__ADS_3

“Kalian berdua, bersiaplah!” Melihat Ling Tian dan He Chang Lang yang telah berada di atas arena, sang wasit yang memimpin jalannya pertarungan akhirnya berbicara.


“Sejak aku melangkahkan kaki ke atas arena, aku sudah siap untuk menginjak-injak seluruh lawan-lawanku,” ujar He Chang Lang menanggapi perkataan sang wasit. Kemudian melanjutkan, “Apalagi ada seorang sampah yang bersikap arogan dan berani menyebut diriku ini sebagai seekor semut. Mungkin ia akan tahu tingginya langit jika aku telah menghancurkan mulut busuknya itu.”


Untuk mengembalikan citra dirinya sebagai jenius nomor satu di dalam Aliansi Delapan Sekte, He Chang Lang pun menunjukkan dominasinya demi mengembalikan penghinaan yang sebelumnya dilontarkan oleh Ling Tian.


Mendengar pernyataan He Chang Lang yang demikian, semua orang mengerti bahwa dia kini benar-benar telah marah. Mereka berpikir, jika saja Ling Tian tidak mengeluarkan kata-kata ejekan seperti itu, mungkin He Chang Lang hanya akan mengalahkannya dengan satu pukulan saja.


Namun, Ling Tian jelas-jelas secara sengaja memprovokasinya. Hal ini akan membuat He Chang Lang menyiksa Ling Tian secara perlahan di atas arena pertarungan. Bahkan sang wasit cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Sebab, dia sangat mengerti dengan karakter jenius nomor satu tersebut dan apa yang nanti akan dilakukannya terhadap Ling Tian.


Hanya Yan Qingshan, Meng Wanlian dan teman-teman Ling Tian yang masih tetap tenang. Mereka semua sangat percaya terhadap monster seperti Ling Tian. Jika dia berkata bahwa orang yang akan dihadapinya adalah seekor semut, maka itu berarti Ling Tian bisa dengan mudah mengalahkannya.


“Hmmm ... Kalau begitu, mulailah!” Sang wasit pun akhirnya mengeluarkan aba-abanya, lalu menghilang dari atas arena.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, He Chang Lang yang sedari tadi terus memendam amarahnya itu segera melesat dengan kecepatan penuhnya. Kepalan tangannya yang dialiri oleh energi Qi yang sangat kuat diarahkan tepat ke bagian perut Ling Tian. Ia berniat menghapuskan kultivasi lawannya tersebut dengan cara menghancurkan Dantian milik Ling Tian.

__ADS_1


BAM


Suara ledakan pun terdengar seiring tubuh Ling Tian yang terlempar jauh dan bertabrakan dengan Formasi Pelindung yang terpasang di arena pertarungan. Kemudian diikuti dengan bunyi gedebuk saat tubuhnya menghantam lantai arena dengan sangat keras. Hal ini membuat semua orang yang sedari awal tidak menyukai Ling Tian langsung bersorak gembira. Terutama para murid dari Sekte Lautan Mendalam. Mereka bahkan meneriakkan berbagai macam kutukan terhadapnya.


Berbeda dengan orang-orang dari Sekte Cahaya Matahari. Raut muka mereka terlihat sangat kusut. Ketegangan tampak jelas menghiasi wajah para murid-muridnya.


“Hmmm ... Sudah aku duga bakal terjadi seperti ini.”


“Ya! Ini memang sesuai dengan apa yang telah aku prediksikan. Pemuda arogan itu tidak akan sanggup menahan satu pukulan dari He Chang Lang.”


“....................”


Berbagai komentar pedas yang ditujukan pada Ling Tian sekali lagi terdengar memenuhi area pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Hal tersebut membuat suasana di sekitarnya menjadi riuh kembali.


“Hahaha ... Terima kasih, Pemimpin Yan!” Pemimpin Chu berdiri dari tempat duduknya seraya menggenggam kedua tangannya menghadap ke arah Yan Qingshan sambil tertawa terbahak-bahak. “Aku berjanji akan menggunakan uang pemberianmu itu dengan sebaik-baiknya.”

__ADS_1


Meskipun di dalam hati Yan Qingshan sangat marah mendengar ejekan dari pemimpin Sekte Lautan Mendalam tersebut, namun ia tetap mempertahankan ketenangnya. Sebab dirinya masih percaya bahwa Ling Tian tidak akan semudah itu dikalahkan oleh He Chang Lang. Karena Yan Qingshan juga tahu bahwa gurunya tersebut takkan pernah bersikap impulsif jika ia tidak yakin dengan apa yang dilakukannya.


Namun, berbeda dengan Meng Wanlian. Ia benar-benar menunjukkan kemarahannya pada semua orang dari Sekte Lautan Mendalam. Bahkan ia berani memelototkan matanya ke arah Pemimpin Chu. Dan juga, ia hampir melesat ke atas arena pertarungan untuk menolong Ling Tian jika saja tubuhnya tidak terkunci oleh energi Qi milik Yan Qingshan.


“Guru, mengapa kamu menahanku? Apakah kamu tidak melihat bahwa muridku sedang dalam bahaya? Sebaiknya kita hentikan saja pertarungan ini,” tutur Meng Wanlian melalui telepatinya dengan nada cemas.


“Tenanglah! Sebenarnya aku juga merasa seperti apa yang kamu rasakan. Tapi coba kamu perhatikan dengan lebih teliti lagi. Energi Qi di dalam tubuh Ling Tian tidak memudar dan tingkat kultivasinya masih sama seperti sebelumnya. Itu menandakan bahwa ia baik-baik saja dan Dantian miliknya juga tidak hancur,” jawab Yan Qingshan berusaha menenangkan Meng Wanlian.


“Eh ... Karena kekhawatiranku hingga tanpa sadar aku melupakan hal tersebut,” balas Meng Wanlian sembari menatap lekat-lekat pada gumpalan debu tempat Ling Tian terjatuh.


Sementara itu di atas arena pertarungan, tampak He Chang Lang berdiri dengan angkuh sambil memandang ke arah orang-orang yang bersorak kepadanya. Dengan penuh rasa bangga ia berkata, “Ini baru permulaan. Pukulan tadi hanyalah peringatan bagi siapa pun yang berani menghinaku. Selanjutnya, aku akan menyiksa semut tersebut agar kalian bisa menyaksikan bahwa aku He Chang Lang tidak akan berbelas kasihan pada orang yang bersikap sombong dihadapanku.”


“Hehehe ... Apakah benar begitu?”


Sebuah suara dengan tawa lirih terdengar hingga mengagetkan semua orang yang berada di sekitar area pertemuan. Suasana yang sebelumnya hiruk pikuk, seketika berubah hening saat mereka melihat ke arah pemuda yang dengan santai menepuk-nepuk debu yang melekat di tubuhnya. Baju yang awalnya ditempatkan oleh pemuda tersebut di atas pundaknya, masih tetap berada di sana seolah tak terganggu dengan apa yang telah terjadi sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2