
"Yuemei'er! Apa yang dilakukan oleh Bibi Molihua-mu adalah salah satu trik untuk menipu. Jangan terpancing dengan perkataannya! Jika tidak, kamu akan segera masuk ke dalam perangkapnya," ujar Ling Tian melalui telepati.
"Aahh ... Baiklah, Ayah! Aku mengerti sekarang," gumam Ling Yuemeilan dalam keterkejutannya. Dengan peringatan yang diberikan oleh Ling Tian, Ling Yuemeilan akhirnya sadar bahwa dirinya saat ini sedang ditipu oleh Ling Molihua dan hampir saja masuk ke dalam perangkapnya.
Ling Yuemeilan kemudian mengangkat kepalanya dan menoleh ke atas udara, lalu berseru, "Woah ... Ada Binatang Roh yang sangat cantik sedang terbang di atas tempat ini."
Secara spontan semua orang mengangkat kepalanya melihat ke atas udara mengikuti tatapan mata Ling Yuemeilan. Hal tersebut tidak disia-siakan oleh Ling Yuemeilan dan langsung bergerak cepat merebut permen lolipop dari tangan Ling Molihua.
Begitu Ling Molihua tersadar, semuanya sudah terlambat karena permen lolipop yang dipegangnya telah berpindah tangan ke Ling Yuemeilan. Mengetahui bahwa diri mereka juga telah tertipu oleh perkataan Ling Yuemeilan, orang-orang yang berada di sekitar halaman hanya bisa tersenyum masam.
Sebagai seorang kultivator, seharusnya mereka dapat merasakan bila ada sesuatu yang melintas di atasnya dengan menggunakan indra spiritualnya masing-masing. Namun, ketika mendengar suara polos milik Ling Yuemeilan, semua orang pun langsung percaya dan segera mengangkat kepala mereka memandang ke arah langit.
"Hehehe ... Bibi Molihua! Karena kamu mencoba menipuku, maka aku juga akan membalasnya. Bweee!" ucap Ling Yuemeilan sambil tertawa kecil dan menjulurkan lidahnya ke arah Ling Molihua.
"Hmph! Karena kamu mengaku sebagai keponakanku, maka biarkan bibimu ini menghukummu." Ling Molihua mendengus kesal dan bergegas menerjang Ling Yuemeilan.
Sementara itu, Ling Yuemeilan tetap tenang dan mengeluarkan permen lolipop yang hampir habis dari mulutnya lalu membuangnya. Kemudian ia segera mengulum salah satu permen lolipop yang direbutnya seolah-olah tidak menghiraukan tindakan Ling Molihua yang datang menyerangnya.
Ketika berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Ling Yuemeilan, Ling Molihua langsung mengayunkan kakinya untuk meluncurkan tendangan yang cukup keras. Akan tetapi, kali ini Ling Yuemeilan tidak menghindar seperti yang sebelumnya ia lakukan saat menghadapi serangan Yanyan.
Begitu kaki Ling Molihua hendak mengenainya, Ling Yuemeilan mengulurkan tangannya dengan santai tanpa menggunakan energi Qi dan hanya mengandalkan kekuatan tubuhnya saja.
BAM
__ADS_1
Bunyi yang sedikit keras terdengar ketika kaki dan tangan milik keduanya saling berbenturan. Ling Molihua terdorong mundur ke belakang sejauh 15 meter. Sedangkan untuk Ling Yuemeilan sendiri, ia masih berdiri tegap di tempatnya seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya.
"Hmmm ... Permen lolipop ini memang lebih enak dan manis. Aku sangat menyukainya, Bibi Molihua. Bisakah aku memintanya lebih banyak lagi?" tanya Ling Yuemeilan seraya memutar-mutar tangkai permen lolipop yang ada di mulutnya.
Ling Molihua tidak menjawab karena merasa terkejut dengan apa yang terjadi. Ia tidak menyangka bahwa Ling Yuemeilan dapat membuatnya terpental tanpa menggunakan kekuatan dari energi Qi-nya. Dari sini saja Ling Molihua sudah tahu bahwa kekuatan Ling Yuemeilan berada sangat jauh di atasnya.
"Bibi An! Sepertinya, aku juga tidak bisa mengalahkannya." Ling Molihua berkata sembari berbalik memandang ke arah Ling An.
"Mmm ... Kembalilah dulu ke tempatmu," ucap Ling An sambil menganggukkan kepalanya pelan.
Ling Molihua pun segera berlari kembali ke tempatnya setelah mendengar perintah dari Ling An.
Melihat bahwa Ling Molihua mengabaikannya, wajah Ling Yuemeilan langsung berubah menjadi cemberut. Segera, ia mengangkat kepalanya dan berbicara dengan nada sedih, "Ayah! Aku tidak ingin bermain lagi."
Ling Tian yang mengetahui bahwa Ling Yuemeilan hendak menangis, langsung menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di samping putrinya tersebut. Sambil membelai lembut rambut Ling Yuemeilan, dia pun berkata, "Tenanglah, Tuan Putri! Nanti aku akan memarahi Bibi Molihua-mu agar dia memberikan semua permen lolipopnya kepadamu."
Mendengar sebuah suara yang sangat familier di telinga mereka, semua orang segera menurunkan kepalanya dan memandang ke arah pemuda yang berdiri di sebelah Ling Yuemeilan.
Sebelum mereka semua bereaksi lebih lanjut, Ling Tian sudah jatuh berlutut di tanah menghadap ke arah Ling Sheng dan Ling An.
"Ayah, Ibu! Anakmu telah kembali," ujar Ling Tian dengan mata berkaca-kaca, lalu bersujud sebanyak tiga kali pada kedua orang tuanya itu.
Ling Han yang juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan keluarganya, segera muncul dan berlutut pula di sisi Ling Tian. "Ayah, Ibu! Aku kembali."
__ADS_1
Lalu diikuti oleh Lin Yue, Su Mei serta Jia Xiulan yang segera berlutut dan bersujud ke arah Ling Sheng dan Ling An. Sementara yang lainnya masih tetap berada di atas udara karena tak ingin mengganggu reuni keluarga Ling Tian.
Mendapat kejutan yang sedemikian rupa, Ling Sheng dan Ling An seolah tak percaya dengan apa yang mereka saksikan di depannya saat ini. Keduanya secara spontan bergegas menghampiri Ling Tian dan yang lainnya yang masih berlutut di tanah.
"Ti ... Tian'er, ayo cepat! Ayo cepat berdiri!" seru Ling An terbata-bata seraya menarik tubuh Ling Tian untuk bangkit dari berlututnya. Air mata Ling An pun mulai mengalir membasahi wajahnya.
"Han'er! Cepatlah berdiri!" ujar Ling Sheng yang juga melakukan hal sama seperti Ling An.
"Kalian juga, berdirilah!" Ling An berseru sekali lagi kepada Lin Yue, Su Mei dan Jia Xiulan.
Ketika Ling Tian sudah bangkit dari berlututnya, Ling An segera memeluknya erat dan mulai menangis keras.
"Ibumu setiap hari terus bertanya kepadaku, tentang kapan kalian akan kembali. Untungnya kalian semua sudah berada di sini. Jika tidak, dia nantinya pasti akan bertanya lagi, hingga membuat aku terdiam karena tak tahu harus menjawab apa tentang pertanyaannya tersebut."
Mendengar perkataan ayahnya itu, Ling Tian segera menepuk-nepuk pelan punggung Ling An dan berkata dengan nada lembut, "Maafkan aku karena terlalu lama meninggalkanmu, Bu! Nanti aku akan menceritakan tentang semua petualanganku yang terjadi selama ini."
"Mmm!" Ling An hanya mengangguk pelan di sela isak tangisnya. Kerinduan yang sangat dalam terhadap putranya akhirnya terobati setelah Ling Tian benar-benar telah muncul di hadapannya.
Ling Tian membiarkan ibunya tenang sejenak, lalu berbicara lagi, "Namun, sebelum aku menceritakan semua petualanganku itu, Ibu terlebih dahulu harus berhenti menangis. Sebab, aku sudah membawakan hadiah yang sangat spesial untuk Ibu."
Pelukan Ling An mulai sedikit merenggang ketika mendengar ucapan Ling Tian. Kemudian ia pun berkata, "Karena kalian semua telah kembali dengan selamat, itu juga sudah merupakan hadiah yang sangat spesial buatku."
"Hehehe ... Ini hadiah yang lebih istimewa lagi, Bu!" ungkap Ling Tian seraya tertawa kecil, lalu melanjutkan dengan nada setengah berbisik, "Aku membawa seorang cucu untuk Ayah dan Ibu."
__ADS_1