
Merasakan bahwa telah banyak kultivator yang mengepung di sekitar area di atas ruang bawah tanah tersebut, Ling Tian masih tetap berjalan santai tanpa mempedulikan mereka semua.
Ketika dia telah keluar dari tempat itu bersama Ling Han dan Li Weiheng, para kultivator tersebut segera mengeluarkan senjata mereka dan bersiap-siap akan menyerangnya. Mereka hanya tinggal menunggu perintah saja untuk menerjang ke arah Ling Tian.
"Huuuhhh... Mengapa bukan pemimpin kalian sendiri yang datang ke sini? Kenapa dia hanya menyuruh semut seperti kalian untuk menyambutku?" kata Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Ciiihhh... Tidak perlu bagi pemimpin kami melakukan hal yang tak penting seperti itu, apalagi jika untuk menyambut tamu yang tak memiliki sopan santun seperti dirimu." salah seorang kultivator mencibir ke arah Ling Tian.
"Ooh... Begitukah? Apakah aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada kalian semua, agar dapat memasuki Sekte Pedang Ke Tidak Adilan ini untuk membawa kembali kakakku pulang ke rumah?" Ling Tian berkata dengan nada sinis sambil menunjuk pada Ling Han.
Para kultivator itu tertegun sejenak saat mengetahui bahwa Ling Han adalah kakak dari pemuda yang berdiri di depan mereka sekarang ini.
"Lancang... Tutup mulut busukmu itu bocah! Sekte kami selalu melakukan perbuatan yang baik dan bertindak adil sesuai dengan namanya. Aku akan merobek mulut kotormu tersebut jika kamu masih berani mengatakan hal seperti itu lagi." bentak kultivator lainnya dengan tatapan membunuh ke arah Ling Tian.
"Hehehe... Adil sesuai dengan namanya yah! Tapi mengapa Sekte kalian memperlakukan kakakku dengan tidak adil? Hanya karena dia menyukai salah seorang murid di Sekte ini, kalian telah menghukumnya dengan sangat kejam seperti itu." ujar Ling Tian yang masih dengan nada sinisnya, sambil tertawa lirih.
"Itu karena dia telah menyukai orang yang salah. Statusnya tidak bisa dibandingkan dengan status Murid Luar seperti Ling Han. Dan juga, wanita yang disukainya itu telah dijodohkan dengan sesama Murid Inti yang memiliki status sama dengannya."
"Huuuhhh... Hal inilah yang membuat aku tidak menyukai segala sistem dan aturan yang diterapkan dalam Sekte di seluruh wilayah Benua Langit, sebab itu hanya akan mendiskriminasi sesama anggota Sektenya sendiri." keluh Ling Tian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha... Salahkan kepada saudaramu itu karena dia sangat lemah. Jangan kamu berdalih bahwa Sekte kami yang telah mendiskriminasinya. Semua hal tersebut hanya bisa di nilai dari kekuatan. Jika dia terlalu lemah, dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu." tawa seorang pemuda yang berjalan keluar dari kerumunan bersama seorang gadis cantik yang berdiri di sampingnya.
Ling Tian memperhatikan sejenak gadis tersebut yang tatapan matanya terus tertuju ke arah Ling Han dengan raut wajah penuh kesedihan.
Dia akhirnya membuat kesimpulan bahwa mungkin gadis inilah yang telah dicintai oleh Ling Han.
Tanpa mempedulikan perkataan pemuda tadi, Ling Tian bertanya dengan pelan kepada gadis itu, "Apakah kamu juga menyukai kakakku?"
Mendengar pertanyaan Ling Tian yang tertuju padanya, gadis tersebut segera tersentak kaget lalu menundukkan kepalanya.
"Tak perlu takut, katakanlah! Bila kamu juga menyukai kakakku, aku akan merestui hubungan kalian berdua." tanya Ling Tian lagi.
__ADS_1
"Siapa kamu, dan apa hakmu untuk bertanya seperti itu kepada tunanganku?" pemuda tersebut berteriak marah sambil menunjuk ke arah Ling Tian.
BOOM
Ling Tian melambaikan tangannya pelan pada pemuda itu, yang membuatnya terhempas jauh dan menabrak dinding sebuah bangunan di dalam Sekte tersebut. Lalu dia pun berkata santai, "Maaf, aku sedang tidak berbicara denganmu."
Semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut melihat apa yang sudah di lakukan oleh Ling Tian. Dengan hanya melambaikan tangannya secara santai, dia telah menghempaskan tubuh salah seorang murid terbaik di Sekte mereka.
Para kultivator tersebut mengira bahwa yang melakukan kekacauan sebelumnya adalah pria paruh baya yang berdiri di belakang Ling Tian, yaitu Li Weiheng.
Sebab mereka berpikir bahwa semua kultivator yang tak sadarkan diri itu, ketika menghalangi mereka untuk memasuki Sekte tersebut adalah perbuatan dari Li Weiheng.
Namun setelah melihat kekuatan yang di tampilkan oleh Ling Tian, akhirnya mereka mengetahui bahwa dialah yang sebenarnya telah melakukan semua hal itu.
Para kultivator itupun akhirnya sadar dengan apa yang dikatakan Ling Tian sebelumnya, yang mengatakan bahwa mereka semua hanyalah semut di matanya.
"Sekarang sudah agak tenang, karena tidak ada lagi seekor lalat kecil yang berdengung di telingamu untuk menyela pembicaraan kita." ucap Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya.
"Nah... Jawablah pertanyaanku yang tadi." lanjut Ling Tian lagi.
"Hmmm... Kalau begitu, datanglah ke sini dan berdiri di samping kakakku! Kalian berdua memang terlihat sangat serasi jika bersama."
Mendengar ucapan Ling Tian, gadis itu menoleh ke kiri dan ke kanan memandang dengan perasaan agak canggung pada para kultivator yang berada di tempat tersebut. Lalu dia pun berjalan pelan menuju ke arah Ling Tian.
Sebelum dia melangkah lebih jauh lagi dari tempatnya, gadis itu tersentak kaget ketika melihat seorang pria tua telah berdiri di depannya yang bermaksud untuk menghalangi jalannya.
"Siapa yang memberikanmu izin untuk pergi bersama dengan mereka?" pria tua itu mendengus kesal ke arah gadis tersebut.
"Dan untuk dirimu bocah, aku akan menghancurkan tubuhmu menjadi ribuan keping karena telah membuat muridku terluka." lanjut pria tua tersebut dengan tatapan membunuh ke arah Ling Tian.
"Ooh... Aku sangat takut mendengar ancamanmu itu. Jadi kamu adalah Guru dari semut sombong tersebut?" Ling Tian pura-pura bergidik ngeri setelah mendapatkan ancaman dari pria tua itu.
__ADS_1
"Di mataku, kamu juga hanyalah seekor semut." kata pria tua tersebut, lalu menghilang dari tempatnya berdiri dan melesat dengan sangat cepat menyerang Ling Tian.
Mendapatkan serangan secara tiba-tiba seperti itu, Ling Tian hanya tersenyum tenang kemudian mengangkat tangannya seraya menampar ke depan untuk menyambut serangan tersebut.
BOOM
Tubuh pria tua itu langsung meledak dan hancur berkeping-keping ketika terkena tamparan santai dari Ling Tian.
"Hehehe... Maaf, karena sudah menipumu. Sebenarnya aku juga hanya menganggapmu sebagai seekor semut, sama seperti muridmu itu." Ling Tian tertawa lirih sambil mengangkat bahunya.
Semua kultivator yang berada di tempat tersebut memandang Ling Tian dengan tatapan penuh ketakutan. Mereka merasa sangat beruntung karena sejak tadi belum bertindak gegabah untuk menyerangnya.
"Keluarlah! Tak perlu lagi bersembunyi seperti tikus. Apakah kamu baru akan keluar setelah aku meratakan Sektemu ini dengan tanah?" ujar Ling Tian pelan, namun dia menggunakan energi Qi-nya sehingga suaranya menggema dengan keras di sekitar wilayah Sekte tersebut.
Beberapa detik kemudian, seorang pria tua dengan janggut berwarna putih yang panjangnya telah sampai di dadanya, muncul sekitar 50 meter di depan Ling Tian. Tatapannya setajam pedang yang seolah-olah ingin menusuk dan mencabik-cabik tubuh Ling Tian.
Aura yang di pancarkan oleh pria tua itu juga sangat kuat, yang menandakan bahwa kultivasinya telah berada di tahap pertama Bintang Bumi.
"Pemimpin!"
Para kultivator yang melihat kedatangan pria tua itu segera membungkuk memberi hormat kepadanya.
"Hehehe... Aku kira kamu akan terus bersembunyi seperti tikus yang takut di mangsa oleh seekor kucing." Ling Tian tertawa pelan sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Karena kamu akhirnya telah muncul di tempat ini, aku ingin meminta pertanggung jawabanmu sebagai seorang pemimpin Sekte, karena telah membiarkan orang-orangmu menghukum kakakku dengan kejam di ruang bawah tanah itu."
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.